Showing posts with label Kuliner. Show all posts
Showing posts with label Kuliner. Show all posts

Monday, 9 May 2022

Warung Apung Rahmawati, Tempat Makan Enak dan Hangout Asik di Menganti Gresik

Warung Apung Rahmawati, Tempat Makan Enak dan Hangout Asik di Menganti Gresik. Pertama kali tahu tempat makan yang satu ini, Warung Apung Rahmawati Menganti Gresik ketika ngabuburit keliling area menganti bagian sini. Awlnya biasa aja, hanya sekedar mbatin "Wah, boleh juga ini tempatnya" . Sampai akhirnya satu minggu kemudian sebelum mudik ke Jombang, suami ngajakin buka puasa disini. Mau masak juga nanggung karena besok pagi kami sudah mudik, akhirnya saya oke aja hahaha. Alhamdulillah ya, sesuatu..

warung apung rahmawati

Warung Apung Rahmawati, Tempat Makan Enak dan Hangout Asik di Menganti Gresik

Lokasi dan Jam Buka

Warung Apung Rahmawati merupakan rumah makan yang menyajikan aneka menu dengan cita rasa Nusantara dengan rasa yang enak dan tempat makan yang nyaman. Beberapa kali saya sempat lihat cabangnya, salah satunya di Krian. Warung Apung Rahmawati terletak di jalan raya sidojangkung no 86 Menganti Gresik. Kalau dari arah Lakarsantri Surabaya,lurus terus arah pasar Menganti. Dari sini kurang lebih 5 km, tepatnya 300 meter dari pom bensin Sidojangkung Menganti. Lumayan dekat dengan Rumah Sakit Eka Husada. Untuk jam buka, Warung Apung Rahmawati buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 21.00. 

warung apung rahmawati

Daftar Makanan dan Harga

Disini kita bisa memesan makanan sesuai selera, banyak macam menu makanan yang disajikan. Mulai dari olahan ayam, aneka macam sayur, minuman hingga olahan seafood, semua ada dan komplit banget. Untuk harga tergolong standar untuk ukuran Warung Apung Rahmawati. Misalnya satu porsi udang telur asin harnya 56.000. Selain menyediakan menu perporsi, disini juga menyediakan menu tumpeng.


Berikut beberapa contoh menu makanannya :
Ayam bakar
Udang asam manis
Udang telur asin
Urap urap
Tumis brokoli hijau
Tahu krispi, dan masih banyak lagi.

Nuansa dan Fasilitas Warung Apung Rahmawati Menganti Gresik

Lokasi Warung Apung Rahmawati Menganti berada di dekat lahan persawahan, depan jalan raya. Masuk gerbang disuguhi dengan tulisan khas berwarna merah. Untuk parkiran sendiri cukup luas, ada are parkir motor dan mobil. Ketika masuk gerbang kedua terlihat beberapa area atau tempat makan, ada area indoor yang berada di ruangan depan dekat kamar mandi dan mushola. Untuk ruangan  indoor terdapat AC, jadi cukup nyaman dan betah berlama-lama disini.
warung apung rahmawati

Sedangkan untuk area outdoor ada beberapa bagian, seperti saung, tenda hitam, tempat duduk tana atap dibagian depan dekat gerbang kedua, dan area tempat duduk dengan atap tepat di depan ruangan ber AC. Saat siang suasananya cukup bagus karena viewnya cukup menari yaitu area persawahan, jika malam nuasanya juga tidak kalah bagus, lebih syahdu dan menentramkan hati. Dan ada beberapa spot untuk selfie juga. 

warung apung rahmawati

Fasilitas di Warung Apung Rahmawati Menganti cukup komplit, ada kamar mandi, tempat wudhu, moshola dengan AC (adem banget sholat disini), tempat cuci tangan, dan parkiran yang cukup luas.  

warung apung rahmawati


warung apung rahmawati

Pengalaman Makan Malam di Warung Apung Rahmawati Menganti 

Kami berangkat dari rumah pukul 16.30, awalnya agak sedikit pesimis karena takut kehabisan tempat karena saat buka puasa seperti ini banyak sekali pastinya yang reservasi duluan. Tapi meskipun kehabisan tempat duduk di area outdoor baik yang kursi tanpa atap maupun saung yang spotnya instagramable, beruntungnya ada area indoor yang lebih menyenangkan karena ada AC nya. Setelah mendapatkan tempat duduk,kami memesan beberapa menu seperti ayam bakar setengah ekor, udang telur asin, tahu krispi, tumis brokoli dan es teh. 

warung apung rahmawati

Karena pas momen puasa ramadan, jadi sudah pasti antri banget nunggu pesanan makanan. Pesanan minuman datang di 20 menit setelah kami duduk, sedangkan untuk makanannya hampir 1,5 jam kami menunggu pesanan datang. Untungnya ruangannya ber AC, jadi cukup nyaman nggak terlalu sebel ahaha. Karena cukup lama dan sudah masuk waktu buka puasa, setelah minum kami gantian sholat. Pukul 18.00 beberapa menu datang, itupun saya harus komplain karena meja yang datangnya setelah kami dan tidak reservasi via telepon malah menunya datang duluan. Akhirnya pukul 18.45 pesanan terakhair datang yaitu nasi, cukup lama karena nasinya belum matang bund ahahaha. Keburu lapar, saya dan suami ngemilin tahu krispi sedangkan Aqla ngemilin udang telur asin.

warung apung rahmawati

warung apung rahmawati

Pertama kali makan disini lumayan mengesankan, untuk rasa dari semua menu pesanan kami rasanya cukup enak. Ayam bakanya maknyus  tidak pedas karena sengaja pilih ayam bakar kecap jadi Aqla bisa menikmati tanpa harus kepedesan. Udang telur asinnya mantap saosnya seperti ada kejunya,asin gurih kayak kastengel ahahaha. Next,mau nyobain makan disini lagi pas hari biasa. Untuk semua menu pesanan kami harganya 203.500. Semua makanannya habis, ludes tidak tersisa. Alhamdulilah..

Teman-teman, ada yang sudah pernah makan di Warung Apung Rahmawati?ayo dong sharing..


Friday, 29 April 2022

Makan Malam di Depot Titin Prasmanan Khas Trenggalek Dekat Terminal Mojokerto

Makan Malam di Depot Titin Prasmanan Khas Trenggalek Dekat Terminal Mojokerto. Assalamu;alaikum sahabat HM Zwan, kali ini HM mau sharing pengalaman makan malam di Depot Titin Prasmanan Khas Trenggalek yang lokasinya di dekat terminal Mojokerto. Sejak tinggal di Gresik Jawa Timur, Alhamdulillah dimudahkan untuk sering berkunjung ke rumah ibu dan ibu mertua. Karena masih satu provinsi, apalagi ibu saya rumahnya di Jombang, yang kalau dari Gresik cuma butuh waktu kurang lebih 2 jam. 

Depot Titin Mojokerto

Kapan hari sebelum puasa saya sempatkan untuk pulang ke rumah ibu, karena berangkat sore sekitar pukul 17.00 jadi kami berencana makan malam di jalan. Nah, saat sampai Kota Mojokerto suami penasaran banget sama salah satu depot yang satu arah, yang setiap kami lewat sini selalu ramai. Dari kejauhan biasanya sudah terlihat bangunan depot dan banyak mobil bahkan sampai bus berjejer di area parkir mobil. Nggak pake lama, akhirnya suami berhenti di parkiran depot.

Saturday, 20 March 2021

Roti Bluder Tetty Deli : Alternatif Oleh-oleh Kekinian dari Sidoarjo

Roti Bluder Tetty Deli : Alternatif Oleh-oleh Kekinian dari Sidoarjo -  Roti Bluder Tetty Deli merupakan produk UMKM dari Sidoarjo. Roti yang enak, lembut dengan aroma dan cita rasa khas roti bluder tempo dulu. Tepatnya minggu lalu saya dapat paket yang isinya tentu bikin saya tersenyum lebar. Iya, apalagi kalau bukan isinya makanan. Tapi kali ini berbeda dari makanan sebelumnya, yaitu roti bluder.

Iyes, roti bluder..

Tentang Roti Bluder

Roti bluder merupakan salah satu jenis roti yang identik dengan tempo dulu, istilahnya roti klasik. Terbuat dari tepung terigu, mentega, telur dan bahan lainnya. Dengan dibuat, dicetak dan diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan roti yang khas. Konon roti ini sudah ada sejak lama yaitu pada masa penjajahan Belanda. Yang khas dari roti bluder adalah bentuknya yang  unik, jika di sobek maka akan terlihat serat rotinya, teksturnya lebih lembut dibandingkan dengan jenis roti lainnya. 

Tuesday, 15 December 2020

Makan Siang di Warung H. Mufid Rawon Balungan Benowo Surabaya

Makan Siang di Warung H. Mufid Rawon Balungan Benowo Surabaya

Ada yang suka rawon? Buat yang tinggal di daerah Jawa Timur pasti tidak asing dengan menu yang satu ini. Rawon merupakan masakan asli Indonesia berupa sup daging berkuah hitam dengan campuran bumbu khas yang menggunakan kluwek. Di Jawa Timur selain soto, rawon sudah menjadi makanan favorit saat ada acara besar/hajatan. Satu piring rawon biasanya berisi nasi, potongan daging, ditaburi taoge/cambah (kecambah) pendek, lalu disiram dengan kuah rawon. Dan yang tidak ketinggalan adalah sambal dan kerupuk udangnya.

Rawon H Mufid

Di Jombang, khususnya di daerah rumah ibu saya saat ada hajatan masih sering menemukan menu rawon di salah satu menu prasmanannya. Meskipun prasmanan dan banyak menu kekinian tapi rawon masih banyak peminatnya lho. Selain praktis penyajiannya, rawon juga nggak terlalu ribet masaknya. Yang paling penting adalah wajib ada bumbu kluweknya.

Rawon H Muifid

Monday, 9 September 2019

Ayam Bakar Rejosari Surabaya, Bungkus Sekali Langsung Ketagihan

Ayam Bakar Rejosari Surabaya, Bungkus Sekali Langsung Ketagihan. Pecinta ayam bakar coba angkat tangan. Berawal dari dibeliin adek Ayam Bakar Rejosari pas kami ke Surabaya awal bulan agustus. Eh, ternyata rasanya enak lho. Padahal itu di bungkus ya, bukan makan di tempat. Konon, makan apapun paling enak ya langsung makan di tempat di resto atau warungnya, bukan di bungkus. Tapi kali ini, kami cocok banget sih sama Ayam Bakar Rejosari yang ada di daerah Semolo Surabaya.

Kamu juga bisa Menikmati Kota Surabaya dengan Sederhana 

Waktu itu adek belinya 2 porsi ayam utuh, yang satu ayam bakar dan satunya lagi ayam goreng. Makan berenam ternyata yang laris manis ayam bakarnya, yaa meskipun ayam gorengnya tetep ludes sih, tapi terakhir ludesnya hahaha.


Dua minggu yang lalu, waktu libur 17 agustus saya dan suami ke Surabaya lagi untuk jemput adek sama anaknya. Kebetulan momennya liburan, jadi mereka mau main ke Gresik. Pukul 11 siang kami sampai di Surabaya, ngobrol sambil leyeh-leyeh sebentar. Setelah sholat dhuhur kurang lebih pukul 14.00 kami berangkat ke Gresik. Tapi sebelum naik tol ada beberapa tempat yang mau kami tuju. Pertama mau ke daerah Rungkut, mau beli bantal. Kebetulan di daerah Rungkut banyak sekali yang jual kasur, dipan, bantal dan lain sebagainya. Setelah selesai beli bantal kami lanjut ke daerah Semolo. Kemana lagi kalau bukan ke warung Ayam Bakar Rejosari.


Tepat di Jalan Nginden Semolo sebelah kiri jalan berjejeran warung, salah satunya warung Ayam Bakar Rejosari. Sayang sekali parkiran sempit untuk kendaraan roda empat. Tapi untungnya sebelah kanan warung ini ada Indomart (eh, Indomart apa Alfamart ya... Hahaha, salah satunya deh). Jadi yang bawa kendaraan roda empat nggak perlu bingung cari parkir, belok aja ke sebelah kanan, tempat parkirannya lumayan luas.


Kami pesan 2 ayam bakar utuh. Satu ukuran kecil dan satunya lagi ukuran besar. Berdasarkan lidah kami, ayam bakarnya mantep banget deh. Makannya kami pesan ayam bakar, untuk satu ayam bakar utuh ataupun goreng dihargai 50.000 perekor. Sedangkan ukuran sedang dihargai 35.000 perekor. Satu bungkus ayam bakar ada sambel satu bungkus dan lalapan. Karena sambelnya cepet habis, jadi pas bayar saya minta ditambahin sambelnya, hahaha. Ketahuan nih enak emak pemburu sambel.


Sampai Gresik kami makan bareng, kebetulan adek yang tinggal di Gresik kota sudah datang. Akhirnya makan malam.. Lah, emang masih enak ayam bakarnya? Serius, masih enak lho ayam bakarnya. Makan berdelapan, alhamdulillah masih sisa ayam bakarnya, padahal udah nambah-nambah lho haha. Nah, buat pecinta ayam bakar. Kalau jalan-jalan ke Surabaya, Ayam Bakar Rejosari bisa jadi alternatif menu makan siang lho. Selamat berkuliner ria...

Teman-teman, ada yang sudah pernah makan Ayam Bakar Rejosari Surabaya? 


Ayam Bakar Rejosari
Jalan Ngindeng Semolo 74 A Surabaya

Saturday, 20 July 2019

Mie Ayam Murah dan Enak di Dekat Makam Gus Dur

Jadi,awal bulan juli saya diajak teman makan mie ayam enak di dekat makam Gus Dur, di Cukir Jombang. Ceritanya 2 teman SMA saya datang ke Jombang dalam rangka silaturahmi dadakan. Sebelumnya ada acara halal bihalal alumni pondok khusus area Jawa Timur di Blitar. Nah, salah satu teman saya itu dulu mengabdi atau mengajar di cabang pondok pusat yaitu di Blitar. Mumpung di Jawa, jadi sekalian deh silaturahmi ke Jombang. Sekalian pingin tau makam Gus Dur.


Masih dalam masa liburan sekolah, kami bertujuh dengan tambahan 4 anak berangkat ke Gus Dur pukul 09.30an. Setelah keliling ke Makam Gus Dur dan masuk ke Museum Islam KH Hasyim Asy'ari, kami lanjut cari makan siang. Setelah diskusi sana sini akhirnya pilihan jatuh ke Mie Ayam Cukur gg 2 Barat.

Lokasinya tidak jaun dari parkiran makam Gus Dur dan Museum Islam. Kurang lebih 5 menit dari parkiran mobil makam Gus Dur, tepatnya di samping SD Sabilillah Cukir. Sampai warung mi ayam ternyata penuh banget dan lumayan antri karena pas jam makan siang juga. Kurang lebih 10 menit kami menunggu giliran, akhirnya yang ditunggu datang, seporsi mie ayam.


Satu mangkuk berisi mie pipih homemade yang lembut banget, sawi, ayam kecap dan pangsit homemade. Minuman yang tersedia disini ada jeruk hangat dan dingin. Es teh dan teh hangat. Ada kerupuk dan gorengan, seperti tempe goreng tepung, tahu isi dan bakwan.

Soal rasa, ugh.... Serius, ini emang enak banget sih mi ayamnya. Pantesan rame banget yang beli. Kata teman saya yang sudah langgananmakan disini, sering banget banyak pesanan. Kadang ada yang bungkus sampai 25 bungkus lho, hahaha. Kebayang nggak sih, kita nungguin antrian 25 bungkus itu. Pilih pulang atau sabar menanti?xixixi..


Berhubung pas sama teman-teman saya nggak sempat foto, akhirnya kemarin berkesempatan makan lagi disini ngajakin kakak. Inipun sebelumnya rencana mau makan disini sermah, eh ternyata sudah tutup.


Warung Mie Ayam Cukir gg 2 Barat buka setiap hari senin-minggu, hari jum'at libur ya. Buka mulai pukul 09.30-15.30. Warung bukanya siang karena semua bahan utama dibuat sendiri. Mulai dari mie sampai kerupuk pangsitnya lho.


Buat yang suka mie ayam atau yang lagi habis ziarah ke Makam Gus Dur, bisa banget langsung mampir ke warung Mie Ayam Cukir gg 2 Barat yang terletak di sebelah Sekolah Sabilillah jalan ke parkiran makam Gus Dur. Recomended banget deh... Enak dan murah banget. Wajib coba deh..

Ohya, kemarin saya makan mie ayam 2,bungkus 5,kerupuk 2, teh hangat 2,total yang dibayar 48.000 aja.. Murah kan? 

Tuesday, 7 May 2019

Warung Nasi Alam Sunda : Tempat Buka Puasa Favorit di Bandung

Assalamualaikum.. Ada yang sudah pernah ke Bandung?sering ke Bandung tapi makannya di tempat makan kekinian terus. Makannya junkfood terus. Dan puasa kali ini saya cuma mau ngingetin aja, kalau ke Bandungnya pas bulan puasa. Nih, saya kasih tau tempat buka puasa favorit di Bandung.

Namanya Warung Nasi Alam Sunda. Sebenarnya ini saya taunya dari mbak mbak spg sebuah toko baju di daerah Dalem Kaum dekat alun alun Bandung. Kok tau dari mbak mbak spg, kenapa nggak cari aja di mbah google? Saya percaya banget, dari bertanya lewat orang orang lokal, pasti aja dapat sesuatu yang nggak pernah kita kira. Salah satunya menemukan Warung Nasi Alam Sunda ini.

Lokasinya dimana?
Warung Nasi Alam Sunda berada di Jalan Otto Iskandar Dinata No.267, Balonggede, Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. Kalau dari daerah Dalem Kaum, lurus saja, ketemu perempatan belok kiri. Terus saja kurang lebih 800 meter, Warung Nasi Alam Sunda ada disebelah kiri jalan. Warungnya terbuka, dinding bercat kuning, banyak pilihan lauk dan menu.

Menu yang Recomended Apa ya?
Kalau kesini bisa coba ayam goreng yang otomatis ada kremesannya. Buat yang punya anak kecil, siap siap aja dibikin lahap makan karena ada kremesannya. Yang kedua ayam bakar, rasanya luar biasa maknyus sih menurut saya dan suami. Terus yang paling istimewa itu di sambelnya, tiap meja disediakan 2 wadah sambel, sambel hijau dan merah. Dua duanya enak, lalapannya komplit banget khas warung sunda. Cobain deh, nggak bakal nyesel makan disini.


Harganya Gimana?
Soal harga, jangan kaget ya. Murah banget... Ibaratnya kita pendatang yang sedang lapar, pingin makan enak, dan dapet warung yang pas banget. Semuanya enak. Waktu itu saya pesan ayam bakar, ayam goreng, lele goreng, nasi, jeruk hangat 3, puding 2, semua dibayar dengan harga Rp 65.000. Awalnya sempat kaget, ini beneran harga segitu?ternyata ya memang segitu harganya.

Baca Juga Jalan-jalan ke Bandung 

Waktu ke Bandung dan makan di Warung Nasi Alam Sunda, saya sempat bilang sama mbk Ulu, yang punya blog Bandung Diary. Mbk Ulu langsung komen, "Kok pinter dapet warung Alam Sunda..". Tuh, kan nggak salah.. Memang menu disini enak dan recomended.

Buat teman-teman yang liburan puasanya ke Bandung, Warung Nasi Alam Sunda bisa jadi rekomendasi tempat buka puasa saat di Bandung.

Saturday, 29 September 2018

Kenikmatan dalam Semangkuk Pempek Abah Pekalongan

Ada yang suka makan pempek?kemarin baru aja saya nyobain Pempek Abah di Pekalongan. Jadi, ceritanya pas balik dari mudik singkat kemarin, saya dan keluarga kecil istirahat di Kota Pekalongan. Berangkat pagi pukul 09.00 dari Ponorogo lewat Wonogiri, dan Pekalongan menjadi kota kedua untuk singgah dan istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.

Sampai Kota Pekalongan kurang lebih pukul 19.00, kebetulan saya punya teman SMA yang baru saja pindah dari Palembang ke kota ini. Untuk apalagi kalau bukan untuk mengambangkan bisnis wiausahanya yaitu baju batik. Tidak disia-siakan, momen kepindahannya kali ini juga membuka peluang usaha di bidang kuliner, yaitu Pempek Palembang.

Tentang Pempek Abah
Beruntungnya teman saya ini, dia dan keluarga kecilnya pindah di daerah Pantura, dimana disini gudangnya ikan. Usahanya di bidang kuliner kali ini diberi nama Pempek Abah.

Adanya pempek apa aja?
Pempek ikan dengan tiga varian.
Pempek kapal selam seharga 15k
Pempek telur seharga 3k
Pempek lenjer kecil seharga 2,5k

Pingin beli langsung, belinya dimana ya?
Pempek Abah Pekalongan bisa di dapat di tenan depan Alfamart Degayu Pekalongan, depan minimarket Daniezh Medono Pekalongan. 

Males keluar rumah, bisa order nggak?
Nah, buat teman-teman yang males banget keluar rumah tapi pingin banget ngemil Pempek Abah, teman-teman bisa search di go food. 
Gampang ya,nggak pakai ribet.

Pingin Pempek Abah buat acara keluarga dan sejenisnya, order kemana ya?
Buat yang pingin pesan Pempek Abah untuk acara kumpul keluarga, atau arisan bisa langsung kontak ke nomor berikut 08117169001.

Pingin Pempek Abah Pekalongan, tapi tinggalnya di luar Kota Pekalongan. Bisa pesan nggak ya?
Nah, buat teman-teman yang tinggal di luar Kota Pekalongan, bisa juga kok pesan, tapi dengan catatan ada jasa ekspedisi yang sampainya satu hari. Jadi, Pempek Abahnya sampai dengan kondisi baik dan bisa dinikmati.

Kenikmatan dalam Semangkuk Pempek Abah Pekalongan
Kebetulan saya bawa Pempek Abah ke Subang Jawa Barat, kali ini yang saya coba pempek kapal selam. Itu lo pempek yang ukurannya besar, isinya telur. Setelah saya goreng, pas saya incip, tekstur pempeknya lembut banget, enak, dan kuahnya...emmm,maknyus. 

Next, kalau saya ke Pekalongan lagi pingin nyobain semua varian Pempek Abah. Recomended banget buat yang hobi ngemil dan pecinta pempek area Pekalongan. Cus ya cobain enaknya Pempek Abah.

Teman-teman,ada yang suka pempek?

Monday, 24 July 2017

Dawet Jabung Ponorogo : Enak, Segar dan Bikin Nagih

Assalamualaikum..apa kabar teman-teman blogger??semoga sehat selalu ya. Satu bulan lamanya saya libur nulis, masih belum move on nih dari mudik lebaran kemarin,haha. 15 hari di kampung halaman rasanya masih kurang, tapi mau nggak mau harus balik ke Subang Jawa Barat, bapaknya bubuky sudah harus kerja lagi.

Ohya, lebaran kemarin kami mudik ke dua kota, Ponorogo dan Jombang. Di Ponorogo sempat mampir ke Desa Jabung, ada apa di Desa Jabung??Ada Dawet Jabung. Nah, ngomongin soal Dawet Jabung, dari kecil saya sudah sering mampir dan menikmati Dawet yang terkenal di Kota Ponorogo ini. Kebetulan dua kakak saya sekolah di Gontor, jadi setiap pulang dari menjenguk kakak di Gontor, pulangnya selalu mampir ke Dawet Jabung.

Tentang Dawet Jabung
Sebenarny Dawet Jabung sama seperti dawet pada umumnya, isinya ada cendol beserta kuah. Tapi yang membuat Dawet Jabung berbeda ada di rasa kuah yang manis gurih, cendolnya berwarna putih, emmm...bening gitu tidak berwarna, ada ketan hitam dan beras yang dibentuk bulat. Kita bisa menikmatinya dengan atau tanpa es batu. Saya kemarin tidak menggunakan es batu, jadi rasanya benar-benar berasa banget. Dan rasanya sama seperti dulu,nggak ada yang berbeda.

Ohya, di warung tidak hanya menjual Dawet Jabung saja, tapi yang selalu ada dari dulu adalah gorengannya. Tapi sekarang sudah ada yang menjual mi ayam dan bakso, selain menu Dawet Jabung. Satu porsi Dawet Jabung dihargai Rp 3000, gorengannya Rp 1000. Lokasi warung Dawet Jabung ada di Desa Jabung Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo. Kalau sudah sampai di Desa Jabung,kita bisa menemui banyak penjual Dawet Jabung.

Buat teman-teman yang belum pernah nyobain Dawet Jabung, kalau singgah ke Kota Ponorogo jangan lupa ya incip nikmatnya Dawet Jabung, salah satu minuman khas Kota Ponorogo.
Semoga bermanfaat..


Thursday, 27 October 2016

#dariwarungkewarung Warung Nasi Padang di Kota Siak

#dariwarungkewarung Warung Nasi Padang di Kota Siak. Dulu, ketika saya masih duduk di bangku SMA sempat berpikir bahwa makan di rumah makan Padang adalah hal yang istimewa. Kebetulan waktu itu rumah makan Padang di Jawa yang sering saya lihat adalah rumah makan besar yang bangunannya khas rumah minang. Jadi, sempat mikir dan mbatin kalau makan dirumah makan itu pasti mahal dan yang makan orang yang beruang (uangnya banyak) hehe.

Sampai pada akhirnya setelah bertahun-tahun, saya menikah dan merantau di Batam. Disana lumayan banyak dan sering makan siang di warung Padang, tapi kebanyakan warung biasa atau seperti rumah makan pada umumnya. Geser sedikit ke Riau, tepatnya di Siak. Tinggal di kota ini sudah pasti awalnya kaget karena jarang ada warung yang jual nasi campur khas Jawa pada umumnya, sudah dipastikan warung dan rumah makan di Siak mayoritas rumah makan Padang. Bohong rasanya kalau Nasi Padang itu nggak enak, yang ada bikin lidah ketagihan, suer...pengalaman pribadi hehe. Nah, kali ini saya mau ajak teman-teman makan siang di warung/rumah makan Padang di Siak. Nggak hanya satu warung tapi dari warung ke warung. Artinya, kalau mau liburan ke Siak silahkan coba salah satu atau dua warung nasi Padang berikut. Makan siang rame-rame sambil lihat Info Selebriti Terkini Okezone.


1. RM Ampera Sederhana
 Perama kali sampai Kota Siak, suami langsung mengajak saya makan disini. Kalau jam makam siang rumah makan ini selalu ramai, ramai sekali lo...sampai antri diluar. Kadang jam 5 sore juga ramai, biasanya lauknya baru dihangatkan dan ada menu baru. Disini harganya murah dan kadang kalau dibungkus ada tambahan lauknya. Soal rasa, standar nasi Padang. Dari 1-10, saya kasih 7,3. Lokasinya di jalan sutomo, dari pertigaan SDN 05 kurang lebih 500 meter disebelah kanan jalan atau di depan toko busana Khazanah.
2. RM Pondok Bambu Jihan
Pertama kali kesini waktu kopdar dengan mak Ida, blogger Jogja. Rumah makan ini tempatnya cukup luas, ada dua pilihan tempat duduk, kursi dan lesehan. Seringnya pengunjung disini banyak yang rombongan, mungkin karena tempatnya luas untuk makan bersama. Soal rasa, saya beri 7,3. Rumah makan ini terletak di jalan sapta taruna depan hutan kota. Kalau dari arah jembatan Siak berada di sebelah kiri jalan.
3. RM Wan Syafariah
Kalau banyak rumah makan Padang biasanya beberapa ada yang menyediakan menu khas. Misalnya gulai tunjang atau sambal belacan. Nah, yang khas di rumah makan ini adalah ada udang galah sungainya. Ukurannya besar atau jumbolah. Udang galah kurang lebih setengah kilo harganya Rp 65.000. Ohya, disini juga selalu disediakan lalapan disetiap meja makan. Lokasinya di dekat Taman Mahratu, pasar lama. Tepatnya di pojokan, pas di samping kuburan (warungnya membelakangi kuburan). Soal rasa, saya beri 7,5.
4. RM Awak Juo
Sebanyak apapun warung nasi Padang di satu kota, setiap jam makan siang pasti selalu ada pengunjung. Tak terkecuali rumah makan ini, pembelinya tak hanya makan siang ditempat melainkan banyak juga yang via telpon atau sms. Jadi tinggal bayar dan ambil tanpa harus menunggu lama. Soal harga, satu porsi nasi Padang lauk ayam rendang dihargai Rp 15.000. Ada sayur, sambal dan yang istimewa adalah sambal kering tempe dan ikan asin yang renyah. Saya dan suami cocok banget makan siang disini, soal rasa saya beri 7,5. Ohya, rumah makan ini di dekat pertigaan menuju Istana Siak. Dari pertigaan, kalau ke Istana belok kanan kalau ke rumah makan Awak Juo belok kiri sedikit kemudian belok kanan. Rumah nomor 3, depan rumah kayu yang bertingkat dua.
5. RM Tenda Biru
Dari tahun lalu saya dan suami lumayan sering beli disini, tempatnya tidak di pusat kota melainkan di jalan hang tuah, lokasinya tepat di depan pertigaan arah ke Sport Hall. Soal rasa, saya beri 7,5. Ohya, yang jadi lauk favorit disini adalah ikan dan ayam bakarnya.Paling enak makan nasi padang sambil nonton tv, acaranya Info Selebriti Terkini Okezone hehehe.
Sebenarnya masih ada beberapa, cuma saya tidak tahu nama jalannya. Takut malah nyasar nanti hehe. Jadi, kalau ke Siak bolehlah makan siang di warung Padang.

****

Saturday, 23 January 2016

Fish Talk : Ngomongin Soal Ikan Sampai Instagram

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30, tapi saya masih duduk manis sambil menikmati kemacetan yang lumayan lama dan panjang di simpang Kepri Mall. Padahal hati sudah was-was "aduh, bakal telat nih...ketinggalan sesi sharing nih.." dan bla bla bla. Sesekali lihat perbincangan di group WA Blogger Kepri, setelah lampu hijau menyala, saya buru-buru tanya lokasi tempat pertemuan. Karena antara Kepri Mall dan Khazanah Plaza tidak begitu jauh, sampai depan plaza mata saya langsung menyortir ruko yang ada di bagian depan. Akhirnya ketemu tulisan Fish Talk, lokasi sudah dapat, artinya harus cari parkir mobil yang dekat dengan lokasi. Tapi sayang, ternyata tidak ada parkiran kosong di depan, akhirnya parkir di samping BNI.


Sementara ibu, baby K dan suami ngopi cantik di food court, saya langsung menuju Fish Talk. Resto yang baru semingguan dibuka, spesial menyajikan ikan bakar dan buffet, tempatnya di komplek Khazanah Plaza Sukajadi - Batam. Ikan yang disajikan adalah ikan segar, ohya buat yang nggak suka ikan, jangan khawatir, ada menu lain selain ikan kok, jadi jangan buru-buru kabur ya.

Benar dugaan saya, ternyata saya telat, jadinya ketinggalan deh sharingnya. Tapi lumayan dapat ilmu dari mas Chandra pemilik akun instagram @batamliciouz. Yang belum tau, langsung aja follow instagramnya, banyak info menarik seputar kuliner di Batam. Keren lo mas Chandra ini, folowernya gila-gilaan hehehe, selain fotonya yang cihuy, infonya juga komplit, mulai dari mencantumkan halal sampai dengan bahasa (indonesia-inggris). Karena sebelumnya pernah kopdar sama mbak Lina W. Sasmita pemilik blog www.linasasmita.com , jadi saya langsung nyapa deh. Dan, wajah yang nggak asing buat saya yaitu mbak Dian Radiata pemilik blog www.adventurose.com, itu tu...yang tulisannya sering masuk koran hehehe. 


Setelah sharing dengan mas Chandra, sesi selanjutnya perkenalan antar member Blogger Kepri dan terakhir, waktunya makan-makan. Dengan wajah sumringah, pemilik resto Fish Talk, bu Helvi mempersilahkan kami menikmati hidangan yang sudah disajikan. Tanpa babibu, langsung deh pada semangat ambil piring dan memborong lauk pauk. Bukan untuk langsung dimakan, tapi difoto duluuu hahaha. 

 Dipilih dipilih...
 Ikan tonggol, sang penggugah selera
 Sambel pencit/mangga...anyone??
 Ketika semua sibuk dengan kamera, diam-diam ada yang incip lalapan hehehe
Nah lo, tangan siapa yaaa...??

Tuh kan menu makanannya banyak banget, pas lihat ikan tongkol yang menggugah selera, seketika nyali saya ciut, ingat baik-baik pesan emak, "jangan makan pedas!!!", duh Gusti. Seketika langsung ingat baby K yang baru sebulan, baiklah, akhirnya saya join sup bareng mas Danan. Tapi rasanya pingin banget incip semua menu ikan yang ada di depan mata, tapi lagi-lagi ingat baby K. Akhirnya beraniin incip ikan bakar yang diatasnya ada bumbu yang menggugah selera, aih, enakkkk nggak pedas pula, cocok.

Soal harga, untuk buffet harganya Rp 15.000 sudah dapat nasi, satu jenis sayur dan lauk. Ohya, satu lagi, Fish Talk juga ada promo keren lo. Makan siang sepuasnya bayar seikhlasnya, ini berlaku setiap hari jum'at mulai jam 11.00 sampai 15.00 wib. Selain itu, free kerupuk all the time, free teh O di hari hujan dan free buka puasa bagi yang berpuasa sunnah dan kamis. Wow....keren ya, patut ditiru nih promonya.



Fish Talk
Komplek Khazanah, Ruko Sukajadi Blok RA No. 16
Telp : 08127005786
Open hour : 07.00 am - 09.00 pm

****

Wednesday, 11 November 2015

Legitnya Bolu Kemojo



Legitnya bolu kemojo. Baru sebulan tinggal di Batam lagi rasanya sudah kangen sama kue yang satu ini, bolu kemojo. Baiklah, jelajah rasa nusantara kali ini akan mengulas sedikit tentang bolu kemojo. Ada yang tahu bolu kemojo??yang dari daerah Riau pasti sudah nggak asing lagi sama  kue legit yang satu ini. Kue khas Melayu, terbuat dari bahan utama tepung terigu, telur, santan, daun pandan/suji, dll. Yang khas dari bolu kemojo ini identik dengan warna hijau, baunya harum khas pandan, manis, legit menggugah selera hehehe.

Cara pembuatannyapun ada dua versi, ada yang di kukus dan yang sering saya jumpai biasanya di bakar atau dimasak mengunakan cetakan semacam bikang atau martabak. Kalau cetakan martabak kan bentuknya bulat, tapi kalau bolu kemojo ini cetakannya motif bunga. Pertama kali nyobain bolu kemojo pas di Batam, tapi namanya bukan bolu kemojo melainkan bingka, biasanya jadi oleh-oleh juga kalau saya balik ke Jawa. Mungkin yang tinggal di daerah Kalimantan udah nggak asing lagi sama kue ini, kalau di daerah Riau namanya bolu kemojo tapi kalau di Kalimantan namanya Bingka. Pas nyobain di Siak Riau ternyata rasanya nggak jauh beda sama bingka, yaaa...semacam kakak beradiklah hehehe.

Ohya, bolu kemojo ini biasanya dijual dengan varian topping, tapi saya lebih sering makan yang original. Soalnya rasanya udah enak banget, bawahnya gosong krenyes-krenyes. Apalagi kalau dikasih topping keju, yasudahlah dobel enak jadinya hehehe.

Teman-teman ada yang pernah incip bolu kemojo..??


***



Thursday, 8 October 2015

Pertama Kali Nyobain Mi Sagu

Pertama kali nyobain mi sagu. Pernah makan mi sagu??gimana rasanya??enak kan??kalau saya, baru aja tahun yang lalu ngincip enaknya mi sagu di tanah melayu, Siak Sri Indrapura - Riau *komplit yes*. Dulu, sebelum jadi anak rantau, saya bener-bener nggak tau dan nggak kenal sama yang namanya mi sagu dan kwetiau. Maklumlah, waktu kuliah jadi anak kos tulen, taunya mi goreng, nasi goreng, tahu tek, tahu telor, bakso dan siomay. Jadi, petualangan yang sebenarnya bermula saat pindah dari tanah Jawa ke Kepulauan Riau, tepatnya di Batam.

Untuk pertama kalinya melihat dan menikmati mi kwetiaw saat di Batam, tapi kalau mi sagu, pastinya di Siak Riau. Dulu, pas pertama kali ke pasar di Siak, sempat melihat-lihat banyak mi warna putih, tepatnya bening di deretan kios-kios pasar. Sudah dibungkus setengah kilo dan satu kilo perplastik. Usut punya usut, pas ngobrol dengan almarhumah nenek kos, ternyata itu namanya mi sagu. Di Siak banyak yang jual, diambil dari daerah Selat Panjang Riau. Cerita dari nenek, katanya di daerah Selat Panjang banyak masyarakatnya yang buat mi sagu, karena disana banyak tumbuh pohon sagu. Wah, seru ya, kapan-kapan ah mampir dan jalan-jalan ke Selat Panjang, biasanya kalau saya balik ke Batam naik kapal ferry, cuma bisa mampir aja di pelabuhan *kapal ambil penumpang maksudnya hehe*.

Rasa dan tekstur mi sagu
Kalau masalah rasa, sebelum di masak saya belum pernah nyoba hehe. Tapi kalau sudah dimasak jadi mi goreng, rasanya enak, tekstur minya kenyal lembut, tapi nggak kenyal seperti mi kwetiau, ini lebih lembut. Kebetulan pas pindahan dari kos-kosan ke rumah petak, sering dapat kiriman makanan dari tetangga yang buka jasa catering. Salah satunya mi sagu goreng, bumbunya sama seperti bumbu pembuatan mi goreng, dikasih kecap, sawi, sambal goreng kering tempe, timun dan kerupuk. Perpaduan yang cocok ternyata, mi sagu dinikmati sama sambel goreng tempe kering. Bolehlah kapan-kapan kalau balik ke Siak, mau bikin mi sagu goreng sendiri hehe.

Teman-teman pernah makan mi sagu??gimana rasanya??


***

Monday, 5 October 2015

Sarapan Bareng Monyet

Kebayang nggak??nggak usah mbayangin yang aneh-aneh ya hehehe, saya mah udah biasa. Gimana nggak biasa, sejak pindah dan tinggal di Siak Riau, mau nggak mau sering ketemu sama banyak hewan, salah satunya monyet. Kebetulan di kota Siak kan masih banyak hutan (hutan pepohonan, bukan sawit, ingat, ini di kotanya), jadi masih banyak ditemui hewan-hewan liar.  Di belakang rumah yang saya tempati sekarang, masih banyak pepohonan, jadi sudah dipastikan ada monyet gelantungan, ada biawak segede buaya (ngeri kan??banget) dan burung-burung cantik yang belum pernah saya lihat sebelumnya. 

Kapan hari, saya dan suami mau ke pelabuhan. Jadi sepertinya harus sarapan dulu, maklum perjalanan lumayan jauh, 1 jam dan jarang ada warung. Karena sudah mendapatkan menu enak untuk sarapan di Siak, jadi kami langsung ke tekape. Sampai tempat, seperti biasa, banyak monyet di depan warung. Nggak takut??ya takutlah, tapi kan ada nenek (pemilik warung) yang stand by disana, jadi aman. Mereka nggak nakal kok, karena si nenek ini selalu ngasih mereka makan dari sisa nasi para pembeli. Kadang, ada bapak-bapak yang setiap hari ngasih pisang. Baik ya bapaknya....^^



Seperti biasa, saya dan suami memesan nasi gurih. Nasi gurih itu kayak nasi uduk, isinya lumayan komplit. Ohya, yang jualan nasi gurih ini orang Medan, jadi bener-bener klop banget orangnya, sumringah, baik dan asik diajak ngobrol (persis sama almh nenek kos dulu :( ). Masakannya enak, pokoknya cocok banget sama lidah orang Jawalah, makannya itu, saya dan suami udah bener-bener jatuh cinta sama nasi gurihnya hehehe. Satu porsi nasi gurih lauknya ada telor sambal, mi bihun goreng, sambel goreng tempe pedas cabe ijo, kering kentang teri, timun dan kerupuk. Rasanya, duh.....ini baru nasi gurih!!!emang nasi gurih di Siak gimana??hehehe....jangan tanya. Yaaa, begitulah, bertahun-tahun (ceilah baru 3 tahun) tinggal dipelosok dan mencari sarapan atau menu makanan yang pas di lidah, baru ini dapet yang pas di lidah orang Jawa. Seneng bangetlah pokoknya....^^

a la-a la hands in frame, ihhier

Sarapan ditemani sama monyet itu lumayan seru, makan sambil lihat tingkah laku mereka itu sesuatu banget. Ada yang iseng satu sama lain (hahahahaha..ada lo ternyata,ya ampunnn), ada yang manjat-manjat pohon, kalau ada bapak-bapak yang ngasih pisang, langsung lari berebutan, seru ya...^^

Teman-teman pernah nggak sarapan bareng monyet???hehehe..


****
Nasi gurih warung ijo
Lokasi depan hutan kota jalan balai kayang (pas depan gerbang hutan kota)
Satu porsi 10.000
Rasa : 9+ poin

Thursday, 10 September 2015

Balada Sang Getuk Lindri


Balada sang getuk lindri, ceilah judulnya nggak nguati hehehe. Lama nggak sharing tentang Jelajah Kuliner Nusantara, jadi kali ini mau cerita dikit tentang getuk. Pernah makan getuk??mungkin yang tinggal di daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah tidak asing lagi sama jajanan tradisional ini. Dulu, sewaktu saya masih kecil, paling seneng kalau ikut ibu ke pasar. Borong jajanan pasar, mulai dari dawet yang masih anget, klanting atau cenil, sampai getuk lindri. Dibungkusnya masih pakai daun jati dan daun pisang, jadi masih merasakan jaman dahulu banget, jaman yang masih kental dengan ketradisionalannya, ciee bahasanya. Sampai pada akhirnya, saya hijrah ke Ponorogo sekian tahun, pindah lagi ke Malang 7  tahun, dan lupa sama yang namanya jajanan pasar. Bukan lupa banget tapi maklumlah jadi mahasiswa, jadi camilannya sudah berubah jadi cilok dan siomay hehehe. 

Getuk sendiri adalah jajanan tradisional yang terbuat dari singkong. Menurut mbak wiki, getuk ada 2 macam. Getuk, singkong yang sudah dimasak (dikukus mungkin ya), ketika suhu masih panas ditaburi potongan gula jawa, ditumbuk dan bentuknya agak sedikit kasar. Ini enak banget, dulu saya juga sering makan ini, tapi sekarang sudah jarang, seringnya kalau ke pasar lihatnya yang sawut, singkong yang dipasrah dan diberi gula merah. Getuk lindri, singkong yang dimasak, kemudian digiling  halus dicampur dengan gula dan pewarna, lalu digiling hingga bentuknya seperti mie dan dipotong memanjang kurang lebih 5 cm. Tidak lupa ditaburi dengan parutan kelapa muda yang  dikukus dan rasanya gurih, heummm sedap.

Bertemu Getuk Lindri di Siak - Riau
Tepatnya setahun yang lalu, pas libur dan aktivitas yang ditunggu-tunggu adalah keliling kota Siak yang luasnya nggak seberapa hehehe. Kebetulan lewat bunderan taman selamat datang di kota Siak, eh agak kesanaan lihat ibu-ibu pakai sepeda ontel yang bawa gerobak kecil (didudukin di belakang sadel), duduk di pinggir trotoar yang adem. Eh, ternyata di gerobak mininya ada tulisan getuk, buru-buru saya minta suami berhenti. Akhirnya saya beli deh 10.000 hehehe, maruk banget ya, beli 10 biji.  Maklum lah ya, anak perantau yang butuh banget jajanan asli daerahnya, salah satunya getuk lindri. Selain jual getuk lindri, ibu ini juga jual apem, enak banget. Setiap pagi ngetemnya di tempat yang sama, dan laris manis lo ternyata, alhmadulillah. Rindu getuk lindri terobati sudah...

Teman-teman suka makan getuk lindri nggak??


****