Skip to main content

Catatan Seorang Guru Beka : Menghukum Anak Keluar Kelas

10.10

Pagi tadi sebelum saya masuk kelas 8b, saya sempatkan untuk kelilng mengecek anak-anak SD. Dari jauh saya melihat Erza berdiri di depan kelasnya (IIa), kenapa lagi anak ini batin saya dalam hati. 
"Erza kenapa nak diluar?"
"Em.....e....." badannya terus bergerak
Lalu saya duduk jongkok
"Kenapa nak diluar?"
"Erza tadi Erza tadi main miss..."
"Main apa nak?"
"Erza main gambar, terus terus...Dion bilang ke miss Esti"
"He'um....iyaaa..."
"Terus miss Esti marah Erza disuruh keluar"
"Ooo....tadi miss Esti ngapain nak di kelas?"
"Miss Esti lagi nerangin, Erza gambar miss"
"Ooo...iya,besok lagi kalo miss Esti nerangin, Erza nggak boleh main atau gambar lagi ya nak. Biar pintar, okey Erza?"
"Iya miss Hana...."
"Give me five..." sambil mengajak Erza tos, spontan Erza membalas tos saya
~ ~

Sedih saya kalau lihat anak-anak jika dikeluarkan dari kelasnya, diluar hanya diam dan diam sambil tolah toleh. Saya lebih setuju lagi jika anak dikeluarkan dari kelas, lalu anak tersebut disuruh untuk mengerjakan tugas didepan kelas. Setidaknya anak ada aktvitas diluar, anak yang dikeluarkan dari kelas penyebabnya biasanya :
- Tidak mengerjakan PR
- Bermain di kelas
- Melamun saat guru menerangkan
- Mengobrol dengan teman

Jika hal diatas terjadi pada anak SD, beri peringatan dan nasehat kepada anak agar tidak lagi melakukan hal yang sama. Boleh saja guru mengeluarkan anak dari kelas, tapi jangan dibiarkan anak dalam keadaan diam, berdiri, dan melamun di depan kelas sendiri. Beri tugas kepada anak agar di luar kelas anak belajar dengan sendirinya, jika tidak belajar setidaknya anak membuka, mebolak/balik, atau bisa jadi anak membaca buku yang ia bawa.
Daripada anak diam diluar kelas, sangat membuang waktu sekali. Bagi saya anak boleh di hukum tapi hukum dengan hal yang positif. Misalnya, anak bermain saat guru menerangkan, lalu guru menghukum dengan belajar diluar kelas. Guru memberi tugas membaca cerita lalu menyuruh anak mengerjakan soal, setelah jam selesai guru bisa bertanya kepada anak tentang apa yang ia tangkap dari apa yang ia pelajari selama belajar diluar kelas.
Dengan memberi hukuman yang positif pada anak, ada timbal balik dari hukuman tersebut. Di pihak anak, anak tidak rugi dengan hukuman diluar kelas, ia bisa belajar dan tidak membuang-buang waktu secara cuma-cuma. Di pihak guru, guru tidak akan rugi juga karena anak mematuhi apa yang guru perintah, belajar dengan mandiri, dan tentunya tidak merugikan anak sebagai anak didik pastinya.


Untuk Erza, tetap semangat ya nak.... ^_^
~Pelita,2/4/2013

 

Comments

  1. setuju sekali seharusnya dikasih hukuman yang membuat anak sibuk

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau saya sih malah nggak setuju kalo dihukum, namanya juga anak sd kelas 2

      kalo suka nggambar ya biarin nggambar lah, ngapain dihukum.
      itu menurut q sih.. :p

      Delete
    2. ---mbk lidya....kangeeeennnn,lama nggak jumpa hehehe.sip2 tos dululah hehe :D



      ----m.rivai....boleh menggambar,masalahnya ini sudah selesai waktu menggambarnya. lanjut ke pelajaran lain.

      Delete
  2. Aku juga setuju mba spt itu, drpd menghukumnya keluar kelas dengan bengong atau kaki diangkat 1, apalagi sampai dibentak dan dimarahi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehh.. balik lagi. Masak takut kucing mba?? Kucing itu lucu lho! yang penting dia harus sehat, dah divaksin dan jaga kebersihan.. klo pun digigit gpp, pasti gigit lucu. hehehe :D

      Delete
    2. hehehe..iyha mbk dhe,daripada anak bengong sendiri :D

      masalah kucing,hickz nyerahhhh!!!

      Delete
  3. setujuuu banget bu guru...
    tapi tergantung gurunya kali ya..
    jadi inget< suka ada yang di hukum di jemur di tengah lapangan sambil hormat bendera..
    #kalo inget dulu, guru ko tega ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyha,tergantung gurunya juga kok mbk nchie..tiap guru punya cara masing2 :D

      hiyyaaa,sammmaa....dulu q juga sering dihukum hehehe

      Delete
  4. Trus guru yang ngeluarin erza td diapain? ada bimbingannya juga nggak? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. guru,pasti ada bimbingannya juga kok hihihhihi..termasuk saya :D

      Delete
  5. setuju is.. beri kegiatan bermanfaat yang bisa dijadikan 'hukuman'

    ReplyDelete
  6. Hmm... sesungguhnya hukuman itu adalah cara valid dalam mendidik. Rosulullah SAW dalam sebuah hadits menuturkan jika anak di usia 7 th meninggalkan sholat maka ortu boleh memukulnya di bagian tertentu.
    namun dalam kasus di atas, saya jadi bertanya-tanya dalam hati.. apakah yang dilakukan murid tsb adalah sebuah kesalahan? ia hanya sedang menggambar miss yg lagi menerangkan pelajaran.. jika ia seorang pembelajar dg tipe visual, mungkin itulah cara dia menyerap pelajaran.. atau jika pelajaran miss menjenuhkannya, maka itulah cara dia menyeimbangkan otak kanan-kiri utk merespon pelajaran.. atau... dst. saya yakin sang anak memiliki segudang alasan melakukan demikian. jadi, mungkin hal yang fair adalah mengetahui terlebih dahulu penyebabnya sang anak melakukan hal itu.. agar tindakan sang guru tepat sesuai kondisi anak.
    Soal bentuk hukuman dg mengeluarkannya dari kelas, adalah kembali pada Standar Operasional Pembelajaran yang diberlakukan sekolah tersebut. karena tiap SOP pasti memiliki tujuan pendidikan tertentu. contohnya di nanny 911, mereka memberlakukan time out (anak diam/ duduk, disudut tertentu dg waktu tertentu) dlm cara mendidik agar anak memikirkan/merenungkan dan akhirnya menyadari kesalahannya.
    *eh, komennya ini kepanjangan banget..maaf.. ^__^

    ReplyDelete
    Replies
    1. uwah,makasih banyak ilmu tambahannya mbk liyan....
      Okey,terkadang anak tidak tahu bahwa ada hal yang bukan waktunya melakukan hal yang seharusnya dilakukan. anak usia SD kelas 2 (untuk anak zaman sekarang) sudah tahu bahwa sekarang waktunya pelajaran ini, namun terkadang anak tidak tahu bahwa melakkan hal lain di saat guru menerangkan itu tidak benar, mengapa tidak benar?karena tugas anak saat itu adalah belajar materi lain tidak menggambar. kebetulan belajar menggambarnya sudah 2 jam yang lalu...
      Selain itu,anak belajar menghargai orang lain terutama ketika guru menerangkan di depan kelas. kalau masalah dihukum,daripada anak dihukum keluar kelas tidak melakukan hal yg bermanfaat. Lebih baik dipulangkan saja,sekalian....jika tidak ya diberi tugas,setidaknya anak juga belajar di depan kelas...tapi untuk masalah hukum menghukum itu tergantung gurunya juga,tipikal guru berbeda2....hehehe

      makasih sharingnya mbk liyan :D

      Delete
  7. Bener banget nih. Sayang banget kalau anak yang sudah berangkat ke sekolah, lalu tidak mendapatkan pelajaran apa-apa.

    ReplyDelete
  8. mending disuruh ke perpus ngeringkas buku

    ReplyDelete
  9. saia juga pernah dihukum ama dosen, disuruh menutup pintu karena terlambat

    tutup pintu dari luar ruangan pastinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha..alhamdulillah saya belum pernah hihihi

      Delete
  10. Jadi inget jaman SD pernah dikeluarin karena ga ngerjain PR, tapi sambil disuruh ngerjain PR yang belum dikerjakan tadi. Kalo udah selesai ngerjainnya boleh masuk kelas lagi. Jadi semangat ngerjain PR nya.. ^^

    ReplyDelete
  11. aku sih.... gak akan menghukum anak keluar kelas
    atau menyuurh anak mengerjakan tugas di depan kelas
    kalo hanya gara gara dia menggambar ketika guru menerangkan sesuatu...

    well, namanya anak anak
    pastinya lebih memilih mengerjakan sesuatu yang jauh lebih menyenangkan baginya, lebih menarik...

    siapa tau kelak dia jadi animator handal yang bekerja di pixar??

    aaamiiiinnn semoga saja

    (berdasarkan pengalaman pribadi yang lebih suka menggambar sembunyi sembunyi ketika guru menerangkan di depan kelas. hehehehhe)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.