Skip to main content

Borobudur vs Angkor Wat, Serumpun atau Tidak?

Jika ada yang bertanya sudah pernah ke Candi Borobudur?pasti saya langsung menjawab, sudah dong. Sudah pernah ke Candi Angkor Wat?itu loh yang di Kamboja?owh,lihat langsung ke Kamboja sih belum pernah tapi lihat di layar televisi sering banget hehe.


Candi Borobudur vs Candi Angkor Wat
Candi Borobudur, ya siapa yang tidak tahu candi yang satu ini. Candi ini terletak di Magelang Jawa Tengah ini dibangun pada abad ke 8 dan 9 pada masa puncak kejayaan wangsa Syailendra bernama Raja Samaratungga di Jawa Tengah. Tidak seperti candi-candi yang lain, Borobudur di bangun diatas tanah datar diatas bukit dengan ketinggian 265 m (870 kaki) dari permukaan laut dan 15 m (49 kaki) di atas dasar danau purba yang sudah mengering.Pada tahun 073 dilakukan pemugaran besar-besaran yang mendapat dukungan dari UNESCO, mulai saat itulah Borobudur kembali menjadi pusat keagamaan dan ziarah agama Buddha. (wikipedia)
Candi Angkor Wat yang tidak kalah terkenalnya di dunia yang terletak di kota Siem Reap Kamboja dibangun pada abad ke 12 pada masa pemerintahan Raja Suryavarman II. Angkor Wat terletak di dataran Angkor yang juga dipenuhi bangunan kuil yang indah, tetapi Angkor Wat merupakan kuil yang paling terkenal di dataran Angkor. Pada akhir abad ke 13, Candi Angkor Wat dialihfungsikan yang awalnya dari Candi Hindu menjadi Candi Buddha Theravada. Angkor Wat sendiri berasal dari kata Angkor yang berarti Negara dan Wat berarti Kuil, jika digabungkan Angkor Wat berarti Negara Kuil.(wikipedia)


Arsitek yang Sama
Berdasarkan prasasti Kayumwungan yang bertanggal 26 Mei 824, Candi Borobudur di rancang oleh arsitektur Gunadarma dan memakan waktu selama 75 tahun. Padahal pada saat itu belum ada komputer dan peralatan canggih tapi Gunadarma mampu merancang sebuah Candi Borobudur yang sangat indah.
Jauh sesudah Candi Borobudur dibangun, pada abad ke 12 Raja Suryayarman II membangun sebuah Candi Angkor Wat, dan menurut legenda Kamboja candi ini di rancang oleh arsitektur yang sama dengan Candi Borobudur yaitu Gunadarma.(link)


Menurut penjelasan ahli sejarah, relief Borobudur ada kemiripan dengan Candi Angkor Wat, yang berada di Kamboja. Padahal, Borobudur dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat ada.  Apakah ini menandakan bahwa negara-negara di ASEAN itu serumpun? 

Sebenarnya serumpun atau tidaknya Negara-negara ASEAN itu bisa kita lihat dari budaya masing-masing Negara yang hampir sama, misalnya saja bahasa melayu resmi digunakan oleh Negara Malaysia, Singapore , Brunai, Thailand, dan Indonesia (meski hanya beberapa persen daerah yang menggunakan bahasa tersebut). Begitupun dengan ras dan suku yang mayoritas mempunyai kesamaan antara satu dengan yang lainnya.
Salah satu dari ketiga pilar ASEAN Community adalah ASEAN Social dan Cultural Community (ASCC), dimana ini bertujuan untuk saling bekerjasama dibidang sosial budaya agar tercipta masyarakat yang saling peduli, berbagi, mengenal, dan menghargai antara budaya. Dengan adanya komunitas sosial budaya diperlukan adanya kerjasama yang baik antar Negara ASEAN untuk mengenal dan menghargai keragaman budaya masing-masing Negara. Jika Indonesia terkenal dengan Candi Borobudur yang terbesar dan termegah di Dunia maka Kamboja juga memiliki candi yang sangat bersejarah dan megah yaitu Candi Angkor Wat.

Jadi,serumpun atau tidak ya...??

 

 

Comments

  1. jadi pengen ke Angkor Wat mba hihi...

    btw salam kenal ya mbak.. br berkunjung langsung suka blognya ;)

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Ayo Mbak Han ke Angkor Watt, banyak loh penerbangan ke Siem Riep dari Singapore atau Malaysia. (eh td komennya dihapus ada typo sedikit hehe)

    ReplyDelete
  4. wah,,aq kok baru tau ya Angkor Wat :) ijin nyimak dulu :)

    ReplyDelete
  5. Jadi serumpun bambu harganya berapa? :D *dikeplak mak Hana

    ReplyDelete
  6. serumpun atau tidak yg penting damai yah :D

    ReplyDelete
  7. Walaupun beda bentuk tapi kalau dilihat sekilas sih hampir sama. Mungkin persamaannya dari pemandangan alamnya kali ya hehe.. Nah disitu serumpunnya

    ReplyDelete
  8. sepakat dengan Mak Nathalia, serumpun atau tidak yang penting damai.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say

Bikin Apa Aja Gampang dengan Digital Rice Cooker Mito R5

Hayoo, ada yang pernah dengar Digital Rice Cooker Mito R5??buat yang sudah punya, pasti tertolong banget dengan produk ini. Nah buat yang pernah dengar tapi belum tahu penampakannya,atau belum pernah sama sekali dengar. Kali ini saya mau sharing pengalaman menggunakan Digital Rice Cooker Mito R5 8 in 1, rice cooker masa kini dan multi fungsi. Kira-kira saya bikin apa aja ya??emmm… Tentang Digital Rice Cooker Mito R5 Digital Rice Cooker Mito R5 merupakan produk terbaru dari Mito Electronic, dimana Digital Rice Cooker Mito R5 ini memiliki kapasitas yang lebih besar (2 liter), juga dilengkapi dengan 8 fungsi mode memasak. Yaitu memasak nasi, nasi merah, bubur, kue, merebus, mengukus, membuat sup dan menggoreng. Selain itu, juga dilengkapi dengan panci 5 lapis, pemanas 3D, serta fungsi timer untuk memasak nasi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 8 Keunggulan Digital Rice Cooker Mito R5 1. Satu rice cooker dengan banyak fungsi, 8 mode memasak. 2. Panci dengan 5 lapis