Skip to main content

Hari Pertama Masuk Kelas BK

Bagi saya kelas ramai,anak aktif,beberapa cewek ada yang ngerumpi sana ngerumpi sini,ada yang kepalanya mengadah ke bawah "ini pasti bermain hp",ada yang cuek bermain androidnya,ada yang sibuk dengan gitarnya dan masih banyak lagi.itu hal biasa....

Ini berlangsung pada saat guru berada di kelas,awalnya saya diamkan saja karena saat itu pertama kalinya saya masuk kelas bimbingan dan konseling untuk SMP,SMA dan SMK. Banyak guru yang bilang ke saya bahwa anak-anak atas (sebutan untuk anak SMP-SMA-SMK "karena kelasnya dilantai 2-3" hehe)kurang berminat pada sekolah, sama guru tidak ada sopan santunnya, guru baru pasti banyak yang kesal karena ulah mereka di kelas. ah yang bener??segitunya...

Dan, memang terbukti pada saat saya pertama kali masuk kelas,hanya ada 1 anak yang senyum kepada saya, yang lain sibuk dengan dirinya,obrolannya,gadgetnya masing-masing. Okey,waktunya berperang melawan mereka...

20 menit berlalu sambil duduk dan memperhatikan mereka satu persatu,dengan suara keras dan tegas saya berdiri dan memberi salam "good morning everybody" (dan ini pertama kalinya saya tidak memakai salam Assalamualaikum, karena di sekolah ini beragam agamanya). Masih tiga kepala yang menjawab selebihnya tetap asik, akhirnya saya menyuruh mereka untuk berdiri tentunya dengan suara lantang dan tegas. dengan begitu semua mata tertuju pada saya, saya menyuruh mereka melemaskan tangan,badan, dan mengajak mereka untuk bermain ice breaking. Akhirnya mereka tertarik dan sayapun memperkenalkan diri dan memperkenalkan apa itu bimbingan dan konseling,Alhamdulillah...

Dan,mulai saat ini ketika saya masuk kelas ketua kelas langsung menyuruh mereka untuk berdiri dan memberi salam kepada saya.Meskipun ada dua kelas SMK yang setiap saya membuka pintu kelas, ruangan gelap seperti bioskop,sunyi senyap,yang ada hanya suara mouse mereka, dan intruksi. Apa yang terjadi???mereka bermain GAME,twing dwing zwings gubraksss!!!

--------To be continue
Batam,11 februari 2013
**Catatanseoranggurubeka

Comments

  1. harus sabar banget ya jadi guru BK

    ReplyDelete
  2. Waktu SMA dulu, guru BK saya santuuuun sekali, entah apakah memang pembawaan atau memang keharusan sebagai guru BK. Sampai-sampai lebih disegani dibanding guru agama...

    ReplyDelete
  3. waduh...jadi guru BK banyak tantangan nya yah....
    semangaaaat :)

    ReplyDelete
  4. mbak Hanna, guru BK itu istimewa.. biasanya selalu disayang dan dikenang siswanya sampai mereka dewasa nanti.

    ReplyDelete
  5. Waduh... harus extra sabar ya, bu menghadapi anak2 sprti itu. Tetap semangat ya...... Salam kenal..........

    ReplyDelete
  6. Kesan pertama itu penting. Asal pertamanya bisa nakutin (cuma sebagai pemanasan), ke depannya bisa terpaku citranya ke murid2. Kalau setelah itu sikapnya berubah, tanggapan mereka terhadap guru akan membaik. Nggak mudeng kan??

    ReplyDelete
  7. ahahahaha, maen game yak?? kok oleh? bawa lepi tah, is?

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say