Saturday, 2 March 2013

Catatan Seorang Guru Beka : Hose


Catatan seorang guru beka
On Saturday,
Akhir-akhir ini Hose sering berulah di sekolah, ya cium pipi Vanessa, miss Ayu, Randy, Abigel dan terakhir kemarin reflek cium miss Ruth saat olahraga berlangsung. Spontan miss Ruth kaget dan saya yang berada di barisan paling belakang langsung berlari untuk melepaskan pegangan tangan Hose yang begitu kuat. Saya hendak terjatuh karena Hose memberontak saat saya memberitahu kepadanya bahwa itu tidak benar dan tidak boleh, dengan wajah tertunduk saya memintanya untuk meminta maaf kepada miss Ruth. Awalnya ia enggan tapi lagi-lagi dengan terpaksa saya menggunakan volume suara besar saya untuk meminta Hose meminta maaf kepada miss Ruth, Alhamdulillah Hose mau dan saya menyuruhnya untuk duduk di taman menghadap anak-anak SMP, SMA, dan SMK yang sedang olahraga.
“Hose tak boleh cium-cium lagi ya nak..”
Masih tertunduk dengan bibir atas maju lima senti, itu kebiasaan Hose saat marah atau tidak mood.
”Hose mau dengan miss Hana atau suster..???”ucap saya sambil duduk jongkok di depan Hose
“Sama miss Hana..”jawab Hose spontan
“Makannya dengar apa yang miss Hana bilang nak…”
“Iya miss Hana…”
“Yaudah, Hose duduk disini ya nak nggak usah kemana-mana..”
Hose hanya mengangguk dan mulutnya bergerak-gerak, entah apa yang ia pikirkan.
ini tulisan Hose...

****
Hose, siswa kelas 1b. Kebetulan saya hampir satu tahun mengajar di sekolah ini. Ada 2 anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di tempat ngajar ini. Yang satu kelas 2 (diagnosa PDD Nose) tapi ia anak pintar, bisa mengikuti kelas dengan baik dan pintar matematika loh hehe. Nah satu lagi Hose kelas 1b, disini saya bingung karena orangtua dari awal enggah memberitahukan kepada pihak sekolah mengenai kondisi atau diagnosa anaknya. Kebetulan waktu Hose diterima saya belum aktif karena baru diterima mengajar. Saya tanya pada suster (perawat sekolah) ia pun tidak tahu menahu, lagi-lagi factor orangtua yang tidak mau memberitahukan kondisi asli anaknya. Ya sudahlah….
Akhirnya lambat laun suster mengetahui jika Hose dulu menderita hidrocefalus dan epilepsi. Yang berakibat pada keterlambatan dalam belajar. Untuk membaca Hose belum bisa masih dua huruf, misalnya ba-bi-bu, itupun terkadang lupa. Menulis belum begitu bagus dan konsisten, dari yang ukuran sedang huruf berikutnya akan besar dan tidak beraturan. Tapi untuk komunikasi Hose ini aktif sekali, sudah seperti orang dewasa, seringkali tidak sama apa yang diucapkan dari sepuluh menit yang lalu dengan 10 menit kemudian, suka mengada-ada dan bohong. Setiap ke sekolah hari-harinya pasti berulah, apalagi kalau sudah ada di kelasnya. Jalan dari meja satu ke meja lainnya. Terkadang spontan mencium Vanessa dan Randy yang kebetulan satu kelas dengannya. Alhasil teman-temannya tidak fokus dan merasa terganggu dengan keberadaan Hose di kelas.  Berkali-kali saya dan suster sudah memanggil orangtuanya untuk menanyakan bagaimana dengan guru shadow untuk Hose???tapi ketika tiba di sekolah, pasti jawaban mamanya klise. Lagi-lagi belum dapat guru shadow miss. Mengapa harus ada guru shadow??karena Hose sudah sangat mengganggu kelas dan harus ada guru shadow yang terus mendampinginya. Setidaknya Hose duduk manis di mejanya dan tidak jalan-jalan dan mengganggu teman-temannya saat pelajaran berlangsung.
Dua minggu kemarin Hose setiap hari berada di klinik dengan suster, kebetulan Hose anaknya memang harus dikerasin. Karena jika anak ini dibaikin atau dengan cara baik-baik maka yang ada manja, memeluk dan suka mencium. Dengan suster maria Hose bisa patuh dan menurut, untuk hal ini jika Hose berulah maka satu-satunya cara adalah dengan menyebut nama suster maka anak ini akan menjadi penurut saat di sekolah. Kenapa harus seperti itu???maaf, karena saya bukan tipe orang yang keras, saya orangnya tidak tegaan hehe. Kemarin Hose mau belajar dengan saya, mungkin karena takut belajar dengan suster maka ia saya ajak belajar mau dan menuruti apa yang saya ucap. Hose mau belajar menulis, belajar matematika meskipun sedikit dan berulang-ulang. Setidaknya Hose bisa belajar dan tidak berkeliaran dan berulah di lantai satu sampai empat, Alhamdulillah.
Kemarin sore setelah saya mengajar Hose matematika, rasanya senang sekali jika melihat anak ini baik-baik saja. Menjadi anak yang manis, tidak menjadi olok-olokan teman-temannya, kakak kelasnya, dan guru-guru tentunya. Heummmm…Alhamdulillah.
Sekian cerita saya pagi ini…have a nice weekend!!! ^_^

14 comments:

  1. hmm, Harus ekstra sabar ya mbak

    ReplyDelete
  2. Ι have аlso struggled wіth thе
    factor, I cаre for utilize http://Garсiniacambοgia.
    oгg/fгuіt-extraсt/ tο imprοѵe it.
    But You apрear to have it down especially considering you're the anyone that wrote Blogger: Akiz Life, great job!

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. Mskasih mbk rohma....;)
      Semangatttttttt

      Delete
  4. Replies
    1. Mksh mbk diana.....
      Bunda jg hebat kok ;)

      Delete
  5. Saya membayangkan diri sendiri... agak kurang sabaran saya mba orangnya kalau menghadapi anak-anak yang cenderung susah dibilangi. Salute buat guru-guru yang mengajar dengan tulus dan setegar baja. Pokoknya saya dukung sepenuhnya (^,^)/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi....ayuk2 ngajar siapa tau bs bljr sabar hehe....
      Maksh atas dukungannya gen...pilih saya ya....*heloeh xixi

      Delete
  6. ada seni tersendiri ya ngadepin anak2 tipe begini... salut buat orang-orang yang bergelut di bidang seperti ini.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyha mbk carra,harus extra sabar hehehe

      Delete
  7. Waw, stok sabarnya banyak yah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaa..nggak juga,porsinya sama sm mbk aisyah :D

      Delete