Showing posts with label Ramadhan Kariim. Show all posts
Showing posts with label Ramadhan Kariim. Show all posts

Wednesday, 17 June 2015

Ramadhan Tahun Lalu


Marhaban yaa ramadhan...
Nggak terasa besök sudah masuk bulan ramadhan, nanti malam mulai tarawih dan esok hari sahur pertama. Alhamdulillah, dari hati yang paling dalam, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Semoga ramadhan kali ini penuh berkah, aamiin ya robbal alamin. Ngomongin bulan ramadhan, tahun ini benar-benar berbeda dengan tahun lalu. Emang ramadhan tahun lalu apa istimewanya??

1. Ramadhan pertama di Siak - Riau
Untuk pertama kalinya puasa di Siak, suasanya nggak jauh beda sama Batam dan daerah lainnya. Lumayan ramai, apalagi pas sore hari, banyak yang jualan menu takjil dan lauk pauk.
2. Satu kos sama anak-anak SMA
Kebayang kan, gimana hebringnya kos-kosan saya waktu itu. Kebetulan hanya kami yang sudah berumah tangga, selebihnya deretan kiri dan depan adalah kamar anak-anak SMA. Seru, rame dan ada teman ngerumpinya, apalagi pas di dapur, jam 15.00 sudah pada antri masak. Kalau alarm maghrib berbunyi dari masjid, langsung deh pada lari ke kamar masing-masing, hahahaha. Seru ya, bangetttt.
3. Ibu kos dan alm nenek yang baik hati
Beruntungnya kami bertemu dengan ibu kos dan alm nenek yang baik hati, apalagi alm nenek, kami deket banget, bener-bener kayak ibu sendiri. Seringkali memberi es buah, padahal di dapur sudah tahu kalau saya bikin es, tapi tetep aja dikasih dua gelas. Belum lagi kalau masak masakan yang belum pernah saya makan, pasti pas kami asik makan, tiba-tiba alm nenek gedor-gedor pintu dnegan membawa semangkok lauk atau sayur. 

Teman-teman punya kenangan manis nggak ramadhan tahun lalu..???


Thursday, 7 August 2014

Lebaran A la Perantau

 "Lebaran jauh dengan keluarga itu menyedihkan, wajar . Tapi masih bisa menikmati ketupat, nastar dan kastengel itu cukup luar biasa meskipun rindu mendera dengan lepet, iya lepet!!!"
~HM Zwan~
 malam pertama hari raya di Siak,ini habis maghrib lo hehe
Lebaran di Batam
Atas nama perantau, tahun lalu saya berlebaran di Batam. Namanya aja Batam, lebaran sama nggak lebaran suasananya sama, ramai. Tapi masih lumayan menyenangkan karena masih bisa kumpul dengan bulek, silaturahmi dengan tetangga satu komplek, silaturahmi dengan teman-teman suami, jalan ke mall dan jalan-jalan ke pulau sekitar Batam. Setidaknya, meskipun tidak jadi mudik kami masih bisa jalan-jalan hehe. Kalau di Jawa, unjung-unjung (silaturahmi) ke tetangga hanya makan kue lebaran saja tanpa makan makanan berat. Berbeda dengan di Batam, unjung-unjungnya makan makanan berat, setiap rumah beda menu. Orang Palembang khasnya pempek dan tekwan, orang Padang ada rendang dan opor, nah kalau orang Jawa sebagian ada yang bakso, sate ayam/kambing, gulai, sebagian lagi pempek dan tekwan hehe. Unik ya, mungkin karena tahun lalu sudah buat bakso jadi tahun ini makanannya berbeda, biar bervariasi.

Lebaran di Siak Sri Indrapura - Riau
Atas nama perantau, tahun ini saya berlebaran di Siak Sri Indrapura. Namanya juga kota kecil di tengah hutan, jadi lebarannya sepi sekali. Tak ada saudara dekat, ibu kospun jadi saudara, tetangga samping rumah kospun jadi saudara juga, Alhamdulillah. Pulang dari shalat Ied di lapangan Siak Bermahdah langsung silaturahmi ke ibu kos, disuruh makan ketupat dan rendang tapi berhubung sebelum shalat Ied sudah makan dan perut masih kenyang, jadi kami memilih untuk mencicipi mi goreng, ra ilok kalo nggak diincip kata si mbah hehe. Setelah itu balik ke kos, telpon ibu dan keluarga sampai siang. Sore hari keliling kota dan kembali ke kos lagi hehe.Lempeng aja gitu hahaha.

Beginilah pengalaman lebaran a la perantau, ada suka ada duka, tapi tetap di syukuri. Lalu lebaran a la teman-teman gimana nih??ayo dong cerita..
                                                                                    ****
                                                                             7 agustus 2014
                                                                hana_tia@yahoo.com / @hmzwan

Wednesday, 6 August 2014

Haru Saat Shalat Ied

28 juli 2014
Pukul 06.45 saya dan kang mas sudah bersiap menuju lapangan Siak Bermahdah tempat yang dijadikan area shalat Idul Fitri kali ini. Terletak di depan Istana Siak, tepatnya pas di samping kanan sungai Siak. Tapi, ketika kami melewati jalan utama kota Siak, pukul 07.00 jalanan masih terlihat sangat sepi sekali, saya sempat heran karena biasanya di Jawa mulai pukul 06.00 warga sudah berbondong-bonding pergi ke masjid, sedangkan di Batam pukul 06.30. Berkali-kali saya melihat jam, jangan-jangan saya yang salah, jangan-jangan shalat Ied sudah di mulai. Sesampainya di lapangan Siak Bermahdah, terlihat polisi yang berjaga dan beberapa jama'ah yang baru sampai. Ternyata lapangan masih kosong dan sepi, hanya 10 orang termasuk kami berdua. Kurang lebih pukul 08.00 jama'ah sudah mulai padat, acara dimulai dengan pembukaan, sambutan dari Bupati Siak, perwakilan MUI Siak, laporan zakat fitrah tiap masjid dan musholla, lalu dilanjutkan dengan shalat Ied.

Khatib didatangkan dari Pekanbaru, suaranya hampir mirip dengan alm KH Zainuddin MZ, lantang, tegas dan sangat berkesan bagi jama’ah khususnya saya. Mulai dari makna ramadhan, Idul Fitri, zakat, orangtua, dimana setiap pembahasan selalu diselipkan dengan berbagai kisah para sahabat dan Nabi. Ditutup dengan do’a yang benar-benar membuat haru seluruh jama’ah, menangis sesenggukan di pagi hari yang benar-benar indah, dan suara rintihan tangis dari jama'ahpun semakin membuat suasana sangat berbeda. Subhanallah wal hamdulillah wa laailaahaillallah wallahu akbar, berkahilah kami ya Allah.

Tidak terasa, ternyata shalat Idul Fitri kali ini cukup lama dan selesai pukul 09.30. Meski sedih tapi bagi saya ini sangat mengesankan karena gagal mudik dan mendadak memutuskan untuk berlebaran di Siak bukan di Batam maupun pulang ke Jawa Timur.
Lalu, bagaimana dengan suasana shalat Ied teman-teman, ayo cerita dong…
                                                                                ***
                                                                        6 agustus 2014
                                                        hana_tia@yahoo.com / @hmzwan

Tuesday, 5 August 2014

Tradisi Maleman Menyambut Hari Fitri


Sehari menjelang lebaran, di Jawa ada sebuah tradisi namanya maleman. Masak banyak untuk dibagi-bagikan (weweh) ke tetangga dan saudara dekat dengan menggunakan wadah rantang (wadah sejenis aluminium yang dijinjing), atau bisa lebih simpel yaitu menggunakan kotak nasi. Sebagian untuk kenduri di mushola setelah shalat maghrib. Ada juga yang membagi-bagikan satu kotak besar berisi berbagai macam kue basah, atau satu paket kue lebaran.

Nah, maleman ini juga ada di Siak. Beda daerah tentunya beda nama atau sebutan, bukan maleman tapi masak-masak besar hehe. Bagi sebagian orang yang keturunana Jawa-Medan, ketika saya bilang maleman, spontan mereka mengerti. Jika di Jawa tradisi maleman identik dengan weweh, maka disini tidak, masak-masak untuk dimakan sendiri. Atau jika mempunyai hajat (misalnya khataman atau slametan menyambut ramadhan atau Ied Fitri), makanan tidak diantar ke rumah-rumah tapi mengundang warga atau kerabat untuk menikmati makanan di rumah sang punya hajat.

Kebetulan saya kemarin sempat menikmati sepiring nasi maleman buatan ibu kos, ada nasi kuning, rendang ayam, mi jagung goreng dan sambal tempe teri pedas. Alhamdulillah, rindu nasi kuning terobati sudah.
Adakah tradisi maleman di rumah teman-teman??

                                                                               ***
                                                                       5 agustus 2014
                                                            hana_tia@yahoo.com / @hmzwan

Monday, 4 August 2014

Lampu Colok


Satu hal yang saya sangat suka dari perpindahan antar pulau adalah tradisinya, salah satu dari sekian tradisi di Siak - Riau pada bulan ramadhan yang masih berjaya sampai saat ini adalah lampu colok. Tempat bekas minuman kaca atau kaleng yang diisi dengan minyak tanah, lalu diberi sumbu dan dihidupkan pada saat jelang maghrib. Tradisi ini dimulai pada malam ke 21 ramadhan sampai malam takbiran, meskipun meriahnya baru terlihat di malam ke 27 sampai malam lebaran.
Biasanya lampu-lampu ini di taruh diatas pagar rumah, ada juga yang menaruh diatas kayu yang ditancapkan ke tanah, di sekitar jalanan kota dekat sungai Siak banyak yang ditaruh di tepi jalan, ada juga yang ditancapkan di pohon. Lebaran kali ini tidak banyak variasi lampu colok, karena biasanya di berbagai sudut kota ada lampu colok berbagai bentuk, seperti masjid dll. Kapan hari saat keliling kota, saya hanya melihat lampu colok berbentuk kapal, sayang sekali motor kami laju jadi tidak bisa mengabadikan moment tersebut.
Adakah tradisi lampu colok di lingkungan teman-teman saat jelang Idul Fitri..??

***
4 agustus 2014
hana_tia@yahoo.com / @hmzwan


Saturday, 26 July 2014

Parcel Lebaran Tak Terduga

Bismillahirrahmaanirrahim...
3 Parcel lebaran tak terduga di detik-detik menjelang hari raya Idul Fitri. Dulu keluarga saya sering dapat parcel lebaran dari banyak kantor dinas, tapi pas saya dapat sendiri kok rasanya senang sekali. Parcel lebaran yang tak terduga diantaranya :

1. Parcel makanan ringan
Ini adalah parcel makanan pertama yang saya dapat ketika mengajar di Malang, dari sekian guru ternyata parcel saya yang paling besar dan munjung alias tinggi hehe. Kebetulan salah satu wali murid sengaja memberikan parcel makanan ringan ke seluruh guru, mungkin karena anaknya (special need) yang sering masuk keluar ruangan BK jadi saya lumayan dekat sama orangtuanya juga. Jadinya parcel yang diantar ke kos-kosan pun berbeda dari guru-guru yang lain hehe.

2. Minuman kaleng
Kalau THR sudah pasti setiap guru dapat, sembako apalagi. Tapi beda daerah beda pula kebiasaan, sewaktu ngajar di Batam, selain dapat THR guru juga mendapat minuman kaleng 1 case atau box. Jadi di rumah ada 4 case minuman kaleng dengan berbagai rasa, karena suami dapat 3 case dari kantornya. Habis???nggak, lha wong cuma berdua dan akhirnya sekian case saya ungsikan ke rumah bulek.
 
3. Snack meriah "kriuk"
Atas nama anak kos yang manis, baik hati dan jauh dari mamak'e. Kemarin tiba-tiba ibu kos memanggil saya dari luar dan minta tolong untuk membukakan pintu kamar, ternyata ibu kos bawa sekian kaleng snack meriah "kriuk", ini baru yang dikaleng ada beberapa yang diwadahi plastik. Ada rempeyek, stick royco, kripik keju, kembang goyang dll. Katanya bagi-bagi kue parcel a la Siak buat lebaran. Subhanalloh, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kau dustakan.

Terkadang hal yang tidak kita impi-impikan datang dengan sendirinya, termasuk hal sederhana berupa parcel lebaran yang tak terduga ini. Kira-kira parcel lebaran tak terduga teman-teman apa ya...???

***
juli 2014
hana_tia@yahoo.com / @hmzwan

Saturday, 12 July 2014

Ustadz, Bolehkan Saya Belajar...


Bismillahirrahmaanirrahim...
Semalam, sebelum kegiatan shalat tarawih dimulai, ceramah diisi oleh ustadz Tarmidzi. Tema dari MUI setempat yaitu amalan di bulan ramadhan, salah satunya adalah membaca Al-Qur'an (tadarus). Kebetulan pak ustadz adalah guru ngaji, ada sekitar 50 murid (anak-anak) yang belajar mengaji di rumahnya, yang laki-laki diajar oleh pak ustadz dan yang perempuan diajar oleh ibunya pak ustadz. Satu hari ada seorang nenek (belum terlalu tua) yang datang ke rumah sambil bawa iqro bukan Al-Qur'an, pak ustadz kaget, mengapa yang dibawa iqro bukan Al-Qur'an. 
Nenek : Ustadz, bolehkan saya belajar mengaji disini?
Ustadz : Tentu boleh nek, apa motivasi nenek untuk belajar Al-Qur'an?
Nenek : Saya malu sekali ketika melihat anak kecil hafal Al-qur'an tapi saya tidak bisa baca Al-Qur'an.
Ustadz : Nenek lihat dimana?
Nenek : Di R*** (televisi swasta)

Dan, sekarang sudah satu tahun lamanya nenek belajar Al-Qur'an, iqro' 1-6 sudah sangat lancar. Alhamdulillah... Semoga bisa diambil hikmah dari secuil cerita diatas, dan semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung aamiin.
***
12 juli 2014
hana_tia@yahoo.com

Tuesday, 8 July 2014

Menu Bukber 2 : Ayam Lodho

Bismillahirrahmaanirrahim....
Saya pertama kali dengar ayam lodho sewaktu di Ponorogo, kebetulan awal puasa kali ini saya tidak belanja karena stok sayur dan ikan masih banyak. Kalau di Jawa, sebelum puasa pasti ada acara slametan namanya megengan, ibu saya masak ayam kentucky buat di kirim ke budhe ,tetangga dekat, dan ayam bali untuk menu kenduri. Sedangkan ibu mertua masak ayam lodho pedas untuk kenduri, heummm...pastinya dong saya dan kang mas sangat merindukan dan ingin mencicipi sajian megengan itu, tapi sayang, kan jauh hehehe. Karena ayam bali sudah masakan andalan, jadi, kang mas menyuruh saya untuk mengeksekusi ayam lodho hehehe.

Hari kedua kebetulan disini hujan deras mulai sahur sampai pukul 10.00, siang-siangpun kami ke pasar untuk membeli ayam kampung, eh ternyata ayam kampungnya udah ludes, tinggal ayam potong dan ras. Ya sudah, yang mendekati ayam kampung ya ayam ras, beli satu ekor langsung minta di sembelih, bersihin dan di potong. Sebenarnya gampang banget buat ayam lodho, bumbunya pun pakai bumbu pepek alias komplit, tapi sebelum di campur dengan bumbu yang sudah di tumis, ayamnya harus di panggang terlebih dahulu. Nah, atas nama anak kos, nggak mungkin juga kan manggang, pakai apa coba???hehe. Yasudah akhirnya eksekusinya seperti biasa tanpa memanggang ayam. Agak lama matangnya, ya iyalah dagingnya kan alot jadi saya masak ayamnya kurang lebih 1,5 jam, pokoknya sampai ayam bener-bener nggak alot deh hehe. Soal rasa, juaralah, enak bingits, endes alias enak dan pedes hehe. Sayurnya jangan lupa, daun pucuk ubi rebus, heummm...sedap, semoga bermanfaat, silahkan mencoba!!!
Bahan
1 ekor ayam ras, potong-potong
1 bungkus santan *1 gelas belimbing*
1 ruas lengkuas
2 lmb daun salam
3 lmb daun jeruk
1 buah sereh
5 gelas air *jika kurang bisa ditambahi*

Bumbu Halus
8 bawang merah
5 bawang putih
3 buah cabe merah
5 buah cabe rawit
1 ruas kunyit
1 ruas kencur
1 ruas jahe
Kaldu ayam
Merica
Garam 
Gula

Cara Memasak
Tumis bumbu halus, masukkan kaldu ayam, gula, garam, merica, lengkuas, daun salam, 
daun jeruk dan sereh.
Masukkan ayam, aduk, kemudian tambahkan air, tunggu sampai ayam benar-benar empuk 
dan berkurang airnya.
 Tambahkan santan, tunggu sampai matang, angkat hidangkan.

***
8 juli 2014
hana_tia@yahoo.com

 

Tuesday, 1 July 2014

Menu Bukber 1 : Lodeh, Ikan Sere dan Udang

Bismillahirrahmaanirrahim...
Alhamdulillah wa syukrillah masih dipercaya dan dipertemukan dengan bulan yang penuh keberkahan, selamat menunaikan ibadah puasa, semoga kita termasuk orang-orang yang selalu bersyukur aamiin. Pagi-pagi dah bahas tentang menu bukber aja nih hehe, ohya bukber ala saya itu bukan BUka BERsama melainkan buka berdua hahaha, berdua juga bersama-sama kan ya *ngeles*. Berhubung tanggal 28 saya nggak belanja ke kedai atau pasar, bukan persoalan malas tapi karena stok sayur dan ikan masih lumayan banyak jadi nggak belanja deh. Atas nama menghabiskan stok dapur ngepul, jadi kemarin menu bukanya lodeh campur-campur (kacang panjang, tempe dan terong ungu), lauknya ikan sere (semacam ikan pindang kalau di Jawa) sama udang yang lumayan besar di goreng tepung, plus sambel kecap. Endes bangetlah rasanya, alhamdulillah.
 Bahan
1 bungkus tempe iris panjang
5 buah kacang panjang
2 buah terong ungu
1 bungkus santan kental
2 lmb daun jeruk
1 lmb daun salam
1 buanh sereh, geprak
2 sdm kecap manis
2 gelas air
Garam
Gula
Kaldu ayam

Bumbu Halus
7 buah bawang merah
3 buah bawang putih
5 buah kemiri
4 buah cabe rawit

Cara Memasak
Tumis bumbu halus, masukkan daun salam, daun jeruk, sereh, air, gula, garam dan kaldu ayam. Tunggu sampai mendidih.
Masukkan terong, tempe lalu kacang panjang.
Jika sudah setengah matang, masukkan santan, aduk, tunggu sampai matang lalu masukkan kecap manis. Biarkan 2 menit, angkat.
Bahan
2 ikan sere
10 udang 

Bumbu Halus
2 bawang putih
Ketumbar
Garam
Kaldu

Bumbu Tepung Basah
5 sdm tepung beras
air secukupnya
Lalu campur dengan bumbu halus

Cara
Masukkan udang lalu ikan sere ke adonan tepung basah, goreng sampai berwarna kecoklatan, angkat.

Mudah kan???alhamdulillah rasanya luar biasa endes pemirsah hehe. Ini menu bukber hari pertama saya, menu bukber pertama kamu apa ya...???
Selamat berpuasa, semoga bermanfaat.
***
1 Juli 2014
hana_tia@yahoo.com

Monday, 30 June 2014

Marhaban Yaa Ramadhan


 
MARHABAN YAA RAMADHAN
Mohon maaf lahir batin
Selamat menunaikan ibadah puasa
Baarokallohulana.....
***
30 juni 2014
hana_tia@yahoo.com