Skip to main content

Tips Agar Tidak Kudet Meski Tidak Punya TV Di rumah


Saat ini, tidak memiliki tv (televisi) di rumah bukan hal yang aneh lagi. Mungkin ada sebagian orang yang heran dengan orang yang tidak memiliki tv di rumah, sebagian lagi mungkin tidak mempermasalahkan hal ini. Mengapa, karena sekarang zaman sudah berubah,semakin maju dan berkembang. Tidak punya tv tapi tetap bisa update info, berita dan segala hal yang terbaru. Gimana caranya??Aku kan kan nggak mau dibilang kudet sama teman-temanku??nggak kebayang deh nggak punya tv pas ada bola, dan lain sebagainya. Yuk simak tips agar tidak kudet meski tidak punya tv di rumah.

Tips Agar Tidak Kudet Meski Tidak Punya TV Dirumah
1. Baca koran
Koran merupakan media cetak yang masih eksis sampai sekarang, bertambah hari semakin banyak jumlah media cetak di Indonesia. Mulai dari koran daerah sampai koran nasional. Di pagi hari kita sudah bisa baca koran dan info mengenai banyak hal yang terjadi, baik di dalam maupun di luar negeri. Bukan berita lama melainkan berita yang baru dan sedang terjadi. Misalnya kasus korupsi, berita pilkada, atau pertandingan sepak bola.

Kebetulan banget di rumah bulek saya tidak ada tv dari dulu, setiap hari bulek langganan koran. Koran diantar ke rumah pukul 05.30 - 06.00, biasanya yang baca koran duluan anak-anak bulek saya yang masih sekolah dasar. Seringnya yang biasa mereka baca adalah headline news, setelah itu hanya dibolak balik saja sambil sarapan dan menunggu jemputan.

2. Baca berita online
Selain ada koran cetak, beberapa tahun terakhir media televisi nasional juga sudah memiliki koran digital. Jadi, informasinya dikemas dengan dua cara yaitu versi cetak dan digital melalui situs yang mereka punya. Tapi sampai saat ini, untuk koran digital dan cetak milik beberapa stasiun televisi, saya lebih sreg membaca yang digital. Alasannya mungkin lebih menarik yang versi koran digital, tapi kadang-kadang suka baca headline di koran cetak juga sih. Lihat dan baca sekilas aja sih hehe.

Kebetulan akhir-akhir ini saya dan suami (seringnya sih suami) sering banget lihat berita online terkini Sindonews. Apalagi pas waktu Pilkada DKI Jakarta minggu lalu, dari pagi sudah baca banyak berita. Mulai dari berita persiapan Pilkada sampai quick count, ngikutin banget nih. Yaaa meskipun saya dan suami tidak ikut nyoblos tapi penasaran sama hasilnya. Nah, selain update berita terkini tentang Pilkada DKI Jakarta, suami seringnya baca berita bola dan MotoGP. Nggak punya tv tapi tetep bisa nonton bola dini hari lewat streaming.

Pilih Mana, Baca Koran atau Berita Online?
Sejak 4 tahun yang lalu, saya dan suami tidak punya atau memiliki tv di rumah. Kebetulan kami tinggalnya selalu berpindah-pindah, kadang di Riau sesekali pulang ke Batam. Bagi kami, tv untuk hiburan,nggak harus setiap waktu atau 24 menyala terus. Jadi, tidak perlu beli tv. Meskipun kadang kangen banget lihat tv dan pingin banget setiap ada momen yang lagi happening atau terjadi di Indonesia langsung bisa lihat. Misalnya, momen Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu yang seru banget. Apalagi sekarang lagi musim bola, jadi kadang nggak afdhol gitu kalau nggak lihat pertandingaannya langsung di tv hehehe.

Jadi, kalau disuruh milih, baca koran atau berita online??emmm, berita online deh. Soalnya sekarang kalau mau beli koran jauh hahaha. Jadi, pilih baca berita online, ya meskipun kadang mata capek banget tapi biar nggak kudet ya harus update berita dong ya hehe.

Tips agar tidak kudet meski tidak punya TV dirumah kok cuma 2??Nah, mungkin teman2 mau nambahin??ayo dong sharing....

Comments

  1. saya ada di tv di rumah tp hanay ditonton untuk film anak2 macam upin dan shiva, sok ga sempat nonton , bisa update berita yg lagi hot baca status teman di timeline FB hahahha,

    ReplyDelete
  2. dengerin radio, radio selalu update lho....

    ReplyDelete
  3. iya mba...dan gadget lainnya juga banyak sediakan info yaaa

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say