Showing posts with label jelajah rasa nusantara. Show all posts
Showing posts with label jelajah rasa nusantara. Show all posts

Monday, 9 May 2022

Warung Apung Rahmawati, Tempat Makan Enak dan Hangout Asik di Menganti Gresik

Warung Apung Rahmawati, Tempat Makan Enak dan Hangout Asik di Menganti Gresik. Pertama kali tahu tempat makan yang satu ini, Warung Apung Rahmawati Menganti Gresik ketika ngabuburit keliling area menganti bagian sini. Awlnya biasa aja, hanya sekedar mbatin "Wah, boleh juga ini tempatnya" . Sampai akhirnya satu minggu kemudian sebelum mudik ke Jombang, suami ngajakin buka puasa disini. Mau masak juga nanggung karena besok pagi kami sudah mudik, akhirnya saya oke aja hahaha. Alhamdulillah ya, sesuatu..

warung apung rahmawati

Warung Apung Rahmawati, Tempat Makan Enak dan Hangout Asik di Menganti Gresik

Lokasi dan Jam Buka

Warung Apung Rahmawati merupakan rumah makan yang menyajikan aneka menu dengan cita rasa Nusantara dengan rasa yang enak dan tempat makan yang nyaman. Beberapa kali saya sempat lihat cabangnya, salah satunya di Krian. Warung Apung Rahmawati terletak di jalan raya sidojangkung no 86 Menganti Gresik. Kalau dari arah Lakarsantri Surabaya,lurus terus arah pasar Menganti. Dari sini kurang lebih 5 km, tepatnya 300 meter dari pom bensin Sidojangkung Menganti. Lumayan dekat dengan Rumah Sakit Eka Husada. Untuk jam buka, Warung Apung Rahmawati buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 21.00. 

warung apung rahmawati

Daftar Makanan dan Harga

Disini kita bisa memesan makanan sesuai selera, banyak macam menu makanan yang disajikan. Mulai dari olahan ayam, aneka macam sayur, minuman hingga olahan seafood, semua ada dan komplit banget. Untuk harga tergolong standar untuk ukuran Warung Apung Rahmawati. Misalnya satu porsi udang telur asin harnya 56.000. Selain menyediakan menu perporsi, disini juga menyediakan menu tumpeng.


Berikut beberapa contoh menu makanannya :
Ayam bakar
Udang asam manis
Udang telur asin
Urap urap
Tumis brokoli hijau
Tahu krispi, dan masih banyak lagi.

Nuansa dan Fasilitas Warung Apung Rahmawati Menganti Gresik

Lokasi Warung Apung Rahmawati Menganti berada di dekat lahan persawahan, depan jalan raya. Masuk gerbang disuguhi dengan tulisan khas berwarna merah. Untuk parkiran sendiri cukup luas, ada are parkir motor dan mobil. Ketika masuk gerbang kedua terlihat beberapa area atau tempat makan, ada area indoor yang berada di ruangan depan dekat kamar mandi dan mushola. Untuk ruangan  indoor terdapat AC, jadi cukup nyaman dan betah berlama-lama disini.
warung apung rahmawati

Sedangkan untuk area outdoor ada beberapa bagian, seperti saung, tenda hitam, tempat duduk tana atap dibagian depan dekat gerbang kedua, dan area tempat duduk dengan atap tepat di depan ruangan ber AC. Saat siang suasananya cukup bagus karena viewnya cukup menari yaitu area persawahan, jika malam nuasanya juga tidak kalah bagus, lebih syahdu dan menentramkan hati. Dan ada beberapa spot untuk selfie juga. 

warung apung rahmawati

Fasilitas di Warung Apung Rahmawati Menganti cukup komplit, ada kamar mandi, tempat wudhu, moshola dengan AC (adem banget sholat disini), tempat cuci tangan, dan parkiran yang cukup luas.  

warung apung rahmawati


warung apung rahmawati

Pengalaman Makan Malam di Warung Apung Rahmawati Menganti 

Kami berangkat dari rumah pukul 16.30, awalnya agak sedikit pesimis karena takut kehabisan tempat karena saat buka puasa seperti ini banyak sekali pastinya yang reservasi duluan. Tapi meskipun kehabisan tempat duduk di area outdoor baik yang kursi tanpa atap maupun saung yang spotnya instagramable, beruntungnya ada area indoor yang lebih menyenangkan karena ada AC nya. Setelah mendapatkan tempat duduk,kami memesan beberapa menu seperti ayam bakar setengah ekor, udang telur asin, tahu krispi, tumis brokoli dan es teh. 

warung apung rahmawati

Karena pas momen puasa ramadan, jadi sudah pasti antri banget nunggu pesanan makanan. Pesanan minuman datang di 20 menit setelah kami duduk, sedangkan untuk makanannya hampir 1,5 jam kami menunggu pesanan datang. Untungnya ruangannya ber AC, jadi cukup nyaman nggak terlalu sebel ahaha. Karena cukup lama dan sudah masuk waktu buka puasa, setelah minum kami gantian sholat. Pukul 18.00 beberapa menu datang, itupun saya harus komplain karena meja yang datangnya setelah kami dan tidak reservasi via telepon malah menunya datang duluan. Akhirnya pukul 18.45 pesanan terakhair datang yaitu nasi, cukup lama karena nasinya belum matang bund ahahaha. Keburu lapar, saya dan suami ngemilin tahu krispi sedangkan Aqla ngemilin udang telur asin.

warung apung rahmawati

warung apung rahmawati

Pertama kali makan disini lumayan mengesankan, untuk rasa dari semua menu pesanan kami rasanya cukup enak. Ayam bakanya maknyus  tidak pedas karena sengaja pilih ayam bakar kecap jadi Aqla bisa menikmati tanpa harus kepedesan. Udang telur asinnya mantap saosnya seperti ada kejunya,asin gurih kayak kastengel ahahaha. Next,mau nyobain makan disini lagi pas hari biasa. Untuk semua menu pesanan kami harganya 203.500. Semua makanannya habis, ludes tidak tersisa. Alhamdulilah..

Teman-teman, ada yang sudah pernah makan di Warung Apung Rahmawati?ayo dong sharing..


Friday, 29 April 2022

Makan Malam di Depot Titin Prasmanan Khas Trenggalek Dekat Terminal Mojokerto

Makan Malam di Depot Titin Prasmanan Khas Trenggalek Dekat Terminal Mojokerto. Assalamu;alaikum sahabat HM Zwan, kali ini HM mau sharing pengalaman makan malam di Depot Titin Prasmanan Khas Trenggalek yang lokasinya di dekat terminal Mojokerto. Sejak tinggal di Gresik Jawa Timur, Alhamdulillah dimudahkan untuk sering berkunjung ke rumah ibu dan ibu mertua. Karena masih satu provinsi, apalagi ibu saya rumahnya di Jombang, yang kalau dari Gresik cuma butuh waktu kurang lebih 2 jam. 

Depot Titin Mojokerto

Kapan hari sebelum puasa saya sempatkan untuk pulang ke rumah ibu, karena berangkat sore sekitar pukul 17.00 jadi kami berencana makan malam di jalan. Nah, saat sampai Kota Mojokerto suami penasaran banget sama salah satu depot yang satu arah, yang setiap kami lewat sini selalu ramai. Dari kejauhan biasanya sudah terlihat bangunan depot dan banyak mobil bahkan sampai bus berjejer di area parkir mobil. Nggak pake lama, akhirnya suami berhenti di parkiran depot.

Tuesday, 15 December 2020

Makan Siang di Warung H. Mufid Rawon Balungan Benowo Surabaya

Makan Siang di Warung H. Mufid Rawon Balungan Benowo Surabaya

Ada yang suka rawon? Buat yang tinggal di daerah Jawa Timur pasti tidak asing dengan menu yang satu ini. Rawon merupakan masakan asli Indonesia berupa sup daging berkuah hitam dengan campuran bumbu khas yang menggunakan kluwek. Di Jawa Timur selain soto, rawon sudah menjadi makanan favorit saat ada acara besar/hajatan. Satu piring rawon biasanya berisi nasi, potongan daging, ditaburi taoge/cambah (kecambah) pendek, lalu disiram dengan kuah rawon. Dan yang tidak ketinggalan adalah sambal dan kerupuk udangnya.

Rawon H Mufid

Di Jombang, khususnya di daerah rumah ibu saya saat ada hajatan masih sering menemukan menu rawon di salah satu menu prasmanannya. Meskipun prasmanan dan banyak menu kekinian tapi rawon masih banyak peminatnya lho. Selain praktis penyajiannya, rawon juga nggak terlalu ribet masaknya. Yang paling penting adalah wajib ada bumbu kluweknya.

Rawon H Muifid

Saturday, 12 March 2016

Ikan Dingkis : Ikan yang Banyak Diburu Saat Imlek

Ikan Dingkis : Ikan yang Banyak Diburu Saat Imlek. Ceritanya, tadi pagi saya pergi ke pasar dekat rumah, karena kebetulan sudah beberapa hari saya libur makan ikan. Everyday tahu tempe hehehe, lagi bosan banget makan ikan jadi sementara libur. Nah, tadi sekitar pukul 06.00 saya berangkat ke pasar, seperti biasa saya langsung ke tempatnya si koko, salah satu penjual ikan yang lumayan ramai. Setelah memilih ikan nila, tiba-tiba ada ibu-ibu datang dan membeli ikan dingkis. 
"Ko...maulah ikan dingkisnya setengah kilo"
Kemudian ada satu lagi ibu-ibu datang..
"Wah, ada ikan dingkis...banyak rezekinya nih si koko..."
"25ribu aja, mumpung murah...ini ikan yang diburu kalau imlek, apalagi di Tanjungpinang...orang Tanjungpinang suka sama ikan dingkis, orang Singapur juga..."
Atas nama penasaran dengan cerita si koko, akhirnya saya beli deh ikan dingkis, saya penasaran sama rasa ikannya. Akhirnya beli 9 ons hehehe. Bungkus kooo....bungkuss!!!hahaha.


Tentang Ikan Dingkis...
1. Ikan imlek
Ikan dingkis identik dengan imlek, apalagi di daerah Tanjungpinang. Biasanya saat imlek, setelah makan ikan dingkis dapat angpao lo, uwaaa seru ya hehehe. Selain itu, ikan dingkis juga bertelurnya di bulan ke 2, saat imlek. Dan, telurnya ini dicari-cari lo...
2. Ikan mahal
Saat imlek, harga ikan dingkis ukuran kecil (seperti foto diatas) paling murah 250 ribu, dan ukuran besar 600 ribu. Untung imlek selesai, jadi tadi harganya murah meriah, 1 kilo 25 ribu.
3. Ikan pembawa keberuntungan
Masyarakat Tiong Hoa percaya bahwa ikan dingkis membawa keberuntungan.
4. Disukai/diburu warga Singapura
Selain masyarakat Tiong Hoa Tanjungpinang, warga Singapura juga suka sama ikan dingkis. Harganya pun mahal, satu jutaan.
5. Rasanya gurih
Ketika si koko cerita tentang ikan dingkis, saya sempat bertanya, biasanya ikan dingkis dimasak apa??ternyata di gorengpun enak, dibumbui juga enak. Akhirnya saya goreng tepung, rasa daging ikan dingkis ini tergolong gurih, lembut dan enak. Jadi pingin beli yang ukuran besar, enak soalnya hehehe.


Teman-teman blogger ada yang pernah makan ikan dingkis??

***

Wednesday, 11 November 2015

Legitnya Bolu Kemojo



Legitnya bolu kemojo. Baru sebulan tinggal di Batam lagi rasanya sudah kangen sama kue yang satu ini, bolu kemojo. Baiklah, jelajah rasa nusantara kali ini akan mengulas sedikit tentang bolu kemojo. Ada yang tahu bolu kemojo??yang dari daerah Riau pasti sudah nggak asing lagi sama  kue legit yang satu ini. Kue khas Melayu, terbuat dari bahan utama tepung terigu, telur, santan, daun pandan/suji, dll. Yang khas dari bolu kemojo ini identik dengan warna hijau, baunya harum khas pandan, manis, legit menggugah selera hehehe.

Cara pembuatannyapun ada dua versi, ada yang di kukus dan yang sering saya jumpai biasanya di bakar atau dimasak mengunakan cetakan semacam bikang atau martabak. Kalau cetakan martabak kan bentuknya bulat, tapi kalau bolu kemojo ini cetakannya motif bunga. Pertama kali nyobain bolu kemojo pas di Batam, tapi namanya bukan bolu kemojo melainkan bingka, biasanya jadi oleh-oleh juga kalau saya balik ke Jawa. Mungkin yang tinggal di daerah Kalimantan udah nggak asing lagi sama kue ini, kalau di daerah Riau namanya bolu kemojo tapi kalau di Kalimantan namanya Bingka. Pas nyobain di Siak Riau ternyata rasanya nggak jauh beda sama bingka, yaaa...semacam kakak beradiklah hehehe.

Ohya, bolu kemojo ini biasanya dijual dengan varian topping, tapi saya lebih sering makan yang original. Soalnya rasanya udah enak banget, bawahnya gosong krenyes-krenyes. Apalagi kalau dikasih topping keju, yasudahlah dobel enak jadinya hehehe.

Teman-teman ada yang pernah incip bolu kemojo..??


***



Thursday, 8 October 2015

Pertama Kali Nyobain Mi Sagu

Pertama kali nyobain mi sagu. Pernah makan mi sagu??gimana rasanya??enak kan??kalau saya, baru aja tahun yang lalu ngincip enaknya mi sagu di tanah melayu, Siak Sri Indrapura - Riau *komplit yes*. Dulu, sebelum jadi anak rantau, saya bener-bener nggak tau dan nggak kenal sama yang namanya mi sagu dan kwetiau. Maklumlah, waktu kuliah jadi anak kos tulen, taunya mi goreng, nasi goreng, tahu tek, tahu telor, bakso dan siomay. Jadi, petualangan yang sebenarnya bermula saat pindah dari tanah Jawa ke Kepulauan Riau, tepatnya di Batam.

Untuk pertama kalinya melihat dan menikmati mi kwetiaw saat di Batam, tapi kalau mi sagu, pastinya di Siak Riau. Dulu, pas pertama kali ke pasar di Siak, sempat melihat-lihat banyak mi warna putih, tepatnya bening di deretan kios-kios pasar. Sudah dibungkus setengah kilo dan satu kilo perplastik. Usut punya usut, pas ngobrol dengan almarhumah nenek kos, ternyata itu namanya mi sagu. Di Siak banyak yang jual, diambil dari daerah Selat Panjang Riau. Cerita dari nenek, katanya di daerah Selat Panjang banyak masyarakatnya yang buat mi sagu, karena disana banyak tumbuh pohon sagu. Wah, seru ya, kapan-kapan ah mampir dan jalan-jalan ke Selat Panjang, biasanya kalau saya balik ke Batam naik kapal ferry, cuma bisa mampir aja di pelabuhan *kapal ambil penumpang maksudnya hehe*.

Rasa dan tekstur mi sagu
Kalau masalah rasa, sebelum di masak saya belum pernah nyoba hehe. Tapi kalau sudah dimasak jadi mi goreng, rasanya enak, tekstur minya kenyal lembut, tapi nggak kenyal seperti mi kwetiau, ini lebih lembut. Kebetulan pas pindahan dari kos-kosan ke rumah petak, sering dapat kiriman makanan dari tetangga yang buka jasa catering. Salah satunya mi sagu goreng, bumbunya sama seperti bumbu pembuatan mi goreng, dikasih kecap, sawi, sambal goreng kering tempe, timun dan kerupuk. Perpaduan yang cocok ternyata, mi sagu dinikmati sama sambel goreng tempe kering. Bolehlah kapan-kapan kalau balik ke Siak, mau bikin mi sagu goreng sendiri hehe.

Teman-teman pernah makan mi sagu??gimana rasanya??


***

Thursday, 10 September 2015

Balada Sang Getuk Lindri


Balada sang getuk lindri, ceilah judulnya nggak nguati hehehe. Lama nggak sharing tentang Jelajah Kuliner Nusantara, jadi kali ini mau cerita dikit tentang getuk. Pernah makan getuk??mungkin yang tinggal di daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah tidak asing lagi sama jajanan tradisional ini. Dulu, sewaktu saya masih kecil, paling seneng kalau ikut ibu ke pasar. Borong jajanan pasar, mulai dari dawet yang masih anget, klanting atau cenil, sampai getuk lindri. Dibungkusnya masih pakai daun jati dan daun pisang, jadi masih merasakan jaman dahulu banget, jaman yang masih kental dengan ketradisionalannya, ciee bahasanya. Sampai pada akhirnya, saya hijrah ke Ponorogo sekian tahun, pindah lagi ke Malang 7  tahun, dan lupa sama yang namanya jajanan pasar. Bukan lupa banget tapi maklumlah jadi mahasiswa, jadi camilannya sudah berubah jadi cilok dan siomay hehehe. 

Getuk sendiri adalah jajanan tradisional yang terbuat dari singkong. Menurut mbak wiki, getuk ada 2 macam. Getuk, singkong yang sudah dimasak (dikukus mungkin ya), ketika suhu masih panas ditaburi potongan gula jawa, ditumbuk dan bentuknya agak sedikit kasar. Ini enak banget, dulu saya juga sering makan ini, tapi sekarang sudah jarang, seringnya kalau ke pasar lihatnya yang sawut, singkong yang dipasrah dan diberi gula merah. Getuk lindri, singkong yang dimasak, kemudian digiling  halus dicampur dengan gula dan pewarna, lalu digiling hingga bentuknya seperti mie dan dipotong memanjang kurang lebih 5 cm. Tidak lupa ditaburi dengan parutan kelapa muda yang  dikukus dan rasanya gurih, heummm sedap.

Bertemu Getuk Lindri di Siak - Riau
Tepatnya setahun yang lalu, pas libur dan aktivitas yang ditunggu-tunggu adalah keliling kota Siak yang luasnya nggak seberapa hehehe. Kebetulan lewat bunderan taman selamat datang di kota Siak, eh agak kesanaan lihat ibu-ibu pakai sepeda ontel yang bawa gerobak kecil (didudukin di belakang sadel), duduk di pinggir trotoar yang adem. Eh, ternyata di gerobak mininya ada tulisan getuk, buru-buru saya minta suami berhenti. Akhirnya saya beli deh 10.000 hehehe, maruk banget ya, beli 10 biji.  Maklum lah ya, anak perantau yang butuh banget jajanan asli daerahnya, salah satunya getuk lindri. Selain jual getuk lindri, ibu ini juga jual apem, enak banget. Setiap pagi ngetemnya di tempat yang sama, dan laris manis lo ternyata, alhmadulillah. Rindu getuk lindri terobati sudah...

Teman-teman suka makan getuk lindri nggak??


****

Monday, 8 June 2015

Berburu Udang Galah di Siak Riau


Ini masih cerita tentang kegiatan saya selama 2 jam bersama Isti Thoriqi di Siak minggu lalu, nggak kemana-mana sih, 2 jam dihabiskan di warung makan Yessy dan jalan-jalan di area taman tengku mahratu dan Pecinan. Nggak tega rasanya, ketika saya menulis travel guide yang salah satunya adalah tempat kuliner, tapi ketika ada teman yang ke Siak dan pingin banget ngincipin salah satu atau dua kuliner yang saya rekomendasikan. Ternyata dua-duanya sedang kosong, hickz. Yang terjadi kemarin adalah, mbk Isti penasaran sama yang namanya sup tunjang, pas sampai di tempatnya ternyata sedang kosong alias nggak buat. Selanjutnya mbk Isti penasaran sama udang galah Siak yang mak Lusi pernah makan disitu juga, di RM Yessy belakang Istana Siak. Setelah sampai tujuan ternyata udang galahnya tidak ada alias sedang kosong, akhirnya makan seadanya. Disitulah kadang saya merasa sedih, syedih syekali.... >_<



Setelah menikmati makan siang di RM Yessy, saya mengajak mbk Isti ke taman tengku mahratu. Selain tempatnya adem, nggak jauh juga sama daerah Pecinan. Pas kami jalan santai menyusuri daerah Pecinan, sontak mata kita langsung menuju ke RM Wan Syafari'ah (di travel guide juga ini saya rekomendasikan). Ciyyyyaaaa, ada udang galah disitu hahahaha. Yaudahlah gimana lagi ya, perut udah kenyang, nggak mungkin juga makan lagi. Setelah jalan-jalan keliling daerah Pecinan, sebelum pulang, mbak Isti kok kayaknya pingin banget ngincip udang galahnya. Akhirnya mampir dan beli juga hahahaha, mumpung masih di Siak, kapan lagi coba ke Siak. Nggak pakai nasi, cuma beli udang galah yang segede gaban itu hehehe, karena saya sedang tidak boleh makan seafood, akhirnya mbk Isti aja yang makan udangnya. Finally, mbk Isti keturutan makan udah galahnya, alhamdulillah. Disitu kadang saya merasa sangat bahagia syekali...^^




Note : Kebetulan di depan RM Wan Syafari'ah juga ada RM Yessy (cabang) juga, jadi kalau mau incip udang galah Siak, langsung kesini aja. Setidaknya kalau di salah satu rumah makan tidak ada, bisa celingak-celinguk di rumah makan yang lain hehehe. 

Ada yang penasaran sama udang galah Siak???hayuk ke Siak^^


*****
RM Wan Syafari'ah
Lokasi : Samping taman tengku mahratu/samping kuburan. RM pas di pojok.
Udang galah kurleb setengah kilo 65K

Monday, 18 May 2015

Berburu Makan Siang di RM Melayu Tanpa Nama

Berburu Makan Siang di RM Melayu Tanpa Nama

Kok namanya gitu banget??gitu gimana??RM Melayu Tanpa Nama, yang jelas dong Em??ya memang gitu. Ceritanya ada salah satu teman kantor suami yang bilang kalau ada Rumah Makan  Melayu enak di daerah dekat Mempura (sebrang kota Siak), sempat pas pulang kerja dilewatin di depan RM nya. Katanya (lagi), RM itu lumayan ramai dan enak. Akhirnya, beberapa hari yang lalu,  kebetulan suami libur, dan bertepatan dengan cuaca Siak yang hujan terus menerus, suami bilang ke saya bahwa hari itu libur memasak (aarrkkkkk koprol). Dengan rasa penasaran, saya mengiyakan ajakan makan siang ke RM Melayu yang cukup jauh. Bagi saya, nyebrang jembatan Siak itu perjalanan jauh, apalagi ke daerah mempura. Maklum rada sepi daerah perumahan hehehe. 

Sempat lewat jalan alternatif, jalan dalam, tapi kok nyasar nggak karuan. Akhirnya ketemu jalan besar dan lewat jalan biasanya, arah ke Tanjung Buton. Sampai ada jalan karet di sebelah kiri, belok, lurus saja sampai ketemu RM Melayu. Pas suami parkir mobil di depan ruko belum jadi, saya sempat heran da mbatin, mana rumah makannya??. Ternyata ada disebelah kiri, dan jauh dari rumah makan pada umumnya, tidak ada plang nama atau banner. Pokoknya Tanpa Nama,titik hehehe.

 Setelah menyebrang jembatan Siak
 Jalan karet, sepi, banyk monyet berkeliaran lo hehe
 Sepi juga,nggak ada rumah penduduk,banyak monyet..
 Ini dia RM Melayu Tanpa Nama hehehe

Seingat saya, rumah makan ini adalah rumah pertama di jalan karet, karena sebelumnya kanan kiri hanya hutan karet dan pohon lain-lain.  Tuh kan, nggak ada plangnya, bener-bener rumah makan sederhana tapi ramai. Kebetulan saya sampai rumah makan pukul 11.45, artinya waktu makan siang sudah masuk. Ada 5 meja makan besar beserta beberapa kursi, pas banget lauknya sudah banyak yang matang. Setelah pesan makan, akhirnya makanan dihidangkan, suami pesan Hidang. Artinya semua lauk yang ada di RM Melayu dihidangkan di meja makan tempat kami duduk, jadi kita bisa pilih lauk dan sayur sesuka kita. Satu lagi pesanan suami, yaitu ikan patin asam pedas, heummmm. 

 5 meja makan besar
 Hidang a la warung Padang
 Dipilih dipilih...
Ikan patin asam pedas,yumm....

Setelah makanan dihidangkan, langsung deh dieksekusi. Lumayan enak, ikan patinnya ukuran besar, kelihatan dari kepalanya hehehe. Satu porsi isinya separo kepala dan 3 badan, mantap pokoknya, tapi asin, tapi emang katanya masakan Melayu cenderung asin. Beda banget sama lidah Jawa kami hehehe, tapi tetep, ludes hahaha. Disela-sela kami menikmati hidangan, banyak juga yang datang, sebagian besar beli lauk dan dibungkus. Hanya dua meja besar yang makan di tempat, satu jam lamanya akhirnya perhitungan dimulai. Kalau model pesan makan Hidang, kita nggak usah repot-repot ke kasih, nanti mbaknya datang ke meja dan menghitung total keseluruhan yang kita makan. Perut kenyang, hati senang, akhirnya lanjut pulang ke Siak. Alhamdulillah, nikmat luar biasa.
Tetep jalan-jalan, tetep makan-makan....^^

Ikan patin asam pedas 1 porsi
Sayur 2 piring (2 macam)
Ayam kampung rendang 1 porsi (isi 2 ukuran sedang)
Jeruk hangat 2 gelas
Total = 140.000

Harga : standar untuk daerah Riau 
Lokasi : Jalan karet (jalan utama setelah pertigaan arah mempura), arah Tanjung Buton


*****


Tuesday, 5 May 2015

RM Ulak'an : Ini Baru Makan!!

Beberap hari yang lalu, saya dan suami jalan ke Pekanbaru, ada sedikit urusan. Kami berangkat setelah shalat subuh, sampai Pekanbaru pukul 08.00. Setelah urusan selesai, ngadem dulu sebentar ke puswil sambil nunggu dhuhur. Pukul 12.00 kami langsung balik ke Siak, sekalin jalan pulang, sekalian makan siang dan shalat dhuhur. Beberapa kali ke Pekanbaru tapi belum pernah sekalipun makan sesuai selera atau lidah, pokoknya makanan yang maknyus gitu. Beberapa kali akhirnya makan di ayam kakek-kakek *baca KFC hehe*, lumayan sesuai lidah, harganya pas dan puas. Tapi beberapa kali lihat rumah makan yang ramai dan kamipun berhenti, tapi ternyata kurang maknyus. Kebetulan sekali, setiap lewat jalan lintas timur (arah ke Siak) yang masih daerah kota, saya melihat satu rumah makan besar yang ramai. Sempat beberapa bilang ke suami, kapan-kapan makan disitu yuk, rame banget, kayaknya eanak tuh. Dan akhirnya mampir juga di RM Ulak'an, pas banget tidak begitu ramai, padahal waktunya makan siang.

Setelah memilih tempat duduk,  dengan sigap mas-mas pembawa menu datang, saya memesan ikan bakar, suami pesan ayam bakar. Baru naruh tas cangklong ke meja, tiba-tiba mas-mas datang bawa pesanan kami, wakz, cepet amattt. Ternyata, semua sudah dipersiapkan, jadi ketika ada yang pesan, tinggal antar saja, enak ya, nggak nunggu lama dan masih panas kok. Sayurnya ada nangka masak merah, kuah gulai, daun pucuk ubi dan sambel ijo. Ayam bakarnya, endes bangettt, enak pedes, bumbunya pedes manis, jadi, cucok banget buat lidah wong njowo hehehe. Ayam bakarnya juga enak, tapi kayaknya lebih enak kalau ayamnya digeprak gitu hehehe. Sempat ngerumpi juga pas makan, kira-kira habis berapa ya??yaaa....paling-paling 100an. Harga perkiraan karena rumah maknnya luas, ramai, dan enak. Tapi, ketika saya bayar, luntur sudah perkiraan tersebut. Ikan bakar, ayam bakar, jeruk hangat, es teh, total keseluruhan Rp 43.000. Duh Gustiiii, kaget nggak karuan hahahahaha. Pas di mobil, suami nyeletuk, Ini Baru Makan!!hahaha. Akhirnyaaa, makan enak di Pekanbaru.

Point plus buat RM Ulak'an Pekanbaru
- Ayam dan ikannya, maknyusss (nilai 8)
- Tempatnya bersih 
- Ada mushola terbuka
- Ada kamar mandi
- Parkir mobil laus
- Pelayanan cepat








Tau nggak, Ulak'an itu apa???salah satu nama kampung di Padang Pariaman hehehe. Tetep jalan-jalan, tetep makan-makan, yang penting maknyussss hehehe.


***
RM Ulak'an
Jalan harapan jaya/Imam Munandar Pekanbaru

Monday, 13 April 2015

Jebakan Kopi Susu Peng


Judulnya nggak nguati ya, jebakan??emang kamu kejebak Em...??sedikit tapi nagih hehe. Baiklah, Jelajah Rasa Nusantara kali ini kita terbang ke Batam hehehe. Ceritanya, akhir bulan  lalu kami pulang ke Batam, seperti biasa tempat wajib yang harus kami singgahi salah satunya adalah RM Mi Tarempa. Entah, kami belum bisa move on dan pindah ke lain hati, karena rasanya dari dua tahun yang lalu tidak pernah berubah. Lokasinya di depan Sincom Panasonic Batam Center, yang selalu ramai dan berjubun pembelinya. Jadi, buat yang punya rencana jalan-jalan ke Batam, wajib kesini ya.

Kurang lebih 10 menit dari rumah, pukul 09.00 kami sudah sampai di depan Mi Tarempa. Saya pesan nasi dagang dan luti gendang, suami pingin nyoba mi tarempa basah. Untuk minumnya saya pesan jeruk hangat, suami pesan kopi susu peng, katanya pingin kopi susu gitu. Tidak butuh waktu lama tiba-tiba jeruk hangat datang beserta minuman pesanan suami, saya sempat heran dan saling bertatap muka dengan suami. 
"Mas, sampean pesan apa tadi?" 
"Kopi susu peng.."
"Kok keluarnya milo dingin gitu..."
Suami dengan santai terus mengaduk minuman pesanannya, dan mencobanya.
"Iki kopi susu dek..."
"Lah, bukan milo dingin??"
"Bukan, rasane kopi susu,enak...."
"Cobalah incip...sluurpptt..enak juga ya"
Hiyyyaaa.....hahahaha, jam 9 udah minum es aja nih.


Kopi Susu Peng 
Ternyata, Kopi susu peng itu Es kopi susu, catat HM...biar nggak kejebak lagi hehe. Tapi kejebaknya lumayan menyenangkan, soalnya rasanya enak, nagih gitu hehe. Istilah atau penyebutan Kopi di Batam dan sekitarnya (Kepulauan Riau dan negara tetangga Singapura) masih sama yaitu Kopi. Sedangkan "Peng" artinya dingin, saya belum tahu yang sebenarnya kata Peng ini asli dari Batam, bahasa Melayu atau Mandarin atau bagaimana saya belum mendapatkan informasi lebih lanjut. Jadi Kopi Susu Peng adalah kopi susu dingin hehehe. Ohya, kopi susu peng di Mi Tarempa ini bukan sembarang kopi susu atau kopi susu saset yang ditambah es. Kata suami yang lumayan suka kopi, kopi hitam dibuat dengan air yang direbus lama, dicampur kopi lalu ditambah susu dan es batu. Rasanya memang berbeda dari kopi susu biasanya, rasanya mirip milo, tapi tekstur atau rasa kopinya ada, dan enak bangetttt.  


Kopi susu peng, anyone???



*****
RM Mie Tarempa
Ruko depan Sincom Panasonic Batam Center - Batam
Harga Kopi Susu Peng 8.000 



Wednesday, 25 March 2015

Kerupuk Kuah : Camilan Khas Riau

Nggak afdhol rasanya sudah hampir dua tahun menjejak tanah Melayu Riau, belum pernah menikmati camilan ringan yang bernama Kerupuk Kuah. Pertama kali melihat kerupuk kuah kalau nggak salah di blognya mak Lusi yang kebetulan dulu masih tinggal di Pekanbaru, sekarang sudah balik ke Jawa. Kebetulan pas masih ngekos di Siak dulu, beberapa kali sering dikasih kakak (panggilan untuk ibu kos) kerupuk kuah. Tapi kerupuknya tidak yang lebar seperti yang sering dijual, kerupuk singkong yang ukurannya sedang (diameter 5 sentian), tapi kerupuknya tebal. Biasanya kerupuk semacam ini ada di warung padang di Siak, untuk lauk tambahan. Kuahnya warna kuning, kental ditambah daun bawang dan seledri, jadi harumnya khas, rasanya pun enak. Paling asik di makan atau di cocol pas kuahnya masih hangat. Heummm.....sedapnyoo!!

Nah, pas jalan sore didaerah pecinan Siak. Sempat beberapa kali saya melihat salah satu penjual yang ramai sekali, ternyata jualan kerupuk kuah. Atas nama penasaran, saya ikutan antri untuk membeli kerupuk tersebut. Hanya beli satu, kerupuknya lebar, dikasih kuah, lalu ditambah mi bihun goreng dan ditambah kuah lagi.  Jadi deh kerupuk kuahnya, rasanya lumayan enak, seru ternyata makannya.  Benar-benar kayak anak SD ya hahaha... Ohya, untuk kuahnya, pas saya rasakan mirip sama kuah sate padang tapi yang ini teksturnya agak tebal. Kalau kuah sate padang kan agak encer gitu, tapi yang ini agak padet. Seru camilannya....boleh nih dicoba lagi, nagih soalnya hehe.


 Ambil kerupuknya
 Olesi dengan kuah,sampai rata
 Tambahkan bihun,lalu tuang lagi kuahnya
Taddaaa...kerupuk kuah siap disantap^^

Satu kerupuk buat berdua emang nggak kurang??kurang bangetttt, mau beli lagi kok ya malu sama anak-anak SD ya hahahaha. 
Teman-teman ada yang pernah makan kerupuk kuah??

****

Wednesday, 25 February 2015

Incip-incip Soto Mas Agus Jawa Timur di Pekanbaru

Incip-incip Soto Mas Agus "Jawa Timur" di Pekanbaru

Sabtu kemarin, kemarin kapan Em??sabtu kemarin bulan lalu *tutup selimut* kami jalan ke Pekanbaru. Toyor hidung sendiri, karena postingan numpuk jadi reportasenya numpuk deh hehe. Kalaupun belum bisa keliling ke semua daerah di Riau, setidaknya sudah tau ternyata kalau ke Pekanbaru juga bisa lewat lintas timur hahaha.  Niat banget jalan-jalannya, jadi habis subuh kami langsung jalan. Maunya kita sampai Pekanbaru masih pagi, jadi jalan-jalannya puas seharian. Seperti biasa, kami masih buta kota Pekanbaru, sadarnya tiba-tiba sudah di jalan ahmad yani. Pukul 09.00 suami sudah lapar dan akhirya saya melihat banyak mobil di pinggir jalan, kemudian saya nyeletuk "kayaknya enak nih warungnya,rame soalnya". Atas nama lihat banyak mobil, ramai dan ada tulisan Jawa Timur, akhirnya kami parkir.
Bukti warung ramai^^
Langsung melek lihat tulisan Jawa Timur
Antri antri...
Karena masih antri, jadi kami menyibukkan diri dengan menikmati gorengan yang ada di depan mata. 10 menit berlalu, minuman yang kami pesan datang disusul dua mangkuk soto ayam. Dari tampilannya, pertama kali lihat langsung mbatin Jawa bangetttt, khas banget soto di Jawa Timur. Sebelum saya kasih kecap manis dan sambal, buru-buru saya incip, rasanya belum pas, sepertinya memang disengaja garamnya tidak dibanyakin. Setelah saya kasih kecap manis dan sambal, baru rasanya pecah telor, rindu kampung Jawa terobati sudah. 
Gorengan
saya pilih air puth minumnya^^
Nasi
Tuh kan, Jawa banget nih tampilannya^^
Setelah soto dan nasi ludes, perut kenyang, hati senang, akhirnya kami memilih untuk melanjutkan jalan-jalan keliling kota Pekanbaru. Dua soto dan nasi, satu teh botol sosro, 2 gorengan, dua kerupuk, total keseluruhan RP 30.000. Sempat bengong, buru-buru saya memastikan total keseluruhan ke mbak-mbaknya "tigangndoso mbak?? *30.000 mbak?*" si mbaknya langsung menjawab "enggeh mbak", wakz, murah banget hehehe.  Mari lajut jalan-jalannya....^^


Soto Mas Agus "Jawa Timur"
Lokasi : Jalan Ahmad Yani Pekanbaru, pas disamping kantor ABRI kayaknya *pokoknya sebangsa TNI ABRI gitu deh hehe*


****