Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2014

[Siak-Batam] Pemandangan dari dalam Jendela Kapal

"Akhir bulan pulang yuk!!" Mendadak saya menoleh ke arah suami dan tanpa banyak kata saya langsung mengiyakan ajakan tersebut. Pulang ke Batam, our time yang selalu menyenangkan dan merupakan saat yang kami tunggu-tunggu. Bukan karena kita tidak bersyukur hidup di Siak yang notabene kota kecil, sepi, jalanan luas, dan tidak ada mall. Dibalik itu semua ada banyak hal yang membuat kita bahagia bisa menginjakkan kaki di kota tersebut, tapi rumah kami di Batam juga butuh belaian kasih sayang dari saya dan suami hahaha *semacam pingin bilang rumput dah semeter gitu*. Seperti biasa perjalanan bermula dari kos-kosan menuju pelabuhan Mengkapan Buton, ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam, jauh tapi entahlah kami selalu menikmatinya. Sampai di Buton pukul 12.00, sesekali kami mengamati hal-hal yang terjadi di ruang tunggu. Kapal Ferry Dumai Line dijadwalkan datang pukul 12.30, lalu kami beranjak menuju antrian masuk ke kapal. Batam, we are coming!!!!   Salah satu tempat du

Mie Lendir

  Assalamualaikum.... Uwaaa..apa kabarnya nih teman-teman??semoga sehat selau ya, maaf banget kurang lebih 2 mingguan nggak posting dan bewe alias silaturahmi *sungkem satu satu*. Keluar hutan sejenak menghirup udara kota Batam sekalian cabut rumput dan ngepel hahaha. Nah, ngomongin kota Batam, ada salah satu kuliner yang wajib di coba kaau teman-teman ke Batam, namanya MIE LENDIR, ciaaaaa. Kaget ya???saya aja kaget pas denger namanya, tapi pas makan kok angsung berubah drastis yak, henak bangetttt. Pertama kali makana mie lendir tahun kedua pas tinggal di Batam, di sekolah tempat saya ngajar kalau ada yang ulang tahun pasti pada nraktir makanan. Salah satunya mie lendir, sampai kantor di meja BK sudah ada satu kotak mie lendir dan surat cinta "Miss Hanna, di makan ya mienya. Miss Rotua" . Kenapa namanya aneh gitu ya???mungkin kuahnya yang kental banget kayak lendir gitu hehe.  Berhubung stok mie warna dari Javara masih ada, dan kebetulan banget pas kangen Batam,

Cempedak, Lemaknyo!!!

Cempedak, lemaknyo...kata-kata yang saya dengar ketika beberapa hari yang lalu kami (saya dan 3 anak kos) sedang pesta cempedak di dapur. Pertama kali merasakan cempedak di Siak Riau, kira-kira awal tinggal di Siak tahun lalu. Dikasih ibu kos bukan buah asli atau yang belum diolah melainkan yang sudah di campur dengan terigu, semacam pisang gorenglah. Nah, bulan lalu ketika saya balik dari Batam, mampir ke rumah salah satu teman kos. Kebetulan rumahnya di tengah-tengah lahan sawit, dan sedang panen cempedak. Siang yang panas saya dan suami disuguhi cempedak goreng yang tidak dicampur jadi satu (dihancurin) seperti yang dibuat ibu kos, tapi buah masih utuh dicelupin di terigu lalu digoreng. Nyem....rasanya enak sekali, sedap dan lembut di lidah. Cempedak beda dengan nangka, tapi masih sepupuan sih hahaha. Semuanya sama, mulai dari pohon, kulit, dan isinya, bahkan beton atau dalamnya buah juga persis sama bentuk dan rasanya. Bedanya, kalau cempedak buahnya bulat, montok,

Buras Cocol

Ini masih cerita tentang berkah Idul Adha minggu lalu, kebanjiran lontong wa akhwatuha dan ngak mungkin juga habis sekejap dalam waktu semalam. Hari kedua Idul Adha masih banyak sisa lontong wa akhwatuha salah satunya Buras, sebenarnya nama aslinya saya juga kurang tahu, teman yang orangtuanya Bugis (yang ngasih maksudnya) cuma bilang kalau ini namanya Buras. Sedangkan teman-teman di Fb ada sebagian yang menyebut Buras ada juga yang Burasa, apapun itu yang penting Buras rasanya ajibbb bin ladzizz hehe. Dibuat dari beras yang di masak dengan banyak santan, jadi rasanya benar-benar enak dan gurih banget nget nget. Sebenarnya dimakan gitu aja sudah enak, tapi berhubung sekalian masak dan iseng pingin nyobain Buras dimakan sama yang kuah-kuah gitu. Kuahnya jatuh ke Cumi Masak Tomat...Markimas mari kita masak pemirsah. Cara membuat Buras, pertama-tama masak beras dengan santan yang banyak sampai jadi nasi lembek. Kemudian bungkus dengan daun pisang, kalau menurut saya bentuknya s

Opening Ceremony

Di  acara opening ceremony Tour de Siak 2014, selain ada parade atlit dari berbagai negara, yang tidak ketinggalan adalah gapura balon dan jejeran bendera dari tiap negara yang mengikuti TDS 2014. *** hana_tia@yahoo.com / @hmzwan

Cara Menikmati Ketupat a la Sumatera

Pesta Lontong Wa Akhwatuha Maksudnya kebanjiran lontong dan teman-temannya, nggak disangka ternyata berkah Hari Raya Idul Adha sangat terasa bagi saya yang jauh dari orangtua dan sanak saudara. Tahun lalu mendadak ingin lebaran Idul adha di Rengat Riau, dan akhirnya kesampaian keliling setengah dari Provinsi Riau. Tahun ini berhubung suami ada kerjaan jadi lebaran di Siak Riau. Hari sabtu anak-anak kamar sebelah dan depan pulang semua, tinggal saya sendiri, untung rumah ibu kos berdempetan, jadi nggak sepi-sepi amat. Hari minggu sore gerombolan anak SMA pada balik, satu persatu ngasih oleh-oleh, dan mendadak terharu. Lontong, Buras, Ketupat dan Lemang Dari ibu kos dikasih lontong yang dibungkus plastik, ketupat ketan, gulai sayur, dan rendang bebek. Dari anak kos ada sepiring munjung buah nangka, ada juga buras, lemang dan rendang ayam kampung. Kalau lontong rasanya biasa seperti lontong pada umumnya, ketupat ketan khas orang Sumatera, kalau di Jawa kan ketupat isinya beras. K

Mie Daun Kelor

Mie daun kelor???beneran nggak sih???ya bener lah, masak bohong hehe. Ceritanya saya juga norak banget pas lihat kemasan mie yang saya pegang saat itu, kalau mie hijau paling-paling pewarna alaminya dari bayam, eh ternyata ini beda. Mie organik milik Javara ini ternyata mie daun kelor, biasanya kan dari bayam ternyata bukan, unik dan kreatif banget idenya. Dapat 3 mie dengan warna yang berbeda rasanya menjadi tantangan sendiri bagi saya untuk mengolahnya, kapan hari mie cabe merah saya masak mie ayam . Kali ini karena baru saja belanja cumi dan udang segar di pasar, jadinya dimasak goreng basah seafood ajalah kayaknya mantap MIE DAUN KELOR GORENG SEAFOOD BASAH Bahan: Mie daun kelor 1 kotak (1 bungkus isi 2 kotak panjang) Telur 1 buah, goreng orak arik Udang 8 buah Cumi 5 buah, potong sesuai selera Daun seledri 1 ikat, cincang halus Cabe hijau 3 buah, iris serong Garam Gula Kaldu ayam Bumbu halus: Bawang merah 5 buah Bawang putih 2 buah

Basikal

Basikal atau bicycle sih??dua-duanya benar, kalau orang Malaysia menyebut sepeda itu basikal, sedangkan kita orang Indonesia sepeda. Ceritanya pas saya lihat live Tour de Siak 2014 sepanjang beberapa hari itu, ada satu tim yang namanya Persatuan Lumba Basikal Trengganu, beberapa anggota tim ini menyabet juara satu di berbagai etape, yang saya tahu hanya di etapi 3 dan 4. Foto ini saya ambil ketika pulang dari parade atlit Tour de Siak 2014 pada tanggal 17 september 2014. Persatuan Lumba Basikal Trengganu     Baca juga Tour de Siak 2014 Ada yang hobi main basikal??? *** hana_tia@yahoo.com /@hmzwan

Pesawat Putar Balik,Ada Apa Gerangan???

"I've tried everything other than jumping out of a plane, but nothing gives you an adrenaline rush like racing a car." ~ Nigel Mansell ~ Dulu, dulu sekali bahkan saat saya memimpikan untuk keliling Indonesia di usia 8 tahun, tidak terbersit sekalipun untuk bermimpi naik pesawat. Iya, pesawat terbang atau motor molok . Pertama kali naik pesawat tahun 2011 ke Batam, berangkat dari Juanda Surabaya dan transit di Jakarta. Harusnya Surabaya - Batam ditempuh dalam waktu 2 jam, tapi apa boleh buat, pengalaman pertama naik pesawat membuat keluarga saya kalang kabut ngak karuan, kok belum ada kabar??sampai mana??udah sampai Batam belum?? dan lain sebagainya.  Take off itu rasanya.... Sebenarnaya biasa aja sih pas mau naik pesawat, duduk cantik di samping jendela, pasang sabuk dan berdo'a. Siap take off , pesawat berjalan biasa, rasanya sih grenjel-grenjel , lanjut halus, selanjutnya cepat dan duh Gusti Pengeran....mata terpejam, samar-samar pesawat naik, temp