Skip to main content

Muda Menanam Tua Mengetam

...Barang siapa menanam pasti mengetam...
~mahfudzot~ 
Bismillahirrahmaanirrahim...
Tepat di usia saya yang ke 25 tahun saya baru mengenal yang namanya dana pensiun, itupun saya mengetahui saat saya bekerja di Batam. Bukan di perusahaan tapi saya mengajar di sekolah swasta, awalnya saya tidak paham benar saat mendapat surat tanda tangan kontrak, dimana didalamnya berisi hal yang berhubungan dengan tugas saya menjadi guru, beserta gaji yang diberikan dan potongan untuk jaminan hari tua sekian persen dari total keseluruhan gaji. Oke, jadi gaji saya akan di potong sekian persen untuk jaminan hari tua, lumayan setidaknya ada tabunganlah, batin saya saat itu. Tapi, pertengahan tahun 2013 saya resign dari tempat saya mengajar karena suami pindah tugas di Riau, otomatis setoran tiap bulan untuk jaminan hari tua terhenti pada bulan berikutnya sampai sekarang. Lalu uangnya gimana??hangus ya??tetap utuh dan saya bisa mengambilnya.

Rumit ya??iya, bagi saya rumit karena secara otomatis setoran akan berhenti dan jaminan hari tua saya cuma segitu aja, untuk saat ini. Kalau misalnya saya tidak bekerja tapi masih bisa menyetor kan lumayan bertambah tabungan tersebut, tapi ini tidak bisa karena dari awal memang semuanya diurus oleh pihak managemen. Beberapa hari yang lalu saya kebetulan baca sebuah informasi mengenai program pensiun dari bank Bank Negara Indonesia, namanya BNI Simponi. Setelah baca-baca, lumayanlah untuk didiskusikan lebih lanjut lagi dengan suami, meskipun sudah ada jaminan hari tua dari perusahaan suami bekerja tapi saya masih penasaran dengan program BNI. Kebetulan tabungan saya di BNI juga ada, jadi untuk sementara didiskusikan dahulu.

Sudahkan anda mempersiapkan dana pensiun sejak muda?
Mendekati usia 30 tahun saya baru menyadari betapa pentingnya menyiapkan dana pensiun sedini mungkin, terbayang saat tua nanti kita bisa duduk manis di rumah dan tidak pusing memikirkan uang untuk membeli kebutuhan sehari-hari atau malah mendapat passive income dari apa yang kita tanam saat masih muda Wah, siapa sih yang tidak ingin memiliki passive income di hari tua.
Lalu, apa yang seharusnya kita lakukan?
1. Menjadi bagian dari BNI Simponi
Sebuah layanan program pensiun yang diadakan oleh BNI, program ini bisa diikuti oleh semua lapisan masyarakat apapun profesinya. Dengan melakukan iuran minimal Rp 50.000, maka saat memasuki usia pensiun, peserta berpeluang untuk mendapatkan manfaat pensiun bulanan seumur hidup, setelah itu akan diteruskan kepada ahli waris.Untuk bisa menjadi peserta program BNI Simponi, kita bisa langsung ke BNI terdekat.
2. Menabung
Sebenarnya menabung itu susah-susah gampang, harus konsisten dengan niat awal kita menabung. Misalnya manabung di BNI setiap bulan, prinsipnya, sesusah apapun jangan sampai mengambil uang tabungan. Ini adalah satu prinsip yang saya dapat dari teman sewaktu kuliah. 
3. Membeli aset (rumah, ruko atau tanah)
Saldo banyak juga merupakan aset, tapi aset disini yang saya dan suami miliki adalah bentuk bangunan yaitu  rumah. Nah, kebetulan rumah ada di Batam, saya sering berpindah dari satu kota ke kota lain, jadi kasihan juga kalau rumah tidak dihuni kan rusak pelan-pelan. Jalan satu-satunya adalah bukan menjual rumah lalu beli rumah baru lagi, tapi bisa dengan cara menyewakan rumah beserta isinya. Gaji masuk setiap bulan, tetap ada uang masuk pertahun dari menyewakan rumah, lumayan juga kan bisa untuk beli aset yang lain. Jika ingin membeli aset berupa bangunan lain, bisa membeli ruko. Mungkin kita belum kepikiran untuk berwirausaha tapi setidaknya kita punya aset berupa ruko selain rumah. Apalagi jika lokasi ruko berada di jalan yang strategis, ini akan sangat menguntungkan kita. Satu lagi yaitu tanah,  karena semakin hari harga tanah semakin mahal apalagi di lokasi perkotaan yang strategis.
4. Wirausaha atau bisnis
Selain memikirkan untuk membeli ruko, tentunya opsi yang saya inginkan bersama suami adalah berwirausaha. Mungkin awalnya memang harus ekstra sabar dalam mengelola sebuah wirausaha, tapi jika menghasilkan dan berkembang dengan baik tentunya uang yang saya miliki akan berputar dan bekerja untuk saya.

Mempersiapkan dana pensiun sejak muda, sedini mungkin sangatlah penting sekali dan banyak keuntungannya, salah satunya memanfaatkan aset yang kita miliki seperti ruko untuk berwirausaha. Jangan sampai kita menunda untuk hal yang sangat berarti bagi kehidupan kita di masa tua. Tentunya kita ingin masa tua bahagia, bermanfaat bagi keluarga dan orang lain. Untuk itu, mari menyiapkan dana pensiun untuk hari tua kita. Menanam di masa muda mengetam di masa tua, menabung di masa muda menikmati hasilnya di masa tua.
Terima kasih, semoga bermanfaat.

Mengenai layanan program pensiun, informasi detailnya ada di BNI Simponi
***
Ahad,11/5/2014
@hmzwan

Comments

  1. Mempersiapkan dana pensiun memang sangat penting mak... semoga menang yaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget mak hehe....aamiin,makasih mak reni^^

      Delete
  2. pengin punya sih, tapi biaya yg harus disetor perbulan itu sedang tidak ada... :)

    ReplyDelete
  3. Kepengen juga punya dana pensiun, sementara ini pensiun masih tertahan diluar negri. Saya jadi terpikir dan perlu banyak tau bagaimana prosesnya bila dialihkan ke sini?. Semoga karyanya nya jadi yang terunggul ya Mak...:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tertahan di luar negeri, maksudnya gimana mak???tapi bisa dicairkan kan,wah jadi penasaran saya,tp kalo bisa dialihkan kesini knp tidak...aamiin ,makasih mak

      Delete
  4. Jadi pengen buka akun BNI katanya BNI bisa untuk daftar paypol iya nggak sih

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mbk daftar..kl paypol blm tahu saya mbk...coba ke kantornya :)

      Delete
  5. bisa bikin hidup ketika tua nanti tenang juga kalau punya dana pensiun :)

    ReplyDelete
  6. Waah, udah siap banget asset untuk hari tua, Mba. Udah beli ruko berapa nih. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. mumpung msh muda mbk hihihi......hahaha maunya sih byk ya cmiw ^^

      Delete
  7. di kantor saya pun ada program tsb dari BNI juga namanya DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan)

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh gitu mbk..kl ditmpatku dulu bkn ini ;)

      Delete
  8. mempersiapkan untuk hari tua emang penting banget mbak ^_^

    ReplyDelete
  9. harus dari seakrang ya sebelum menyesal

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbk...hayuk menyiapkn dana pensiuk sejak dini ;)

      Delete
  10. wah harus segera saya ikutan sebelum terlambat :)

    ReplyDelete
  11. aset kaya rumah sama tanah termasuk passive income yang besar :)

    ReplyDelete
  12. saya juga mau passive income itu mak. kayaknya BNI Simponi yang cocok buat saya hihi... semoga sukses lombanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. tos dulu,ayo mbk buka BNI simponi,mumpung masih muda hehehe..makasih mbk,sukses juga bt mbk susan^^

      Delete
  13. Gutlak mak .. saya belum bikin ....

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mak,hayuk bikinnnnn...dl minggu depan^^

      Delete

Post a comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say