Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2011

Aku dan Hujan

Dan tiba-tiba hujanpun turun Mantelpun tak ada di jok motor huft, Harus menerjang angin dan derasnya hujankah..?? Atau berdiam diri di bawah pohon nan rindang..?? Atau berpindah tempat ke pinggiran toko dan ruko.. Heum, Apakabar mantelku di garasi..?? Amankah kau disana..?? Dan kupun hanya bisa duduk manis diatas motor Memandang derasnya hujan dan angin dijalanan Mengenai badanku, Pfiuh, Tak peduli air hujan jatuh tumpah ruah diterjang angin Mengenai badanku, dan basah kuyup…. Indah memandang tetesan air hujan yang jatuh tepat di wajahku Tak ada rasa… Yah,hanya kesegaran alami yang kurasakan… Itulah anatara aku dan hujan 22222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222 —at 2.24 pm..di emperan toko Jln Martadinata Malang—

Percakapan Rembulan dan Bintang

Hai, Kaukah itu Sang bintang pujaan jagat raya Aku rembulan, Ya, rembulan cantik nan menawan Berbekal keindahan, mampu menyinari, Ah, terlalu berandai-andai Itu menurutku Tapi tidak dengan mereka Hai, Jangan diam dan berpaling Tengoklah aku sebentar Aku ingin melihatmu Dalam temaranpun kau masih malu Aku rembulan, Berwajah bengkok tak seelok bidadari kayangan Tak secantik mereka Tak sebaik mereka Tak semanis mereka Tak sepintar mereka Tak seistimewa mereka Aku benci mereka……… Hai, Kaukah rembulan itu Sang rembulan pujaan jagat raya Cantik nan menawan Berbekal keindahan, mampu menyinari malam Itu menurutku, Aku, sang bintang pujaan jagat raya ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ Malang, 17 Januari 2011. 09.47 am

Bulliying

Panggil saja Iraha, ia di pukul teman satu kelasnya tepat di kepala belakang dekat telinga. Satu jam setelah pemukulan tersebut pipinya bengkak, gosong dan badannya sakit semua. Minggu lalu, Enda mengadu ke salah satu guru bahwa temannya si Tio pernah dimasukkan ke dalam tong sampah oleh beberapa siswa tingkat atas sewaktu pulang sekolah. Tio tidak berani melapor ke guru karena dia diancam oleh kelompok tersebut. Sehingga teman Ferdolah yang mengadu kepada guru. Gio salah satu murid khusus diganggu teman satu kelasnya dan langsung memberontak, lantas ia diserang oleh beberapa temannya. Bukan malah melerai pertikaian, beberapa teman-teman Gia malah memukuli Gio sampai ia kesakitan Berbeda dengan Iraha, Gio dan Tio, Sigit (bukan nama asli) siswa baru pindahan dari Jakarta tersebut setiap hari harus menyerahkan uang Rp 3000 ke kelompok yang sangat ditakuti oleh teman-temannya satu kelas. Tidak hanya di palak, tapi ia juga sering dikosek / dijundu (menyentuh kepala dengan keras dan