Skip to main content

Antara Saya, Bisnis, dan Trial and Error

Kalau berbicara masalah bisnis, saya pernah beberapa kali melakukan trial and error dibidang ini. Dulu pertama kali mencoba bisnis dengan teman kuliah membuat gelang dan kalung dari batu-batuan yang dijual di toko yang menyediakan alat dan bahan keterampilan. Tidak lama berjalan, mungkin karena masing-masing dari kami sibuk dengan kuliah dan skripsi akhirnya berhenti berjualan gelang.

Setelah selesa kuliah, kebetulan saya mengajar dan salah satu teman pesantren saya yang memiliki hobi berbisnis dibidang pakaian memberi tawaran kepada saya untuk menjualkan pakaiannya. Dan dengan senang hati, tanpa modal, akhirnya saya menerima tawarannya dan menjual berbagai model pakaian di sekolah dan kampus. Tidak lama berjalan, saya pindah tempat kerja dan karena waktu untuk berjualan sempit tidak selonggar dulu akhirnya berhenti berjualan pakaian.

Setahun berjalan, saya menikah dan pindah ke Batam. Minggu pertama saya tinggal di Batam sudah mulai bosan karena biasanya bekerja dan sekarang masih berdiam diri di rumah, buka blog, internetan, facebookan dll.  Satu hari saya melihat teman yang aktif menjalankan bisnis flanelnya, entah karena tidak ada kerjaan sayapun mencoba membeli flannel dan mencoba berbagai bentuk yang hasilnya lumayan bagus. Lagi-lagi trial and error saya gunakan, hasil flannel saya upload di facebook dan beberapa teman bertanya dan berminat untuk membeli. Awalnya hanya satu dua, tapi semakin banyak bentuk flannel yang saya buat akhirnya banyak yang pesan untuk souvenir, hadiah, bahkan untuk dijual kembali.

Alhamdulillah,  bisnis yang bermula dari iseng dan trial and error berjalan lancar selama satu tahun. Diawal tahun kedua saya mendapatkan panggilan kerja untuk mengajar, dan karena waktu mengajar saya mulai dari pagi sampai sore akhirnya saya hanya menerima pesanan untuk jumlah yang sedikit tidak banyak seperti tahun lalu. Mungkin hanya untuk pesenan khusus hadiah ulang tahun saja, selebihnya untuk jumlah banyak seperti souvenir saya tidak menerima. Lagi-lagi karena masalah waktu.

Sebenarnya saya suka sekali dengan berbagai bisnis, tapi disamping itu saya tidak mau kehilangan kesempatan untuk mengajar. Setidaknya saya pernah belajar banyak hal tentang dunia perbisnisan, meskipun dengan skala yang masih kecil.

Dibawah ini, ada beberapa contoh hasil karya saya loh… ^^









Tulisan ini diikutsertakan  Give Away : Perempuan dan Bisnis

Comments

  1. Zwan..
    kebayang harus telaten banget ngerjain nya yah...
    dikau rajin sekali siiih...
    gudlak buat bisnis nya yaaaaah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe....rajin karena nggak ad akerjaan bi ^^
      makasihhhh

      Delete
  2. kayaknya mbak udah expert nih, saya sempet coba juga bikin gantungan kunci, laku, setelah modal kembali saya berhenti

    ReplyDelete
  3. Cantik2 sekali hasil karyanya. Saya ga telaten buat pernak pernik gitu. Semoga sukses dengan GAnya.

    ReplyDelete
  4. Flanelnya lucu-lucu mbak, bagi tips membuatnya dong :)

    ReplyDelete
  5. keren zwann...
    mau donk diajarin bikin,
    sukses bisnis dan GA nya yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbk nophi.....next time insya Allah :D

      Delete
  6. KEren hasil karyanya,ada tutorialnya gak..,sukses ya GAnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mbk enny... :D
      tutorialnya dari internet mbk hehe

      Delete
  7. Aaaaaaaah, itu yang pakai jilbab cantiiik.
    Meski trial n error, tapi tetap berkah ya, Mba. :)

    ReplyDelete
  8. terima kasih sudah turut serta di Give Away : Perempuan dan Bisnis ya mak Hanna, good luck ;)

    daku malah jadi ngiler liat Maira n friends-nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 mbk uniek...terim kasih sudah diizinkan ikut GAnya.... :D

      Delete
  9. Ih keren kreasi flannelnya mbak, rajin dan kreatif bgt yah ^_^

    ReplyDelete
  10. bgus2 jga hasilnya mb... sukses ya GA-nya !

    ReplyDelete
  11. lucuuu boneka kecil berjilbabnya

    ReplyDelete
  12. yang penting semangat'a mba, dalam mencoba, mencoba & mencoba kembali. Karena hal besar, tidak ada yang instan :)

    ReplyDelete
  13. hasil karyanya bagus2. Sy juga suka, tp paling males gunting2 pola. Emang harus telaten, ya :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.