Showing posts with label photography. Show all posts
Showing posts with label photography. Show all posts

Thursday, 24 December 2020

Proses Kreatif Membuat Konten Video dan Foto ala HM Zwan

Proses Kreatif Membuat Konten Video dan Foto ala HM Zwan

Hai sahabat HM Zwan, ada yang suka bikin konten video ataupun foto?

Zaman sekarang rasanya sudah jarang yang namanya orang gaptek, atau gagap teknologi. Nggak di kota, nggak di kampung semuanya rata rata sudah melek teknologi. Semua informasi bisa diakses lewat handphone, iya.. Ibaratnya dunia dalam genggaman. Apa aja bisa kita ketahui hanya lewat hp. Saat ini tidak hanya foto saja yang bisa dinikmati tapi sebuah konten video menjadi hiburan tersendiri bagi banyak orang.

Saat ini zamannya semua orang bisa membuat konten, entah itu berupa foto ataupun video. Tapi dibalik foto yang enak dipandang, video yang enak dilihat menjadi PR tersendiri bagi pembuat konten. Buat yang hanya "iseng" atau sekedar untuk hore hore aja biasanya mereka sebatas melakukan hal yang mereka suka saja. Ya, sebatas buat kenang-kenangan ataupun disimpan buat stok foto ataupun video. Tapi buat mereka yang berkecimpung di dunia content creator, maka yang dibutuhkan adalah kesungguhan untuk melakukan yang terbaik. 

Tidak hanya iseng-iseng aja tapi lebih ke harus ada persiapan sebelum membuat sebuah konten. Mulai dari konsep, properti sampai pilihan opsi kedua jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ribet ya ternyata bikin konten.. Tapi, percayalah ketika kita bikin sesuatu yang kita sukai, maka yang menurut orang ribet, riweh itu nggak ada apa apanya. Ya mungkin karena sudah terlalu enjoy dengan itu, jadi dibikin hepi aja. Ya nggak sih?. 

Proses Kreatif Membuat Konten Video dan Foto ala HM Zwan

Bikin sebuah konten itu gampang gampang susah, setiap konten selalu ada hal-hal menarik dibaliknya. Lalu, seperti apakah proses kreatif membuat konten video dan foto ala HM Zwan. Yuk, berikut saya mau bisikin proses dibalik layar pembuatan konten baik untuk foto maupun video. 

Posisi tripod saat bikin video dan foto

Konten foto

Untuk konten foto, biasanya saya kumpulkan ide dulu. Ide membuat konsep foto bisa datang dari mana saja, karena saya sering motret makanan dan sejenisnya. Biasanya saya cari ide di instagram, ke akun akun yang memang sesuai dengan keinginan. Misalnya saya tipikal suka motret still life, dark mood, minimalis dan hand in frame. Maka saya cari lewat tagar #stilllifephotography #handinframe #eatprettythings #foodpropstyling #foodphotoprops dan lain sebagainya. Kemudian saya lakukan ATM Amati Tiru dan Modifikasi.

Untuk kamera, saya menggunakan smartphone dengan bantuan tripod yang sudah saya modifikasi sedemikian rupa. Jadi bisa untuk motret ala flatlay, dengan tripod miring, kamera tepat diatas objek. Untuk edit foto saya menggunakan aplikasi Snapseed, Interphoto dan untuk tulisan saya menggunakan Dafont. Berikut ini beberapa contoh konten foto dark mood, still life, flatlay dan hand in frame ala HM Zwan.





Konten video

Mulai aktif bikin konten video sejak 2 tahun yang lalu, gara-gara klien minta saya untuk bikin video masak pakai produk A. Nah, sejak itulah saya mulai ketagihan bikin konten video masak. Dengan properti seadanya, akhirnya saya memberanikan diri untuk terus eksis bikin konten video masak. Belajar video secara otodidak pakai metode andalan, ATM.. Amati, Tiru dan Modifikasi. Dari dulu, role model saya di dunia pervideoan adalah mbk Anita Joyo. Dari dulu sampai sekarang. 

Baca juga Cara Mudah Membuat Video Masak 

Sebelum membuat video, biasanya saya saya siapkan konsepnya. Tentunya konsep sederhana ala HM Zwan. Mulai dari pengambilan gambar dari arah mana saja, sampai adegan untuk pembukaan dan penutupan. Semua rata rata saya tulis, kalau lagi rajin. Tapi kalau lagi malas, yasudah main eksekusi, ide yang tiba-tiba muncul ya di eksekusi. 

Untuk alat perekam saya menggunakan smartphone, dibantu dengan tripod flatlay abal abal, dan beberapa properti pendukung. Untuk edit video saya menggunakan FilmoraGo, beberapa music saya downliad di bensound. Berikut contoh beberapa adegan yang saya abadikan ketika membuat konten video masak. 

Gimana, sederhana banget kan proses bikin konten video dan fotonya. Prinsip saya dari dulu, apapun gadgetmu, maksimalkan!!. Bikin sebuah konten itu gampang-gampang susah, yang penting terus belajar, terus mencoba dan jangan berhenti berkarya.

Teman-teman, pilih mana.. Bikin konten berupa foto atau video? Ay dong sharing.. 

Thursday, 15 October 2020

Foto Makanan Kece dengan Properti Minim

Foto Makanan Kece dengan Properti Minim. Ada yang suka motret makanan? Kali ini saya mau sharing beberapa contoh foto makanan kece dengan properti minim. Berangkat dari asal motret makanan, tahun 2013 saya mulai mengisi blog dengan beberapa tema salah satunya menu masakan. Setelah resign ngajar karena harus ikut suami pindah kota, akhirnya hari-hari diisi dengan ngeblog. Dari sinilah awal mula saya mulai menulis resep dan motret makanan.

Bagi saya, makin kesini motret makanan adalah hal yang menyenangkan. Belajar secara otodidak, lihat di Pinterest, di blog bule bule (bule? Wkwkwk) yang suka masak, terus lanjut belajar lewat instagram. Salah satunya yang jadi inspirasi saya dari tahun 2013 sampai sekarang adalah mbk Puji Hamzah. Teman-teman bisa cek instagram dengan nama serupa.

Foto makanan yang simpel dengan properti minim masih menjadi andalan saya untuk saat ini. Selain karena punyanya "masih" properti foto yang itu itu saja, saya juga termasuk orang yang suka foto minimalis. Untuk saat ini lho ya.. Tapi, sebisa mungkin ketika saya motret makanan dengan Properti Minim stylenya ada yang berubah, nggak sama plek gitu. Minimal adalah bedanya meskipun sedikit hehehe.

Prinsip saya dari dulu, apapun kameramu, apapun yang kamu punya, MAKSIMALKAN!!

Adanya kamera tablet, ya motret pake tablet.

Adanya kamera hp, ya motret pake hp.

Adanya "sementara" properti yang itu-itu saja, ya maksimalkan.

Artinya, dengan peralatan yang saya punya, saya harus cari cara, belajar, lihat dan mempraktekkan apa yang saya lihat. ATM, Amati Tiru dan Modifikasi. 

Foto Makanan Kece dengan Properti Minim

Berikut beberapa contoh foto makanan kece dengan properti minim

1. Biskuit

Foto biskuit ini hanya butuh alas foto yang saya buat sendiri dari triplek bekas, saya cat suka suka. Talenan saya bikin sendiri juga, tanaman mint kw, piring, segelas susu dan pojok kiri atas ada piring. Di foto menggunakan hp Huawei Nova 3i, mode manual, tanpa reflektor di ambil di depan dapur. Di edit pakai snapseed. 

2. Alpukat pisang
Foto ini juga asal gelar alas foto triplek aja, dikasih taneman mint yang di pot, terus sama alpukat. Udah gitu aja.. 


2. Kesemek

Nah, kalo foto ini alasnya pakai alas foto buatan sendiri dari kertas karton tebal, di cat acrilik, suka suka juga motifnya. Dikasih talenan, buah kesemek, terus biar greget saya petik daun salam yang ada di depan dapur. Saya semprot cantik biar kelihatan seger, jadi deh kayak gini wkwkwk. Ohya, pas banget ada garpu jadul dapet dari lemarinya ibu yang warna kuning, taruh aja di piring. Jadi deh.. 



4. Pisang goreng wijen keju
Bikin pisang goreng wijen keju dadakan, jadi motretnya juga dadakan. Langsung gelas alas foto yang iseng banget saya bikin dari bekas cover mobil yang nganggur. Pakai talenan yang bikin sendiri dari papan kayu nganggur, serbet kotak kotak bekas sarung yang sobek wkwkwk. Jadi deh foto seperti ini. 




6. Roti
Foto roti ini diambil 10 menit setelah roti keluar dari oven, masih anget gaess ahahaha. Kebetulan rotinya pakai cup, jadi cuma modal rak oven sama tanaman mint kw. Ditata gitu aja di atas meja kayu (meja makan di rumah ibu), langsung deh di jepret. Ini ngambil fotonya jelang maghrib, jadi ya memang sendu gitu, karena lampunya juga seadanya di dapur hehe. 


7. Pie Susu teflon
Foto pie susu teflon ini yang paling simpel, gelas alas foto yang beli di toped, motif bolak balik yang harganya nggak sampai 50.000 karena dapet promo wkwkwk. Dikasih taneman mint kw, taruh aja disitu pie susunya yang masih di teflon. Hemat beres beres deh ahahaha. 


8. Puding
Bikin puding ini pas di rumah ibu, spot foto paling favorit adalah disamping jendela teralis. Puding ditaruh diatas piring cake kaca, macam standing plate gitu. Taruh diatas kursi tunggal yang dudukannya udah diganti sama kayu papan. Dikasih bunga bogenvile dan pisau cake, cekrek. Jadi deh... 


Gimana, lumayan simpel dan minim properti foto kan? Kalaupun ada properti foto lain, itu selalu saya pakai yang ada di rumah. Jadi nggak ada lagi males motret makanan gara-gara nggak punya properti foto. Pakai yang ada, dengan style yang oke, pasti fotonya akan kece pada waktunya. 
Yang penting, terus belajar dari foto-foto yang bagus. Atau kalau ada dana lebih, bisa ikut kursus foto makanan. 
Semangat ya.. 

Teman-teman, ada yang suka motret makanan? 


Monday, 7 January 2019

DIY : Membuat Alas dan Begron Foto dari Karton Tebal

DIY : Membuat Alas dan Begron Foto dari Karton Tebal. Assalamualaikum.. Masih atas nama iseng dan coba-coba, bulan lalu saya bikin DIY membuat alas dan begron foto dari karton tebal. Emang bisa bikin alas dan begron foto dari karton tebal? Bisa aja kok, yang penting usaha ya hehe. Sebenarnya ini gara-gara mbk Lira, teman instagram yang hobi memotret makanan juga. Jadi, ceritanya pas saya iw alias instagram walking, lihat foto mbk Lira dan komen. Saya gagal fokus sama alas fotonya, eh dibales dong, katanya alas foto bikin sendiri dari karton dan cat warna.

Nah, dari situlah saya mulai penasaran. Akhirnya pas ngantar kakak ke toko alat tulis sekalian deh saya belanja karton tebal sama cat air. Karena saya nggak tanya detail ke mbk Lira, sampai rumah saya bikin sebisanya. Suka-suka hati saya bangetlah, hahaha.
Sebelum membuat alas dan begron foto dari karton tebal,tahun 2017 saya pertama kali iseng bikin alas foto dari bekas cover mobil. Kebetulan cover mobil sobek di beberapa sisi, sama suami disuruh buang. Tapi jiwa iseng dan kurang kerjaan saya mulai nggak karuan, sempat mbatin, kayaknya seru nih dibuat alas foto. Akhirnya saya ya gunting menjadi segiempat ukuran satu meter, pertama kali nyoba hasilnya kurang memuaskan. Kurang nyeni gitu, akhirnya ide muncul, cover mobil saya gosok gosokkan ke dinding, muncullah bercak cloreng cloreng warna putih. Pas di jadikan alas foto hasilnya kok lumayan, yaudah jadilah alas foto yang lumayan nyeni hasil dari iseng.

Nah, untuk membuat alas foto dari karton tebal caranya gampang, namanya juga suka suka ya, jadi cat air saya campur (warnanya suka suka juga haha) saya tuang di piring, tambah sedikit air, lalu dengan mengucap Bismillah saya sapu-sapukan ke karton. Kalau kurang oke, saya beri cat air di karton, kemudian lanjut sapu-sapukan lagi sampai dapat warna yang disukai. Ohya, kebetulan saya beli 2 karton. Jadi saya buat 4 motif sekaligus untuk alas dan begron foto. Lumayan banget sih hasilnya. 4 motif yang berbeda dari 2 karton, artinya satu karton bisa 2 motif bolak balik ya. Tuh kan, dapet banyak motif alas foto.
Ada nggak plus minusnya bikin alas foto dari karton tebal?
Yang pasti ada bangetlah ya. Plusnya, lebih murah, nggak sampai 30ribu sudah dapat alas dan begron foto ciamik (versi saya xixixi). Kalau bosan, bisa dicat ulang dan cari motif unik lagi. Minusnya, kalau kena minyak pasti akan membekas, karton tidak bisa berdiri tegak lurus, jadi nggak lurus tegak sama seperti triplek gitu. Harus hati-hati kalau motret yang ada airnya, karena kalau kena air dikit pasti kelihatan banget bekasnya dan cat ya luntur pemirsa hehehe.

Tapi sejauh ini belum pernah mengalami, masih aman. Secara keseluruhan, sampai saat ini lumayan menyenangkan motret pakai alas dan begron dari karton tebal. Nggak nyangka sih dapet hasil ngosrek-ngosrek cat air suka-suka dan hasilnya bikin jatuh hati. Buat teman teman yang pingin tau lebih banyak hasil foto menggunakan alas foto karton tebal, bisa cek instagram @hm_zwan ya. Insya Allah disana banyak contoh alas foto dari karton tebal, cover mobil, kayu seadanya dan meja biasa.


Teman-teman, ada yang suka bikin alas atau begron foto sendiri?ayo dong sharing..

Thursday, 20 December 2018

#btshmzwan : Reflektor dan Diffuser


Buat pecinta food photo, pasti nggak asing sama yang namanya reflektor dan difuser. Karena dua alat ini mau tidak mau jadi salah satu penolong untuk mendukung dan mendapatkan hasil foto yang bagus.

Apa fungsi reflektor?
Fungsi reflektor adalah untuk memantulkan cahaya ke subjek foto sehingga subjek foto terlihat lebih terang. Bentuk reflektor itu banyak pilihan, yang saya tahu dan pernah lihat. Ada yang bentuknya bulat, besar, seperti alufoil. Harganya pernah baca kurang lebih 200ribuan.

Tapi, jika belum ada keinginan untuk membeli reflektor karena berbagai alasan, teman-teman bisa menggunakan cermin kaca kecil yang bisa didudukin. Jadi, arahkan cermin ke objek yang ingin difoto. Atau bisa juga menggunakan bekas alas kue ultah. Itu lho yang bulat, yang buat tatakan kue ultah kalau kita beli di toko kue. Kalau penasaran, coba lihat contohnya di foto berikut.

Saya menggunakan bekas alas kue ultah untuk reflektor, alhamdulillah sejauh ini hasilnya diluar perkiraan. Senang banget bisa mraktekin ilmu yang saya dapat di lingkup pertemanan pecinta food photo di instagram.

Apa fungsi diffuser?
Sepemahaman saya, diffuser itu berfungsi untuk melembutkan cahaya. Nantinya, diffuser itu akan memperhalus bayangan dan menyaring cahaya sebelum sampai ke subjek yang ingin difoto. Bentuk diffuser sepengetahuan saya tidak jauh berbeda dengan reflektor, bentuknya bulat. Seperti ada ring/frame dipinggirnya, ditengah-tengah berwarna putih. Jujur, saya belum lihat langsung, apalagi sampai memegang. Hanya melihat di beberapa bts teman-teman pecinta food photo.

Nah, buat teman-teman yang belum ada keinginan untuk membeli diffuser sungguhan, mungkin harus nabung dulu atau ada alasan yang kuat untuk tidak dulu membeli diffuser. Bisa juga memanfaatkan kain tipis dan sejenisnya berwarna putih. Caranya pasang kain tersebut di tempat adanya cahaya, misalnya di depan pintu.

Kebetulan pas saya sudah pindah dan tinggal sementara di rumah ibu. Kepikiran untuk membuat diffuser dari kertas minyak. Tau kertas minyak? Itu lho kertas yang dibuat untuk membungkus jenang atau dodol, hehehe. Jadi, kertas minyak ya saya bikin dan bentuk sedemikian rupa dengan kardus dan lem. Jadilah diffuser ala HM Zwan, karena nantinya akan saya pasang di jendela teralis. Diffusernya saya beri gagang atau cantolan berbentuk S, tinggal di cantolin di teralis. Jadi deh diffusernya.


Berikut beberapa bts alias behind the scene food photo sederhana dengan alat seadanya a la HM Zwan.




Gimana hasilnya?lumayan kan untuk sekedar mempraktekkan ilmu dari hasil sharing teman-teman pecinta food photo di instagram. Jadi, nggak setiap waktu ketika saya memotret makanan, selalu menggunakan keduanya. Lagi-lagi tergantung suasana, kadang pakai keduanya, kadang hanya memakai diffuser saja tanpa reflektor, begitu sebaliknya. Sebelum akhirnya memotret, biasanya saya cek dulu, kalau hasilnya kurang terang, baru saya pakai reflektor.


Intinya, dengan adanya reflektor dan diffuser, kita bisa banyak mengeksplore cara memotret makanan. Dengan adanya reflektor, objek yang kita foto akan lebih terang dan jelas. Dengan adanya diffuser, kita bisa menyaring seberapa banyak cahaya yang diperlukan. Cahaya akan otomatis menjadi lembut tidak terang benderang.

Semoga sharing saya kali ini bermanfaat, saya juga masih terus belajar memotret makanan kok. Atau kalau ada yang mau nambahin,dengan senang hati saya tampung dan terima ilmunya.. Yuk, kita belajar bersama..

Teman-teman, ada yang suka foto makanan?sudah pakai reflektor sama diffuser?ayo dong sharing..

Monday, 26 November 2018

Hasil Foto Makanan Menggunakan Smartphone Huawei Nova 3i

"Paket!!!"
Siang itu dengan dengan mata sedikit terbuka, saya mengintip gorden jendela kamar. Oh, benar ada orang di luar pintu rumah. Setelah memakai jilbab, saya membuka pintu. Dengan senyum simpul, bapak pengantar paket menyerahkan kotak kayu berbungkus plastik ke saya. Buru-buru saya membuka plastik, setelah tahu siapa pengirim dibalik paket berkayu. Senyum riangpun tak bisa dihindari, sambil berucap syukur, saya taruh paket berbungkus kayu di meja.

Unboxing Huawei Nova 3i
Dulu, ketika banyak Blogger yang dapat smartphone dan mengucapkan syukurnya di media sosial, saya juga sempat jadi saksi dibalik rasa bahagia yang menghampirinya. Saat itu, antara sadar atau tidak, hati saya sempat mbatin "Masya Allah, senangnya... Kapan ya saya dapat smartphone kayak gitu". Kalimat itu tidak hanya saya ucapkan dari hati hanya sekali, mungkin sudah berkali-kali. Karena hampir 3 tahun ini banyak berseliweran teman-teman yang mendapat rezeki smartphone.a Tapi setelah itu, ya lewat saja...

Dari tahun 2016 sampai tahun ini, saya aktif memotret makanan, ngeblog, dan membuat video menggunakan tablet. Sungguh, saya tidak tahu kalau do'a, ucapan hati saya beberapa tahun yang lalu diijabah di akhir bulan september 2018. Iya, hadiah berupa smartphone yang dibungkus dengan Kotak kayu akhirnya sampai di genggaman. Masya Allah, Alhamdulillah... Semoga berkah. 

For your information, Huawei Nova 3i adalah generasi ketiga nova i. Memiliki desain yang fashionable, disertai pengalaman fotografi yang luar biasa berkat fitur empat kamera yang diperkuat teknologi artificial intelligence (AI). Huawei juga membungkus smartphone ini dengan suatu lapisan tipis bertekstur khusus di bawah lapisan kaca yang menghasilkan warna gradasi dan tampilan yang unik. Huawei nova 3i memiliki layar FullView berukuran 6,3 inci, empat kamera beresolusi tinggi dengan kombinasi dua lensa 24MP dan 2MP di depan serta kombinasi lensa 16MP dan 2MP di belakang. Kombinasi antara chipset Kirin 710 dengan kemampuan AI dan antarmuka EMUI 8.2 terbaru menghasilkan handset yang akan menawarkan pengalaman fotografi empat kamera yang biasanya ditawarkan pesaing pada smartphone premium mereka. 

Hasil Foto Makanan Menggunakan Smartphone Huawei Nova 3i
Sore harinya dibantu suami, saya buka paket berkotak kayu. Isinya Smartphone Huawei Nova 3i, yeay. Pas buka kotaknya, saya dibuat terharu karena hp nya bagus banget, huhuhu.

Sejak tahun 2015, saya mulai menikmati motret makanan untuk ngeblog. Setelah itu hp saya hilang, dan berlanjut motret makanan menggunakan tablet sampai tahun ini. Prinsip saya, apapun kameramu, maksimalkan. Alhamdulillah, mulai bulan oktober 2018 hari-hari saya motret makanan menggunakan Smartphone Huawei Nova 3i.

Pertama kali motret makanan pakai Huawei Nova 3i lumayan kaget sama hasilnya. Selain bening, hasil fotonya juga cling banget. Pokoknya bikin terharu deh kalau lihat hasil foto pake Huawei Nova 3i. Selain menggunakan kamera Smartphone Huawei Nova 3i, spot atau area pengambilan foto makanan juga berpengaruh. Jadi, spot favorit untuk memotret makanan saat ini masih bertahan di depan pintu atau jendela. Selain mendapatkan cahaya alami dari matahari, juga tidak banyak blocking cahaya.
Berikut hasil foto makanan menggunakan Smartphone Huawei Nova 3i. TANPA DI EDIT, artinya ini hasil asli 100% kamera Huawei Nova 3i.




Gimana hasilnya???
Sejauh ini, alhamdulillah puas banget sama hasil foto makanan pakai Huawei Nova 3i. Hasil akhirnya kebanyakan memuaskan tanpa polesan atau edit, paling-paling kalau edit pun cuma 10 sampai 25 %.

Teman-teman, ada yang sudah pernah motret pakai Huawei Nova 3i?ayo dong sharing..

PS : buat teman-teman yang pingin tau lebih banyak hasil foto saya menggunakan Huawei Nova 3i, bisa cek ig @hm_zwan dengan tagar #hmzwanwithhuaweinova3i.


Saturday, 27 October 2018

#btshmzwan : Memotret Sederhana dibawah Jendela

#btshmzwan : Memotret Sederhana dibawah Jendela. Ada yang tau hashtag bts hmzwan?jadi, ini kali pertama saya sharing bts foto makanan yang selalu saya publish di instagram @hm_zwan. Bts itu behind the scene, gimana sih dibalik layarnya foto makanan dan lain sebagainya yang ada di instagram, khususnya akun @hm_zwan. Kebetulan kemarin saya motret menu makan siang,seperti biasa dengan peralatan seadanya saya buru-buru gelar alas foto, nyiapin objek yang mau di foto, nggak pakai lama cekrek-cekrek, jadilah 3 macam foto dengan style sederhana yang berbeda. Kan lumayan, satu objek foto bisa dapet 3 style berbeda untuk tiga kali publish hehehe.

Artinya, kalau kita lagi riweh tapi pingin eksis di instagram, nggak perlu pusing mau publish foto apa, karena sudah ada stok foto. Tinggal copy paste resep, dengan pembukaan yang berbeda, jadi nggak bakal absen,ya nggak??.

Memotret Sederhana dibawah Jendela
Saya selalu suka motret makanan dengan background gelap dibawah jendela. Nggak perlu blocking banyak cahaya, kadang menggunakan reklektor, kadang tanpa reklektor. Apa aja yang perlu disiapkan kali ini,yuk intip.

1. Alas foto
Alas foto ini saya bikin sendiri dari bekas cover mobil yang saya gesek-gesekkan ke dinding, coba deh lihat, ada motif putihnya kan??ya itu hasilnya. Ide ini awalnya saya cuma mau alas foto warna hitam, tapi waktu itu iseng aja gesek-gesekkin cover mobil ke dinding. Jadilah.. Memanfaatkan yang ada ya, tapi hasilnya saya suka saya suka hehe.

2. Objek yang ingin di foto
Objek yang mau saya jadiin model (model??hahaha) kali ini ada semangkuk capcai.

3. Properti penunjang
Ada serbet hijau, sayur sawi hijau, sendok dan piring kosongan alias piring aja.

4. Kamera
Kali ini saya menggunakan kamera smartphone Huawei Nova 3i dengan fitur empat kamera yang diperkuat teknologi artificial intelligence (AI), dengan kamera belakang 16 MP.

Baca juga Properti Foto Andalan


Setelah semua persiapan sudah oke, lanjut pengambilan foto. Jadi, lokasi gelar alas fotonya tepat dibawah jendela, kali ini saya ambil fotonya tanpa reflektor. Sesekali kalau cahayanya terlalu banyak atau berlimpah, pintu sebelah jendela saya tutup. Sesekali dirubah posisi, tujuannya biar dapet style foto yang berbeda haha. Kalau soal angle, foto-foto saya kebanyakan diambil dari atas atau biasa disebut BEV. Nggak melulu angle foto harus satu arah kok, terserah yang ambil foto. Sesukanya, senyamannya. Yang penting terus belajar ambil foto dari berbagai angle.

Pantesan bagus?lha wong kamera hp nya keren.
Begini ya, masalah alat untuk memotret, saya garis bawahi ya, apapun kameramu, MAKSIMALKAN!! Jadi,baru 2 bulanan saya motret menggunakan smartphone Huawei Nova 3i. Mungkin yang sudah tau saya, tau betul sebelumnya saya motret makanan menggunakan kamera apa. Sebelumnya selama kurang lebih 3 tahun, saya aktif memotret makanan menggunakan kamera tablet dengan kamera belakang 5 MP. Iya,kamera tablet. Jadi, nggak ada alasan untuk ini dan itu. Prinsip saya, apapun kameramu, maksimalkan gaes!!^^




Gimana hasilnya??lumayan kan buat dokumentasi pribadi. Setidaknya satu saat kita akan terkenang kalau pernah belajar foto makanan dengan properti dan peralatan yang ada dan seadanya. Intinya, maksimalkan yang ada.. Mari belajar bersama..

Teman-teman, ada yang suka foto makanan di bawah jendela??ayo dong sharing..

Thursday, 5 October 2017

Tentang Properti Foto Andalan


Tentang Properti Foto Andalan. Ngomongin soal properti andalan untuk memotret makanan, pikiran saya langsung tertuju ke alas foto. Berawal dari seringnya melihat cover mobil bekas yang ditaruh suami di depan rumah, pagi harinya saya rapikan dan gunting jadi 4 potong ukuran setengah meter. Siangnya pas saya mau moto makanan, kok keinget potongan cover mobil. Akhirnya saya ingat begron fotonya mbk Puji Hamzah yang berwarna hitam tapi ada corak warna putih. Nggak tau gimana awalnya, saya jumput sebagian cover mobil tadi, kemudian saya gesek-gesekkan ke dinding, dan...jadilah begron yang kerenable hahaha. Keren menurut saya,haeee.

Tentang Properti Foto Andalan yang Eksis di Instagram
Kebetulan sejak pindah,saya belum cari kayu yang lebar atau triplek atau yang lainnya untuk kebutuhan motret makanan. Jadilah, senjata alas dan begron foto yang saya pakai setiap harinya adalah bekas cover mobil yang sudah disulap sedemikian rupa.

Kalau teman-teman blogger follow akun instagram @hm_zwan, pasti bosen banget dengan gaya/angle foto dan properti yang itu-itu saja. Ada alas/begron foto dari bekas cover mobil yang sobek, 4 piring andalan dan 3 kayu pemberian nenek pemilik kontrakan.
Saya memang belum berani beli properti foto, karena kebetulan kami sering berpindah dari pulau satu ke pulau lain, dari kota satu ke kota lain. Kebayang nggak gimana kalau pindah tempat tinggal??mau nggak mau barang yang (nggak) penting banget harus dikasih ke tetangga. Intinya, yang dibawa adalah barang yang penting banget, selain itu buang. Kata pak suami >_<.
Etapi, kalau ada yang mau menyumbang properti, saya nggak nolak!!hahaha.

Sesuai dengan prinsip saya, maksimalkan yang ada!!. Adanya kamera tablet, ya gunakan itu untuk memotret. Adanya properti foto yang ada, ya gunakan itu dengan baik dan sekreatif mungkin. Jadi, intinya maksimalkan yang kamu punya. Nggak usah ngoyo kalau kata orang Jawa hehe.

Justru dengan properti foto andalan, secara tidak disengaja semacam jadi ciri khas, itu juga kata Nay Inayah. Dan kata  mbk Anita Joyo, saya sudah mendapatkan style HM Zwannya. Hmmmm,iya juga ya....well note. Terima kasih ^^

Nah, kalau teman-teman, punya pengalaman serupa nggak??ayo dong sharing...

Tuesday, 8 August 2017

Berbagi Resep Sederhana di Instagram


Berbagi Resep Sederhana di Instagram. Ada yang belum punya akun instagram??sepertinya zaman sekarang hampir semua orang memiliki akun instagram, selain facebook, twitter, dan lain sebagainya. Satu hal yang saya suka dari instagram adalah bisa lihat foto banyak hal, ya iyalah hehehe. Kalau dulu, saya sering cari inspirasi (berupa gambar) atau sekedar refreshing lihat gambar makanan di pinterest. Meskipun kalau lewat handphone sangat terbatas, sekarang lebih banyak beralih ke instagram.

Berbagi Resep Sederhana di Instagram
Antara blog Hot Wajan dan instagram
Sebetulnya berbagi resep tidak harus di instagram, tapi 2 tahun terakhir saya lebih sering (hampir setiap hari) posting resep di instagram. Sempat merasa bersalah banget sama blog Hot Wajan, karena saya lebih sering sharing disana ketimbang di blog khusus resep,huhuhu. Tapi sebisa mungkin, resep yang saya share di instagram setelah itu saya simpan dan share di blog Hot Wajan. Ya, meskipun nggak langsung hari itu juga,tapi disempat-sempatin gitu hehehe.
Boleh di follow kak ^^
Resep dan foto sederhana
Bagi saya, yang punya balita 19 bulan, setiap hari harus masak kemudian memotret hasil masakan adalah satu hal yang sedikit rumit jika dipikirkan. Gimana masaknya??kapan masaknya??gimana dan kapan motret makanannya??sempet ya masak segitu??sempet ya motret??. Jadi, nggak usah dipikir ya teman-teman,hehehe. Ya,intinya bangun sepagi mungkin,maka pekerjaan rumah cepat selesai. Seriusss!!!. Memotret pada saat anak tidur atau ketika suami libur, jadilah foto makanan.
Saya tipikal orang nggak mau susah dan ribet, apalagi soal masak memasak. Bagi saya, bumbu tumis itu bawang merah, bawang putih, cabe rawit/merah/hijau, gula, garam dan saus tiram. Hasil masakan sudah enak dan nikmat. Kalaupun mau masak enak tapi ada dua bahan nggak ada di dapur, saya memilih untuk terus masak menggunakan bumbu yang ada (kecuali garam dan gula ya ckckck). Jadi, yang saya bagi mayoritas resepnya simpel dan sederhana.

Masalah foto memfoto, saya juga memilih motret dengan properti dan model yang itu-itu saja. Alasannya belum mau beli banyak properti foto dll, maklum hidupnya berpindah-pindah jadi takutnya nggak keangkut,huhuhu. Modal foto saya satu tahun ini ada tablet ASUS ZenPad, begron dari bekas cover mobil, piring, sendok, dan 3 kayu pemberian nenek kontrakan. Tapi kalau mau ada yang nyumbang properti, saya terima dengan senang hati,hahaha.

Intinya, berbagi resep sederhana di instagram itu lebih mudah dan simpel. Yang penting ada foto dan resep, jadilah sebuah postingan.
Teman-teman suka posting resep nggak di instagram?