Wednesday, 18 October 2017

Film My Generation

I remember how to be a person by being around them.~Natalie Portman~

Ketika salah satu dari mereka telat antri untuk mengambil makan siang atau malam, kemudian pulang hanya membawa nasi dan kerupuk. Lalu, kami jalan bersama membeli mi goreng,kemudian minya diremas, dibumbui, diaduk jadi satu sama nasi. Dalam sekejap langsung habis tidak tersisa. Kami kenyang dan bahagia.

Saat saya dihukum untuk menulis tangan Juz Amma dalam waktu 2 hari karena melanggar bahasa, tidak memakai bahasa inggris saat berkomunikasi dengan teman lain. Kemudian ada yang menawarkan diri untuk membantu menulis sebagian surat pendeknya. Saat itu, beban di pundak hilang seketika. Terima kasih.

Satu hari saat saya lelah menunggu dosen pembimbing skripsi selama berbulan-bulan yang selalu mengulur-ulur waktu. Kemudian saya ke kantin, membeli minuman lalu duduk sendiri di parkiran. Tiba-tiba ada yang menghampiri, kemudian kami saling bercerita, haha hihi. Dan terakhir, mereka bilang “Semangat Maknah!!!”. Seketika, lelah hilang. Terima kasih genks.

Saat pulang mengajar, saya dapat jatah 2 kotak nasi. Bukan maruk, tapi kebetulan sisa nasi kotak banyak. Kemudian saya nggak langsung pulang tapi belok ke kosan teman, pencet bel, ngasih satu kotak nasi dan langsung pamit pulang. Dia tersenyum bahagia sambil melambaikan tangan. "Makasih ya Em,hati-hati!!".

Saat harus berpisah karena ditinggal wisuda duluan, tiba-tiba dia datang dan mengajak jalan-jalan ke daerah Batu Malang. Seharian seru-seruan berdua, main flying fox, keliling taman dan area bermain, duduk diayunan sambil cerita, foto dan haha hihi, curhat dan pulang makan bakso. Rindu terobati, lalu kami tersenyum bahagia.

Di saat dia jago masak, sayabagian belanja, cuci piring dan menikmati masakannya. Kemudian diajak ke kampus untuk praktikum, dalam perjalanan pulang, ada saja bahan percakapan yang membuat kita ketawa ketiwi sambil bilang "ihhierr". Kami bahagia.

Sahabat itu, bersama mereka kita bahagia.
Kadang ada suka, kadang ada duka.
Punya cerita menarik dengan sahabat??


Tentang Film My Generation
Nah, ngomongin tentang persahabatan, tanggal 10 Oktober 2017 kemarin IFI Sinema baru aja merilis trailer film My Generation. Film ini bercerita tentang 4 sahabat dengan karakteristik dan problematika masing-masing. Karena ada suatu hal mereka tidak bisa mengikuti studi tur bersama sekolah dan memutuskan untuk berlibur bersama. Dalam kesempatan tersebut banyak kejadian yang membuka mata mereka, Pergaulan bebas, perilaku menyimpang menjadi kisah pelik yang nyata dalam kehidupan remaja.
Penasaran dengan cerita, para pemain, dan tanggal tayang film ini??yuk simak baik-baik ya.

Sinopsis Film My Generation
Film My Generation bercerita tentang persahabatan empat anak SMU, Zeke, Konji, Suki dan Orly. Diawali dengan gagalnya mereka pergi liburan Karena video buatan mereka yang memprotes guru, sekolah dan orang tua menjadi viral di sekolah mereka. Hingga mereka dihukum tidak boleh pergi liburan. Tapi mereka terlalu keren untuk mengutuki keadaan dan membuat orang-orang yang sudah menghukum mereka puas.

Liburan sekolah yang terkesan tidak istimewa akhirnya justru membawa mereka pada kejadian-kejadian dan petualangan yang membuka mata mereka. Seperti pergaulan bebas, perilaku menyimpang menjadi kisah pelik yang nyata dalam kehidupan remaja. Yang pada akhirnya justru kejadian dan petualangan tersebut memberi pelajaran sangat berarti dalam kehidupan mereka. Keempat sahabat ini memiliki karakteristik yang berbeda dengan konflik yang berbeda-beda pula.

Menurut Upi, film My Generation ini sangat menyiratkan generasi millenials saat ini, dimana proses pembuatannya Upi melalukan riset social media listening selama 2 tahun. Dan pengerjaan filmnya sendiri menghabiskan waktu 1 tahun. Jadi, film ini benar-benar sesuai dengan gaya bahasa dan tren anak muda jaman sekarang. Selain itu, 4 tokoh pemain film merupakan pemain baru semua.

Sekilas Tentang IFI Sinema
IFI sinema telah berkecimpung dalam industri perfileman Tanah Air sejak tahun 2007 melalui film-film produksinya berjudul "Coklat Stroberi" (2007), "Radit dan Jani" dan "3 Do'a dan 3 Cinta" (2008), "Coblos Cinta" (2008), "Serigala Terakhir" (2009), "Lovely Man"(2012), "Mika" (2013), "Pertaruhan" (2017).


Detail Film My Generation
Sutradara : Upi
Produser : Adi Sumarjono
Tanggal tayang : 9 November 2017 

Pemain Film :
Bryan Langelo
Arya Vasco
Alexandra Kosasie
Lutesha
Tyo Pakusadewo
Surya Saputra
Ira Wibowo
Indah Kalalo
Karina Suwandhi
Joko Anwar
Aida Nurmala


Jadi, buat teman-teman yang penasaran dengan film My Generation. Catat tanggal tayangnya ya, 9 November 2017 di bioskop kesayangan anda!!!.



Monday, 16 October 2017

Tahapan Menyimpan Sepatu Wanita yang Benar, Agar Bisa Awet Hingga Beberapa Tahun


Pada dasarnya, tujuan dari menyimpan sepatu pastinya adalah untuk menjaganya supaya awet hingga bertahun-tahun dan tampak seperti baru. Dan untuk para wanita, biasanya selalu memiliki sepatu lebih dari dua pasang di rumahnya. Mulai sepatu untuk olahraga, sepat ke kantor, ataupun sepatu untuk acara santai atau hang out bersama teman-teman.

Nah, untuk itu, sudah sewajarnya bila anda mengetahui tahapan menyimpan sepatu wanita yang supaya koleksi sepatu yang dimiliki terlindungi dari kerusakan untuk jangka waktu yang lama.

Adapun tahapan dalam menyimpan sepatu wanita yang benar, yang sebaiknya di tiru, adalah sebagai berikut:
1. Bersihkan Sepatu yang Hendak Anda Simpan
Pada dasarnya ini adalah hal mutlak yang harus Anda lakukan, dimana cara pembersihan sepatu ini disesuaikan dengan bahannya. Untuk sepatu yang terbuat dari kulit sintetis, pastinya sangat mudah untuk dibersihkan, tetapi berbeda halnya jika sepatu Anda menggunakan kulit asli.

Nah, jika sepatu Anda justru menggunakan bahan yang dikombinasikan, otomatis Anda juga harus membersihkannya sesuai dengan kombinasi bahan tersebut. Tambahan lagi, jika proses pembersihan sepatu mengharuskan Anda untuk mencucinya dengan air, Anda harus memastikan sepatu tersebut kering terlebih dahulu sebelum simpan, entah itu dengan cara dijemur ataupun dengan menggunakan bantuan shoe dryer.

Jangan simpan sepatu yang masih basah atau setengah kering karena tindakan ini hanya akan memicu jamur untuk tumbuk yang bisa membuat sepatu menjadi lapuk atau berubah warna.

2. Persiapan Menyimpan Sepatu
Setelah sepatu selesai dibersihkan dan dipastikan dalam kondisi yang kering, selanjutnnya adalah proses persiapan untuk menyimpannya. Masalah penyimpanan ini, Anda bisa menggunakan kotak sepatu plastik yang transparan yang bisa didapatkan dengan mudah di pasaran. Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya sepatu tidak terhindar dari debu.

Karena selalu ada kemungkinan suhu udara menjadi berubah yang bisa membuat kotak sepatu lebih lembab, Anda bisa mengakalinya dengan memasukkan beberapa bungkus silica gel ke dalam kotak sepatu tersebut.

Jika sepatu yang Anda simpan ini masih agak lama yang mau digunakan lagi, sebaiknya Anda juga menyediakan shoe tree supaya bentuk sepatu menjadi tidak berubah. Kalaupun Anda belum memiliki benda yang satu ini, bolehlah Anda memanfaatkan koran atau kertas bekas yang diremas-remas.

3. Cara Menyimpan Sepatu Wanita yang Benar
Oke, setelah dua tahap di atas selesai Anda lakukan, kini saatnya Anda memulai proses penyimpanannya. Mengenai media penyimpanan sepatu sendiri, Anda tidak harus menggunakan kotak plastik transparan seperti yang kami sampaikan, karena hal itu tetap sebaiknya disesuaikan dengan selera Anda.

Jika Anda memiliki puluhan pasang sepatu dengan berbagai model, kami sarankan agar Anda mengelompokkannya, jangan meletakkannya secara acak supaya saat diperlukan, Anda bisa memilihnya dengan mudah.

Selanjutnya, susunlah sepatu Anda tersebut pada rak sepatu dengan berdasarkan pada prioritas penggunaan. Letakkan sepatu yang paling sering Anda gunakan pada bagian rak yang cukup mudah untuk dijangkau.

Begitu juga sebaliknya, tempatkan sepatu yang tidak terlalu sering Anda pakai pada bagian rak yang agak tinggi atau yang agak sulit untuk Anda jangkau.

Nah, itu dia 3 tahapan yang sebaiknya Anda perhatikan saat hendak menyimpan sepatu wanita milik Anda. Catatan penting lainnya yang tidak boleh Anda abaiknya jika Anda ingin sepatu Anda berumur panjang adalah, segera lakukan proses pengeringan jika sepatu Anda basah dan jangan sampai Anda menumpuk sepatu dengan asal-asalan tanpa penghalang antar sepatu yang satu dengan yang lainnya, karena ini bisa merusak bahan dan solnya.

Wednesday, 11 October 2017

Subang : Pindang a la Orang Sunda


Subang : Pindang a la Orang Sunda. Ketika kami tinggal di Batam dan Siak Riau, setiap ke pasar sudah dipastikan ikan laut membludak dan masih segar tentunya. Ikan apa aja ada, tinggal memilih saja, harganya juga tergolong murah. Tapi, sejak pindah ke Subang, jarang beli ikan laut segar, karena kebanyakan ikannya sudah berbeda (terlihat dari fisiknya). Seringnya kami beli ikan tawar yang masih hidup. Kadang beli ikan laut yang sudah di pindang.

Pindang a la Orang Sunda 
Di Ponorogo, pindang itu bumbu. Terbuat dari bumbu pokok (seperti bawang merah, putih, cabe dll) dan kelapa yang digongseng sampai berubah warna menjadi hitam, kemudian ditumbuk dan jadilah bumbu pindang. Biasanya untuk pindang tempe, pindang daging dan lain sebagainya.


Di Jombang, pindang itu ikan laut yang sudah dikukus. Seringnya ikan tongkol ukuran sedang dan ikan laut lain yang ukuran sedang. Pindang banyak dijumpai di pasar, satu besek bambu berisi 2 untuk ukuran sedang sampai 5 untuk ukuran kecil.

Sedangkan di Subang, pindang itu sama seperti di JombanLg. Ikan yang sudah dikukus/rebus. Kalau di Jombang hanya ikan laut saja, tapi di Subang pindangnya ada ikan laut dan tawar. Nah,yang menarik disini, ikannya dibungkus kertas berwarna cokelat rapi sebagian. Fungsinya agar isi perut ikan tidak keluar/pecah saat dikukus/rebus.

Selain itu, disini pindangnya sudah berbumbu lo. Jadi bisa langsung dimakan untuk lauk atau bisa juga di goreng atau diolah terlebih dahulu. Harganya bervariasi, tergantung besar kecil ukuran ikan. Kadang 10.000 dapat 4 untuk ukuran sedang, kadang dapat 6 untuk ukuran ikan kecil.

Cara Mengolah Ikan Pindang
Jika ikan tongkol, biasanya saya keluarkan dulu kotoran di perutnya. Kemudian saya cuci ulang dan rendam dengan air asam jawa. Setelah itu bisa langsung digoreng. Untuk ikan bandeng, biasanya langsung saya goreng. Karena isi perut sudah dibersihkan.

Seringnya saya mengolah ikan pindang dengan bumbu iris, kemudian ditumis sama tomat. Atau kadang di bumbu rujak, bumbu bali, dan lain sebagainya. Untuk ikan bandeng, seringnya saya goreng aja, bumbunya ngeresap banget. Ohya, durinya lunak lo, jadi dijamin makan ikan pindang a la orang sunda lahap. Karena nggak diganggu sama duri,hehehe.

Teman-teman, di daerah kalian tinggal ada pindang nggak??

Thursday, 5 October 2017

Tentang Properti Foto Andalan


Tentang Properti Foto Andalan. Ngomongin soal properti andalan untuk memotret makanan, pikiran saya langsung tertuju ke alas foto. Berawal dari seringnya melihat cover mobil bekas yang ditaruh suami di depan rumah, pagi harinya saya rapikan dan gunting jadi 4 potong ukuran setengah meter. Siangnya pas saya mau moto makanan, kok keinget potongan cover mobil. Akhirnya saya ingat begron fotonya mbk Puji Hamzah yang berwarna hitam tapi ada corak warna putih. Nggak tau gimana awalnya, saya jumput sebagian cover mobil tadi, kemudian saya gesek-gesekkan ke dinding, dan...jadilah begron yang kerenable hahaha. Keren menurut saya,haeee.

Tentang Properti Foto Andalan yang Eksis di Instagram
Kebetulan sejak pindah,saya belum cari kayu yang lebar atau triplek atau yang lainnya untuk kebutuhan motret makanan. Jadilah, senjata alas dan begron foto yang saya pakai setiap harinya adalah bekas cover mobil yang sudah disulap sedemikian rupa.

Kalau teman-teman blogger follow akun instagram @hm_zwan, pasti bosen banget dengan gaya/angle foto dan properti yang itu-itu saja. Ada alas/begron foto dari bekas cover mobil yang sobek, 4 piring andalan dan 3 kayu pemberian nenek pemilik kontrakan.
Saya memang belum berani beli properti foto, karena kebetulan kami sering berpindah dari pulau satu ke pulau lain, dari kota satu ke kota lain. Kebayang nggak gimana kalau pindah tempat tinggal??mau nggak mau barang yang (nggak) penting banget harus dikasih ke tetangga. Intinya, yang dibawa adalah barang yang penting banget, selain itu buang. Kata pak suami >_<.
Etapi, kalau ada yang mau menyumbang properti, saya nggak nolak!!hahaha.

Sesuai dengan prinsip saya, maksimalkan yang ada!!. Adanya kamera tablet, ya gunakan itu untuk memotret. Adanya properti foto yang ada, ya gunakan itu dengan baik dan sekreatif mungkin. Jadi, intinya maksimalkan yang kamu punya. Nggak usah ngoyo kalau kata orang Jawa hehe.

Justru dengan properti foto andalan, secara tidak disengaja semacam jadi ciri khas, itu juga kata Nay Inayah. Dan kata  mbk Anita Joyo, saya sudah mendapatkan style HM Zwannya. Hmmmm,iya juga ya....well note. Terima kasih ^^

Nah, kalau teman-teman, punya pengalaman serupa nggak??ayo dong sharing...