Friday, 30 September 2016

Sekantong Rambutan dari Silviana Noerita


Bermula dari status pertama kali saya di facebook beberapa hari yang lalu, setelah dua bulan secara tidak langsung detoks dari social media dan blog. Beberapa teman banyak yang ngelike dan komen, salah satunya Silvi. Gadis manis berkacamata asal Kediri yang sekarang sedang berjuang di perantauan, tepatnya di Kota Batam. ”Ketemuan yuk mbak…”, dengan sigap saya langsung japri Silvi, kebetulan Silvi tinggal di daerah dekat dengan rumah saya. Jadilah kami kopdar…hureyy!! Yang belum tau Silvi, bolehlah ceki-ceki blog kecenya Silviana Noerita…^^ 

Satu Jam Bersama Silviana Noerita
Kebetulan ini kali kedua saya bertemu dengan Silvi, sebelumnya kami kopdar di rumah saya ketika Silvi baru merantau ke Kota Batam, tepatnya ketika Bubuky usia 3 bulan. Kami janjian bertemu pukul 16.00 setelah Silvi pijat refleksi, sampai pukul 16.30 belum ada tanda-tanda Silvi sampai depan rumah. Pas saya mau keluar rumah sama Bubuky, eh Silvi nongol aja depan rumah. Holllaaaa…..wak, ternyata dibawain oleh-oleh sekantong rambutan. Terimikisi Silviii...^^

Ngapain aja selama kopdar sama Silvi??
1. Curhat dongg…hehehe, nggak tau ya, dari pertama ketemu sama Silvi itu kayak ngerasa teman lama yang baru ketemu gitu, ngobrolnya ngalir banget, intinya Silvi orangnya asik bangetlah. Jadi, pas ketemu langsung curhat masalah pribadi, keluarga, dan pekerjaannya yang, emmm….begitulah. Apapun itu, semoga Silvi diberi kelancaran dalam segala hal, aamiin. 
2. Ngobrolin tentang banyak hal yang heboh di dunia maya, terutama facebook. Ternyata banyak hal yang terjadi ya, hehehe. Maklum, dua bulan saya off social media, jadi lumayan nggak tau apa-apa hehe. 
3. Ngobrol asik tentang blogger yang makin seru, mulai dari Emak-emak Blogger Surabaya yang liburan ke Bali, kabar Blogger Kepri, KEB, blogger yang jalan-jalan seru bareng Asus plus dapet hp (masih ada sisa??bolehlah kirim ke saya xixixi), Embak ceria, sampai ngomongin abang Ranu nya mak Noe, hehehehe. Kok sampai ke abang Ranu??maklum, anaknya mak Noe kata Silvi mirip sama Bubuky hehehe. Sampai akhirnya sebelum adzan maghrib berkumandang, Silvi mengajak saya dan Bubuky selfie. Setelah itu Silvi pamit pulang, padahal saya suruh pulang habis maghrib tapi Silvi menolak, takut dicariin buleknya hehe. 

Alhamdulillah bisa silaturahmi lagi dengan Silvi, Baarokalloh Silvi, semoga semakin dimudahkan urusannya dan bisa jalan-jalan keliling Batam, Malaysia dan Singapura, aamiin. 

Teman-teman, ada yang sudah kopdar sama Silvi?? 

***

Thursday, 29 September 2016

Pengalaman Pertama Naik Pesawat Membawa Bayi

Pengalaman Pertama Naik Pesawat Membawa Bayi. Waktu itu, tepatnya Bubuky usia 4 bulan sudah diizinkan dokter naik pesawat. Kenapa baru diizinkan naik pesawat di usia 4 bulan?padahal sebagian orang sudah bias membawa bayi naik pesawat di bawah 4 bulan. Kebetulan Bubuky lahir prematur (di usia kehamilan 8 bulan) dan waktu itu kondisinya juga masih kecil banget jadi saya belum tega bawa kemana-mana, apalagi naik pesawat. Saya, ibu dan Bubuky naik pesawat Lion Air dari Batam menuju Surabaya.Perjalanan udara ditempuh dalam waktu dua jam, berangkat pukul 09.00 sampai Surabaya pukul kurang lebih 11.00. Yuk, simak pengalaman pertama saya naik pesawat membawa bayi… 

Pengalaman Pertama Naik Pesawat Membawa Bayi Apasaja yang perlu disiapkan? Dua bulan sebelum berangkat dan pesan tiket, saya sering baca informasi seputar naik pesawat membawa bayi. Setidaknya saya harus tahu banyak hal mengenai hal tersebut, mulai dari harga tiket untuk bayi, apa saja yang harus dipersiapkan/dibawa, membawa surat dari dokter,sampai asuransi kesehatan, dan lain sebagainya. Ohya, ngomongin soal asuransi kesehatan, teman-teman bias mencari referensi mengenai jasa suransi, atau bisa juga menggunakan Asuransi Kesehatan Terbaik di Indonesia AIA Financial

Berikut hal penting milik bayi yang perlu disiapkan sebelum naik pesawat : Surat keterangan dokter Biasanya surat keterangan dokter berisi pernyataan dari dokter bahwa bayi A lahir tanggal sekian dan sekarang usianya sekian bulan dan dalam keadaan sehat tidak sakit.Waktu check in, biasanya surat keterangan dokter diminta dan nantinya dikembalikan lagi.Selainitu, waktu mau naik pesawat ada pengecekan lagi dan biasanya kita diminta untuk membuat surat pernyataan. Kita tinggal menulis nama anak/bayi, tanggal lahir, usia dan tanda tangan orangtua. 

Apa saja yang perlu dibawa saat naik pesawat? 
Sengaja saya persiapkan satu tas khusus untuk dibawa saat naik pesawat, berikut barang-barang yang saya bawa di tas anak/bayi : 
1. Baju lengan pendek (2), celana panjang(1) 
2. Jaket(1) 
3. Topi, saya bawa topi rajut
 4. Popok sekali pakai (4) 
5. Tisu basah 
6. Handuk kecil
 7. Obat-obatan, saya bawa paracetamol dan beberapa obat dari dokter. Kebetulan waktu itu Bubuky baru selesai sakit demam dan masih minum obat. 
8. Minyak telon, minyak kayu putih, balsam bayi 
9. Kapas, untuk telinga bayi 
10. Mainan bayi 

Gimana pengalaman Bubuky waktu naik pesawat? 
Saya, suami, ibu dan Bubuky berangkat dari rumah pukul 08.00,perjalanan tidak lama kurang lebih 10 menit sampai bandara Hang Nadim Batam, Bubuky sudah tidur. Setelah check in saya mau ganti popok Bubuky, ternyata sudah ada panggilan untuk naik kepesawat, ya sudah pasrah, untung tadi sebelum berangkat ke bandara sudah saya ganti popok baru. Setelah dapat tempat duduk, saya langsung didatangi pramugari, menanyakan apakah adek bayi mau pakai sabuk pengaman atau cukup pakai gendongan saja, saya pilih pakai gendongan.Sabuk pengaman dan pelampung untuk bayi tetap diberikan kepada saya dan disimpan di depan kursi. Mulai dari pesawat take off sampai landing Bubuky tidur terus, ngelepos banget ini anak, Alhamdulillah. 

Catatan atau hal-hal yang perlu diperhatikan 
1. Datang ke bandara lebih cepat Kalau hari biasa bolehlah sampai bandara 1 jam sebelum check in, kalau hari libur dan hari raya sebisa mungkin sampai bandara 2 jam lebih awal. Saya lebih memilih menunggu di ruang tunggu dari pada gedubrak-gedubruk lari-lari sambil gendong anak/bayi.Kebayang nggak kalau diawal kita udah panik, gimana selanjutnya..pasti anak/bayi ikut panik dan akhirnya rewel. Jangan sampai… 
2. Pilih penerbangan langsung (optional) Pengalaman balik dari mudik lebaran kemarin, atas nama dapet tiket murah (murahwaktulebaran lo yahehehe..) akhirnya kami memilih satu maskapai yang penerbangannya pakai transit. Surabaya – Pekanbaru hanya menempuh perjalanan 2 jam, tapi kalau pakai transit jadinya 4 jam. Walhasil, Bubuky lumayan rewel, padahal tidur terus di pesawat, Cuma mungkin dapatnya kelas ekonomi yang sempit plus lama banget jadinya2 jam terakhir sering rewel. Kata suami, sebisa mungkin kalau bawa bayi/anak kecil pilih penerbangan langsung sajalah…lumayan kapok hehehe. 
3. Tutup telinga saat take off dan landing sebelum naik pesawat, pastikan telinga bayi sudah ditutup dengan kapas atau penutup telinga khusus untuk bayi, atau coba cek di Matahari Mall, siapa tau ada. Saat take off dan landing beri bayi susu atau ASI. Kalausaya, pas mau take off dan landing biasanya saya langsung kasih ASI dan menutup telinga dengan tangan. 
4. Jika bayi rewel di dalam pesawat Yang pertama, orangtua harus tenang, terutama ibu.Saat anak mendadak rewel (menangis, lonjak-lonjak karena gerah dan tempat duduk sempit), tenangkan anak terlebih dahulu, jika masih menangis dan lonjak-lonjak, beri anak susu atau ASI. Jika masih tetap rewel, ajak anak bermain (dengan mengangkat badannya) atau gentian menggendong dengan bapak. Sebisa mungkin orangtua tenang, karena mau nggak mau hal seperti ini menjadi perhatian bagi penumpang lain. 
5. Mempersiapkan asuransi kesehatan Nggak wajib, karena hidup adalah pilihan. Jadi bagi yang ingin mempersiapkan asuransi kesehatan, kita bisa mencari referensi mengenai jasa suransi, atau bisa juga menggunakan Asuransi Kesehatan Terbaik di Indonesia AIA Financial


Teman-teman, ada yang pernah punya pengalaman serupa??gimana rasanya??ayo dong sharing…^^ 

***

Cara Mengurus SIM Card yang Hilang

Cara Mengurus SIM Card yang Hilang. Beberapa bulan yang lalu handphone saya hilang karena tertinggal di pesawat, sampai sekarang belum ada kabar dari maskapai penerbangan.Tapi dari awal handphone tidak ada di tangan, saya sudah mengikhlaskan, mungkin rezeki handphone tersebut sampai disitu. Sampai dua bulan lamanya, tepatnya pertengahan bulan September saya pulang ke Batam, dan berkesempatan untuk mengurus sim card yang hilang. Awalnya ingin beli nomor baru tapi setelah dipikir kok rasanya saying banget ya, mumpung lagi di Batam, akhirnya hari senin yang lalu saya pergi ke gerai Telkomsel Batam Center, lokasinya persis di depan Mega Mall. Siapa tahu kehabisan barang di Matahari Mall,jadinya bisa cari langsung di Matahari.


Cara Mengurus SIM Card yang Hilang
1. Ambil nomor antrian Masuk ke gedung gerai Telkomsel, saya disambut dengan seorang satpam, saya, pak satpam langsung menyuruh saya menuju ke ruangan yang ada dipojok sebelah kiri. Setalah mendapat nomor antrian, saya disuruh untuk menulis lima nomor yang sering dihubungi.
2. Mengisi surat pernayataan Tidak lama kemudian nomor antrian saya dipanggil, setelah bercerita kronologi sim card hilang, customer service meminjam KTP dan menanyakan nama-nama pemilik nomor yang sering saya hubungi saat menggunakan nomor sim card yang hilang. Selang beberapa menit, saya disuruh untuk mengisi surat pernyataan beserta tanda tangan diatas materai 6000. Ohya, kebetulan saya tidak membawa materai jadinya diarahkan untuk membeli di kasir, untuk materai 6000 harganya Rp 6.000.
3. Tanda tangan digital Selanjutnya setelah mengisi surat pernyataan, saya disuruh untuk tanda tanganlagi, bukan di kertas melainkan tanda tangan digital yang langsung dicocokkan dengan tanda tangan yang ada di KTP.
4. Sim card baru jadi Kurang lebih 15 menit saya menunggu customer service mengurus data dan sim card di ruangan yang berbeda, sebelum akhirnya sim card baru diberikan. Ohya, sebelum customer service pergi ke ruangan berbeda, saya ditanya apakah maupakai sim card ukuran biasa atau yang kecil?saya pilih yang besar tapi di potong kecil juga. Akhirnya, sim card baru dengan nomor lama jadi.
5. Gratis kuota internet 4G LTE Telkomsel Indonesia Sim card jadi kemudian nomor diaktifkan oleh customer service, masa aktifnya sampai pertengahan tahun depan dan dapat kuota internet 4G. Senang juga dapat kuota internet 4G banyak, tapi handphone belum ada dan handphone punya suami juga masih 3G, sama aja kan nggak bias dipakai. Tapi apapun itu, semoga pas udah ada handphone baru internet gratisannya masih berlaku, biar bisa ngerasain sensasi pakai 4G LTE Telkomsel Indonesia.
6. Gratis Sebenarnya untuk masalah pembuatan sim card baru saya sudah tahu kalau tidak ada biaya alias gratis, tapi sebelum akhirnya saya bilang terima kasih, sempat basa-basi ke customer servicenya.”Berapa mas??”, ”Tidak ada biaya bu..”, ”Terima kasih mas..”.

Note :
1. Untuk nomor yang sering dihubungi, sebisa mungkin cantumkan nomor-nomor yang sering banget kita hubungi. Kebetulan saya cantumkan lima nomor keluarga, suami dan kakak, kebetulan setiap waktu saya sering telpon atau sms mereka.
2. Sim card 4G LTE, kalau dulu mungkin sim cardnya biasa, tapi sekarang sudah ada tulisan 4G LTEnya.
3. Bawa KTP, jangan lupa bawa selalu KTP kemanapun berada. Ohya, KTP saya sudah e-KTP lo, hehe. Akhirnya nomor lama saya yang Telkomsel sudah aktif kembali tapi masih duduk manis di dompet. Gampang bangetkan cara mengurus sim card yang hilang?nggak pakai lama dan modalnya cuma bawa KTP dan beli materai saja.

Teman-teman ada yang pernah mengurus sim card yang hilang?? 

***

Wednesday, 28 September 2016

Serunya Perjalanan dari Batam ke Riau Menggunakan Kapal Roro

Tidak ada yang lebih indah selain perjalanan yang menyenangkan. Tepatnya hari rabu minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk balik ke Riau menggunakan kapal roro. Biasanya kami memilih menggunakan kapal cepat tapi kali ini karena membawa mobil pribadi, akhirnya naik kapal roro. Ya, hitung-hitung jalan-jalan seru sambil menikmati indahnya laut. Ohya, kami tidak hanya berdua, tapi kali ini sudah bertiga, Bubuky yang usianya baru 9 bulan juga ikut naik kapal roro. Pengalaman baru dan pertama naik kapal roro membawa bayi ceritanya sudah saya posting beberpaa hari yang lalu, jadi kalau ada teman-teman yang maju mundur ingin membawa bayi naik kapal roro, silahkan dibaca, semoga membantu ya. 


Perjalanan dari Batam Menuju Tanjung Balai Karimun 
Untuk jadwal keberangkatan kapal roro dari Batam menuju Tanjung Balai Karimun dua kali dalam seminggu, hari rabu dan minggu berangkat pukul 09.00 pagi. Untuk pendaftaran mobil yang berangkat hari rabu dibuka pendftaran hari minggu. Kalau kapal berangkat hari minggu, pendaftran mobil dibuka hari kamis. Daftarnya hanya mencatat nama dan nomor plat mobil. Untuk mobil pribadi dari Kota Batam dibatasi hanya 16 mobil, jadi sebisa mungkin daftar di hari minggu/kamis pagi. Biaya mobil pribadi sekali jalan Rp 900.000, total dengan penumpang jadinya Rp 1.021.000.

Perjalanan laut menggunakan kapal roro dari Pelabuhan Telaga Punggur ke Tanjung Balai Karimun ditempuh selama 7 jam, kapal berangkat pukul 10.00. Sampai Tanjung Balai Karimun pukul 18.30. Sengaja saya dan suami memilih hari rabu karena bisa langsung ganti kapal roro menuju Buton - Siak Riau tanpa menunggu lama atau hari lain. 

Perjalanan dari Tanjung Balai Karimun Menuju Buton – Siak Riau 
Untuk jadwal keberangkatan kapal roro dari Tanjung Balai Karimun menuju Buton – Siak Riau tiga kali dalam seminggu, hari senin, rabu dan jum’at. Pendaftarannya sendiri langsung sebelum kapal berangkat. Pengalaman kemarin, ketika mobil keluar dari kapal langsung ada petugas pelabuhan yang bertanya dan mencatat nomor pala mobil. Jika tujuan ke Karimun, mobil langsung lurus, tapi kalau mau lanjut dan naik kapal roro ke Buton – Siak Riau mobil disuruh parkir ditempat yang sudah disediakan. 

Untuk pembelian tiket, kita tidak beli di loket yang ada di ruang tunggu tapi ada petugas pelabuhan sendiri yang nantinya menghampiri mobil yang ada di parkiran khusus. Kalaupun waktu mobil diarahkan masuk ke kapal tapi kita belum beli tiket, nggak usah risau, karena akan ada petugas lain yang menghampiri mobil kita. Biaya mobil pribadi sekali jalan plus satu penumpang (pengemudi) Rp 1.073.00, untuk penumpang lain perorang dikenai biaya Rp 50.000. Perjalanan laut menggunakan kapal roro dari Tanjung Balai Karimun berangkat pukul 21.00 dan sampai di Buton – Siak Riau pukul 08.30. 


Serba-serbi Naik Kapal Roro 
1. Apa saja yang perlu disiapkan? 
Banyak hal, mungkin kalau hanya saya dan suami persiapannya nggak begitu ribet. Karena perjalanan kali ini membawa bayi, hal yang perlu disiapkan banyak banget, mulai dari bawa bed cover tebal, bantal, makan siang, camilan, minuman, mpasi buat Bubuky, mainan sampai obat-obatan. Selain itu, kita juga bisa mempersiapkan asuransi juga, sebisa mungkin Asuransi Perjalanan yang Paling Bagus sekalipun. 

2. Gimana rasanya naik kapal roro? 
Pertama, masuk angin, hehehe. Ternyata jendela di kapal roro itu lebar-lebar ya, kebetulan kapal roro yang pagi jendelanya lumayan lebar. Jadinya angin laut lumayan kencang, alhasil masuk angin, untung bawa minyak masuk angin dan jaket. Jadi teparnya nggak lama, paling dibawa tiduran aja sambil main dan nonton film warkop hehehe. Kedua, seru. Nggak seru kalau di kapal nggak ada warungnya, kali ini warungnya lumayan komplit kayak Matahari Mall, bisa beli kopi, teh panas, mi rebus, camilan dan kerupuk. Nggak seru kalau di kapal nggak ada tv nya, untungnya ada tv layar besar jadi sambil tiduran sambil lihat film warkop dan ngakak bareng penumpang lain. Ketiga, bisa pilih tempat duduk. Kalau di kapal cepat biasanya hanya tempat duduk kursi sender saja, tapi kalau di kapal roro itu ada dua pilihan. Tempat duduk kursi sender dan tempat tidur lesehan, saya pilih duduk dan tidur di tempat tidur lesehan. Pingin tidur empuk di kapal roro?bisa dong, tinggal nyewa tempat tidur kasur lipat, semalam dihargai Rp 30.000. Lumayan buat tidur berdua sama Bubuky, badan nggak encok, yang penting hati bahagia. Tul nggak?? 


3. Ada nggak pengalaman seru lainnya?
Ada dong, pastinya. Apapun makanannya, apapunlauknya kalau makan di kapal itu rasnaya nikmat banget, waktu itu makan siang kami menunya mi goreng satu bungkus, nasi ayam ijo dan sayur satu bungkus, plus peyek kacang ijo dari bulek. Duh Gusti, nikmatnya. Selama menunggu kapal roro kami sempat ngemper cantik selama 4 jam, 2 jam di Pelabuhan Telaga Punggur dan 2 jam selanjutnya di Tanjung Balai Karimun. Kenapa nggak nunggu di ruang tunggu?karena menunggu di ruang tunggu itu terlalu biasa, hehehe. Nggak sih, seru aja rasanya lihat orang wira-wiri di pelabuhan, lihat truk-truk besar masuk kapal, dan lain sebagainya. Intinya, menikmati suasana pelabuhan. 

Untuk pertama kalinya saya naik kapal roro, rasanya menyenangkan banget, seru aja rasanya. Meskipun dibuka dengan masuk angin yang akhirnya harus oles minyak sana-sini, tapi selanjutnya menikmati banget perjalanannya. Ohya, satu lagi, hidup adalah pilihan, jadi sebelum jalan-jalan jangan lupa persiapkan Asuransi Perjalanan yang Paling Bagus ya.. 

Teman-teman ada yang punya pengalaman serupa??naik kapal roro masuk angin??ayo dong sharing…^^ 

***

Saturday, 24 September 2016

Pengalaman Pertama Naik Kapal Roro Membawa Bayi

Pengalaman Pertama Naik Kapal Roro Membawa Bayi. Beberapa hari yang lalu, saya dan suami berkesempatan ngajak Bubuky (pangilan anak saya, usia 9 bulan) naik kapal roro dari Batam – Kepulauan Riau menuju Pulau Sumatera, tepatnya Kota Siak Sri Indrapura - Riau. Kok naik kapal roro?kebetulan kami mau bawa mobil pribadi ke Siak, jadinya harus naik kapal roro. Perjalanan kali ini hanya membutuhkan waktu satu hari, dengan dua kali ganti kapal roro, yaitu dari Batam – Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Karimun – Buton Siak. Dari Batam kapal berangkat pukul 10.00 dan dari Tanjung Balai Karimun kapal berangkat pukul 21.00. Sampai Buton pukul 08.30. Cerita tentang kapal roro, harga tiket dll akan saya tulis di postingan berbeda. 
Yuk, simak selanjutnya cerita pengalaman pertama saya dan suami naik kapal roro membawa bayi… 


Pengalaman Pertama Naik Kapal Roro Membawa Bayi 
Gimana kondisi dan keadaan di dalam kapal roro?
Pertama, bising pastinya. Suara mesin kapal dan terjangan ombak lumayan terdengar. Selain itu, banyak jendela besar yang terbuka. Kedua, angin kencang. Di kapal pertama, ruangan paling belakang yang ada tempat untuk tidur, jendelanya lumayan besar disebelah kanan dan kiri. Ukuran masing-masig jendela kurang lebih 2x1 meter, pas banget nggak ada kacanya, sepertinya rusak, jadi lumayan kencang anginnya. Kalau ada kacanya kan enak, bisa ditutup salah satu. Adek bayinya gimana?? Kebetulan tempat untuk tidur ada 2 lantai, jadi saya pilih tidur di lantai bawah di pojok, karena disitu minin angin. Di kapal kedua (malam), ruangan untuk tidur ada jendela besarnya satu (sebelah kanan kiri), pas banget ketika saya datang tempat tidurnya sudah penuh. Untung ada ibu-ibu yang baik hati, satu tempat tidur dikasih ke saya karena mungkin saya bawa bayi. Masalahnya tempat tidur saya pas banget di depan jendela besar, tapi untungnya ada penutup, jadi sebelum tidur bisa ditutup. Ketiga, bisa pilih tempat duduk. Di kapal roro ada dua pilihan tempat duduk, yang pertama kursi sender biasa, yang kedua lesehan yang bisa digunakan untuk tidur. Saya pilih yang lesehan, tinggal gelar bed cover tebal untuk bayi, Bubuky langsung anteng deh sama mainannya.


Apa saja yang perlu disiapkan? 
Banyak hal, tapi yang nomor satu adalah mental ibu. Hati dan pikiran harus tenang, jangan berpikir negatif. Misalnya, duh, gimana ya nanti Bubuky kalau di kapal??mabok nggak ya??masuk angin nggak ya??bisa tidur nggak ya??tidurnya gimana nanti??mana perjalannnya lama, satu hari..bla bla bla bla. Awalnya ketika saya dan suami sudah memutuskan balik dari Batam ke Siak Riau menggunakan kapal roro tidak ada keraguan, saya oke saja nggak ada masalah. Tapi, ketika kami silaturahmi ke rumah teman suami, mendadak mereka menghawatirkan Bubuky pas mereka tahu kalau kami bakal balik ke Siak menggunakan kapal roro. ”Yang bener te…Bubuky ikut naik kapal roro??nggak kasihan??masih bayi lo, masih kecil banget. Udahlah naik pesawat aja biar oom sendiri yang naik kapal roro”. Terbawa rasa khawatir hanya satu hari, setelahnya tidak ada masalah. Baiklah, kami akan bawa Bubuky naik kapal roro, Bismillahirrahmaanirrahim, semoga perjalanan lancar. Intinya, ibu dan bapak harus santai, tenang, tidak khawatir dan nikmati perjalanan. Ohya, harus sehat ya..^^ 


Apa saja yang perlu dibawa saat naik diatas kapal?
Perjalanan naik kapal roro yang pertama Batam – Tanjung Balai Karimun dari pukul 10.00 – 19.30. Kapal roro yang kedua dari Tanjung Balai Karimun – Buton Siak dari pukul 21.00 – 08.30. 
Sengaja saya persiapkan satu tas khusus untuk dibawa saat naik diatas kapal, berikut barang-barang yang saya bawa di tas anak/bayi : 
1. Baju/celana lengan panjang (2) pasang 
2. Jaket/switer (1) 
3. Topi, saya bawa topi rajut 
4. Popok instan (6), kalau kurang gimana??jika perjalanan menggunakan kapal roro tidak membawa mobil, otomatis bawa stok popok instan lebih dari 10 kan??, ibu bisa ambil kapanpun di tas/koper. Tapi kalau perjalanannya menggunakan mobil, ibu bisa ambil di mobil yang terparkir di lantai dasar kapal. Kalau kehabisan gimana??Intinya, bawa popok instan lebih dari 10 ya bu. Di kapal nggak ada yang jual popok, adanya pop mie hehe. 
5. Tisu basah 
6. Tisu kering 
7. Obat-obatan (untuk persiapan/jaga-jaga saja), saya bawa paracetamol sama vitamin. 
8. Minyak telon, minyak kayu putih, balsem bayi 
9. Kapas, untuk telinga bayi 
10. Mainan bayi 

Berikut barang anak/bayi di tas khusus makanan ibu dan bapak : 
1. Piring, gelas dan sendok makan 
2. Makanan pendamping ASI instan (roti) 
3. Madu 
4. Air mineral 

Perlengkapan lain : 
1. Bed cover tebal, untuk alas tidur bayi 
2. Bantal 


Gimana kabarnya Bubuky waktu naik kapal roro? 
Kabarnya sih dia baik-baik saja hehe, Alhamdulillah ini anak ngelepos, tidur terus waktu naik kapal roro, yaaa sesuailah sama panggilannya, Bubuky hehehehe. Pas naik kapal roro pertama (siang), Bubuky tidur dua kali, masing-masing 2 jam, sisanya baca buku katalog tv, mainan tali, mainan kecrekan dan bercanda sama bapaknya. Ibunya, tidur kakakkk hehehe. Pas naik kapal roro kedua (malam), Bubuky tidur dua kali. Pukul 22.00 – 04.30, sangking ngelepos ibunya, sampai-sampai nggak tahu kalau anaknya mainin/jambak-jambak rambut ibu yang tidur disampingnya, ckckckck. Untung saya bangun, jadi buru-buru beresin tangan Bubuky, maafin Bubuky ya buuu….^^. 

Bubuky sempat terbangun beberapa kali, setelah dikasih ASI lanjut tidur lagi. Yang kedua, pagi pukul 07.00-08.00. Kira-kira kapok nggak naik kapal roro ngajak bayi??nggak dong, malah seru dan pingin naik lagi, lagi dan lagi. Yang kemarin itu kurang kayaknya hehehe. Seru aja rasanya nggendong Bubuky keliling pelabuhan sebelum mobil masuk ke kapal roro, lihat banyak kapal yang bersandar, lihat perahu-perahu kecil di tengah laut, lihat kapal-kapal besar, ngemper cantik di pelabuhan nunggu loket tiket buka, ketemu orang-orang baru di dalam kapal, menikmati sunrise/sunset dan banyak banget. Pokoknya, perjalanan kali ini seru banget. 


Ohya, sampai rumah setelah nyapu dan beberes rumah, Bubuky langsung saya mandikan pakai air hangat. Setelah itu, Bubuky saya pijat pakai campuran bawang merah iris, minyak goreng dan jeruk nipis yang saya bejek-bejek (duh,ini bahasanya…xixixi, pokoknya diremas-remas sampai minyak di irisan bawang merah keluar). Selang beberapa menit, Bubuky saya kasih ASI, langsung deh tidur ngelepos sampai sore, lanjut habis maghrib sampai pagi. Bangun pukul 06.00 dan langsung senyam senyum lihat bapaknya, Alhamdulillah nggak rewel, artinya ini anak aman terkendali hehe. Ohya, dua hari setelah perjalanan Bubuky sering saya pijat badannya, mulai dari kaki, tangan, badan, pundak, punggung sampai telinga, biar badannya enak dan tidurnya nyenyak. 

Teman-teman, ada yang pernah punya pengalaman serupa??gimana rasanya??ayo dong sharing….^^ 

 ****

Sunday, 18 September 2016

Pengalaman Pertama Naik Speed Boat Membawa Bayi

Assalamu’alaikum….holaaa haloo apa kabar teman HM Zwan??semoga sehat selalu yaaa. Mohon maaf banget lama nggak silaturahmi dan update curhatan di blog, selain hp hilang, ternyata leptop juga ikutan eror, jadi sama sekali nggak bisa dipakai. Walhasil nunggu hampir dua bulan buat dioperasi di Batam, dan Alhamdulillah hari ini leptop sudah bisa dipakai. Hore… 


Ngomongin soal Batam, beberapa hari yang lalu sebelum balik ke Batam, saya berkesempatan untuk mengajak Bubuky (usia 8 bulan) naik speed boat dari Kota Siak Sri Indrapura menuju Kota Pekanbaru. Kebetulan dari Kota Siak belum ada transportasi (seperti bis antar kota) ke Kota Pekanbaru, adanya hanya dengan dua cara yaitu menggunakan transportasi sungai, speed boat dan darat, travel. Biasanya kalau naik travel (mobil pribadi) dari Kota Siak berangkatnya rata-rata jam 7-8, sedangkan saat itu suami pulang kerja pukul 08.00, jadinya kami memutuskan untuk naik speed boat. Satu hari ada dua kali jadwal pemberangkatan dari Kota Siak menuju Kota Pekanbaru, yaitu pukul 09.00 dan 14.00. 

Pengalaman Pertama Naik Speed Boat Membawa Bayi
Apa saja yang perlu dipersiapkan? 
Nggak ada yang banyak dipersiapkan, yang penting pastikan anak/bayi sehat, ibu dan bapak optimis. Artinya nggak usah takut, santai aja, kan mau liburan hehehe. 
Apa saja yang perlu dibawa? 
Berikut barang yang harus dibawa ditas anak/bayi, baju ganti, jaket/switer, tisu, obat-obatan, minyak, kipas, dll. Siapa tau ada kejadian yang tidak diinginkan, misalnya anak/bayi muntah, masuk angin dll. Ohya, jangan lupa bawa kipas ya, soalnya jam siang biasanya kondisi di dalam speed lumayan panas, jadi kerasa gerahnya. Paling-paling setengah jam sebelum sampai pelabuhan biasanya kondisi di dalam speed boat lumayan panas. 
Gimana kondisi dan keadaan di dalam speed boat?
Pertama, bising pastinya, karena suara mesin speed boat lumayan keras, jadi pastikan jendela belakang ditutup atau kalau terbuka minta tolong sama penjaganya untuk menutup. Ohya, telinga bubuky saya kasih (sumpel) kapas, kayak naik pesawat gitu hehehe. Kedua, anginnya kencang apalagi kalau atap bagian depan terbuka karena tertiup angin, tapi biasanya langsung dibenerin sama penjaganya. Ketiga, pilih bangku agak dibelakang, karena kan pakai atap bawaan speed bukan terpal. Nomor dua atau tiga dari belakang. 


Alhamdulillah dari pertama naik speed boat, Bubuky lumayan anteng, celingak celinguk lihat kanan kiri. Apalagi kalau pas papasan sama kapal tongkang, ngambil penumpang, pasti lonjak-lonjak senang. Dari berangkat sampai turun di pelabuhan, Bubuky nggak tidur sama sekali, mungkin karena bising suara mesin speed boat dan pas banget cuacanya panas. 

Kira-kira kapok nggak naik speed boat ngajak bayi??Alhamdulillah nggak, pengalaman pertama yang berkesan buat saya dan suami. Bisa ngenalin anak banyak hal, mulai dari melihat sungai, kapal tongkang, pabrik kayu, pltu, jembatan Siak, dan lain sebagainya. Pokoknya seru banget…. 

Teman-teman ada yang punya pengalaman ngajak bayi/anak naik speed boat??gimana rasanya?? 

***

Lebih Dominan Pulsa Elektrik atau Meteran


Di jaman era modern seperti sekarang ini pasti ada saja perbandingan . Baik itu barang, manusia dan lainnya. Tapi memang perbandingan adalah hal yang sangat wajar namun tidak harus dibesar – besarkan tentunya. Karena setiap manusia, barang dan bahkan agama juga memiliki perbedaan yang tentunya dari perbedaan tersebut menghasilkan suatu perbandingan. Tidak perlu mengambil contoh yang jauh atau luas. Dari internal saja terkadang ada suatu perbandingan yaitu membandingkan suatu anak. Tentu ini wajar dilakukan namun balik lagi bahwa tidak boleh berlebihan dan tidak memang tujuan untuk dibandingkan untuk hal yang positif bukan membeda – bedakan keduanya. 


Barang pun sama dibedakan. Bahkan sampai suatu sistem atau teknis saja terkadang ada suatu perbandingan. Contoh yang lagi terkenal sekarang yaitu penggunaan pulsa listrik dan juga meteran. Masalah ini sempat terkenal dimasyarakat. Sebenarnya tidak perlu berlebihan. Keduanya pun memiliki fungsi yang sama yaitu untuk memberikan aliran listrik dirumah anda. Masalah lainnya tentu itu belakangan dan sesuai kebutuhan anda. Ada yang bilang bahwa lebih baik menggunakan pulsa elektrik namun ada juga yang bilang lebih baik menggunakan meteran. Tentu memang akan terjadingan perbandingan diantara keduanya. Namun jangan masalah kecil seperti ini terus dibicarakan. Solusinya tentu sangat mudah. anda hanya tinggal mengetahui masing – masing apa kelebihan dan kekurangan dari kedua sistem yang diberikan PLN tersebut. Tentu anda tidak akan mungkin memasang sistem pulsa listrik tanpa tau kelebihan dan kekurangannya. Begitu juga sebaliknya. 

Jadi alangkah baiknya anda harus mengetahui ciri ciri, kelebihan dan kekurangan dari kedua sistem tersebut. Biasanya orang yang tidak terlalu mempermasalahkan biaya listrik akan menggunakan sistem meteran. Namun jika anda memang sangat kritis dalam membiayai listrik dirumah anda tentu anda bisa menggunakan sistem voucher pulsa listrik. Yang dimana voucher pulsa listrik bisa anda beli di kudo.co.id. Jadi website ini jual pulsa listrik untuk kebutuhan anda yang menggunakan sistem voucher pulsa listrik. Tentunya ini akan mempermudah anda dalam bertransaksi hanya dengan tinggal mengujungi kudo.co.id

Review Ecohome Stand Mixer ESM 999