Showing posts with label monday photography. Show all posts
Showing posts with label monday photography. Show all posts

Thursday, 24 December 2020

Proses Kreatif Membuat Konten Video dan Foto ala HM Zwan

Proses Kreatif Membuat Konten Video dan Foto ala HM Zwan

Hai sahabat HM Zwan, ada yang suka bikin konten video ataupun foto?

Zaman sekarang rasanya sudah jarang yang namanya orang gaptek, atau gagap teknologi. Nggak di kota, nggak di kampung semuanya rata rata sudah melek teknologi. Semua informasi bisa diakses lewat handphone, iya.. Ibaratnya dunia dalam genggaman. Apa aja bisa kita ketahui hanya lewat hp. Saat ini tidak hanya foto saja yang bisa dinikmati tapi sebuah konten video menjadi hiburan tersendiri bagi banyak orang.

Saat ini zamannya semua orang bisa membuat konten, entah itu berupa foto ataupun video. Tapi dibalik foto yang enak dipandang, video yang enak dilihat menjadi PR tersendiri bagi pembuat konten. Buat yang hanya "iseng" atau sekedar untuk hore hore aja biasanya mereka sebatas melakukan hal yang mereka suka saja. Ya, sebatas buat kenang-kenangan ataupun disimpan buat stok foto ataupun video. Tapi buat mereka yang berkecimpung di dunia content creator, maka yang dibutuhkan adalah kesungguhan untuk melakukan yang terbaik. 

Tidak hanya iseng-iseng aja tapi lebih ke harus ada persiapan sebelum membuat sebuah konten. Mulai dari konsep, properti sampai pilihan opsi kedua jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ribet ya ternyata bikin konten.. Tapi, percayalah ketika kita bikin sesuatu yang kita sukai, maka yang menurut orang ribet, riweh itu nggak ada apa apanya. Ya mungkin karena sudah terlalu enjoy dengan itu, jadi dibikin hepi aja. Ya nggak sih?. 

Proses Kreatif Membuat Konten Video dan Foto ala HM Zwan

Bikin sebuah konten itu gampang gampang susah, setiap konten selalu ada hal-hal menarik dibaliknya. Lalu, seperti apakah proses kreatif membuat konten video dan foto ala HM Zwan. Yuk, berikut saya mau bisikin proses dibalik layar pembuatan konten baik untuk foto maupun video. 

Posisi tripod saat bikin video dan foto

Konten foto

Untuk konten foto, biasanya saya kumpulkan ide dulu. Ide membuat konsep foto bisa datang dari mana saja, karena saya sering motret makanan dan sejenisnya. Biasanya saya cari ide di instagram, ke akun akun yang memang sesuai dengan keinginan. Misalnya saya tipikal suka motret still life, dark mood, minimalis dan hand in frame. Maka saya cari lewat tagar #stilllifephotography #handinframe #eatprettythings #foodpropstyling #foodphotoprops dan lain sebagainya. Kemudian saya lakukan ATM Amati Tiru dan Modifikasi.

Untuk kamera, saya menggunakan smartphone dengan bantuan tripod yang sudah saya modifikasi sedemikian rupa. Jadi bisa untuk motret ala flatlay, dengan tripod miring, kamera tepat diatas objek. Untuk edit foto saya menggunakan aplikasi Snapseed, Interphoto dan untuk tulisan saya menggunakan Dafont. Berikut ini beberapa contoh konten foto dark mood, still life, flatlay dan hand in frame ala HM Zwan.





Konten video

Mulai aktif bikin konten video sejak 2 tahun yang lalu, gara-gara klien minta saya untuk bikin video masak pakai produk A. Nah, sejak itulah saya mulai ketagihan bikin konten video masak. Dengan properti seadanya, akhirnya saya memberanikan diri untuk terus eksis bikin konten video masak. Belajar video secara otodidak pakai metode andalan, ATM.. Amati, Tiru dan Modifikasi. Dari dulu, role model saya di dunia pervideoan adalah mbk Anita Joyo. Dari dulu sampai sekarang. 

Baca juga Cara Mudah Membuat Video Masak 

Sebelum membuat video, biasanya saya saya siapkan konsepnya. Tentunya konsep sederhana ala HM Zwan. Mulai dari pengambilan gambar dari arah mana saja, sampai adegan untuk pembukaan dan penutupan. Semua rata rata saya tulis, kalau lagi rajin. Tapi kalau lagi malas, yasudah main eksekusi, ide yang tiba-tiba muncul ya di eksekusi. 

Untuk alat perekam saya menggunakan smartphone, dibantu dengan tripod flatlay abal abal, dan beberapa properti pendukung. Untuk edit video saya menggunakan FilmoraGo, beberapa music saya downliad di bensound. Berikut contoh beberapa adegan yang saya abadikan ketika membuat konten video masak. 

Gimana, sederhana banget kan proses bikin konten video dan fotonya. Prinsip saya dari dulu, apapun gadgetmu, maksimalkan!!. Bikin sebuah konten itu gampang-gampang susah, yang penting terus belajar, terus mencoba dan jangan berhenti berkarya.

Teman-teman, pilih mana.. Bikin konten berupa foto atau video? Ay dong sharing.. 

Monday, 7 January 2019

DIY : Membuat Alas dan Begron Foto dari Karton Tebal

DIY : Membuat Alas dan Begron Foto dari Karton Tebal. Assalamualaikum.. Masih atas nama iseng dan coba-coba, bulan lalu saya bikin DIY membuat alas dan begron foto dari karton tebal. Emang bisa bikin alas dan begron foto dari karton tebal? Bisa aja kok, yang penting usaha ya hehe. Sebenarnya ini gara-gara mbk Lira, teman instagram yang hobi memotret makanan juga. Jadi, ceritanya pas saya iw alias instagram walking, lihat foto mbk Lira dan komen. Saya gagal fokus sama alas fotonya, eh dibales dong, katanya alas foto bikin sendiri dari karton dan cat warna.

Nah, dari situlah saya mulai penasaran. Akhirnya pas ngantar kakak ke toko alat tulis sekalian deh saya belanja karton tebal sama cat air. Karena saya nggak tanya detail ke mbk Lira, sampai rumah saya bikin sebisanya. Suka-suka hati saya bangetlah, hahaha.
Sebelum membuat alas dan begron foto dari karton tebal,tahun 2017 saya pertama kali iseng bikin alas foto dari bekas cover mobil. Kebetulan cover mobil sobek di beberapa sisi, sama suami disuruh buang. Tapi jiwa iseng dan kurang kerjaan saya mulai nggak karuan, sempat mbatin, kayaknya seru nih dibuat alas foto. Akhirnya saya ya gunting menjadi segiempat ukuran satu meter, pertama kali nyoba hasilnya kurang memuaskan. Kurang nyeni gitu, akhirnya ide muncul, cover mobil saya gosok gosokkan ke dinding, muncullah bercak cloreng cloreng warna putih. Pas di jadikan alas foto hasilnya kok lumayan, yaudah jadilah alas foto yang lumayan nyeni hasil dari iseng.

Nah, untuk membuat alas foto dari karton tebal caranya gampang, namanya juga suka suka ya, jadi cat air saya campur (warnanya suka suka juga haha) saya tuang di piring, tambah sedikit air, lalu dengan mengucap Bismillah saya sapu-sapukan ke karton. Kalau kurang oke, saya beri cat air di karton, kemudian lanjut sapu-sapukan lagi sampai dapat warna yang disukai. Ohya, kebetulan saya beli 2 karton. Jadi saya buat 4 motif sekaligus untuk alas dan begron foto. Lumayan banget sih hasilnya. 4 motif yang berbeda dari 2 karton, artinya satu karton bisa 2 motif bolak balik ya. Tuh kan, dapet banyak motif alas foto.
Ada nggak plus minusnya bikin alas foto dari karton tebal?
Yang pasti ada bangetlah ya. Plusnya, lebih murah, nggak sampai 30ribu sudah dapat alas dan begron foto ciamik (versi saya xixixi). Kalau bosan, bisa dicat ulang dan cari motif unik lagi. Minusnya, kalau kena minyak pasti akan membekas, karton tidak bisa berdiri tegak lurus, jadi nggak lurus tegak sama seperti triplek gitu. Harus hati-hati kalau motret yang ada airnya, karena kalau kena air dikit pasti kelihatan banget bekasnya dan cat ya luntur pemirsa hehehe.

Tapi sejauh ini belum pernah mengalami, masih aman. Secara keseluruhan, sampai saat ini lumayan menyenangkan motret pakai alas dan begron dari karton tebal. Nggak nyangka sih dapet hasil ngosrek-ngosrek cat air suka-suka dan hasilnya bikin jatuh hati. Buat teman teman yang pingin tau lebih banyak hasil foto menggunakan alas foto karton tebal, bisa cek instagram @hm_zwan ya. Insya Allah disana banyak contoh alas foto dari karton tebal, cover mobil, kayu seadanya dan meja biasa.


Teman-teman, ada yang suka bikin alas atau begron foto sendiri?ayo dong sharing..

Thursday, 20 December 2018

#btshmzwan : Reflektor dan Diffuser


Buat pecinta food photo, pasti nggak asing sama yang namanya reflektor dan difuser. Karena dua alat ini mau tidak mau jadi salah satu penolong untuk mendukung dan mendapatkan hasil foto yang bagus.

Apa fungsi reflektor?
Fungsi reflektor adalah untuk memantulkan cahaya ke subjek foto sehingga subjek foto terlihat lebih terang. Bentuk reflektor itu banyak pilihan, yang saya tahu dan pernah lihat. Ada yang bentuknya bulat, besar, seperti alufoil. Harganya pernah baca kurang lebih 200ribuan.

Tapi, jika belum ada keinginan untuk membeli reflektor karena berbagai alasan, teman-teman bisa menggunakan cermin kaca kecil yang bisa didudukin. Jadi, arahkan cermin ke objek yang ingin difoto. Atau bisa juga menggunakan bekas alas kue ultah. Itu lho yang bulat, yang buat tatakan kue ultah kalau kita beli di toko kue. Kalau penasaran, coba lihat contohnya di foto berikut.

Saya menggunakan bekas alas kue ultah untuk reflektor, alhamdulillah sejauh ini hasilnya diluar perkiraan. Senang banget bisa mraktekin ilmu yang saya dapat di lingkup pertemanan pecinta food photo di instagram.

Apa fungsi diffuser?
Sepemahaman saya, diffuser itu berfungsi untuk melembutkan cahaya. Nantinya, diffuser itu akan memperhalus bayangan dan menyaring cahaya sebelum sampai ke subjek yang ingin difoto. Bentuk diffuser sepengetahuan saya tidak jauh berbeda dengan reflektor, bentuknya bulat. Seperti ada ring/frame dipinggirnya, ditengah-tengah berwarna putih. Jujur, saya belum lihat langsung, apalagi sampai memegang. Hanya melihat di beberapa bts teman-teman pecinta food photo.

Nah, buat teman-teman yang belum ada keinginan untuk membeli diffuser sungguhan, mungkin harus nabung dulu atau ada alasan yang kuat untuk tidak dulu membeli diffuser. Bisa juga memanfaatkan kain tipis dan sejenisnya berwarna putih. Caranya pasang kain tersebut di tempat adanya cahaya, misalnya di depan pintu.

Kebetulan pas saya sudah pindah dan tinggal sementara di rumah ibu. Kepikiran untuk membuat diffuser dari kertas minyak. Tau kertas minyak? Itu lho kertas yang dibuat untuk membungkus jenang atau dodol, hehehe. Jadi, kertas minyak ya saya bikin dan bentuk sedemikian rupa dengan kardus dan lem. Jadilah diffuser ala HM Zwan, karena nantinya akan saya pasang di jendela teralis. Diffusernya saya beri gagang atau cantolan berbentuk S, tinggal di cantolin di teralis. Jadi deh diffusernya.


Berikut beberapa bts alias behind the scene food photo sederhana dengan alat seadanya a la HM Zwan.




Gimana hasilnya?lumayan kan untuk sekedar mempraktekkan ilmu dari hasil sharing teman-teman pecinta food photo di instagram. Jadi, nggak setiap waktu ketika saya memotret makanan, selalu menggunakan keduanya. Lagi-lagi tergantung suasana, kadang pakai keduanya, kadang hanya memakai diffuser saja tanpa reflektor, begitu sebaliknya. Sebelum akhirnya memotret, biasanya saya cek dulu, kalau hasilnya kurang terang, baru saya pakai reflektor.


Intinya, dengan adanya reflektor dan diffuser, kita bisa banyak mengeksplore cara memotret makanan. Dengan adanya reflektor, objek yang kita foto akan lebih terang dan jelas. Dengan adanya diffuser, kita bisa menyaring seberapa banyak cahaya yang diperlukan. Cahaya akan otomatis menjadi lembut tidak terang benderang.

Semoga sharing saya kali ini bermanfaat, saya juga masih terus belajar memotret makanan kok. Atau kalau ada yang mau nambahin,dengan senang hati saya tampung dan terima ilmunya.. Yuk, kita belajar bersama..

Teman-teman, ada yang suka foto makanan?sudah pakai reflektor sama diffuser?ayo dong sharing..

Monday, 25 April 2016

Tentang Pancake dan Behind the Scene


Tentang Pancake dan Behind the Scene. Assalamu'alaikum, apa kabar pagi ini??semoga sehat dan bahagia selalu, aamiin. Pagi ini cuaca kota Batam lumayan cerah, mumpung baby Kaizu masih pules, ditemani suara burung akhirnya pilihan jatuh ke ngeblog aja deh. Mumpung semua urusan rumah sudah beres, jadi lumayan bisa nulis. Kali ini saya mau sharing tentang behind the scene foto pancake. Seperti biasa, foto-foto makanan saya ini sederhana, pakai apa yang ada di rumah dan masih pakai kamera handphone "smartphone". Namanya masih belajar moto makanan, jadi model apapaun dicoba, dari atas, samping, dan berbagai arah. Dua kali moto pancake tapi kurang sreg, harusnya  (ini menurut beberapa sumber food photography yang saya baca) kalau moto pancake itu yang kelihatan layer pancakeknya, apalagi pas madunya jatuh pas habis dikucurin. Tapi saya gagal, hasilnya kurang memuaskan, akhirnya mentok lah pake gaya BEV atau foto dari atas hehehe. Cari aman, soalnya produknya endorse jadi fotonya harus jadi, kalau nggak jadi bakal pengsan saya hehehe.



Seputar Pemotretan Pancake
1. Jam berapa motonya?? : Jam 8-9 pagi, ketika cahayanya cantik-cantiknya buat moto makanan (katanyaaa....). Saya ngambil fotonya pas di jalan depan pintu (mau keluar pintu maksudnya), Alhamdulillah pas cuacanya cerah ceria jadi lumayanlah buat moto.
2. Pakai hp apa?? : Masih setia pakai kamera hp "smartphone" Samsung Galaxy Note 1, kameranya 8mp kalo nggak salah (lupa2 ingat, udah 5 tahun soalnya hehehe). Pakai yang ada, dan maksimalkan yang kita punya, betul nggak?? (etapi kalau mau ada yang nyumbang atau ngendorse kamera, saya nggak nolak....seriusss,hahahaha *jewerrr*).
3. Properti : Jargon saya kan, moto makanan dengan sederhana yang penting kelihatan rapi gitu fotonya, jadi yang lihat seneng hehehe. Kalau nggak seneng, udahlah diseneng-senengin aja, biar saya senang hahahaha. Propertinya pakai yang ada di rumah, piring, sendok jadul dari ibu, kain, dan tanaman metik dari depan rumah.
4. Alas foto : Pakai triplek (pemberian bulek) yang dicat pakai cat sisa, biru dan hitam, jadinya gitu deh hehehe. 
5. Di edit nggak?? Nggak usah di edit juga udah cling hasilnya (cling dalam artian, cling pakai kamera yang 8mp bukan kamera 16 atau 20mp hehehe). Jadi, kalau mau di edit ya boleh aja, suka-suka. Paling-paling cuma ngedit di pixlr, cuma nabahin contras 5 aja. Udah gitu aja, simpel kan??.
Pilih mana??yang before atau after??^^

Apalagi ya??......emm, kayaknya sudah cukup ini aja deh. Selamat hari senin, semoga hari ini berkah, aamiin. Semoga sharing ini bermanfaat...Yang mau lihat hasil foto makanan saya, silahkan mampir di instagram @hm_zwan. 
Happy blogging..

****
Twitter : @hmzwan
Instagram : @hm_zwan

Monday, 7 December 2015

Membuat Alas dan Begron Foto Makanan dari Kardus

Membuat Alas dan Begron Foto Makanan dari Kardus. Susah cari kayu??atau mau beli tapi banyak mikir??itu saya bangetttt, masalah alas foto makanan memang menjadi bahan banyak pikiran buat saya. Loh, kok bisa??kan bisa beli, yang di print juga ada. Emm....masih mikir, tapi alasan yang masih kuat karena nggak tinggal di rumah sendiri alias masih sering pindah-pindah alias bolak-balik Batam - Siak Riau, repot rasanya kalau harus banyak barang  waktu pindah. Entah itu peralatan/perlengkapan/properfi foto makanan, termasuk alas foto.

Baca juga : Memotret Makanan dengan Sederhana dan Apa Adanya

Sekarang lagi ngehits yang namanya alas foto kayu, jadi kalau mau foto ciamik, bolehlah cari atau beli kayu yang lusuh/jelek banget. Atau beli triplek, lalu di cat sendiri. Kalau nggak mau ribet, bisa beli yang tahan air, jadi kalau alas fotonya kena air, tinggal dilap aja nggak bakal luntur. Tapi, lagi-lagi itu pilihan ya.  Atau kalau mau irit, bisa ngeprint sendiri. Nah, berhubung sekarang lagi di Batam dan nggak mungkin juga saya nyari kayu atau beli triplek, lalu di cat sendiri (kebayang nggak nanti saya otong-otong kayu waktu pindah antar pulau???hehehe, paling-paling di anggurin dirumah Batam, kan mubadzir). Jadi kapan hari *sebulan yang lalu tepatnya* dapet ide bikin alas foto dari kardus. Brilian banget ya hehehe...maklum, lagi lihat cat sisa bikin clay dan kardus nganggur. Jadilah,  siang-siang bikin alas foto.

Bahan :
Kardus
Cat warna (sisa pewarna bikin clay, sepertinya pewarna makanan, atau cat apa aja boleh)
Kuas

Cara membuat :
Potong kardus, cat kardus dengan suka-suka menggunakan kuas. Keringkan.

Taddaaa....jreng jreng jreng...jadilah alas foto dari kardus a la HM, kadang dipakai buat alas foto kadang dipakai untuk begron. Hasilnya, lumayanlah bisa buat hati bahagia hehehe.

Ini hasilnya.....
Ini buat alas, mirip kayu nggak???
Mari makan....!!
Nyemil yuk....
Ini jadi begron...jamu??


Gimana???mau nyoba??silahkan, dengan senang hati..memanfaatkan barang nganggur yang ada disekitar kan lumayan pengiritan, tul nggak??
Ada yang suka ngirit kayak saya??


****





Monday, 23 November 2015

Tentang Donat Isi dan Behind The Scene

Assalamu'alaikum...
Apa kabar??semoga sehat selalu. Kapan hari ada teman blogger (kemungkinan silaturahmi ke blog ini) yang tanya, "kok blogpostnya cuma foto aja??". Sedikit mau cerita, sejak beberapa tahun yang lalu, di blog ini ada program 5 Blogging Days in a Week, salah satunya di hari senin ada Monday Photography. Tempat dimana saya belajar foto secara otodidak, menggunakan hp smartphone, memotret apa saja yang saya jumpai di tempat dimana saat itu saya baru saja tinggal di kota kecil Siak Sri Indrapura - Riau. Maklum, galau tingkat tinggi, karena tiba-tiba pindah di kota kecil dan berhenti mengajar. Jadi, kalau ada blogpost berupa foto saja, yang tulisannya cuma ada quote/self reminder dan sedikit cerita, artinya...itu hari senin hehehe.

Tentang Donat Isi dan Behind The Scene
Kali ini, saya mau sedikit sharing tentang BTS sewaktu saya motret donat kentang isi coklat. Bagi saya, donat itu camilan yang menyenangkan, mulai donat kampung yang cuma ditaburi sama gula halus, sampai yang bertabur lelehan coklat dan keju, uwwwww. Nikmat banget, apalagi kalau dinikmati pas hujan, teman ngeteh, atau sekedar menjadi teman kencan di pagi buta. Kala itu, saat mau memfoto si donat. Saya hanya memakai kursi untuk meja atau tempa menaruh objek foto, kain hitam dan abu-abu untuk begron dan alas foto.  Bagi saya, memfoto makanan pakai kursi itu asik banget, nggak bingung, tinggal geser kanan kiri sesuka hati, pokoknya sampai menemukan hasil yang bagus.

Seperti biasa, masih setia dnegan kamera hp smartphone samsung galaxy note 1. Setting kamera : focus mode/macro, ISO/auto, mode/single shot. Foto diambil pukul 11.00, di depan pintu, edit pakai pixlr, naikin contras 10an. Selesai...





Teman-teman, ada yang pernah moto makanan diatas kursi??ayo dong sharing...


****

Monday, 16 November 2015

Tentang Rizqi

Rizqi kita sudah tertulis di Lauhul Mahfudzh. Mau diambil dari jalan halal ataupun haram, dapatnya segitu juga. Yang beda rasa berkahnya..
~Salim A Fillah~




Pagi ini Batam sejuk sedan, semalam hujan. Setelah beberes rumah, lihat tiga tanaman di pot taman depan yang sudah mulai keluar daunnya, lanjut jalan pagi keliling komplek, menyapa tetangga, melihat aktifitas warga di setiap rumah. Ada yang pintunya masih tertutup rapat, ada yang sudah terbuka, sebagian ada yang sibuk di dapur, sebagian sibuk mencuci piring, dan sesekali mencium semerbak bau nasi goreng yang khas. Alhamdulillah, Subhanallah wa bihamdihi...How perfect Allah is and I prise Him.
Selamat beraktifitas, semoga hari ini berkah, aamiin..
Batam, 2015


****

Monday, 26 October 2015

Love at First Crunch

Memburu berkah amatlah berat. Tapi justru di dalamnya ada banyak rasa nikmat.
~Salim A Fillah~




Sejatinya, memotret makanan itu susah-susah gampang. Kadang hasilnya bagus, kadang hasilnya tidak sesuai dengan harapan, atau terkadang amburadul nggak karuan. Sudah lama saya absen dari salah satu program andalan di blog ini, 5 Blogging Days in a week, yaitu Monday Photoghraphy. Padahal stok foto sudah menumpuk di file, tapi, yaaa....namanya juga manusia, apalagi saya yang pengangguran. Selalu lupa sama yang namanya hari, apalagi tanggal. Tiba-tiba aja udah hari rabu, sabtu, eh tiba-tiba aja udah tanggal 1 atau tanggal 29. Duh Gusti...

Foto ini diambil di atas kursi, begron kain hitam, masih pakai hp kesayangan Samsung Galaxy Note N7000. Paling suka kalau motret makanan di kursi itu lebih fleksibel, tinggal putar kursianya aja kalau mau cari angle atau cahaya yang asik. Sayang banget, saya lupa moto BTS nya hehehe..Sekian.
Selamat hari senin, semoga berkah^^

****

Monday, 4 May 2015

Win n Learn



Sometimes you win, sometimes you learn..


****
Sungai dan jembatan Siak | Samsung N7000

Monday, 20 April 2015

H : Hope


“Bahwa Tuhan selalu mengabulkan doa orang-orang yang memiliki keyakinan dan kemauan kuat untuk mewujudkan harapan.” 


*******



Monday, 30 March 2015

Stay Red



“Tak Peduli seberapa membahagiakan atau menyedihkan, hidup harus terus berlanjut. Waktulah yang selalu menepati janji dan berbaik hati mengobati segalanya.”


*****
Lokasi foto : Pasar lama, daerah Pecinan Siak Sri Indrapura - Riau

Monday, 23 March 2015

Life is...



Life is like riding a bicycle. To keep your balance, you must keep moving.
~Albert Einstein~


****
Lokasi foto : Tembilahan Riau
Diambil oleh : HM Zwan
Kamera : Note 2

Monday, 16 March 2015

Don't Lose Hope


DIBALIK KETIDAKTAHUAN
Nabi NUH belum tahu Banjir akan datang ketika ia membuat Kapal dan ditertawai Kaumnya.
Nabi IBRAHIM belum tahu akan tersedia Domba ketika Pisau nyaris memenggal Buah hatinya.
Nabi MUSA belum tahu Laut terbelah saat dia diperintah memukulkan tongkatnya.
Yang Mereka Tahu adalah bahwa Mereka harus Patuh pada Perintah ALLAH dan tanpa berhenti Berharap yang Terbaik...
Ternyata dibalik KETIDAKTAHUAN kita, ALLAH telah menyiapkan Kejutan !!
SERINGKALI Allah Berkehendak didetik-detik terakhir dalam pengharapan dan ketaatan hamba2NYA.
Jangan kita berkecil hati saat spertinya belum ada jawaban doa...
Karena kadang Allah mencintai kita dengan cara-cara yang kita tidak duga dan kita tidak suka..
Allah memberikan apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita Inginkan...!!
Lakukan bagianmu saja, dan biarkan Allah akan mengerjakan bagianNYA...
Tetaplah Percaya.
Tetaplah Berdoa. 

Tetaplah Setia.

Tetaplah meraih RidhoNYA Aamiin ...

(One Day One Juz)


*****

Monday, 9 March 2015

Monday, 9 February 2015

Buah


BUAH....Seperti biasa, I love SBY. Sarapan Buah Yuk...^^ kali ini sarapan buah pear,alhamdulillah. Itu yang hijau buah rambutan hutan, pohonnya njalar di tanah. Rasannya manis-manis kecut,kalau matang warnanya orange dan isinya seperti markisa.

***
Foto menggunakan samsung note 1