Skip to main content

Benar-benar November Rain

Sungguh, saya baru terasa bahwa meninggalkan gelar "anak kos" itu sangat menyayat hati *ambil tisu*. Sudah hampir 3 minggu lamanya nenek kos meninggal dunia, mungkin yang sering membaca cerita saya satu tahun ini tidak asing dengan almarhumah. Mendiang sangat baik dengan saya dan mas kakang prabu, hari-hari yang saya lalui tidak luput dari kehadirannya. Sampai pada akhirnya jum'at kurang lebih pukul 17.30 almarhumah meninggalkan kami semua, mendadak dan benar-benar membuat keluarga dan saya tentunya yang bukan siapa-siapa sangat shock. Innalillahi wa inna ilahi raajiun...

Pada akhirnya, beberapa hari yang lalu saya memberanikan diri untuk bicara dengan kakak, menantu almarhumah, mengenai kepindahan saya. Mendadak sekali, sebenarnya tidak, tapi apa boleh buat, keputusan saya dan mas sudah bulat. Dan yang membuat anak-anak SMA, kakak serta si kecil usia 1,4 yang selalu minta gendong saya, mendadak lemas dan sedih. Sore itu juga saya berpamitan dengan anak-anak kos "SMA", pukul 17.40 mas kakang prabu datang lalu memarkin mobilnya tepat di depan gerbang. Setelah acara masuk-memasukkan barang ke mobil, hal yang tidak saya sangka terjadi. Tangisan dan pelukan membludak,  sedih rasanya meninggalkan kos-kosan yang penuh kenangan, tapi apa boleh buat.

Di tengah-tengah perjalanan menuju green house, setelah belokan, saya dikejutkan dengan pemandangan yang indah didepan mata. Senja yang tertinggal di langit jelang maghrib, subhanallah... Seketika kesedihan terhapus dengan pemandangan tersebut.

November kali ini, benar-benar november rain. Untuk keluarga almarhumah dan kakak, terima kasih yang tak terkira untuk semuanya. Untuk anak-anak kos "SMA", kalian sangat menyenangkan, terima kasih untuk segalanya^^.

Status : bukan anak kos lagi

***
hana_tia@yahoo.com / @hmzwan

Comments

  1. Waah perpisahab yang menyedihkan. Mbak Hanna mau ke mana? Masih di Batamkah?
    Oya Mbak katanya mau ada lomba blog di www.batamindependent.com. Sy dapat komen di blog yang mengabari itu tapi nyari ke websitenya koq gak ada info. Tapi lihat di situ katanya mulainya Desember .... mungkin belum diposting ya.

    ReplyDelete
  2. ceritanya mengharukan sekali mbak :( yang sabar yahhh :(
    dan salam kenal aja dari Cinta Teknologi

    ReplyDelete
  3. Ughhh....November Rain bernuansa sedih ya...l Memangnya Mak Hanna mau ke mana tuh? Hayo...jangan jauh2 perginya... Ayukkk main ke lapakku aja ya, hehe...

    ReplyDelete
  4. perpisahan yah ... sedih, haru dan gak tega memang klo smpia pada saatnya berpisah ,,

    ReplyDelete
  5. Kebayang sedihnya meninggalkan kos kos an

    ReplyDelete
  6. perpisahan..setelah sekian lama bersama..memang terasa meyesakkan dada...semoga silaturahmi tetap terjaga walau telah berpisah.....
    keep happy blogging always...salam dari makassar :-)

    ReplyDelete
  7. innalillahi turut berdukacita untuk nenek kos, semoga silaturahim dengan keluarga nenek tetap terjalin ya mak meski udah pindah

    ReplyDelete
  8. jadi sekarang tinggal di rumah sendiri, ya, Mak?

    ReplyDelete
  9. innalillahi, turut brduka cita ats kepulangan nenek kosnya... btw mb mau kmna?

    ReplyDelete
  10. Innalillahiii... saya ingat sama cerita empunya kos yang baik ini, Mak. semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. aamiin...

    Dirimu juga semoga betah di tempat yang baru dan tambah bahagia. Dan selamat ulang tahun ya Mbak ^^

    ReplyDelete
  11. Semangat :)
    Selamat "menempuh hidup baru" sekeluarnya dari kos lama :)

    ReplyDelete
  12. turut berduka cita ya maaak...semoga mendapat tempat terbaik di sisi-Nya..dan segala kenangan indah di tempat kos2an ini akan selalu bermanfaat..salam..

    ReplyDelete
  13. pindahan plus perpisahan emang bikin sedih mbak...balik aja ke jatim mbak disini dirimu pasti banyak teman2 yg akan selalu cuap2...termasuk aku...

    ReplyDelete
  14. Hujan mengantar kepergian almarhumah.. semoga tenang di rahmatullah.. Amin
    Pindahan ke mana mbak Hanna? Apa sekarang statusnya udah jadi anak rumahan?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say

Bikin Apa Aja Gampang dengan Digital Rice Cooker Mito R5

Hayoo, ada yang pernah dengar Digital Rice Cooker Mito R5??buat yang sudah punya, pasti tertolong banget dengan produk ini. Nah buat yang pernah dengar tapi belum tahu penampakannya,atau belum pernah sama sekali dengar. Kali ini saya mau sharing pengalaman menggunakan Digital Rice Cooker Mito R5 8 in 1, rice cooker masa kini dan multi fungsi. Kira-kira saya bikin apa aja ya??emmm… Tentang Digital Rice Cooker Mito R5 Digital Rice Cooker Mito R5 merupakan produk terbaru dari Mito Electronic, dimana Digital Rice Cooker Mito R5 ini memiliki kapasitas yang lebih besar (2 liter), juga dilengkapi dengan 8 fungsi mode memasak. Yaitu memasak nasi, nasi merah, bubur, kue, merebus, mengukus, membuat sup dan menggoreng. Selain itu, juga dilengkapi dengan panci 5 lapis, pemanas 3D, serta fungsi timer untuk memasak nasi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 8 Keunggulan Digital Rice Cooker Mito R5 1. Satu rice cooker dengan banyak fungsi, 8 mode memasak. 2. Panci dengan 5 lapis