Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2012

Tio dan Tong Sampah (Cerita lama)

Selasa pagi ketika aku baru saja sampai di lingkungan sekolah dan sedang memarkir motor, tiba-tiba dengan wajah tegang dan melihat sekitarnya enda langsung memegang tanganku dan bercerita tentang sahabatnya. “Bu, jangan bilang guru-guru lain ya. Jangan bilang anak-anak lain juga ya bu…” ucap enda dengan suara lirih dan terus memandang wajahku “Iyha ada apa nda, kok kamu aneh gitu..” ujarku memandang aneh enda “Ayo bu ke ruang BK aja, saya takut ketauan anak-anak..” sembari menggeret tangaku dan membawaku ke ruang BK tempat dimana aku bekerja Setelah membuka pintu ruang BK saya mempersilahkan enda duduk dan menceritakan apa yang ingin dia ceritakan kepada saya. Tanpa saya suruh Enda bangkit dari duduknya dan langsung menutup pintu rapat-rapat. “Sudah tenang..???” Tanyaku pada Enda “Bu….” Ucapnya ragu “Iyha, ada apa nda..???mau cerita apa..???bu iis janji nggak akan cerita…” ujarku sambil meyakinkan Enda “Bener lo bu ya….” “Iyha….” “Si Tio kemarin pas pul

Colouring Time

Hari ini adalah hari ke 9 bagi anak-anak PG (alias piji) memasuki dunia barunya diluar rumah, ya disekolah tentunya. Heumm, eniwey hari ini anak-anak saya beri tugas mewarnai. Yeaaa it’s time to colouring the circle , wuaaa senengnya anak-anak kalo dah lihat crayon . Awalnya kelas rame banget jadinya langsung deh diam dan duduk manis di kursi masing-masing (demen nih yang kayak beginian hihihi), selain untuk membuat konsentrasi anak lebih fokus mewarnai juga dapat melatih perkembangan motorik halus anak loh. Mula-mula mereka menggores dititik tengah tapi akhirnya sampai keluar lingkaran hehe, ya meskipun hasilnya masih corat-coret dimana-mana tapi setidaknya anak sudah berusaha dengan kemampuannya sendiri, heumm bolehlah dapet star 3 hihihi. Setelah materi colouring selesai, anak-anak waktunya breaktime . Makan yukkkk,dah lapar kayaknya. Setelah anak-anak selesai makan dan bermain di playground ,  dilanjutkan dengan materi art lesson alias p

Perempuan dengan Pena

Entah,saya tidak bisa berkata apa-apa ketika sahabat pena di kompasiana mas "elang langit"membuat sebuah kata-kata indah untuk kami tiga perempuan manis yang tentunya suka menuangkan kata-kata yang indah (xixixixi....katanya sih,padahal saya aja masih berguru sama bunda selsa dan si uleng yang top deh ^_^)....tapi senang banget dapet hadiah ini,makasih mas elang.. ** Untuk Uleng, Selsa dan Zwan Biarkan aku hanyut Atau tenggelam dalam katamu Yang kau goreskan dalam ribuan warnamu Mengalir indah menerpa keakuanku Walau kebodohanku sedikit menerka maksud alurmu Wahai perempuan dengan pena Aku bermimpi tentangmu Tentang malaikat dalam wujudmu Tersenyum anggun memeluk tanganku Tuk goreskan tentang cinta…tentangNya dan tentang dunia Saat kubuka mataku Rasa itu sungguh ada Rasa yang ingin kuberikan padamu semua Ku tak mencintai tubuhmu karena bukan milikku Atau hatimu yang juga bukan punyaku Tapi ku mencintai hitam putih bayangmu Begitu indah dianta

"Mama stupid Michelle"

Seperti biasa pukul 12.00, Michelle (4 tahun) dijemput oleh mamanya. Sebelum pulang mamanya sempat berbincang dengan saya dan bercerita bahwa ia sering tidak paham dengan apa yang sering dibicarakan oleh Michelle kepada mamanya. Karena sang mama tidak bisa bahasa inggris maka ia menanggapi Michelle dengan kalimat “mama stupid Michelle…., Akhirnya setiap Michelle mengajak berbicara mamanya dengan menggunakan bahasa inggris, sebelum sang mama menjawab Michelle langsung berkata “mama stupid.. “. ******** Kemarin saya kaget ketika mama Michelle cerita seperti itu, kaget dengan pernyataan Michelle kepada mamanya “mama stupid.. “. Bagaimana tidak, selama empat jam disekolah kami tidak pernah mengajarkan hal seperti itu kepada anak, tapi tiba-tiba saja saya dikagetkan dengan pernyataan anak balita dengan kalimat yang sangat tidak sopan kepada orang tuanya. Dan yang lebih mengagetkan lagi kalimat itu ia tiru dari mamanya, “sedih sekali saya”. Memang kegiatan belajar mengajar di sekol

When I See U'r Smile..

Heum,kalo lihat foto ini rasanya pingin banget ngulang masa-masa indah beberapa tahun yang lalu (berapa tahun ya??mulai tahun 1997-2003), lama banget rasanya...dan akhirnya kita bisa reunian tahun 2009 setelah sekian tahun berpisah, huwaaa....seru bangettt deh kalo udah reunian,syukurlah udah pada kerja semua, ada juga yang  udah nikah dan punya anak, ada juga yang masih nerusin kuliah...Aih,jadi rindu banget kalo lihat foto ini..always miss you uni zwan...big hug mwah tlepoks....

Anjani

Malang, Juli 2010 Namanya Anjani, siswa SMP kelas VII (atau kelas 1 SMP). Gadis remaja yang sangat pendiam diantara teman-teman yang lain di kelasnya, pertengahan awal memasuki kelas barunya Anjani sudah sering tidak masuk kelas. Hampir sebulan ada 10 alpha (tanpa keterangan), 10 dengan keterangan sakit. Dan ini berlaku hingga 1,5 bulan, dan tidak bosan-bosannya saya selaku guru pembimbing BK setiap kali Anjani tidak masuk saya selalu menghubungi orang tuanya. Seringnya yang mengangkat telepon rumah itu bibinya dan jawabannya selalu sakit, dan tidak mau sekolah. Akhirnya sayapun berkesempatan untuk bertemu dengan ibunya Anjani, setelah berbincang selama 1 jam lebih akhirnya saya menemukan permasalahan yang dialami Anjani.             Berdasarkan informasi dari ibu Anjani, dari kecil Anjani sangat dekat dengan ayahnya. Hingga suatu hari ayah Anjani dipindah tugaskan ke Kediri, dan sejak saat itu Anjani berubah menjadi anak pendiam, sering meng

Dear Sahabatku...

Seringkali saya memikirkan keadaan teman-teman dekat entah teman semasa Smp, Sma, maupun teman kuliah. Apa kabarnya si A, B, C, D dll? Tak berapa lama saya langsung mengirimkan sms kepada mereka untuk sekedar say hello   atau hanya berupa kata kangennnnnnn . Tapi akhir-akhir ini tiba-tiba saja saya sering bertanya dalam hati   ”kok aku terus ya yang sms duluan?” , ” kenapa harus saya yang selalu mendahului mengirimkan sms kepada mereka?”... Terkadang saya marah dengan diri saya sendiri, mengapa saya sepeduli itu terhadap mereka yang dulu peduli terhadap saya. Terkadang ada rasa sesal yang bertubi-tubi ketika satu persatu dari sekian banyak teman, sahabat, bahkan yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri hilang satu persatu dari benak saya. Mengapa harus seperti ini? Saya benci dengan pertemuan, perkenalan kita dulu. Saat-saat indah kita lewati bersama, baik suka maupun duka. Tapi dengan berjalannya waktu satu persatu hilang seperti

Balada Sebuah Kata

Menginjak siang, sepertinya ada bintang berjatuhan. Meski begitu, aku masih terdiam dalam lamunan. Kaki-kaki kecil seketika berhamburan memungut ceceran yang tergeletak di tanah yang hampir kering. Sebab, acap kali hilang tanpa berpamitan. .. Di sudut kamar, aku melihat beribu pasang kurcaci hitam berjalan pelan. Menuju….entah, terlalu banyak tikungan yang mungkin saja mereka tak tahu arah dan tujuan. Maka, ketika mereka bertemu di satu titik. Sebagian ada yang bersorak, sebagian lagi ada yang mengumpat. Tentunya.. .. Diujung cakrawala, aku rindu budak hatiku. Lalu kusibakkan pelan-pelan tirai bilik bambu, atas kedatanganmu yang kutunggu. Berharap masih ada satu bintang yang sengaja menyelipkan diri dibawah pohon alpukat. Seperti saat kita bersila manis menikmati jamuan sejumput rasa yang membuat lidah menggelora. .. Sembari memungut rasa di puncak gundukan naras, bersamamu lebih indah sepertinya. Tapi untuk tidak kali ini, bukankah menikmati secangkir teman hitam ber

Aku, masih setia menunggu

Sementara hujan tak lagi menyapa Aku, masih setia menunggu Dibilik reyot yang tertumpuk debu Beralas timbunan pasir kasar >< Tertegun dan terdiam Aku, masih setia menunggu Datangnya senyuman manis Yang selalu melambaikan tangannya diujung senja >< Sesaat sebelum hari berakhir Aku, masih setia menunggu Hadirnya ocehan-ocehan lucu Para kurcaci pantai ditengah gulungan ombak >< Sudah lama aku muak merindumu Aku, masih setia menunggu Terkadang, tapi untuk tidak saat ini Karna ku lelah dengan segala tawa kita dulu ***** Batam, 4 Juli 2012