Skip to main content

Sebuah Folder : Aku, Playgroup, dan Pohon Apel

Kemarin sore kebetulan saya ke belanja ke pasar, seperti biasa tujuan pertama ke kios buah. Saya memilih stroberi, pepaya, mangga dan satu lagi yang tidak ketinggalan yaitu apel. Banyak ya, nggak juga lha wong belinya masing2 nggak banyak hehe. Stroberi satu pak isinya 12 buah, pepaya ukuran sedang, mangga 3 buah, dan apel 3 buah. Kebetulan di Batam buah mahal harganya jadi belinya perbuah, itupun tidak habis dalam waktu dua hari. Saya dan suami suka sekali dengan sayur dan buah, setiap hari sarapannya jus buah yang sudah saya mix. Entah itu mangga dengan stroberi. stroberi dengan brokoli hijau, atau apel degan stroberi, suka-suka saya. Tujuan utamanya bukan untuk diet tapi untuk kesehatan, sejak di menikah saya ikut kebiasaan suami yang makannya benar-benar sehat.
 
Pagi-pagi saya sudah siap dengan buah apel, stroberi, dan seledri untuk di jus. Pas membersihkan apel saya mengupas apel berikut dengan kulitnya, sontak saya kaget dan baru ingat kenapa saya kupas kulitnya ya..bukannya kulit apel banyak mengandung vitamin. Buru-buru saya cuci kulitnya dan saya masukkan ke blender jadi satu dengan buah stroberi dan seledri, kurang lebih dari lima menit jus jadi. Kalau ingat kejadian mengupas apel, saya jadi ingat dengan murid-murid playgroup

Waktu itu kebetulan materi untuk anak-anak playroup adalah art, karena sebagian besar anak-anak selalu dibawakan buah apel oleh mamanya jadi saya mengajak anak-anak membuat art berupa Apple Tree. Bahannya hanya kertas origami warna hiaju untuk daunnya, warna cokelat tua untuk pohonya, dan satu lagi finger painting berwarna merah untuk buahnya. Caranya gampang sekali, saya membuat pola bentuk pohon yang paling simpel dan mudah di pahami oleh anak-anak seusia playgroup, lalu dengan sedikit imajinasi saya membuat pola daun rindang. Setelah pola jadi, saya mempraktekkan terlebih dahulu setelah itu memanggil anak-anak satu persatu untuk membuat Apple Tree dengan cara menempelkan bentuk pohon dan daun yang rindang di kertas folio, setelah itu anak-anak saya suruh untuk mencelupkan jari telunjuk mereka di pewarna khusus finger painting lalu  menekannya di sekitar daun dan pohon tersebut, tarrrraaaaaa....inilah hasilnya, bermain sambil belajar. Belajar mengenal pohon dan manfaat buah, dengan begitu anak-anak merasa sangat senang sekali. Setelah Apple Tree kering, saya lalu memajangnya di etalase yang berada di depan kelas. Selain orangtua bisa melihat hasil karya anak-anaknya, tentunya anak-anak senang melihat hasil karyanya. Horeyyyy...!!!
 
 ini dia hasil mereka...(doc.pribadi)

Sekilas tentang apel :
Apel adalah jenis buah-buahan, atau buah yang dihasilkan dari pohon buah apel. Buah apel biasanya berwarna merah kulitnya jika masak dan (siap dimakan), namun bisa juga kulitnya berwarna hijau atau kuning. Kulit buahnya agak lembek, daging buahnya keras. Buah ini memiliki beberapa biji di dalamnya.
Orang mulai pertama kali menanam apel di Asia Tengah. Kini apel berkembang di banyak daerah di dunia yang suhu udaranya lebih dingin. Nama ilmiah pohon apel dalam bahasa latin ialah Malus domestica. Apel budidaya adalah keturunan dari Malus Sieversii asal Asia Tengah, dengan sebagian genom dari Malus sylvestris (apel hutan/apel liar).
Kebanyakan apel bagus dimakan mentah-mentah (tak dimasak), dan juga digunakan banyak jenis makanan pesta. Apel dimasak sampai lembek untuk dibuat saus apel. Apel juga dibuat untuk menjadi minuman sari buah apel.

Indahnya tolong menolong...love this moment^^ (doc.pribadi)
 
Tulisan ini diikutsertakan pada Give Away Aku dan Pohon



 

Comments

  1. Wah boleh dicoba nih bikin jusnya dicampur sayuran, lumayan ya mba kalo bosen makan sayur dijus ajah :)

    ReplyDelete
  2. Kalau mau memakan kulit apel, mencucinya harus seksama mbak. Sebab biasanya apel import dilapisi semacam lilin. Saya beberapa kali mengerok lapisan kulitnya dan memang ada lilin pelapisnya.

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say