Skip to main content

(masih) tentang yang manis


Bagi saya sahabat adalah segala-galanya, tempat dimana kita bisa mencurahkan segala hal. Yang sampai saat ini masih teringat di memori barisan paling depan adalah saat-saat terakhir masa kuliah.
Pertama, saya kuliah ambil jurusan psikologi di salah satu universitas negeri di Jawa timur, entah pada semester 7 hingga saat wisuda banyak sekali hal yang menggembirakan dalam fase itu. Saya kebetulan ditinggal wisuda terlebih dahulu oleh teman-teman dekat saya karena saya mendapatkan dosen pembimbing yang super sibuk hingga akhirnya saya terlunta-lunta dan bertemu dnegan teman-teman baru yang kebetulan sedang menyusun skripsi. Saya teringat saat sore sepulang dari kampus tiba-tiba salah satu teman saya yang suaminya dosen menelpon dan menawari saya beserta 3 teman lain ikut mengantarkan suaminya ke Jogyakarta, dengan senang hati saya, Ily, Anyum, dan Ifa segera mengepak barang seadanya dan langsung mencari angkot untuk berangkat ke rumah Laily.
Bagaimana saya dan teman-teman menolak ajakan Laily, disaat yang tepat dan diwaktu yang kami paksakan sangat tepat akhirnya kami berangkat, yeaaaaa Jogya…kami datangggg!!!. Berangkat pukul 17.30 dengan menaiki mobil sedan, di belakang kami duduk saling pangku karena yaaa kebetulan badan kami terlalu kurus untuk duduk dengan nyaman hahaha. Oh my God!! Terlalu manis jika saya harus merecall kenangan-kenangan yang tidak mungkin terlupakan begitu saja, sampai Jogyakarta pukul 01.30. Paginya setelah subuh saya dan teman-teman diajak ke pantai parangtritis untuk menikmati matahari terbit,heummm it’s a nice moment. Setelah bermain air dan pasir kami diajak menikmati hasil laut di pantai depok, dalam hitungan menit segala masakan seafood tersaji di depan kami. Dan rasanya benar-benar maknyus pemirsa, rasa masakan pondok tersebut sangat-sangat mengena di lidah saya. Dan saya sangat menikmati ini semua…terima kasih Laily atas liburan gratis manisnya!!!

me,ily,laily...anyum sepertinya bagian jepret >_<


 Kedua, sahabat yang ini berbeda dengan yang diatas. Yang ini sahabat dari pesantren beberpa tahun yang lalu, tinggal dan kuliah di Surabaya. Mael dan Acan, entah karena Malang-Surabaya dekat jaraknya ketika saya merasa sumpek dan bosan berada di Malang. Dengan membawa uang Rp 20.000 dan baju yang saya pakai terkadang saya nekat berangkat dengan menggunakan kereta pagi pukul 07.00 jurusan Surabaya, dan orang yang setia menjemput dan menampung saya selama satu atau dua hari adalah Mael hehe. Sorenya Acan dengan semangat 45-nya langsung menuju ke rumah Mael. Satu hari Acan dan Mael mengagetkan saya, pagi-pagi ketika saya libur tiba-tiba saja mereka berada di depan kos saya, oh Tuhan!!!apa yang terjadi? Tanpa cuci muka dan mandi mereka menggeret saya dan mengajak saya untuk berjalan-jalan menikmati suasana kota Malang. Heummmm,really shock!! Tapi sangat-sangat manis sekali satu hari bersama mereka...well, thank you for our friendship, I will miss you are.

me,mael,acan...


Dan itulah dua dari sekian banyak pengalaman manis dalam hidup saya.

********

Tulisan ini diikut sertakan dalam Kenangan Manis untuk Giveaway Manis-Manis

Comments

  1. Selain dengan keluarga, kenangan manis yang tak kalah manis adalah kenangan bersama sahabat dekat...
    Kadang tak cukup jika hanya diungkapkan dengan kata2.
    Semoga kita slalu ketemu kenangan manis berikutnya dan berikutnya...

    ReplyDelete
  2. sepertinya jogja memang menjadi hal termanis bagi beberapa orang.. :)

    ReplyDelete
  3. masa kuliah yang manis ya walaupun ditinggal wisuda hehehe. jadi kenagan manis semoga sukses dengan GAnya Pak Mars

    ReplyDelete
  4. kalau belum mandi, fotonya dimandiin ajah

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director

Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director . Halo, gimana puasanya teman-teman?semoga masih kuat ya, lancar sampai hari terakhir,amiin. Beberapa hari yang lalu saya sempat sharing tentang pengalaman pertama bikin video blog. Sampai sekarang masih belajar bikin video yang bagus, enak dilihat dengan peralatan yang saya punya. Untuk kamera, saya menggunakan kamera tablet ASUS ZenPad. Nah, untuk mengedit video, saya menggunakan Power Director yang saya unggah di playstore. Kalau ada yang tanya, Power Director bisa di unduh di PC atau laptop nggak??sepertinya bisa, karena saya belum mencoba. Mungkin teman-teman ada bisa jawab..bisa share disini. Cara Mudah Mengedit Video Menggunakan Power Director Bagi pemula seperti saya, video editor Power Director sangat mudah digunakan. Dulu, awalnya saya menggunakan Viva Video untuk edit video, tapi seringnya hasil video kepotong. Akhirnya saya coba install power Director, tidak perlu waktu lama untuk mempelajari video editor ini.

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say