Friday, 29 March 2013

Tetangga

Rasulullah SWA bersabda, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah
 ia berbuat baik kepada tetangganya" [HR. Bukhari-Muslim] 


Bagi saya sore hari lebih nyaman berada di dalam rumah, entah itu beres-beres rumah, melihat berita di tv, ataupun mengobrol dengan suami. Sebenarnya diluar sana di depan rumah *nggak didepan rumah saya pas sih hehe* ibu-ibu komplit dengan anak-anaknya sedang asik ngobrol. Tapi saya lebih memilih berada di dalam rumah, tidak keluar dan bergabung dengan mereka...

Dulu, pas blok tempat saya dan suami tinggal belum penuh penghuninya seperti sekarang yang sudah penuh *nggak banyak sih hanya 6 rumah jadi kalau hadap-hadapan jadinya 12 rumah,sekarang penuh* saya sering keluar karena hanya kami berempat, dan yang kami bincangkan seputar anak-anak saja. Tapi sejak blok ini ramai dan makin banyak yang nimbrung alhasil ada aja yang diperbincangkan, termasuk membicarakan tetangga blok-blok lain.Enthen, I hate this part!!

Sejak itulah, perlahan saya memilih untuk tidak bergabung lagi saat sore tiba. Sepulang dari sekolah [pukul 16.30] saya langsung bersih-bersih dan menyiram taman depan rumah, setelah itu dilanjutkan memasak. Bukan saya sombong atau gimana, karena saya memang tipikal orang yang tidak terlalu suka jika ada orang lain yang getol sekali membicarakan orang lain. Oke, jika yang dibicarakannya baik tapi kalau tidak baik??nah inilah yang saya tidak suka.

Bagi saya bertetangga dengan baik itu penting, dan saya tetap menjaga silaturrahmi saya dengan ibu-ibu terutama tetangga satu blok atau blok lain. Entah itu ketika saya libur bermain ke rumahnya untuk bermain dengan anak-anak kecil atau menyapa jika mereka sedang jalan-jalan di depan rumah dengan suami dan anak-anak mereka, atau terkadang saya meminta tanaman ke rumah mereka, berbagi makanan jika saya dapat snack banyak dari sekolah, berangkat bersama saat ada pengajian setiap hari sabtu sore. 

Dan yang terpentig itu, tidak memutuskan tali silaturrahmi....Betul tidak teman???



16 comments:

  1. hai hanna
    iya ya penting bersosialisasi dengan tetangga...
    teguran nih u aku...hehe...

    ReplyDelete
  2. Tetangga memang sangat penting, bisa mempengaruhi bahagia tidaknya hidup kita.

    Dari Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    «أَرْبَعٌ مِنَ السَّعَادَةِ: الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ، وَالْمَسْكَنُ الْوَاسِعُ، وَالْجَارُ الصَّالِحُ، وَالْمَرْكَبُ الْهَنِيءُ، وَأَرْبَعٌ مِنَ الشَّقَاوَةِ: الْجَارُ السُّوءُ، وَالْمَرْأَةُ السُّوءُ، وَالْمَسْكَنُ الضِّيقُ، وَالْمَرْكَبُ السُّوءُ»
    "Empat perkara yang membawa kebahagian yaitu: (1) Isteri Shalehah, (2) tempat tinggal yang luas, (3) tetangga yang baik, (4) dan kenderaan yang menyenangkan.
    Dan empat perkara yang membawa kesengsaraan yaitu: (1) Tetangga yang buruk sifatnya, (2) isteri yang buruk akhlaknya, (3) tempat tinggal yang sempit, (4) dan kendaraan yang buruk”. [Sahih Ibnu Hibban]

    ReplyDelete
  3. Ibu Anu: "Eh, Bu..Bu... Udah tau belum? Itu tuh, Ibu Joko, beli mobil baru. Sombong banget lah lagaknya. Mending beli cash! Lah ini NGUTANG juga! Huh, ngutang aja belagu!"
    Hanna: (kabur, masuk ke dalam rumah)
    :D

    ReplyDelete
  4. Ibu ibu biasanya suka pada ngerumpi, aku juga suka denger kalo ibu ibu lagi ngumpul suaranya terkadang di kecilin itu tanda lagi membicarakan orang lain
    Niche blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe...iyha mas irfan,iyha kl dikecilin ini besar suaranya hehe.daripada menambah dosa mending mundur deh hehe
      makasih

      Delete
  5. setujuuuuuuu sama mbak hann, yang gituan tandanya kurang kerjaan mbak, kasih kerjaan de #eh

    ReplyDelete
  6. Dan tetangga adalah saudara yang paling dekat

    ReplyDelete
  7. Yang penting tetap menyapa mereka mbak agar tak putus silaturahim..

    ReplyDelete
  8. Iya betul kak Hanna..
    Tapi tetangga Aisya kanan kiri semuanya bibi dan paman Aisya..

    ReplyDelete
  9. betul sekali, lebih baik menjaga silaturahmi tapi tanpa membicarakan orang lain ya

    ReplyDelete