Thursday, 29 December 2016

OOTD Favorit Tahun 2016

Kalau banyak teman blogger yang update tulisan atau artikel favorit di tahun 2016, saya pilih mengabadikan ootd alias outfit of the day favorit di tahun 2016. Alasannya, karena tahun ini menjadi tahun yang istimewa, salah satunya untuk masalah perkostuman,hehe.

OOTD Favorit Tahun 2016
1. Rok
Ada dua jenis bahan rok yang saya miliki, pertama berbahan kain. Koleksinya yang masih muat dari sebelum dan setelah melahirkan ada dua, yang satu dari jaman SMA dan satunya lagi jaman kuliah. Dua duanya sering saya pakai, biasanya padu pada nya pakai atasan kain atau kaos. Yang kedua,berbahan jins. Saya beli 3 tahun yang lalu,bahannya enak di pakai dan untungnya masih aman dipakai setelah melahirkan. Yes!
2. Jubah/gamis
Dari SMA, saya sudah sering pakai jubah. Saat ini, apalagi saat hamil tua dan melahirkan di akhir tahun 2015, koleksi jubah/gamis semakin banyak. Banyak versi saya itu tidak lebih dari 6 jubah/gamis. Berhubung ketika hamil 7 bulan, beberapa jubah sudah ketat dan tidak layak pakai. Akhirnya saya beli beberapa untuk digunakan sehari-hari. Mayoritas modelnya umbrella atau model klok/A, yang lebar di bawah. Asik buat jalan dan nggak ribet. Ohya, selain model umbrella, yang wajib adalah ada resleting depan, untuk menyusui.
Ohya, dari dulu saya paling suka jubah/gamis berbahan kain jatuh, jadi tidak nempel banget di badan. Beberapa jubah/gamis yang saya punya, ada yang berbahan kain katun, kain wolvis dan denim. Saat ini denim merupakan salah satu fashion item yang wajib di miliki oleh semua kalangan, dari anak-ana sampai orang tua. Buat yang pingin punya koleksi denim untuk tahun baruan, bisa langsung cek Denim di Zalora disana koleksi denimnya cukup lengkap.
3. Jilbab langsungan
Sejak hamil dan punya bayi, rasanya segala sesuatu pingin yang praktis, termasuk untuk urusan jilbab. Jadi, dengan terpaksa koleksi jilbab segi empat sementara tidak saya pakai. Pilihan jatuh ke jilbab langsugan atau jilbab instant, bluppp, langsung deh rapi. Praktis!
4. Baju berkancing
Hampir semua koleksi baju saya yang tanpa kancing, sudah masuk koper. Hanya ada beberapa baju berkancing yang saya pakai. Maklum, ibu menyusui, jadi bajunya wajib yang berkancing.
5. Sepatu
Kalau pingin jalan santai ke kota, biasanya saya pakai sepatu bertali. Tapi kalau pingin santai banget, biasanya saya pakai sepatu slop atau slobok'an atau yang nggak ada talinya. Praktis, nggak ribet.

Jadi, ootd yang paling favorit atau yang paling sering saya gunakan ditahun 2016 adalah jubah/gamis, jilbab langsungan, sandal jepit dan sepatu sneker.
Kalau teman-teman ootd favorit tahun 2016 seperti apa?

Thursday, 22 December 2016

Memotret Makanan dengan Kamera Asus ZenPad 5 MP

Satu hari ketika saya "iseng" googling tentang tablet, terutama spesifikasi kamera, yang ada selalu dibawah 10 MP. Yang 8 MP harganya lumayan mahal, mending beli laptop sekalian. Tapi ternyata mimpi beli tablet terkabul mendadak selepas isya, siapa lagi kalau bukan ide dari celetukan suami. Setelah 7 purnama, pilihan jatuh ke tablet Asus ZenPad C 7.0, kenapa tablet??nggak sekalian smartphone aja!!. Budgetnya sesuai dengan gaji proyek satu bulan (wira wiri ke warnet). Karena harga smartphone idaman masih jauh dari tabungan.

Memotret Makanan dengan Kamera Asus ZenPad 5 MP
Sebelumnya, saya motret makanan menggunakan kamera smartphone 8 MP. Ndilalah, turun jabatan jadi 5 MP, hehehe. Awalnya saya nggak kepikiran akan motret dengan hasil seperti dulu, yaiyalah. Dari 8 MP ke 5 MP, jauh dari bayangan pokoknya, tapi siapa sangka keisengan saya di pagi hari motret jagung manis berbuah sebuah tekad. HM, berapapun MP kamera yang kamu miliki, maksimalkan!!.

Bukan 5 MP tapi 4 MP!!
Pertama kali ngecek settingan kamera tablet, saya dibuat kaget dengan ukuran MP kamera. 4 MP, apa??!!!katanya 5 MP, aku dibohongi, gerutu saya saat itu. Tapi atas nama sebuah tekad, kamera tablet 4 MP pun saya jabanin. Ya, balik lagi atas nama penasaran. Harus bagus hasilnya!!! Tapi ternyata, beberapa hari kemudian saya klik tulisan kamera 4 MP, lha kok ada pilihannya. Wah, ternyata kamera belakang 5 MP, beneran nggak jadi dibohongin hehehe, tapi disetingan awal beli sudah 4 MP. Akhirnya nggak jadi kecewa. Alhamdulillah..

Hasil Kamera 4 MP
Sengaja setting kamera tablet nggak saya ubah ke 5 MP, karena tantangan sendiri bagi saya. Alhamdulillah, hasilnya ada di bawah ini..





Hasil Kamera 5 MP
Nah, kapan hari saya ubah settingan kamera dari 4 MP ke 5 MP. Jadi, hasilnya ada di bawah ini...





Intinya, berapapun MP kamera yang kita miliki, yuk mari kita maksimalkan.

Teman-teman, pernah motret makanan dengan kamera 5 MP??ayo dong sharing...

Wednesday, 21 December 2016

Jangan Mimpi Tampil K-Pop, Sebelum Coba Promo Belanja.com Ini

Berpenampilan ala bintang K-Pop sedang menjadi tren yang diminati para remaja hinggawanita berusia awal 20 tahunan. Tidak heran, penampilan chic yang fashionable dengan padu padan casual membuat penampilan bernuansa K-Pop dipilih untuk gaya berpakaian sehari-hari. Untuk Anda yang ingin memanfaatkan momen serba K-Pop ini, simak baik-baik aneka promo Blanja.com yang akan memaksimalkan ciri khas K-Pop sebagai outfit yang tidak banyak menguras kantong. Segala koleksi mulai blouse, skirt, kemeja, dan bahkan fashion pria pun mendapat potongan harga yang luar biasa. Berikut adalah aneka produk kualitas K-Pop yang sedang booming secara online:

Pada beberapa drama, aktris wanita berambut pendek sering menggunakan blouse pendek berwarna cerah yang nampak sederhana namun nyaman digunakan. Contohnya seperti [Karakorea] Basic Chiffon Blouse Tee yang sedang dikenai diskon promo Blanja.com hingga 63%. Harga aslinya yang cukup mahal yakni Rp 120.000 kini dapat Anda peroleh denganhanya Rp 44.000 saja. Harga yang sangat menarik untuk produk berbahan Chiffon haluskhas Korea ini. Warna yang tersedia cukup variatif mulai pastel yellow, beige, mint, shocking pink, ivory, dan black.

[Karakorea] Midi flare a line skirt siap menjadi jawaban bagi Anda yang ingin tampil alagirlband K-Pop tapi risih menggunakan rok mini. Meskipun berpotongan dibawah lutut dan terkesan lebih sopan, Midi Flare ini terlihat sangat elegan namun casual sesuai dengan penampilan beberapa anggota girlband yang cenderung feminin dan aegyo. Bagi Anda yang ingin tampil kalem, pilihan warna yang disediakan yaitu beige ovaltine, ash grey, tosca green, green, dark wine, dark purple, dark grey, navy, dark brown, dan black. Sedangkanuntuk Anda yang ingin tampil lebih ceria, pilih rose red, shocking pink, atau electric blue sebagai padanan yang pas untuk casual outfit Anda. Cukup dengan Rp 85.000, Anda sudah dapat memiliki Midi Flare berharga asli Rp 150.000 ini. Karena promo Blanja.com sedang diluncurkan besar-besaran, diskon 58% untuk produk fashion Korea ini pun dapat Anda nikmati dengan mudah.

Ingin tampil ke kampus dengan kemeja berkerah yang elegan? promo Blanja.com sedang menawarkan [Karakorea] Loose Fit Coloring Chiffon Blouse sesuai pilihan fashion Anda. Bahan halus berkualitas serta desain elegan akan mampu meningkatkan kepercayaan dirisaat berada di suasana formal seperti kampus tanpa mengganggu kenyamanan kulit. Pilihanwarna netral seperti ivory, navy, dan black akan membuat Anda lebih mudah dalam memadupadankannya. Tidak perlu khawatir soal harga, produk asli Korea ini hanya dibanderol dengan harga Rp 52.000 saja. Angka yang sangat terjangkau untuk desain Korea dengan kualitas super.

Bagi Anda yang ingin pasangan tampil seperti boyband, [Karakorea] DEXT POLO PK SHIRT berbahan Soft Cotton PK akan mampu mewujudkannya. Tampilan kaos polo yang nyaman dengan desain casual ala video klip boyband di tengah kampus akan membuat penampilan semakin berkesan. Tidak hanya itu, pilihan warna yang beraneka macam mulai white, skyblue, grey, dark gree, dark wine, navy, dark brown, black, red, hingga pink dapat menjadi pilihan jika ingin membeli lebih dari satu pilihan warna. Harga yang ditawarkan promo Blanja.com cukup fantastis yakni Rp 49.000, hanya 33% dari harga awal senilai Rp 210.000. Tentunya, kualitas produk asli Korea ini tidak perlu dipertanyakan lagi untuk Anda yang memburu kenyamanan serta jaminan keawetan.


Berbagai promo di akhir tahun dari blanja.com tersebut, tentu akan menjadikan Anda lebihirit dalam membeli berbagai barang. Setelah asyiknya belanja saat harbolnas beberapa hariyang lalu, kita masih bisa dimanjakan dengan berbagai promo tahun baru 2017.
Selamatberbelanja...

Friday, 16 December 2016

Cerita Baik dan Kenangan Manis Bersama JNE Siak Riau

Tak disangka, ketika saya sudah nyaman tinggal dan mengajar di Batam. Tiba-tiba kabar suami di mutasi ke Siak Riau sampai juga di telinga saya. Boro-boro tau Riau, dengar nama Siak saja sesaat setelah suami bercerita. Di akhir tahun 2013, saya dan suami untuk pertama kali menginjakkan kaki di Kota Siak. Kota kecil ditengah-tengah hutan sawit. Baru saja sampai di Kota Siak, ibu langsung minta alamat kos-kosan. Tau nggak ibu mau kirim saya apa??cowek alias ulekan,karena disini ulekannya pakai batu,berat banget.
Satu siang, tiba-tiba hp saya berbunyi..
Penelpon : Ini dengan bu Isti.....??
Saya : Iya, benar
Penelpon : Ada paket, mohon diambil di JNE ya bu..


Dan, cerita pun bermula dari sini.....

Cerita Baik dan Kenangan Manis Bersama JNE Siak Riau
Sejak tinggal di Siak Riau, 100% saya menjadi ibu rumah tangga sembari ngeblog, nulis tentang apa saja yang ada di Siak. Kadang kalau rajin ikut ngeramein lomba blog,giveaway ataupun iseng ikut kuis. Sekali dua kali menang disyukuri, dapet hadiah yang dipaketin itu rasanya bahagia banget.


Ngomongin soal kiriman paket, jadi inget sama JNE Express di Kota Siak. Soalnya, paling sering mangkal disini paketnya hehehe. Yuk simak cerita dan kenangan saya bersama JNE Siak...
1. Abang kurir yang tersesat dan akhirnya lelah.
Ceritanya waktu itu saya tinggal di daerah pusat Kota Siak. Daerahnya nggak jauh dari kantor JNE, mungkin si abang kurir tau jalan tempat tinggal saya, jalan gayam. Pas sudah di daerah jalan gayam, saya di telpon. Saya kasih ancer-ancer dan nama pemilik kos. Sampai tiga kali telpon, si abang kurir tersesat, mungkin lelah dan nyerah. Akhirnya saya disuruh ambil paketan sendiri di kantor JNE.
2. Menjemput paket sendiri
Beginilah salah satu resiko tinggal di kota kecil. Alamat dan nama jalan ataupun gang masih baru, kadang ganti. Bahkan nomor rumah pun belum ada, jadi kalau ada kiriman paket biasanya kita dihubungi oleh pihak JNE dan selanjutnya ambil paket sendiri di kantor pengiriman barang.
3. Telpon dan pesan bahagia
Biasanya kalau ada paket, abang atau kakak Jene selalu telpon, kalau telpon tidak diangkat biasanya di sms. " Kak, ada paket. Mohon diambil di JNE". Dapet paket??Alhamdulillah....cus ke JNE.
4. Kakak Jene yang asik dimintai bantuan
Waktu di Siak, saya jualan lulur bedak beras. Kebetulan yang pesan banyak dari pulau Jawa. Waktu itu,entah mungkin Kota Siak belum setenar sekarang, jadi setiap saya cek ongkos kirim di web JNE, selalu tidak terdeteksi. Saya pergi ke JNE, curhat ke kak Jene masalah web yang kurang bisa diajak kompromi "waktu itu". Akhirnya saya diberi nomor telpon kantor sama kak Jene, buat tanya ongkos kirim. Alhamdulillah, dimudahkan dan lancarkan.
5. Kakak Jene dan nama beken
Satu hari,saya menjadi salah satu pemenang GA di instagram. Kebetulan setelah lebaran ada beberapa yang kirim barang. Pas kak Jene telpon kalau saya ada paket, buru-buru saya ke kantor JNE, mumpung suami libur.
Saya : "Kak mau ambil paket"
Kebetulan kak Jene yang biasanya lagi sibuk di depan komputer,saya dilayani kak Jene baru (wajah baru).
Kak Jene baru : "Atas nama siapa kak?"
Saya : "Iis bla bla bla...."
Kak Jene baru : "Kok nggak ada?kakak kapan di telpon?"
Saya : "Tadi...."
Kak Jene baru : "Selain Iis namanya siapa?"
Saya : "Nggak ada...." sambil mikir,
Sampai beberapa kali kak Jene ngecek paketan dibawah meja cari atas nama saya tapi nggak ada paketnya, kemudian..
Kak Jene baru : "Nama beken ada nggak kak?"
Saya tambah mikir, nama beken????kemudian suami nyeletuk "HM Zwan??..."
Kak Jene baru : " Nah, itu baru ada..."
Hiyyyyaaa....ini siapa yang ngirimmm??


Suka Duka 3 Tahun Bersama JNE SIAK 
Namanya juga kenangan, jadi pasti ada gula garam dan pahitnya. Eaaa...
Sukanya :
1. Kalau ada paket datang, langsung di telpon
Kalau ditelpon nggak ada yang ngangkat, baru deh sms. "Kak,ada paket. Mohon diambil di JNE ya".
2. Bisa janjian
Kalau ada paket pas suami lagi kerja, biasanya saya janjian ambil paketnya pas suami libur. "Kak,saya ambil paketnya hari rabu ya,nggak ada yang antar", balasannya "Oke kak...".
3. Sms selalu dijawab
Kebetulan saya sudah minta izin ke kak Jene, kalau sewaktu-waktu saya akan tanya ongkos kirim jika ada pesanan. Jawabnya nggak pakai lama,langsung dibalas. Alhamdulillah, dipermudah.

Dukanya....
1. Ngambil paket sendiri
Pinginnya tuh pas lagi cuaca panas tiba-tiba ada suara "Paketttt!!!!", jadi tinggal ttd dan buka paket. Tapi kalau ambil sendiri beda ceritanya, kalau nggak ada yang antar, tunggu suami libur. Iya kalau pas besoknya libur,kalau kurang beberapa hari kan harus harap-harap cemas dan penasaran sama isi paketnya. Hiks,
2. Ongkos kirim mahal
Lagi-lagi atas nama tinggal di kota kecil yang jauh dari kota besar, jadi ya lumayan mahal ongkos kirimnya. Ogkos kirim lebih mahal dari harga lulur,yukk.

Ohya, ngomongin soal ongkos kirim, JNE baru-baru ini juga menyelenggarakan Hari Bebas Ongkos Kirim yang jatuh pada tanggal 26-27 November 2016, dalam rangka ulang tahun JNE ke-26.

Selama 3 tahun tinggal di Kota Siak, saya seringkali menggunakan jasa JNE Express. Mulai dari dapat kiriman paket, tanya ongkos kirim sampai mengirim barang. Alhamdulillah puas, nggak ada kendala sampai saya meninggalkan Kota Siak. Terakhir saya dapat paket yang ambil suami,jadi saya nggak sempat pamitan.
Untuk JNE Siak Riau, untuk abang dan kakak-kakak Jene,terima kasih banyak ya untuk kebaikannya..
Semoga JNE Siak Riau makin sukses.


Ohya, fyi....terakhir saya mau kasih tau teman-teman dimana letak kantor JNE Siak Riau. Pengalaman dulu saya muter-muter kota cuma mau cari kantor JNE. Yang ternyata kantornya kecil, bangunan masih kayu tapi kalau sudah masuk pintu di siang yang terik,lumayan nyessss,adem.


Teman-teman, punya cerita baik dan kenangan manis bersama JNE??ayo dong sharing...



                                                    **********
     

Friday, 9 December 2016

Kesan Pertama Ketika Melewati Beberapa Provinsi di Jalur Lintas Timur Sumatera

Pernah dengar atau baca quotenya Andrea Hirata yang ini "Bermimpilah,karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu..."?. Mungkin saat itu Allah sedang memeluk mimpi-mimpi saya. Dari dulu, ketika ada teman yang sedang berlibur dan memperlihatkan kota yang tengah dikunjungi, saya selalu mbatin "suatu saat saya akan disitu". Tepat tanggal 28 oktober 2016, saya, suami dan bubuky (10 bulan) berkesempatan jalan-jalan di beberapa kota dan provinsi di jalur lintas timur Sumatera. Diantaranya ada Riau, Jambi, Palembang dan Lampung. Bonusnya merasakan sensasi macet Ibukota Jakarta. Lalu, adakah kisah dan pengalaman menarik ketika melintasi kota ataupun provinsi tersebut??yuk ah, simak pengalaman saya berikut...

Kesan Pertama Ketika Melewati Beberapa Provinsi di Jalur Lintas Timur Sumatera

1. Riau
Sepanjang perjalanan dari Kota Siak sampai daerah Seberida, perbatasan Riau Jambi, kanan kiri jalan banyak ditemui tanaman pohon sawit. Jalan di area Riau, terutama menuju ke Pangkalan Kerinci, jalannya mulus naik turun. Meskipun ada jalan yang lumayan rusak di daerah tertentu, tapi lebih banyak mulus. Selanjutnya jalannya lebih banyak lurus meskipun sesekali jalannya naik turun. Pukul 07.30 kami sempat istirahat 30 menit untuk sarapan, tepatnya di pasar daerah Kerinci.

2. Jambi
Masuk Provinsi Jambi, jalanan sudah mulai berbeda. Naik turun tidak tajam tapi tikungannya lumayan tajam, jadi khusus buat yang nyetir harus waspada, hati-hati dan jangan ngantuk. Suami sempat ngantuk karena waktu itu saya ngantuk berat dan tidur. Akhirnya pas suami bilang ngantuk, saya langsung bangun dan hilang deh ngantuknya. Saya dan suami sangat menikmati jalanan di Provinsi Jambi, kanan kiri rindang, jalan lumayan mulus dan sejuk. Tapi sayang sekali kami tidak melewati pusat Kota Jambi, maklum dikejar waktu hehe.

3. Palembang
Sampai di Palembang kurang lebih pukul 19.00, target kami sampai di Kota Palembang malam hari tapi mendadak meleset karena kami kejebak macet di tengah hutan sawit dan karet. Ada dua mobil tronton saling bertabrakan,yang berakhir jalan di buka tutup selama 2 jam. Sampai di daerah banyak rumah, tepatnya di Sungai Lilin pukul 23.45. Akhirnya kami cari penginapan, nggak mungkin juga lanjut ke Kota Palembang karena masih jauh, 130 km lagi. Kondisi jalan raya di Provinsi Sumatera Selatan lumayan banyak yang rusak dan berlubang, jadi harus extra hati-hati. Untung aja barang-barang elektronik,tas laptop dan kipas laptop ditaruh di tempat yang oke, jadi lumayan aman.

Jalur lintas timur Sumatera melewati pusat Kota Palembang, disini kami sempat kesasar sampai masuk pasar. Karena kurangnya petunjuk arah ke Kota Lampung. Selain macet karena ada pembangunan tol sepertinya, di sini orangnya nekat-nekat. Beberapa kali sempat lihat warga seenaknya menyerobot lampu merah, padahal di pusat kota. Terus ada juga yang seenaknya lewat pembatas taman dan nyelonong gitu aja pas lampu merah, nggak hafnya satu orang tapi beberapa. Nggak afdhol rasanya kalau ke Palembang nggak makan pempek. Setelah ngemil pempek dan ngopi, lanjut lagi ke Lampung. Lega rasanya meninggalkan Kota Palembang... tapi Lampung masih jauh banget hehehe.

4. Lampung
Sampai Lampung kurang lebih pukul 13.00, kondisi jalan biasa saja, kadang mulus kadang ada lubang. Kalau diamati, daerah Lampung itu seperti Jawa, ada sawahnya hehe. Maklum, di Riau adanya sawit, dimana-mana pohon sawit. Selain sawah, banyak tanaman singkong. Kebetulan kami tidak lewat jalur Kota Bandar Lampung ke Bakauheninya, karena waktu yang tidak memungkinkan. Selain itu, lewat jalan alternatif daerah Sukadana atau Way Kambas, banyak bangunan Pura. Kalau tidak sempat beli oleh-oleh, di sepanjang kanan kiri jalan menuju Bakauheni, banyak yang jual kerupuk kemplang.

Intinya, perjalanan kali ini benar-benar berkesan. Nggak nyangka juga bisa lihat dan menikmati setiap sudut kota di jalur lintas timur Sumatera.

Teman-teman ada yang sudah pernah lewat jalur lintas timur Sumatera??ayo dong cerita...^^

Wednesday, 7 December 2016

Review : ASUS ZenPad C 7.0

Berawal dari hp smartphone saya hilang ketika lebaran, disusul dengan hengnya si Macbook, maka secara tidak langsung saya libur ngeblog dan buka medsos. Yaaa, kurang lebih 3 bulan. Dan, sekali iseng ke warnet buka email, ada banyak rezeki yang menanti balasan, Alhamdulillah.

Satu hari ba'da maghrib,saya minta antar suami ke warnet, setelah selesai membalas email rencana langsung pulang. Tapi suami mendadak mengajak saya untuk membeli hp, lihat dan survey ke beberapa toko handphone besar dan ramai di Kota Siak Riau. Agar apa??agar tidak ke warnet lagi, bisa membalas email dan ngeblog di hp kapanpun..satu lagi, kata suami "ribet ke warnet terus.." hehehe.

Asus ZenPad C 7.0 dalam Genggaman
Kalau boleh jujur, saya baru tau produk asus kurang lebih dua tahun ini. Maksudnya, mulai sering lihat postingan (foto, review dll) yang bersliweran di timeline. Apalagi setelah ikut dan baca banyak review tentang produk smartphone waktu giveawaynya mbk Uniek, mulai deh mbatin "sepertinya boleh juga nih produk Asus". Dan sekarang,saya punya satu produknya, yaitu tablet Asus ZenPad C 7.0.

Tentang Asus ZenPad C 7.0 
Kenapa beli tablet??kok nggak sekalian smartphone aja?? Semua atas nama mendadak. Mendadak hp hilang, mendadak si Macbook heng total. Sedangkan banyak kerjaan yang masuk dan menunggu. Awalnya hasil jerih payah/pekerjaan saya selama satu bulan (bolak balik ke warnet) akan saya kumpulkan untuk beli hp, tapi ternyata suami sudah nggak sabar (kasihan sama bubuky dan saya yang tiap hari ke Warnet). Akhirnya pilihan jatuh ke tablet, layar lebih besar dan harganya pas, pas banget rezekinya. Pokoknya, saya beli sesuai dengan total budget kerja keras selama satu bulan wira wiri ke warnet.

Ohya, saya sempat ragu juga. Karena rata-rata kamera tablet resolusinya masih kecil sedangkan smartphone kan sudah bagus, misal 13 bahkan terbaru 20 mp. Sempat mbatin juga, " duh, kalau mp kameranya kecil, mana bisa hasil foto bagus!!!". Tapi demi bisa balas email secepatnya, akhirnya saya pilih Asus ZenPad C 7.0. Masalah kamera, belakangan aja, batin saya waktu itu.

Spesifikasinya dong..

Pengalaman Pertama Pakai Tablet Asus ZenPad C 7.0
Jujur, rasanya biasa aja. Karena hp smartphone saya yang hilang ukurannya juga kurang lebih sama, memiliki layar LCD yang lumayan lebar. Dari segi fisik, saya suka dengan casingnya, warna silver....... Pertama kali sentuh layarnya, langsung suka sama tampilannya. Aplikasinya tertata dengan rapi, kalau biasanya semua aplikasi numpuk jadi satu tapi di tablet Asus ZenPad C 7.0 aplikasinya peritem. Misalnya alat, isinya ada setting, jam, supernote, play store dll. Fotografi, isinya ada galery foto, photo editor dan semua yang berhubungan dengan fotografi. Satu hal yang bikin saya kaget dan sebel sampai sekarang adalah.....emmm sayapun kurang tahu ini namanya apa. Jadi setiap kita ketik sesuatu, selalu keluar banyak kata-kata. Jadi, kalau belum terbiasa pasti tulisan kita banyak typo,karena langsung ketik dan sent. Kalau mau nggak typo, kita harus klik kata yang sesuai dengan apa yang ingin kita tulis.

Untuk masalah audio, uww lumayan bagus. Yang paling saya cemaskan adalah kamera. Karena pada umumnya kamera tablet pixelnya kecil tidak seperti smartphone yang lumayan besar, Misalnya 13 atau yang terbaru 20 MP. Keren kan???. Karena saya hobi motret makanan, alih-alih menghayal punya hp atau tablet dengan MP tinggi. Apa yang ada mau tidak mau harus digunakan dan di maksimalkan. Tablet Asus ZenPad C 7.0 dibekali kamera belakang 5 MP. Soal hasil jangan diragukan, karena hasilnya lumayan bikin hati saya adem bahagia. Pembahasan kamera tablet nanti akan saya ulas sendiri di postingan berikutnya.

Secara keseluruhan, tablet Asus ZenPad C 7.0 sangat membantu saya. Mulai dari mengecek email, ngeblog sampai memotret makanan. Alhamdulillah berkah...
Teman-teman punya tablet juga??ayo dong sharing...

Review Ecohome Stand Mixer ESM 999