Showing posts with label Riau. Show all posts
Showing posts with label Riau. Show all posts

Wednesday, 16 November 2016

Pengalaman Membawa Bayi dari Riau ke Jawa Barat Menggunakan Mobil Pribadi

Awalnya suami hanya berangkat sendiri dari Siak Riau menuju Jawa Barat,tepatnya di Kota Subang menggunakan jalur udara. Tapi mendadak suami berubah pikiran, karena saya di Kota Siak hanya berdua dengan bubuky (11 bulan) dan tidak ada saudara. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke Subang bersama sekaligus membawa mobil pribadi, tentunya lewat jalur lintas timur Sumatera. Awalnya sempat ragu-ragu karena bawa bayi 11 bulan. Tapi kami berpikir positif, bubuky bakal sehat dan bahagia. Kalau mikir negatif pasti imbasnya malah nggak karuan,betul nggak??. Dan hari yang di nanti pun tiba....
Pengalaman Membawa Bayi dari Riau ke Jawa Barat Menggunakan Mobil Pribadi
Apa saja yang perlu disiapkan??
1. Fisik
Setiap pagi bubuky saya beri minum air madu, bukan sebelum berangkat saja tapi saya sudah membiasakan meminumkan air madu pada anak sejak beberapa hari setelah lahir. Selain madu, seminggu sebelum berangkat setiap hari bubuky saya minumin jamu kunir plus madu hehehe. Untung banget ini anak doyan jamu, jadi hayuk mangap aja kalau diminumin jamu.
2. Obat dan minyak dll Bedak, minyak telon, minyak kayu putih, balsem bayi, termometer, sabun dll.
3. Baju dll
- 3 setelan celana+baju lengan panjang
- 3 celana panjang
- 4 celana pendek
- 4 baju lengan pendek
- 1 handuk
- 1 handuk sapu tangan
Sebagian saya masukkan ke tas jinjing (saya bawa terus), sebagian besar saya masukkan di tas baju bayi. Saya taruh di kursi belakang.
4. Popok sekali pakai dll Sengaja saya beli yang isinya 34, sekalian biar nggak beli-beli lagi di jalan. Kok banyak banget???INGAT ya, ini perjalanan jauh, jelajah lintas timur Sumatera. Dimana sebagian besar jalan yang kita lewati adalah hutan sawit dan karet. Kebayang nggak kalau tiba-tiba anak sering pup dan popok habis, sedangkan kita berada di tengah-tengah hutan karet dan anak rewel karena risih. Piye jal???
5. Tisu
Tisu basah saya bawa 2, habis satu saat sampai Palembang. Jadi pas ketemu kota kecil yang banyak toko, langsung beli 2 lagi. Tisu kering hanya bawa 1 buah saja.
6. Mainan
Gelang rattle dan mainan mobil. Tapi pas di mobil bubuky sukanya mainan atau pegang kertas print out sketsa/peta jalur lintas timur. Atau apa saja yang saya pegang atau ambil selalu di minta,misal botol air minum dll.
7. Bantal kecil Untuk tidur anak.
8. Selimut Saya bawa selimut tebal halus tapi ringan, hadiah dari seorang sahabat di Batam. Kebetulan bubuky saya pangku, jadi kalau tidur biasanya saya kasih alas dan bantal selimut. NgASI sebentar kemudian langsung tidur, sebisa mungkin mangku anak gantian ya mom. Lumayan linu juga punggung dan tangan mangku anak tidur hehehe.

Usia bayi 11 bulan, makannya gimana?
Peralatan makan yang saya bawa ada mangkuk, gelas dan sendok. Makanan untuk anak sengaja saya belikan biskuit bayi, kalau sedang istirahat dan makan siang kita bisa pesankan anak jus buah tanpa gula dan air sedikit. Tapi ternyata selama perjalanan bubuky nggak mau makan, ngamuk pas dikasih makan, jadi minum ASI aja hehehe.

Tidurnya gimana?
Sebenarnya bisa saja kita gelar kasur di kursi belakang, anak bisa tidur leluasa. Tapi saya kemarin lebih memilih untuk memangku bubuky, baik saat dia bangun maupun saat tidur. Meskipun resikonya tangan linu plus capek, tapi saya lebih tenang aja rasanya dibandingkan dia tidur di belakang sendirian. Mana jalannya kadang naik turun, belokan dan tikungan tajam. Jadi, saya pangku aja selama 3 hari.

Alhamdulillah, selama perjalanan darat 3 hari 3 malam dari Kota Siak Riau sampai Kota Subang bubuky aman dan baik hati banget. Ohya, setiap sampai hotel, sebelum tidur dan mandi pagi saya selalu pijat badan bubuky, biar fresh dan nggak capek hehehe.
Teman-teman ada yang punya pengalaman serupa??

**********

Friday, 11 November 2016

Perjalanan Darat Lintas Timur Sumatera dari Riau ke Jawa Barat

Bermula dari kabar mendadak di malam hari, akhirnya tibalah saatnya kami bergegas untuk mencari banyak info tentang perjalanan darat lintas timur Sumatera dan packing barang. Tidak banyak waktu, hanya kurang lebih 10 hari kami harus meninggalkan Siak Riau.
Perjalanan Darat Lintas Timur  Sumatera   dari Riau ke Jawa Barat
Tanggal 28 oktober 2016 kami (saya, suami dan bubuky "11 bulan") berangkat menggunaan mobil pribadi dari Kota Siak Riau pukul 05.20. Tak lupa bekal print out sketsa/peta jalur lintas timur Sumatera,karena ini perjalanan pertama kami jelajah lintas timur Sumatera. Perjalanan di Provinsi Riau tergolong lancar, kondisi jalanan mulus naik turun meskipun di beberapa titik kondisi jalan rusak. Pukul 13.00 kami sampai di Jambi, daerah perbatasan Riau - Jambi. Setelah istirahat dan makan siang kami lanjut perjalanan, targetnya malam sudah harus sampai di Kota Palembang. Tapi ternyata, jarak tempuh dari Jambi ke Palembang lumayan jauh, kurang lebih 12 jam, hohoho. Kami baru sampai Kota Jambi pukul 17.00, setelah mengisi bensin perjalanan berlanjut. Akhirnya sampai juga di Palembang pukul 19.00. Target sampai di Kota Palembang meleset karena mendadak kena macet di tengah hutan sawit dan karet. Ada dua mobil tronton yang bertabrakan, jadinya buka tutup. Macet di daerah ini kurang lebih ada 2 jam. Pukul 23.45 baru sampai di kota kecil. Sudah malam dan targetnya sudah harus istirahat, setelah makan malam di warung pecel lele kami memutuskan untuk mencari penginapan. Sudah malam waktunya tidur.
Esoknya pukul 08.00 kami berangkat menuju Kota Palembang, sampai daerah kota pukul 10.30. Jalanan di Palembang banyak yang rusak, jadi harus benar-benar hati-hati saat berkendara. Kalau nggak awas, siap-siap sering masuk lubang jalan raya yang bisa merusak ban mobil. Nggak afdhol rasanya ke Palembang nggak makan pempek, berhubung waktunya mepet, mau cari pempek Pak Raden dan Candy ternyata jauh. Akhirnya cari pempek di jalan lintas timur sambil ngopi biar nggak ngantuk. Setelah makan pempek perjalanan berlanjut ke Kota Lampung. Sempat kesasar 1 jam di Kota Palembang karena kurang jelasnya petunjuk/arah menuju Kota Lampung. Pukul 13.00 sampai juga masuk di perbatasan Palembang - Lampung. Dibandingkan dengan Palembang, jalanan di daerah Lampung lumayan mulus meskipun dibeberapa titik ada jalanan yang rusak. Sampai Kota Mesuji pukul 20.00, sengaja lanjut perjalanan satu jam lagi karena masih belum terlalu malam. Pukul 21.00 kami cari penginapan, setelah fix lalu lanjut makan malam di depan hotel kemudian istirahat.
Esoknya setelah sarapan, pukul 08.00 kami lanjutkan perjalanan. Sebenarnya ada dua jalur untuk menuju ke Bakauheni, yang pertama lewat Kota Bandar Lampung, yang kedua lewat jalan alternatif yaitu daerah Sukadana atau daerah menuju Way Kambas. Jalanan yang kedua lumayan sepi dibandingkan dengan jalur Kota Bandar Lampung. Karena kami mengejar waktu,akhirnya pilihan jatuh lewat jalur kedua. Jalanan lumayan sepi, bagus dan banyak sekali petunjuk menuju Bakauheni. Jadi, nggak usah takut kesasar. Sampai Bakauheni pukul 13.30, sebelumnya istirahat dan makan siang dulu di Soto Bokong, sotonya enak dan bikin badan tambah seger hehehe. Setelah beli karcis, mobil langsung masuk kapal dan kami langsung istirahat di ruangan AC. Perjalanan kapal dari Bakauheni ke Merak kurang lebih 2 jam. Pukul 17.00 mobil keluar dari Pelabuhan Merak dan langsung naik tol menuju Jawa Barat tepatnya ke Kota Subang.
Jangan lupa,istirahat waktunya makan enak!!

Menurut bapak-bapak yang kami tanya, Merak - Subang kurang lebih 4 jam. Tapi estimasi tersebut meleset ketika di tengah tol Jakarta, mendadak kami keluar jalur tol, huhuhu. Dan dramapun dimulai, selama 2 jam kami terjebak di Kota Jakarta. Nggak tahu arah mau masuk tol,lumayan stres juga hehehe. Setelah berkali-kali tanya dan dua kali salah masuk pintu tol, akhirnya di pukul 22.30 kami masuk tol yang seharusnya. Rasanya, kayak habis lahiran, legggaaaaa. Keluar pintu tol Subang pukul 00.02, keliling kota sambil cari penginapan. Setelah dapat hotel, saya sholat, bubuky guling-guling di kasur dan suami pesan makan malam yang kedua, stres nggak bisa keluar dari Jakarta itu bikin perut laper banget lo hehehe.

Akhirnya perjalanan darat lintas timur Sumatera dari Kota Siak Riau menuju Jawa Barat, menghabiskan waktu 3 hari 3 malam. Alhamdulillah lancar, kami sehat, apalagi bubuky, sehat banget.... perjalanan yang indah dan mengesankan, terima kasih Indonesia.

*****************

Sunday, 6 November 2016

7 Tempat Wisata di Kota Siak

Ada yang sudah pernah jalan-jalan ke Kota Siak?atau jangan-jangan belum pernah dengar nama Kota Siak?. Jadi Kota Siak berada di Provinsi Riau, satu setengah jam dari Kota Pekanbaru jika ditempuh menggunakan mobil pribadi. Dua jam jika ditempuh menggunakan speedboat. Kalau dari luar Sumatera bisa menggunakan pesawat kota tujuan Pekanbaru. Apalagi sekarang ada promo tiket pesawat dari tiket2.com, lumayan kan budgetnya bisa buat yang lain. Terus ada wisata apa saja di Kota Siak, yuk simak ulasan berikut. 

 7 Tempat Wisata di Kota Siak
1. Istana Siak
Kota Siak terkenal dengan julukan Kota Istana, karena di sana terdapat Istana yang lokasinya terletak di tengah-tengah kota. Istana Siak buka dari pagi sampai sore. Tidak perlu membawa guide karena di dalam Istana Siak ada banyak guide yang siap bercerita tentang sejarah kota dan kerajaan Siak.
2. Jembatan Siak 
Jembatan Siak diresmikan oleh bapak Susilo Bambang Yudhoyono tahun 1997, ketika menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Ketika akan memasuki Kota Siak, kita pasti melewati jembatan ini. Jika ingin mengabadikan jembatan Siak, kita bisa parkir kendaraan di area masjid,karena kendaraan roda empat dan dua tidak boleh parkir sembarangan di atas jembatan. 
3. Museum dan Sejarah Balairung Sri 
Tidak jauh berbeda dengan Istana Siak, museum dan sejarah Balairung Sri berisi banyak koleksi dan arsip peninggalan kerajaan Siak. Lokasinya tidak jauh dari Istana Siak, kurang lebih setengah kilo, tepatnya di samping pelabuhan speedboat. 
4. Taman Tengku Mahratu 
Lokasi Taman Tengku Mahratu tepat di depan Istana Siak atau di sebelah lapangan depan Istana. 
5. Sungai Siak Nggak afdhol rasanya kalau jalan-jalan ke Siak tidak melihat langsung sungai Siak. Salah satu sungai terdalam di Indonesia. 
6. Taman Baru Pinggir Sungai Siak 
Kebetulan taman ini baru jadi, tapi sudah ramai setiap sore. Karena tamannya luas, ada area bermain anak dan kumpul keluarga. Lokasinya kalau dari arah Istana Siak, setelah Museum dan Sejarah Balairung Sri. 
7. Pusat Kuliner Pinggir Sungai 
Sambil menunggu sunset di pinggir sungai Siak, tak ada salahnya sambil makan bakso atau sate padang. Lokasi pusat kuliner pinggir sungai tepatnya di daerah turab. 

Ohya, sekedar informasi saja,bahwa di Kota Siak belum ada transportasi umum kota, seperti angkutan umum atau taxi. Adanya hanya bentor atau becak motor. Kalau antar kota ada tapi tidak setiap jam, ada jadwalnya. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung tanya di pelabuhan speedboat. Jadi, kapan liburan ke Kota Siak?? Semoga bermanfaat..

Wednesday, 2 November 2016

Meninggalkan Kota Siak Riau

Tidak terasa 3 tahun saya dan suami tinggal di Kota Siak Riau. Banyak hal dan pengalaman baru yang saya dapatkan selama 3 tahun belakangan. Orang baru yang menjadi keluarga baru, mengenal tradisi dan budaya baru, tempat baru, kebiasaan baru, makanan baru, dan masih banyak lagi.

Hal-hal yang Tidak Terlupakan Selama Tinggal di Kota Siak Riau
1. "Ternyata" kotanya kecil
Pusat kotanya kecil, jalannya luas, lebar, dan sepi. Pokoknya jauh dari hiruk pikuk kota. Nyaman, adem, tentrem kerto raharjo hehe.
2. "Norak" lihat bangunan kecil dan bagus, eh ternyata Istana Siak
Pertama kali diajak suami keliling kota lewat depan Istana Siak. Awalnya nggak tau kalau bangunan tersrbut adalah istana, nyampe kos baru tanya ke suami. Eh ternyata itu Istana Siak. Dari sinilah saya mulai baca banyak tentang Kota Siak di internet. Kemudian mulai explore Kota Siak.
3. Belajar bahasa melayu
Bahasa melayu identik dengan memberikan "do" diakhir kalimat atau pembicaraan warga sekitar. "Tak ada do....". Warga sini ngomongnya cepat, jadi bener-bener harus belajar dan cari tau artinya. Dari mulai "saya" " kamu" dan lain sebagainya. Saya, awak. Kamu, miko..
4. Dapat keluarga baru
Dulu waktu masih ngekos sering dikirimin ibunya tetangga kos kue dan lauk pauk. Atau apa aja yang ada di rumah, kalau lagi panen cempedak ya dibawain cempedak. Kalau musim rambutan atau mangga ya dibawain. Sampai sekarang juga saya kadang main ke rumahnya.
5. Banyak warung padang
Di Siak banyak banget orang Padang, jadi mayoritas warungnya ya warung padang.
6. Buah mahal
Dulu awal-awal sempat heran,buah disini kok mahal. Sama harganya kayak di Batam. Misalnya harga pisang satu sisir 13-16 ribu padahal.
7. Merasakan makanan Siak
Camilan khas Riau ada kerupuk kuah. Sambal belacan yang super pedas dan sup tunjang yang seger dan msknyus pisan.
8. Sering makan ikan laut dan sungai
9. Nggak ada angkutan umum
Adanya cuma bentor alias becak motor, kalau mau ke Kota Pekanbaru bisa naik speed boat dan travel mobil pribadi.
10. Warna air sungai Siak hitam
Ya karena tanah gambut, jadi warnanya hitam kehijau-hijauan.
11. Warung pecel lele Mempura
Atas nama pinginnnnnn banget ngerasain masakan khas Jawa. Akhirnya ketemu pecel lele Lamongan yang sambelnya, duh enak bangettt dan bikin nagih.
12. Banyak biawak dan monyet Biawak
Mulai dari yang ukuran kecil sampai segede buaya ada, ngeri pokoknya. Kalau monyet, di belakang kontrakan masih kecil tapi ya gitu, tetep ngerilah. Biasanya kalau ada biawak lewat di belakang kontrakan, atau monyet gelantungan di pohon belakang saya cuma intip dari jendela.
13. Naik speed boat sepanjang sungai Siak
Kalau mau ke Pekanbaru bisa naik travel atau speed boat. Naik speed boat lebih seru, karena bisa tahu dan lihat banyak hal di sepanjang perjalanan.
14. Nggak ada mall
Paling kalau mau refreshing ya mentok pergi ke Pekanbaru, ngadem di mall hehe.
15. Syukurlah alfa dan indomaret sudah ada
Baru setahun belakangan sudah ada di Siak, nggak hanya satu tapi banyak kakakkk. Nggak ada mall, ngadem disini juga boleh. Muter-muter aja endingnya cuma beli esgrim 2 hahaha.
16. Nggak ada yang jual sate gule
Suer, kadang ngempettt banget pingin makan sate kambing plus gule. Tapi...nggak ada yang jual. Ada sih tulisannya aja tapi pas ditanya jawabnya bikin kecewa.
17. Nggak ada yang jual nasi pecel
Lontong pecel ada, tapi kalo nasi pecel pincuk plus ceriping dan tempe goreng nggak ada. Huhuhu.
18. Nongkrong sore di pinggir sungai Siak
Kegiatan "our time" yang asik banget, nunggu sunset sambil ngejus dan nyemil sate padang/bakso/mi ayam.
19. Kalau sore banyak warga Siak yang jogging atau sepedaan.
20. Asap dan kebakaran hutan
Ini mah ngenes banget, sedih rasanya kalau musim asap tiba. Tahun kemarin yang bener-bener parah, Alhamdulillah akhir tahun ini hujan dan cerah ceria.

Tiga tahun rasanya nggak kerasa tinggal di Siak Riau, eh tiba-tiba suami mutasi karena ada proyek baru. Yasudah, perjalanan explore Kota Siak selesai sudah, jadi duta Siak juga sudah habis masanya, ceileee. Terima kasih Kota Siak nan indah di mata dan di hati. Semoga suatu saat bisa mampir ke Istana Siak lagi. Semoga Kota Siak semakin maju, sejahtera. Gemah ripah loh jinawi tentrem kerto raharjo, yesss...
See you next time^^

Thursday, 27 October 2016

#dariwarungkewarung Warung Nasi Padang di Kota Siak

#dariwarungkewarung Warung Nasi Padang di Kota Siak. Dulu, ketika saya masih duduk di bangku SMA sempat berpikir bahwa makan di rumah makan Padang adalah hal yang istimewa. Kebetulan waktu itu rumah makan Padang di Jawa yang sering saya lihat adalah rumah makan besar yang bangunannya khas rumah minang. Jadi, sempat mikir dan mbatin kalau makan dirumah makan itu pasti mahal dan yang makan orang yang beruang (uangnya banyak) hehe.

Sampai pada akhirnya setelah bertahun-tahun, saya menikah dan merantau di Batam. Disana lumayan banyak dan sering makan siang di warung Padang, tapi kebanyakan warung biasa atau seperti rumah makan pada umumnya. Geser sedikit ke Riau, tepatnya di Siak. Tinggal di kota ini sudah pasti awalnya kaget karena jarang ada warung yang jual nasi campur khas Jawa pada umumnya, sudah dipastikan warung dan rumah makan di Siak mayoritas rumah makan Padang. Bohong rasanya kalau Nasi Padang itu nggak enak, yang ada bikin lidah ketagihan, suer...pengalaman pribadi hehe. Nah, kali ini saya mau ajak teman-teman makan siang di warung/rumah makan Padang di Siak. Nggak hanya satu warung tapi dari warung ke warung. Artinya, kalau mau liburan ke Siak silahkan coba salah satu atau dua warung nasi Padang berikut. Makan siang rame-rame sambil lihat Info Selebriti Terkini Okezone.


1. RM Ampera Sederhana
 Perama kali sampai Kota Siak, suami langsung mengajak saya makan disini. Kalau jam makam siang rumah makan ini selalu ramai, ramai sekali lo...sampai antri diluar. Kadang jam 5 sore juga ramai, biasanya lauknya baru dihangatkan dan ada menu baru. Disini harganya murah dan kadang kalau dibungkus ada tambahan lauknya. Soal rasa, standar nasi Padang. Dari 1-10, saya kasih 7,3. Lokasinya di jalan sutomo, dari pertigaan SDN 05 kurang lebih 500 meter disebelah kanan jalan atau di depan toko busana Khazanah.
2. RM Pondok Bambu Jihan
Pertama kali kesini waktu kopdar dengan mak Ida, blogger Jogja. Rumah makan ini tempatnya cukup luas, ada dua pilihan tempat duduk, kursi dan lesehan. Seringnya pengunjung disini banyak yang rombongan, mungkin karena tempatnya luas untuk makan bersama. Soal rasa, saya beri 7,3. Rumah makan ini terletak di jalan sapta taruna depan hutan kota. Kalau dari arah jembatan Siak berada di sebelah kiri jalan.
3. RM Wan Syafariah
Kalau banyak rumah makan Padang biasanya beberapa ada yang menyediakan menu khas. Misalnya gulai tunjang atau sambal belacan. Nah, yang khas di rumah makan ini adalah ada udang galah sungainya. Ukurannya besar atau jumbolah. Udang galah kurang lebih setengah kilo harganya Rp 65.000. Ohya, disini juga selalu disediakan lalapan disetiap meja makan. Lokasinya di dekat Taman Mahratu, pasar lama. Tepatnya di pojokan, pas di samping kuburan (warungnya membelakangi kuburan). Soal rasa, saya beri 7,5.
4. RM Awak Juo
Sebanyak apapun warung nasi Padang di satu kota, setiap jam makan siang pasti selalu ada pengunjung. Tak terkecuali rumah makan ini, pembelinya tak hanya makan siang ditempat melainkan banyak juga yang via telpon atau sms. Jadi tinggal bayar dan ambil tanpa harus menunggu lama. Soal harga, satu porsi nasi Padang lauk ayam rendang dihargai Rp 15.000. Ada sayur, sambal dan yang istimewa adalah sambal kering tempe dan ikan asin yang renyah. Saya dan suami cocok banget makan siang disini, soal rasa saya beri 7,5. Ohya, rumah makan ini di dekat pertigaan menuju Istana Siak. Dari pertigaan, kalau ke Istana belok kanan kalau ke rumah makan Awak Juo belok kiri sedikit kemudian belok kanan. Rumah nomor 3, depan rumah kayu yang bertingkat dua.
5. RM Tenda Biru
Dari tahun lalu saya dan suami lumayan sering beli disini, tempatnya tidak di pusat kota melainkan di jalan hang tuah, lokasinya tepat di depan pertigaan arah ke Sport Hall. Soal rasa, saya beri 7,5. Ohya, yang jadi lauk favorit disini adalah ikan dan ayam bakarnya.Paling enak makan nasi padang sambil nonton tv, acaranya Info Selebriti Terkini Okezone hehehe.
Sebenarnya masih ada beberapa, cuma saya tidak tahu nama jalannya. Takut malah nyasar nanti hehe. Jadi, kalau ke Siak bolehlah makan siang di warung Padang.

****

Sunday, 16 October 2016

#siakbermahdah Selamat Ulang Tahun Kota Siak Sri Indrapura


Assalamu'alaikum... Dari beberapa hari yang lalu, banyak atribut yang dipasang di sepanjang jalan raya khususnya di Kota Siak. Bukan dalam rangka 17 agustus atau hari kemerdekaan, melainkan ulang tahun Kota Siak yang ke-17 tahun. Sudah berbagai kegiatan yang dilakukan oleh jajaran Pemkab Siak, salah satunya pembukaan Festival Siak Bermahdah yang ke 14 di tahun 2016 ini. Berbagai lomba yang akan ditampilkan, partisipannya bukan hanya dari dalam negeri melainkan juga dari luar negeri. Diantaranya dari Thailand, Singapura dan Malaysia. Salah satu event yang selalu ditunggu-tunggu di hari jadi Kota Siak adalah event Tour de Siak. 


Kali ini Tour de Siak akan berlangsung mulai tanggal 17-22 oktober 2016. Ohya, hampir lupa ni, pembukaan event Tour de Siak akan ada penampilan kompang yang diikiti lebih dari 1000 orag. Jadi, yang mau liburan ke Kota Siak, jangan lewatkan event ini. Ohya, ada juga bazarnya lo, kalau dulu selalu di area depan Istana Siak tapi kali ini bazarnya ada di dekat atau samping gedung lembaga adat Melayu. Tapi mulai kemarin sudah berpindah lagi di dekat Istana Siak karena besok akan ada Tour de Siak. So....buat Kota Siak, Selamat Ulang Tahun yang ke 17. Semoga kotanya semakin maju, indah, jauh dari keributan dan tentunya menjadi kota uang penuh berkah untuk masyarakatnya..aamiin. (dari Blogger Siak^^) 
Teman-teman ada yang punya rencana liburan ke Kota Siak??

Tips Liburan ke Kota Siak Sri Indrapura - Riau

Tips Liburan ke Kota Siak Sri Indrapura - Riau. Tinggal beberapa bulan lagi libur sekolah dan tahun baru menanti, artinya teman-teman sudah pada merencanakan kira-kira libur sekolah atau libur tahun haru kemana ya. Atau masih bingung mau kemana??baiklah, postingan kali ini khusus buat teman-teman HM Zwan yang lagi bingung mau liburan kemana saat hari libur. Gimana kalau ke Siak - Riau??ada yang belum tau Kota Siak??makannya yuk main ke Siak...
Kota Siak Sri Indrapura lebih dikenal dengan sebutan Kota Siak, kota kecil yang ada di tengah-tengah hutan sawit yang berada di Provinsi Riau. Dari Kota Pekanbaru bisa ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam menggunakan mobil pribadi dan 2,5 jam menggunakan speed boat . Kota Siak terkenal dengan Istana Siak yang sampai saat ini istananya masih berdiri kokoh di tengah-tengah kota. Selain Istana Siak, Kota Siak juga terkensl dengan sungai Siak. Konon dungai Siak merupakan salah satu sungai terdalam di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi??yuk liburan ke Kota Siak..

Tips Liburan ke Kota Siak 
1. Perbanyak info tentang kota Siak
Teman-teman bisa mencari info melalui web Pemerintah Kota Siak atau bisa juga baca info melalui blog ini. Mulai dari bagaimana kotanya, apa saja tempat wisatanya, tempat penginapan dan lain sebagainya.
2. Tulis itinerary
Buat sebagian orang, menulis atau melist itinery adalah hal wajib. Tapi sebagian orang lebih suka tantangan, semuanya dicari ketika sudah berada di tempat atau kota tujuan.
3. Catat hal-hal sepele tapi penting banget
- Transportasi Ingat baik-baik, di pusat Kota Siak tidak ada transportasi umum seperti di kota-kota pada umumnya. Misalnya angkutan umum, taxi, angkot dll. Adanya hanya bentor atau becak motor. Kalau teman-teman mau keliling Kota Siak bisa naik bentor. Lumayan banget jalan keliling kota sambil santai sambil makan es krim..uwwww..
- Tempat jual oleh-oleh Di area Istana Siak ada penjual oleh-oleh tapi banyaknya berupa barang. Misalnya kaos atau gantungan kunci. Oleh-oleh berupa dodol khas Riau biasanya ada di depan Istana Siak atau di dekat Taman Mahratu. Atau kalau teman-teman pingin cari oleh-oleh kue atau camilan bisa langsung ke toko roti MG.
 - Tempat kuliner enak dan recomended
Pagi-pagi sambil jalan keliling kota tak lupa bawa tas yang belanja online di MAPEMALL buat cari sarapan. Mau sarapan apa??ada bubur ayam enak, letaknya tidak jauh dari Istana Siak atau dekat pertigaan menuju Istana. Atau mau sarapan pecel/gado-gado/lontong sayur, bisa langsungke warung yang nggak ada sepinya. Tepatnya di jalan sutomo,kurang lebih 200 meter dari pertigaan SDN 05, warung pecel pertama ya. Karena ada dua warung di daerah situ. Atau mau sarapan nasi lemak sambil lihat monyet??langsung aja ke daerah hutan kota. Karena disana aja warung nasilemak yang maknyus banget, lokasi warungnya pas di depan gerbang hutan kota. Warungny ada di depan, dan belakang warung ada rumah petak dua. Kalau tahun lalu harga satu porsinya 9000, sekarang mungkin naik atau masih sama. Jadi silahkan pilih sarapan asik di Kota Siak.

Gimana??udah ada gambaran mau liburan ke Kota Siak kapan?? Semoga bermanfaat

***

Transportasi ke Kota Siak dari Batam

Transportasi ke Kota Siak dari Batam. Saya baru ingat kalau ada beberapa teman yang pernah menanyakan perihal transportasi menuju ke Kota Siak. Kali ini saya mau sharing tentang transportasi ke Kota Siak dari Kota Batam. Mengapa dari Kota Batam? Karena saya seringnya berangkat ke Kota Siak dari Kota Batam, tapi tenang aja, dibawah nanti akan saya beri ulasan sedikit untuk transportasi ke Kota Siak dari kota lain. 


Transportasi ke Kota Siak dari Kota Batam
1. Udara
 Kalau naik pesawat langsung tujuan Kota Pekanbaru. Dari Kota Pekanbaru ke Kota Siak bisa dengan dua jalur. Jalur darat menggunakan travel mobil pribadi, sedangkan jalur sungai menggunakan speed boat yang ada di pelabuhan Sungai Duku. Untuk travel biasanya ada yang stand by setiap waktu tapi untuk speed boat, terakhir berangkat pukul 15.00. 2. Laut Untuk transportasi laut bisa menggunakan kapal cepat dan kapal roro.
 - Kapal cepat
Untuk kapal cepat, kita bisa ke pelabuhan Sekupang. Kapal cepat berangkat setiap hari pukul 7.30, jadi sebisa mungkin kita sampai Sekupang jam 07.00. Karena dikhawatirkan kapal berangkat lebih awal. Penumpang tidak menunggu di ruang tunggu tapi langsung masuk ke kapal. Ingat, sebelum masuk kapal jangan lupa tanya dulu "ke Buton pak?". Karena ada dua kapal cepat, yang satu tujuan Dumai satunya lagi ke Buton - Siak. Ohya, jangan lupa bawa makanan ya, biasanya sebelum sampai pelabuhan saya mampir dulu di Alfamart, tapi sayang saya belum jadi member Alfamart. Selain membawa snack, saya juga bawa bekal nasi untuk makan siang, tau sendiri kan kalau beli nasi dikapal biasanya ikannya kecil hehe. Perjalanan menggunakan kapal cepat ditempuh selama kurang lebih 5 jam. Berangkat pukul 07.30 dari Sekupang, sampai Buton biasanya pukul 13.00. Selanjutnya ke Kota Siaknya bisa menggunakan travel mobil pribadi, di area pelabuhan Buton banyak jasa mobil travel.
 - Kapal roro
Ini berlaku untuk penumpang yang ingin ke Siak Riau atau wilayah Sumatera menggunakan kendaraan pribadi (roda dua maupun roda empat). Kapal roro berangkat dari pelabuhan Telaga Punggur. Kapal tidak langsung sampai Buton tapi ganti kapal lagi di Tanjung Balai Karimun. Jangan lupa bawa snack dan bekal makan siang, kalau snacknya saya beli di Alfamart, hbelibanyak tapi nggak ada diskonkarena belumjadi member Alfamart. Jadwal pemberangkatan kapal roro dari Kota Batam ke Tanjung Balai Karimun setiap hari rabu dan minggu pukul 09.00. Sedangkan dari Tanjung Balai Karimun ke Buton - Siak kapal roro berangkat hari senin, rabu dan jum'at.

Transportasi ke Kota Siak dari Kota Pekanbaru
Ini khususon buat teman-teman selain dari Kota Batam.
 - Udara dan darat Jika berangkat dari kota A,B,C dll menuju Kota Siak, pastikan tujuan kota yang disinggahi pesawat adalah Kota Pekanbaru. Ini juga berlaku untuk transportasi darat, misalnya dari Kota Padang atau Jambi dll. Jika naik pesawat, ke Kota Siaknya bisa naik travel mobil pribadi atau speed boat. Kalau naik kendaraan pribadi bisa lewat jalur Perawang dan Maredan. Tahun lalu saya pernahlewat jalur Perawang, cuma kondisi jalannya rusak,mungkin sekarang sudah bagus. Kalau jalur Maredan jalannya sudah bagus, tahun lalu beberapa kali saya ke Pekanbaru tapi terakhir kemarin jalannya sudah bagus. Jadi, gimana teman-teman sudah punya gambaran kan kalau misalnya mau ke Kota Siak.

Gampang banget kok, meskipun di awal sempat mbayangin kalau Kota Siak itu ditengah-tengah hutan sawit,tapi tenang aja.,kalau sudah sampai Kota Siak dijamin bahagia karena melihat kota baru dengan pemandangan alam yang masih segar dan membuat hati bahagia.
Semoga bermanfaat...

***

Wednesday, 28 September 2016

Serunya Perjalanan dari Batam ke Riau Menggunakan Kapal Roro

Tidak ada yang lebih indah selain perjalanan yang menyenangkan. Tepatnya hari rabu minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk balik ke Riau menggunakan kapal roro. Biasanya kami memilih menggunakan kapal cepat tapi kali ini karena membawa mobil pribadi, akhirnya naik kapal roro. Ya, hitung-hitung jalan-jalan seru sambil menikmati indahnya laut. Ohya, kami tidak hanya berdua, tapi kali ini sudah bertiga, Bubuky yang usianya baru 9 bulan juga ikut naik kapal roro. Pengalaman baru dan pertama naik kapal roro membawa bayi ceritanya sudah saya posting beberpaa hari yang lalu, jadi kalau ada teman-teman yang maju mundur ingin membawa bayi naik kapal roro, silahkan dibaca, semoga membantu ya. 


Perjalanan dari Batam Menuju Tanjung Balai Karimun 
Untuk jadwal keberangkatan kapal roro dari Batam menuju Tanjung Balai Karimun dua kali dalam seminggu, hari rabu dan minggu berangkat pukul 09.00 pagi. Untuk pendaftaran mobil yang berangkat hari rabu dibuka pendftaran hari minggu. Kalau kapal berangkat hari minggu, pendaftran mobil dibuka hari kamis. Daftarnya hanya mencatat nama dan nomor plat mobil. Untuk mobil pribadi dari Kota Batam dibatasi hanya 16 mobil, jadi sebisa mungkin daftar di hari minggu/kamis pagi. Biaya mobil pribadi sekali jalan Rp 900.000, total dengan penumpang jadinya Rp 1.021.000.

Perjalanan laut menggunakan kapal roro dari Pelabuhan Telaga Punggur ke Tanjung Balai Karimun ditempuh selama 7 jam, kapal berangkat pukul 10.00. Sampai Tanjung Balai Karimun pukul 18.30. Sengaja saya dan suami memilih hari rabu karena bisa langsung ganti kapal roro menuju Buton - Siak Riau tanpa menunggu lama atau hari lain. 

Perjalanan dari Tanjung Balai Karimun Menuju Buton – Siak Riau 
Untuk jadwal keberangkatan kapal roro dari Tanjung Balai Karimun menuju Buton – Siak Riau tiga kali dalam seminggu, hari senin, rabu dan jum’at. Pendaftarannya sendiri langsung sebelum kapal berangkat. Pengalaman kemarin, ketika mobil keluar dari kapal langsung ada petugas pelabuhan yang bertanya dan mencatat nomor pala mobil. Jika tujuan ke Karimun, mobil langsung lurus, tapi kalau mau lanjut dan naik kapal roro ke Buton – Siak Riau mobil disuruh parkir ditempat yang sudah disediakan. 

Untuk pembelian tiket, kita tidak beli di loket yang ada di ruang tunggu tapi ada petugas pelabuhan sendiri yang nantinya menghampiri mobil yang ada di parkiran khusus. Kalaupun waktu mobil diarahkan masuk ke kapal tapi kita belum beli tiket, nggak usah risau, karena akan ada petugas lain yang menghampiri mobil kita. Biaya mobil pribadi sekali jalan plus satu penumpang (pengemudi) Rp 1.073.00, untuk penumpang lain perorang dikenai biaya Rp 50.000. Perjalanan laut menggunakan kapal roro dari Tanjung Balai Karimun berangkat pukul 21.00 dan sampai di Buton – Siak Riau pukul 08.30. 


Serba-serbi Naik Kapal Roro 
1. Apa saja yang perlu disiapkan? 
Banyak hal, mungkin kalau hanya saya dan suami persiapannya nggak begitu ribet. Karena perjalanan kali ini membawa bayi, hal yang perlu disiapkan banyak banget, mulai dari bawa bed cover tebal, bantal, makan siang, camilan, minuman, mpasi buat Bubuky, mainan sampai obat-obatan. Selain itu, kita juga bisa mempersiapkan asuransi juga, sebisa mungkin Asuransi Perjalanan yang Paling Bagus sekalipun. 

2. Gimana rasanya naik kapal roro? 
Pertama, masuk angin, hehehe. Ternyata jendela di kapal roro itu lebar-lebar ya, kebetulan kapal roro yang pagi jendelanya lumayan lebar. Jadinya angin laut lumayan kencang, alhasil masuk angin, untung bawa minyak masuk angin dan jaket. Jadi teparnya nggak lama, paling dibawa tiduran aja sambil main dan nonton film warkop hehehe. Kedua, seru. Nggak seru kalau di kapal nggak ada warungnya, kali ini warungnya lumayan komplit kayak Matahari Mall, bisa beli kopi, teh panas, mi rebus, camilan dan kerupuk. Nggak seru kalau di kapal nggak ada tv nya, untungnya ada tv layar besar jadi sambil tiduran sambil lihat film warkop dan ngakak bareng penumpang lain. Ketiga, bisa pilih tempat duduk. Kalau di kapal cepat biasanya hanya tempat duduk kursi sender saja, tapi kalau di kapal roro itu ada dua pilihan. Tempat duduk kursi sender dan tempat tidur lesehan, saya pilih duduk dan tidur di tempat tidur lesehan. Pingin tidur empuk di kapal roro?bisa dong, tinggal nyewa tempat tidur kasur lipat, semalam dihargai Rp 30.000. Lumayan buat tidur berdua sama Bubuky, badan nggak encok, yang penting hati bahagia. Tul nggak?? 


3. Ada nggak pengalaman seru lainnya?
Ada dong, pastinya. Apapun makanannya, apapunlauknya kalau makan di kapal itu rasnaya nikmat banget, waktu itu makan siang kami menunya mi goreng satu bungkus, nasi ayam ijo dan sayur satu bungkus, plus peyek kacang ijo dari bulek. Duh Gusti, nikmatnya. Selama menunggu kapal roro kami sempat ngemper cantik selama 4 jam, 2 jam di Pelabuhan Telaga Punggur dan 2 jam selanjutnya di Tanjung Balai Karimun. Kenapa nggak nunggu di ruang tunggu?karena menunggu di ruang tunggu itu terlalu biasa, hehehe. Nggak sih, seru aja rasanya lihat orang wira-wiri di pelabuhan, lihat truk-truk besar masuk kapal, dan lain sebagainya. Intinya, menikmati suasana pelabuhan. 

Untuk pertama kalinya saya naik kapal roro, rasanya menyenangkan banget, seru aja rasanya. Meskipun dibuka dengan masuk angin yang akhirnya harus oles minyak sana-sini, tapi selanjutnya menikmati banget perjalanannya. Ohya, satu lagi, hidup adalah pilihan, jadi sebelum jalan-jalan jangan lupa persiapkan Asuransi Perjalanan yang Paling Bagus ya.. 

Teman-teman ada yang punya pengalaman serupa??naik kapal roro masuk angin??ayo dong sharing…^^ 

***

Saturday, 24 September 2016

Pengalaman Pertama Naik Kapal Roro Membawa Bayi

Pengalaman Pertama Naik Kapal Roro Membawa Bayi. Beberapa hari yang lalu, saya dan suami berkesempatan ngajak Bubuky (pangilan anak saya, usia 9 bulan) naik kapal roro dari Batam – Kepulauan Riau menuju Pulau Sumatera, tepatnya Kota Siak Sri Indrapura - Riau. Kok naik kapal roro?kebetulan kami mau bawa mobil pribadi ke Siak, jadinya harus naik kapal roro. Perjalanan kali ini hanya membutuhkan waktu satu hari, dengan dua kali ganti kapal roro, yaitu dari Batam – Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Karimun – Buton Siak. Dari Batam kapal berangkat pukul 10.00 dan dari Tanjung Balai Karimun kapal berangkat pukul 21.00. Sampai Buton pukul 08.30. Cerita tentang kapal roro, harga tiket dll akan saya tulis di postingan berbeda. 
Yuk, simak selanjutnya cerita pengalaman pertama saya dan suami naik kapal roro membawa bayi… 


Pengalaman Pertama Naik Kapal Roro Membawa Bayi 
Gimana kondisi dan keadaan di dalam kapal roro?
Pertama, bising pastinya. Suara mesin kapal dan terjangan ombak lumayan terdengar. Selain itu, banyak jendela besar yang terbuka. Kedua, angin kencang. Di kapal pertama, ruangan paling belakang yang ada tempat untuk tidur, jendelanya lumayan besar disebelah kanan dan kiri. Ukuran masing-masig jendela kurang lebih 2x1 meter, pas banget nggak ada kacanya, sepertinya rusak, jadi lumayan kencang anginnya. Kalau ada kacanya kan enak, bisa ditutup salah satu. Adek bayinya gimana?? Kebetulan tempat untuk tidur ada 2 lantai, jadi saya pilih tidur di lantai bawah di pojok, karena disitu minin angin. Di kapal kedua (malam), ruangan untuk tidur ada jendela besarnya satu (sebelah kanan kiri), pas banget ketika saya datang tempat tidurnya sudah penuh. Untung ada ibu-ibu yang baik hati, satu tempat tidur dikasih ke saya karena mungkin saya bawa bayi. Masalahnya tempat tidur saya pas banget di depan jendela besar, tapi untungnya ada penutup, jadi sebelum tidur bisa ditutup. Ketiga, bisa pilih tempat duduk. Di kapal roro ada dua pilihan tempat duduk, yang pertama kursi sender biasa, yang kedua lesehan yang bisa digunakan untuk tidur. Saya pilih yang lesehan, tinggal gelar bed cover tebal untuk bayi, Bubuky langsung anteng deh sama mainannya.


Apa saja yang perlu disiapkan? 
Banyak hal, tapi yang nomor satu adalah mental ibu. Hati dan pikiran harus tenang, jangan berpikir negatif. Misalnya, duh, gimana ya nanti Bubuky kalau di kapal??mabok nggak ya??masuk angin nggak ya??bisa tidur nggak ya??tidurnya gimana nanti??mana perjalannnya lama, satu hari..bla bla bla bla. Awalnya ketika saya dan suami sudah memutuskan balik dari Batam ke Siak Riau menggunakan kapal roro tidak ada keraguan, saya oke saja nggak ada masalah. Tapi, ketika kami silaturahmi ke rumah teman suami, mendadak mereka menghawatirkan Bubuky pas mereka tahu kalau kami bakal balik ke Siak menggunakan kapal roro. ”Yang bener te…Bubuky ikut naik kapal roro??nggak kasihan??masih bayi lo, masih kecil banget. Udahlah naik pesawat aja biar oom sendiri yang naik kapal roro”. Terbawa rasa khawatir hanya satu hari, setelahnya tidak ada masalah. Baiklah, kami akan bawa Bubuky naik kapal roro, Bismillahirrahmaanirrahim, semoga perjalanan lancar. Intinya, ibu dan bapak harus santai, tenang, tidak khawatir dan nikmati perjalanan. Ohya, harus sehat ya..^^ 


Apa saja yang perlu dibawa saat naik diatas kapal?
Perjalanan naik kapal roro yang pertama Batam – Tanjung Balai Karimun dari pukul 10.00 – 19.30. Kapal roro yang kedua dari Tanjung Balai Karimun – Buton Siak dari pukul 21.00 – 08.30. 
Sengaja saya persiapkan satu tas khusus untuk dibawa saat naik diatas kapal, berikut barang-barang yang saya bawa di tas anak/bayi : 
1. Baju/celana lengan panjang (2) pasang 
2. Jaket/switer (1) 
3. Topi, saya bawa topi rajut 
4. Popok instan (6), kalau kurang gimana??jika perjalanan menggunakan kapal roro tidak membawa mobil, otomatis bawa stok popok instan lebih dari 10 kan??, ibu bisa ambil kapanpun di tas/koper. Tapi kalau perjalanannya menggunakan mobil, ibu bisa ambil di mobil yang terparkir di lantai dasar kapal. Kalau kehabisan gimana??Intinya, bawa popok instan lebih dari 10 ya bu. Di kapal nggak ada yang jual popok, adanya pop mie hehe. 
5. Tisu basah 
6. Tisu kering 
7. Obat-obatan (untuk persiapan/jaga-jaga saja), saya bawa paracetamol sama vitamin. 
8. Minyak telon, minyak kayu putih, balsem bayi 
9. Kapas, untuk telinga bayi 
10. Mainan bayi 

Berikut barang anak/bayi di tas khusus makanan ibu dan bapak : 
1. Piring, gelas dan sendok makan 
2. Makanan pendamping ASI instan (roti) 
3. Madu 
4. Air mineral 

Perlengkapan lain : 
1. Bed cover tebal, untuk alas tidur bayi 
2. Bantal 


Gimana kabarnya Bubuky waktu naik kapal roro? 
Kabarnya sih dia baik-baik saja hehe, Alhamdulillah ini anak ngelepos, tidur terus waktu naik kapal roro, yaaa sesuailah sama panggilannya, Bubuky hehehehe. Pas naik kapal roro pertama (siang), Bubuky tidur dua kali, masing-masing 2 jam, sisanya baca buku katalog tv, mainan tali, mainan kecrekan dan bercanda sama bapaknya. Ibunya, tidur kakakkk hehehe. Pas naik kapal roro kedua (malam), Bubuky tidur dua kali. Pukul 22.00 – 04.30, sangking ngelepos ibunya, sampai-sampai nggak tahu kalau anaknya mainin/jambak-jambak rambut ibu yang tidur disampingnya, ckckckck. Untung saya bangun, jadi buru-buru beresin tangan Bubuky, maafin Bubuky ya buuu….^^. 

Bubuky sempat terbangun beberapa kali, setelah dikasih ASI lanjut tidur lagi. Yang kedua, pagi pukul 07.00-08.00. Kira-kira kapok nggak naik kapal roro ngajak bayi??nggak dong, malah seru dan pingin naik lagi, lagi dan lagi. Yang kemarin itu kurang kayaknya hehehe. Seru aja rasanya nggendong Bubuky keliling pelabuhan sebelum mobil masuk ke kapal roro, lihat banyak kapal yang bersandar, lihat perahu-perahu kecil di tengah laut, lihat kapal-kapal besar, ngemper cantik di pelabuhan nunggu loket tiket buka, ketemu orang-orang baru di dalam kapal, menikmati sunrise/sunset dan banyak banget. Pokoknya, perjalanan kali ini seru banget. 


Ohya, sampai rumah setelah nyapu dan beberes rumah, Bubuky langsung saya mandikan pakai air hangat. Setelah itu, Bubuky saya pijat pakai campuran bawang merah iris, minyak goreng dan jeruk nipis yang saya bejek-bejek (duh,ini bahasanya…xixixi, pokoknya diremas-remas sampai minyak di irisan bawang merah keluar). Selang beberapa menit, Bubuky saya kasih ASI, langsung deh tidur ngelepos sampai sore, lanjut habis maghrib sampai pagi. Bangun pukul 06.00 dan langsung senyam senyum lihat bapaknya, Alhamdulillah nggak rewel, artinya ini anak aman terkendali hehe. Ohya, dua hari setelah perjalanan Bubuky sering saya pijat badannya, mulai dari kaki, tangan, badan, pundak, punggung sampai telinga, biar badannya enak dan tidurnya nyenyak. 

Teman-teman, ada yang pernah punya pengalaman serupa??gimana rasanya??ayo dong sharing….^^ 

 ****

Sunday, 18 September 2016

Pengalaman Pertama Naik Speed Boat Membawa Bayi

Assalamu’alaikum….holaaa haloo apa kabar teman HM Zwan??semoga sehat selalu yaaa. Mohon maaf banget lama nggak silaturahmi dan update curhatan di blog, selain hp hilang, ternyata leptop juga ikutan eror, jadi sama sekali nggak bisa dipakai. Walhasil nunggu hampir dua bulan buat dioperasi di Batam, dan Alhamdulillah hari ini leptop sudah bisa dipakai. Hore… 


Ngomongin soal Batam, beberapa hari yang lalu sebelum balik ke Batam, saya berkesempatan untuk mengajak Bubuky (usia 8 bulan) naik speed boat dari Kota Siak Sri Indrapura menuju Kota Pekanbaru. Kebetulan dari Kota Siak belum ada transportasi (seperti bis antar kota) ke Kota Pekanbaru, adanya hanya dengan dua cara yaitu menggunakan transportasi sungai, speed boat dan darat, travel. Biasanya kalau naik travel (mobil pribadi) dari Kota Siak berangkatnya rata-rata jam 7-8, sedangkan saat itu suami pulang kerja pukul 08.00, jadinya kami memutuskan untuk naik speed boat. Satu hari ada dua kali jadwal pemberangkatan dari Kota Siak menuju Kota Pekanbaru, yaitu pukul 09.00 dan 14.00. 

Pengalaman Pertama Naik Speed Boat Membawa Bayi
Apa saja yang perlu dipersiapkan? 
Nggak ada yang banyak dipersiapkan, yang penting pastikan anak/bayi sehat, ibu dan bapak optimis. Artinya nggak usah takut, santai aja, kan mau liburan hehehe. 
Apa saja yang perlu dibawa? 
Berikut barang yang harus dibawa ditas anak/bayi, baju ganti, jaket/switer, tisu, obat-obatan, minyak, kipas, dll. Siapa tau ada kejadian yang tidak diinginkan, misalnya anak/bayi muntah, masuk angin dll. Ohya, jangan lupa bawa kipas ya, soalnya jam siang biasanya kondisi di dalam speed lumayan panas, jadi kerasa gerahnya. Paling-paling setengah jam sebelum sampai pelabuhan biasanya kondisi di dalam speed boat lumayan panas. 
Gimana kondisi dan keadaan di dalam speed boat?
Pertama, bising pastinya, karena suara mesin speed boat lumayan keras, jadi pastikan jendela belakang ditutup atau kalau terbuka minta tolong sama penjaganya untuk menutup. Ohya, telinga bubuky saya kasih (sumpel) kapas, kayak naik pesawat gitu hehehe. Kedua, anginnya kencang apalagi kalau atap bagian depan terbuka karena tertiup angin, tapi biasanya langsung dibenerin sama penjaganya. Ketiga, pilih bangku agak dibelakang, karena kan pakai atap bawaan speed bukan terpal. Nomor dua atau tiga dari belakang. 


Alhamdulillah dari pertama naik speed boat, Bubuky lumayan anteng, celingak celinguk lihat kanan kiri. Apalagi kalau pas papasan sama kapal tongkang, ngambil penumpang, pasti lonjak-lonjak senang. Dari berangkat sampai turun di pelabuhan, Bubuky nggak tidur sama sekali, mungkin karena bising suara mesin speed boat dan pas banget cuacanya panas. 

Kira-kira kapok nggak naik speed boat ngajak bayi??Alhamdulillah nggak, pengalaman pertama yang berkesan buat saya dan suami. Bisa ngenalin anak banyak hal, mulai dari melihat sungai, kapal tongkang, pabrik kayu, pltu, jembatan Siak, dan lain sebagainya. Pokoknya seru banget…. 

Teman-teman ada yang punya pengalaman ngajak bayi/anak naik speed boat??gimana rasanya?? 

***

Monday, 21 December 2015

Tempat Ngobrol Sore Asik di Siak Riau

Sudah bulan desember, artinya akhir tahun 2015 sudah di depan mata. Lama nggak cerita tentang kota kecil nan indah bernama Siak Sri Indrapura - Riau, rasanya mendadak rindu nggak karuan. Padahal baru dua bulan meninggalkan kota tersebut, tapi rasanya kok kangen banget ya. Banyak hal yang membuat saya rindu dengan kota Siak, mulai dari suasana kotanya yang sepi, nggak ada macet, nggak ada kendaraan umum (seperti angkutan umum ataupun bis), sampai rindu dengan suasana sore di Siak. Emang ada apa di Siak kalau sore??nggak ada apa-apa sih, cuma kalau sore itu banyak warga yang jalan-jalan atau menghabiskan waktu di spot-spot tertentu. Mau tau tempat ngobrol sore asik di Siak - Riau??cus....ini infonya^^.

Turab
Salah satu tempat ngobrol favorit di sore hari yang masih menjadi andalan saya dan suami adalah duduk manis di daerah turab. Disini banyak deretan tempat ngobrol berbayar atau warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman yang bervariasi. Menjadi favorit karena kita bisa melihat aktivitas warga di sungai Siak, mulai dari kapal tongkang yang mengangkut kayu, speedboat dari Siak ke Pekanbaru (begitu juga sebaliknya), anak-anak sekolah yang latihan dayung sampan, melihat kegiatan para pemancing ikan di pinggir sungai Siak, sampai menikmati pemandangan yang sangat indah yaitu matahari terbenam atau sunset. 

Turab, sungai Siak dan matahari terbenam
Taman Tengku Mahratu
Salah satu taman yang asri di kota Siak Riau, letaknya di depan Istana Siak atau tepatnya di samping lapangan depan Istana Siak. Selain menjadi area parkir mobil untuk para pengunjung yang akan melihat Istana Siak, taman ini juga menjadi tempat yang asik untuk berkumpul dengan keluarga. Biasanya banyak pengunjung yang menggelar tikar diatas rumput dekat sungai kecil yang mengalir dari sungai Siak. Satu lagi, kalau lagi libur biasanya di sungai tersebut juga banyak pemancing yang memancing dengan alat pancing sederhana lo, nggak hanya sendiri tapi sama anak-anaknya. 


Daerah pecinan
Kebetulan pertengahan tahun 2015 saya dikagetkan dengan suasana baru di daerah pecinan atau pasar lama, mendadak tempat yang dulu hanya sungai sekarang berubah jadi tempat wisata yang bagus dan ramai. Lokasinya tepat berada di depan klenteng pasar lama, lumayan luas, dan asik buat duduk manis menikmati suasana sungai Siak. Yang khas disini adalah suasananya, rumah-rumah yang berada di sekitar dicat berwarna merah menyala. Disini juga bisa berburu sunset lo, kalau lapar nggak usah bingung, karena disini banyak banget yang jual makanan ringan. Mulai dari snack, minuman kaleng, botol sampai kerupuk kuah camilan khas Riau. Kerupuk singkong yang ukurannya lebar, diberi bihun goreng lalu di siram dengan kuah semacam kuah sate padang. Heum..nikmat.


Jembatan Siak
Ikon kota Siak Riau, namanya jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Cantik kan namanya??jembatan ini berdiri kokoh diatas sungai Siak. Di resmikan oleh bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 11 agustus 2007. Setiap waktu ada saja warga/pengunjung luar kota dan daerah yang sengaja berhenti di pinggir jembatan untuk selfie. Padahal sudah ada larangan bahwa kendaraan tidak boleh berhenti di tengah jembatan Siak, tapi banyak yang tidak memperdulikan larangan tersebut. 

Kalau mau lebih santai, kita bisa ngobrol dan duduk manis di pinggir jembatan Siak. Tentunya harus jalan kaki dari bawah, kendaraan bisa diparkir di daerah islamic center atau masjid raya. Karena memarkir kendaraan di pinggir jalan itu berbahaya bagi pengendara yang lain, jadi pilih yang aman aja kalau mau selfie atau melihat suasana kota siak dari atas jembatan. 


Kalau di daerah teman-teman ada nggak tempat ngobrol sore yang asik??


***




Tuesday, 17 November 2015

Tembilahan : Ilong

Halo....
Sebenarnya, ini cerita lamaa banget, petualangan darat ke pelosok Riau. Kota kecil bernama Tembilahan. Ketika pertama kali melihat laut di Tembilahan Riau, sempat bertanya-tanya dalam hati, "itu ijo-ijo di tengah laut apa ya??". Pertanyaan dalam hati tersebut diam-diam saya simpan dalam memori, pasti nanti ketemu jawabannya. Sore hari jelang maghrib, kebetulan saya nyebrang ke daerah sebrang, hanya sedikit tanaman ijo yang muncul di permukaan laut. Akhirnya saya menikmati semilir angin dan nikmatnya naik pompong dengan banyak penumpang dan dua sepeda motor. Ngeri-ngeri sedap sih, tapi seru.

Baca juga : Perjalanan Jauh Siak-Tembilahan

Setelah menginap di rumah saudara selama tiga hari dua malam, pagi hari pukul 07.00 saya dan beberapa saudara mau nyebrang ke kota Tembilahan. Ternyata saya melihat banyak sekali tanaman yang sempat membuat penasaran, sesekali menikmati genjotan perahu pompong, saya ngobrol sama bulek yang tinggal di Tembilahan. Tanaman dilaut namanya ilong, kalau bahasa Jawa namanya....duh, lupa saya hehe. Sempat heran juga pas lihat laut di sini, kok warnanya cokelat ya??biasanya laut kan warnanya rada jernih (maklum orang desa, taunya laut itu warna airnya biru dan hijau hehehe). Jadi, tanaman ilong ini munculnya ketika air laut pasang saja, jumlahnya banyak sekali. Kadang mengganggu perahu pompong yang lewat, kebayang kan mendadak perahu berhenti gara-gara ada tanaman ilong yang nyantol hehehe. Untung pas saya naik aman dan terkendali, alhamdulillah sampai  kota dengan selamat.

Ilong di tengah laut..
Kota Tembilahan dari tengah laut


Teman-teman ada yang tau nama lain tanaman ilong...??


***

Wednesday, 11 November 2015

Legitnya Bolu Kemojo



Legitnya bolu kemojo. Baru sebulan tinggal di Batam lagi rasanya sudah kangen sama kue yang satu ini, bolu kemojo. Baiklah, jelajah rasa nusantara kali ini akan mengulas sedikit tentang bolu kemojo. Ada yang tahu bolu kemojo??yang dari daerah Riau pasti sudah nggak asing lagi sama  kue legit yang satu ini. Kue khas Melayu, terbuat dari bahan utama tepung terigu, telur, santan, daun pandan/suji, dll. Yang khas dari bolu kemojo ini identik dengan warna hijau, baunya harum khas pandan, manis, legit menggugah selera hehehe.

Cara pembuatannyapun ada dua versi, ada yang di kukus dan yang sering saya jumpai biasanya di bakar atau dimasak mengunakan cetakan semacam bikang atau martabak. Kalau cetakan martabak kan bentuknya bulat, tapi kalau bolu kemojo ini cetakannya motif bunga. Pertama kali nyobain bolu kemojo pas di Batam, tapi namanya bukan bolu kemojo melainkan bingka, biasanya jadi oleh-oleh juga kalau saya balik ke Jawa. Mungkin yang tinggal di daerah Kalimantan udah nggak asing lagi sama kue ini, kalau di daerah Riau namanya bolu kemojo tapi kalau di Kalimantan namanya Bingka. Pas nyobain di Siak Riau ternyata rasanya nggak jauh beda sama bingka, yaaa...semacam kakak beradiklah hehehe.

Ohya, bolu kemojo ini biasanya dijual dengan varian topping, tapi saya lebih sering makan yang original. Soalnya rasanya udah enak banget, bawahnya gosong krenyes-krenyes. Apalagi kalau dikasih topping keju, yasudahlah dobel enak jadinya hehehe.

Teman-teman ada yang pernah incip bolu kemojo..??


***



Thursday, 29 October 2015

Tips Naik Kapal Aman untuk Ibu Hamil


Tips naik kapal aman untuk ibu hamil. Awal bulan oktober akhirnya saya bisa ke Batam, uhuy, awalnya mau naik pesawat dari Pekanbaru, tapi apa daya, 30 menit sebelum berangkat, pesawat dibatalkan terbang karena kabut asap yang sangat pekat. Akhirnya, opsi selanjutnya adalah naik kapal ferry (Buton Siak Riau - Batam). Kalau naik pesawat dari Pekanbaru-Batam, hanya butuh waktu 45 menit, tapi kalau naik kapal ferry, lumayan lama yaitu 5 jam. Yasudah, demi keselamatan, akhirnya esok harinya kami berangkat ke pelabuhan, antri beli tiket, tunggu kapal datang jam 12.00, dan jam 13.00 siap meluncur menuju Batam. Eh, kok nggak langsung aja ke pelabuhan??kapal ferry Siak-Batam (begitu juga sebaliknya), sehari satu kali pemberangkatan kakak..

Nggak seperti biasa, kali ini rute Siak-Batam pakai dua kapal, maklumlah penumpangnya membludak, bener-bener kayak hari raya. Lha gimana nggak membludak, satu-satunya jalan biar bisa ke mana-mana ya lewat Batam, karena jalur udara daerah Sumatera benar-benar nggak memungkinkan. Biasanya saya ambil tempat duduk di VIP lantai dua (bayarnya sama aja), kali ini kalah cepat, akhirnya dapat duduk di bawah. Lumayan empet-empetan, karena spacenya sempit nggak kayak di lantai dua. Tapi nggak papalah, yang penting dapat tempat duduk dan bisa lihat film dengan bahagia hehe.

Tips Naik Kapal untuk Ibu Hamil
Ibu hamil boleh saja naik kapal laut, asal perhatikan hal-hal berikut ini yaa:

1. Usia kehamilan
Dulu, waktu lebaran, pas saya gagal pulang kampung. Pinginnya balik ke Batam, ternyata banyak teman-teman suami yang nggak ngebolehin, karena waktu itu kehamilan saya masih muda (trimester pertama akhir). Dan saran dokter kandungan juga, kalau bisa nanti saja pas trimester kedua atau awal trimester ketiga. Karena goncangan di kapal itu lebih daripada di pesawat, takutnya kenapa-napa di tengah perjalanan. Kebetulan yang perjalanan ini, usia kehamilan jalan di trimester kedua, alhmadulillah aman dan sehat. Intinya, perjalanan laut boleh dan aman di trimester kedua dan ketiga awal, hindari perjalanan laut di usia kehamilan 7 bulan ke atas.
2. Bawa obat
Wajib nih untuk ibu hamil, bawa obat selama bepergian. Kebetulan kemarin sebelum berangkat, minum obat penguat kandungan dulu dari dokter. 
3. Jangan bawa bawaan berat
Satu koper dan satu ransel semua dibawa suami, saya cuma bawa tas selempang sama kardus yang isinya oleh-oleh kerupuk ikan hehehe. Intinya, ibu hamil jangan bawa bawaan yang berat ya, nanti kecapekan loh hehehe. Kalau bawa kerupuk ikan sekerdus berat nggak??ya nggaklah,nggak berasa bawa apa-apa hehe.
4. Memakai pakaian/ootd yang nyaman
Ini penting banget, kemanapun perjalananya, pakaian/ootd itu harus senyaman mungkin. Kala itu saya pakai gamis longgar dan sepatu slip on, jadi nyaman dan nyantai banget. Naik ke kapalnya gimana??kan harus lewat jembatan kayu??ya nggak gimana-gimana, tetep bisa dan nggak ribet kok, soalnya penumpang yang mau naik kapal dipapah/dipegangi sama kru kapal, jadi, aman.
5. Jalan-jalan dan menggerakkan kaki selama di kapal
Kebetulan perjalanan dari Siak Riau-Batam naik kapal kan 5 jam, masak selama 5 jam duduk terus, itu nggak baik untuk ibu hamil. Setiap 1,5 jam kapal berhenti di berbagai pulau kecil di Riau untuk ambil penumpang, jadi setiap berhenti saya jalan-jalan, entah itu hanya keliling atau ke toilet (maklum ibu hamil kan beser hehe). Intinya, harus menggerakkan kaki atau stretching, biar nggak bengkak kakinya.
6. Banyak minum air putih
Harus nih, jangan sampai dehidrasi ya. Takut beser??tenang aja, di kapal kan ada banyak toilet, tapi harus hati-hati karena meskipun toilet duduk tapi goncangannya bener-bener kerasa. Banyak do'a ya hehe...
7. Bawa permen atau cokelat
Buat persiapan kalau tiba-tiba mual, pingin muntah dan pingin yang manis-manis.
8. Bawa buku kehamilan
Kalau mau naik pesawat kan wajib nyerahin surat rujukan dari dokter atau kalau nggak bawa buku kehamilan, soalnya ini wajib hukumnya. Tapi kalau naik kapal, kemarin saya nggak ditanyain (mungkin karena penumpangnya membludak),tapi tetep dong saya bawa buat persiapan aja. Intinya, bawa aja buku kehamilan atau surat rujukan, takutnya nanti ditanyain. Sedia payung sebelum hujan gitu hehe.

Alhamdulillah, sampai Batam dengan selamat, sehat dan bahagia. Teman-teman punya pengalaman yang sama nggak??ayo dong sharing...^^


***









Wednesday, 14 October 2015

Gara-gara Kabut Asap Pekat, Pesawat Tak Jadi Berangkat


Gara-gara kabut asap pekat, pesawat tak jadi berangkat. Minggu lalu, drama mencari tiket pesawat adalah hal yang paling menegangkan buat kami. Kok bisa??kebetulan kami tinggal di Siak Riau, artinya daerah yang kami tinggali terkena bencana kabut asap. Dua bulan lamanya asap pekat juga belum hilang, semakin kesini semakin pekat dan gelap. Tiga hari sebelum hari H kami merencanakan pulang ke Batam, Siak diguyur hujan, begitu juga dengan di kota Pekanbaru, Alhamdulillah. Biasanya setelah turun hujan, cuaca menjadi lumayan terang, nggak gelap. Besoknya kami booking tiket pesawat menuju Batam. Dan, di hari H, ternyata pas kami buka pintu lepas subuh, kabut asapnya tebal sekali, duh Gusti....gimana ini??*sambil pandang-pandangan mata hahaha*. Karena tiket sudah ditangan, dan dengan mengucapkan Bismillah, kami berangkat menuju kota Pekanbaru pagi-pagi sekali, jam 06.30. 

Dari daerah tempat tinggal kami sampai kota Pekanbaru cuacanya benar-benar memprihatinkan, kabut asap sangat tebal dan jarak pandang 50 meter. Bahkan pas masih di daerah sebrang (sebrang jembatan Siak), jarak pandang hanya 10 meter, jadi bener-bener harus waspada dan fokus jadi asisten pak sopir alias suami hehehe. Sampai kota Pekanbaru pukul 10.00, kok lama banget??macet di daerah Maredan karena ada perbaikan jalan. Rencana pesawat berangkat pukul 11.50, artinya kami harus sampai di bandara SSQ II satu jam sebelumnya. Antar mobil dulu ke rumah teman buat dititipin, tapi sampai bandara ternyata tidak sesuai dengan rencana, setelah check in dan menunggu satu jam sambil lesehan di lantai sambil nyemil pastel ahahaha. Akhirnya ada pengumuman kalau penerbangan PKU-BTH di batalkan, kecewa??nggak juga, karena perjalanan kali ini bener-bener tidak bisa di prediksi karena kabut asap. Jadi, bener-bener sudah disipakan, kalau nggak bisa naik pesawat, opsi selanjutnya adalah naik kalap ferry.


Terus, gimana tiket pesawatnya??uang balik atau malah nggak balik alias rugi??
Setelah pengumuman, akhirnya kami menuju ke lantai bawah ke kantor maskapai Citilink untuk klaim tiket pesawat. Lumayan antri panjang, sebagian besar ada yang kecewa, sebagian lagi ada yang lempeng-lempeng aja seperti kami hehehe *baca pasrah*. Tiket bisa ditukar dengan uang cash (di tempat atau di kantor maskapai di bandara) apabila beli tiketnya langsung melalui website citilink, nggak perlu nunggu berhari-hari atau berbulan-bulan, tapi langsung dibayar cash. Kalau beli tiketnya melalui agen travel, nanti kita dikasih surat rekomendasi dari pihak maskapai, dan langsung bisa di klaim di agen travel. 

Hati-hati. Ohya, pas kami ketemu bapak-bapak di kapal, ternyata beliau beli tiket di agen travel online ternama. Klaim tiket peswatnya (yang batal terbang) sampai berbulan-bulan lo nggak cair, sempat kaget juga. Untung kami belinya di agen travel milik teman, jadi Alhamdulillah aman. Intinya, harus teliti sebelum beli tiket ya temans...

Teman-teman punya cerita yang sama nggak??gagal terbang naik pesawat gara-gara sesuatu??


***