Skip to main content

Tradisi Baik = Keluarga Sehat



Sehat itu mahal harganya
Pernah baca slogan di atas?kalau saya sering dengar dan baca slogan tersebut, apalagi ketika saya sakit dan ke dokter, pasti salah satu obat mujarabnya nasehat tersebut. Dulu sebelum saya menikah hampir tidak pernah memikirkan kesehatan, beli nasi ketika perut terasa lapar. Itupun terasanya malam hari, dari pagi makan seadanya apa yang ada di kos. Mulai memasak mi goreng dengan hiter sampai terkadang nyemil mi instan yang belum di masak, parah kan?itu dulu sebelum menikah dan masih jadi anak kos-kosan. Setelah menikah, akhirnya perlahan saya di perkenalkan dengan hidup sehat oleh suami. Suami dari dulu memang sudah memiliki pola hidup sehat yang bagus, mulai dari makanan hingga olahraga. Perlahan akhirnya sayapun mengikuti jejak suami, karena sudah tahu apa yang suami suka dan tidak suka.

Sebuah tradisi yang awalnya saya sempat bingung dan bosan, akhirnya berbuah manis. Saya yang dulunya hampir setiap bulan sekali pasti sakit demam, pusing, batuk, dan satu lagi flu. Itu sudah pasti saya alami setiap bulannya, dan saya baru sadar ketika lebaran tahun lalu ketika ibu saya sempat tanya “kok nggak pernah batuk lagi kamu..??”, oh iya ya… Dari situlah saya sadar bahwa dampak dari kebiasaan hidup sehat akan berbuah baik. Sebenarnya tidak muluk-muluk kebiasaan kami berdua, mulai dari makanan hingga kebiasaan yang kami jalani setiap harinya.
-       Menu makanan, kebetulan saya dan suami suka sekali dengan sayur-sayuran. Jika saya lebih ke apa adanya, apa yang di kulkas saya masak. Maka suami mengharuskan setiap hari harus ada sayuran, mungkin karena dari kecil sudah terbiasa makan sayuran jadi sayur menjadi salah satu menu wajib di meja makan. Kami jarang memasak sayur yang bersantan, lebih suka dengan sayur yang di rebus atau orang Jawa bilangnya kulupan. Kadang saya buat urap-urap, pecel, atau sambal terasi saja. 
 -       Lauknya pun simpel, tahu tempe goreng, ikan goreng. Kami lebih sering beli ikan disbanding dengan ayam. Masalah goreng menggoreng pun harus dengan minyak yang sehat tentunya.
-       Madu, di rumah pasti ada madu. Biasanya kami minum sebelum tidur malam, kadang pagi hari sebelum berangkat kerja.
-       Buah, stok buah harus ada. Karena kami suka buah-buahan.
-       Jus buah dan sayur, hampir tiga bulan setiap hari saya minum jus buah dan sayur. Misalnya mangga dan brokoli hijau, stroberi, brokoli hijau dan wortel, brokoli hijau, seledri dan stroberi, dan lain-lain.



-       Olah raga, suami olahraga badminton seminggu dua kali tapi setiap pagi setelah shalat subuh lari mengitari komplek. Sedangkan saya lebih menikmati lari di tempat dan di samping rumah saja, kalau weekend baru ikut suami lari keliling komplek. Olahraga tidak harus berat, lari-lari di tempat dan olahraga ringan cukup 5 sampai 10 menit saja tidak lebih yang terpenting rutin.

 Tradisi hidup sehat dengan kebiasaan-kebiasaan baik tentunya berhubungan erat dengan faktor makanan yang sehat, jika kita mengkonsumsi makanan yang tidak sehat sewaktu-waktu penyakit akan menghampiri kita. Itulah mengapa sehat itu mahal, tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang baik tentunya harus dipertahankan karena akan berdampak pada kesehatan keluarga. Sekian pengalaman hidup sehat kami, semoga bermanfaat.



Comments

  1. Hidup sehat ternyata enak ya... :)

    ReplyDelete
  2. Wah benar2 menerapkan hidup sehat ya mbak. Insya Allah sehat terus kalo diterapkan terus nih :)

    ReplyDelete
  3. Bravo hidup sehat......
    Memang sehat selalu dimuali dari hal kecil yang tak ribet. Tapi jarang yang menyadarinya.
    Moga menang ngontesnya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyha mbk,yang simpel aja hehe...makasih mbk susi :)

      Delete
  4. Sehat merupakan hal yang paling indah ya Bu.

    Saya juga pernah jadi anak kos, tapi gak pernah nyemil mie instan yang belum dimasak.

    Heheheeee

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mas... *berasa dah punya anak kuliah kl dipanggil bu xixixixi
      itupun gara2 temen,akhirnya makan deh yang begituan hehehe

      Delete
  5. Saya masih kurang sehat nih gaya hidupnya. Barusan makan mie instan.. abis kepengen, canduu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya udah nggak stok lagi mbk hehe...dulu sering :D

      Delete
  6. udah mulai jarang bgt makan mie. tapi emang iya, jadi jarang batuk. ini nasehat dari ibu-ibu puskesmas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyha zuh,eh perasaan kamu juga sering batuk kan dulu waktu kuliah hehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say

Bikin Apa Aja Gampang dengan Digital Rice Cooker Mito R5

Hayoo, ada yang pernah dengar Digital Rice Cooker Mito R5??buat yang sudah punya, pasti tertolong banget dengan produk ini. Nah buat yang pernah dengar tapi belum tahu penampakannya,atau belum pernah sama sekali dengar. Kali ini saya mau sharing pengalaman menggunakan Digital Rice Cooker Mito R5 8 in 1, rice cooker masa kini dan multi fungsi. Kira-kira saya bikin apa aja ya??emmm… Tentang Digital Rice Cooker Mito R5 Digital Rice Cooker Mito R5 merupakan produk terbaru dari Mito Electronic, dimana Digital Rice Cooker Mito R5 ini memiliki kapasitas yang lebih besar (2 liter), juga dilengkapi dengan 8 fungsi mode memasak. Yaitu memasak nasi, nasi merah, bubur, kue, merebus, mengukus, membuat sup dan menggoreng. Selain itu, juga dilengkapi dengan panci 5 lapis, pemanas 3D, serta fungsi timer untuk memasak nasi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 8 Keunggulan Digital Rice Cooker Mito R5 1. Satu rice cooker dengan banyak fungsi, 8 mode memasak. 2. Panci dengan 5 lapis