Skip to main content

Subang : Pindang a la Orang Sunda


Subang : Pindang a la Orang Sunda. Ketika kami tinggal di Batam dan Siak Riau, setiap ke pasar sudah dipastikan ikan laut membludak dan masih segar tentunya. Ikan apa aja ada, tinggal memilih saja, harganya juga tergolong murah. Tapi, sejak pindah ke Subang, jarang beli ikan laut segar, karena kebanyakan ikannya sudah berbeda (terlihat dari fisiknya). Seringnya kami beli ikan tawar yang masih hidup. Kadang beli ikan laut yang sudah di pindang.

Pindang a la Orang Sunda 
Di Ponorogo, pindang itu bumbu. Terbuat dari bumbu pokok (seperti bawang merah, putih, cabe dll) dan kelapa yang digongseng sampai berubah warna menjadi hitam, kemudian ditumbuk dan jadilah bumbu pindang. Biasanya untuk pindang tempe, pindang daging dan lain sebagainya.


Di Jombang, pindang itu ikan laut yang sudah dikukus. Seringnya ikan tongkol ukuran sedang dan ikan laut lain yang ukuran sedang. Pindang banyak dijumpai di pasar, satu besek bambu berisi 2 untuk ukuran sedang sampai 5 untuk ukuran kecil.

Sedangkan di Subang, pindang itu sama seperti di JombanLg. Ikan yang sudah dikukus/rebus. Kalau di Jombang hanya ikan laut saja, tapi di Subang pindangnya ada ikan laut dan tawar. Nah,yang menarik disini, ikannya dibungkus kertas berwarna cokelat rapi sebagian. Fungsinya agar isi perut ikan tidak keluar/pecah saat dikukus/rebus.

Selain itu, disini pindangnya sudah berbumbu lo. Jadi bisa langsung dimakan untuk lauk atau bisa juga di goreng atau diolah terlebih dahulu. Harganya bervariasi, tergantung besar kecil ukuran ikan. Kadang 10.000 dapat 4 untuk ukuran sedang, kadang dapat 6 untuk ukuran ikan kecil.

Cara Mengolah Ikan Pindang
Jika ikan tongkol, biasanya saya keluarkan dulu kotoran di perutnya. Kemudian saya cuci ulang dan rendam dengan air asam jawa. Setelah itu bisa langsung digoreng. Untuk ikan bandeng, biasanya langsung saya goreng. Karena isi perut sudah dibersihkan.

Seringnya saya mengolah ikan pindang dengan bumbu iris, kemudian ditumis sama tomat. Atau kadang di bumbu rujak, bumbu bali, dan lain sebagainya. Untuk ikan bandeng, seringnya saya goreng aja, bumbunya ngeresap banget. Ohya, durinya lunak lo, jadi dijamin makan ikan pindang a la orang sunda lahap. Karena nggak diganggu sama duri,hehehe.

Teman-teman, di daerah kalian tinggal ada pindang nggak??

Comments

  1. Pindang yg aku kenal kayak foto kedua Mba. Baru tau pindang itu nama masakan pas ke Palembang :D

    ReplyDelete
  2. hhahaa jadi tahu arti pindnag di berbagai tempat

    ReplyDelete
  3. menggugah selera banget ini 😋

    ReplyDelete
  4. aku doyan banget sama pindang. Apalagi kalau dibuat brengkes. nyam..

    ReplyDelete
  5. aku suka pindang
    digoreng sama tepung
    enaaaakkkk

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say