Skip to main content

Penulisan "orangtua"

Kebetulan saya mempunyai sahabat sejak zaman kuliah dulu dan sekarang sudah menjadi konselor di sebuah rumah sakait, namanya Bu Lely. Hampir setiap hari selalu membuka kelas konseling dan diskusi via facebook mengenai banyak hal tapi yang paling sering itu tentang parenting.  Saya masih ingat suatu hari dia mengingatkan kita tentang penulisan "orangtua", banyak dari kita yang menulis kata orangtua itu seperti ini "orang tua" yang artinya orang yang sudah tua. Padahal maksud dari tulisan teman-teman itu kebanyakan mengarah pada arti ayah dan ibu bukan orang yang sudah tua, sedangkan penulisan yang benar adalah "orangtua" yang artinya ayah dan ibu.

Sekian sedikit ilmu yang saya simpan di memory, semoga bermanfaat. Happy weekend ^_^

Comments

  1. waah... saya kalau diminta menulis surat buat gurunya ponakan menggunakan kata "orang tua". nah, berarti salah yaa... thank's ini share nya bermanfaat banget. :)

    ReplyDelete
  2. aku nulisnya ortu aja deh, hehehhee....
    lebih singkat

    ReplyDelete
    Replies
    1. bissa bissaaa....oke deh mbk elsa heheehe

      Delete
  3. makasih mbk.., salam kenal, folbek ya.., makasih *smile

    ReplyDelete
  4. bener banget bu guyu saya kadang juga masih salah

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe,,yub bener mbk hana. saya dulu juga sering gitu tp sekarang sudah mulai ke jalur yang lurus hahahaha

      Delete
  5. Kunjungan balasan....

    Ohhhh... begitu ya. Padahal biasanya kalau saya membuat surat untuk wali murid saya ketik dengan kata "orang tua". Makasih untuk infonya ya....

    ReplyDelete
  6. hallo mb...
    maaf ya baru berkunjung detelah mb bolak/ik mengunjungi blogku..hehe...

    Aku orangnya penasaranan, kucari di kbbi online gak ketemu pakai kata kunci "orangtua" maupun "orang tua". Lalu kucari dengan kata kunci "ayah", maknanya 'orang tua kandung laki-laki; bapak'. Penulisan orang tua kok dipisah ya mb?

    ReplyDelete
  7. teirma kasih sudha berbagi ilmu

    ReplyDelete
  8. Bagus mbak infonya, biar gak salah lagi nulisnya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.