Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2012

Camilan Cepat Saji untuk Teman Musim Hujan

Berawal dari melihat ibu masak, akhirnya jadilah aku hobi masak hehe. Berawal dari wortel dan kentang, akhirnya jadilah berbagai makanan camilan yang enak banget pastinya buat teman ngobrol sore-sore pas hujan. Kali ini zwan mau bagi resep dua camilan basah buat teman ngobrol dan lihat tv, pas banget lagi musim hujan. Nggak pake ribet, susah dan lama deh… So,resepnya..cekidottt!!! LUMPIA BASAH ***Bahan kulit : -terigu -telur -air -garam ***Bahan isi : -wortel (iris dadu) -kentang (iris dadu) -daun bawang -bawang putih -bawang merah -gula -garam -terigu -minyak goreng Caranya…. - Bahan kulit (semua bahan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu hehe), campur semua bahan kulit lalu aduk. Lalu cetak kulit lumpia dengan teflon. Dikit-dikit aja,atau bisa dengan takaran sendok sayur agar kulit tidak terlalu tebal dan tipis. Sementara sisihkan. - Masukkan irisan bawang merah dan putih yang sudah dicincang lalu tumis, selanjutnya masukkan wortel dan k

Bait-bait Berserakan

Ambillah Sesukamu, semaumu Aku tak kan meminta lagi Padamu, Sudah, Uruslah hasil ladangmu Tak usah tengok aku Bebaskan otakmu Marahpun tak Sedihpun tidak Demi Tuhan Aku lelah mas, Dari jauh terlihat mata itu memerah, tangan gemetar dan terus memegang besi yang ada disampingnya. Memendam amarah tapi tak mau mengungkap semua, ia takut banyak yang tersakiti dengan penderitaanya, penjelasannya selama beberapa dekade ini. Cukuplah ia menanggung itu semuanya, berdiri, duduk, dan berdiri lagi. Tak lama seperti angin kencang emosi itupun meluap bak air bah yang menggulung seisi hamparan luas bumi ini. Semuapun berlari membiarkannya mengulung diri dalam air bah itu. Pergilah Enyahlah dari hadapku Tak mampu ku Tak inginku Meringkuk dalam sepi Merintih dalam dekapan angin Meronta bak tali kuat mencoba putus Cakrawala telah punah Mimpipun berserakan Haus mengejar pelana kuda Bertengger dalam pucuk asa ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Merangkul Bincang

Pernah ku berbincang dengan pengayuh becak tentang kehidupan.. Baginya mengayuh itu ibarat berjalan,jika ia brhenti mengayuh maka berhenti pula ia berjalan.. Pernah ku berbincang dengan ibu pedagang sayur tentang harapan…. Baginya harapan itu harus dijemput tak hanya di awang-awang, seperti ia yang mendahului mentari menjemput harapannya yang kan terbit bersama mentari… Pernah ku berbincang dengan seorang ibu tentang anaknya yang nakal.. Ia hanya berharap,kelak anak tersebut akan tumbuh menjadi anak yang baik tanpa membopong masalah… Pernah kuberbincang dengan anak bermata sendu tentang orang-orang dewasa yang ia sayangi, katanya sulit baginya memahami orang dewasa yang terlalu mementingkan ego. Ayah ibunya adalah orang dewasa, dan ia tak mampu memahami mereka… Pernah ku berbincang dengan penderita kleptomania tentang kebiasaanya.. Tangannya serasa gatal jika tak mengambil barang milik org lain,meski batinnya menentang..Aku lelah,ucapnya sambil meneteskan air mata… Dan kini kuber

Kau Duplikat Cintaku

Engkau bukan yang pertama,, Pasti bukan yang terakhir.. Hahahahahaha.. Lalu,selama ini kau jadikan aku apa..? Hanya sumpah serapahkah yang kau beri..? Lalu,slama ini kau jadikan aku apa..? Hanya sumpah serapahkah yang kau beri..? kau hanyalah terminalku.. Tempatku sementara memarkirkan hati.. Owh, seperti itukah…??? Bagus…. Setelah setahun kita bersatu bak pasangan terpanas tahun ini, Dengan acuhnya kau campakkan aku.. Kau buang aku layaknya membuang plastik dalam tong sampah.. …Sungguh, TERLALU….. Maafkan aku sayang.. Bukankah kau sedari dulu tahu apa landasan cinta kita.. Semua hanya nafsu semata,, bukan tulus.. Teganya kau… Dulu kau bilang aku cinta matimu… Lalu, sekarang….???? Kau bilang cinta kita hanya nafsu semata…??? Dulu aku tak paham benar pembeda antara cinta dan nafsu.. Kini kutahu benar,, kita bukanlah sejati.. Maafkan aku.. Aku jatuh pada yang lain,, modem dan lappie.. 0wh,jadi… Hanya karena M0dem dan Leptop saja..? 0wh,tidak nis… Hellowww,sadarkah kau..? Aku ka

Bukan karena Aku Perempuan

Bukan karena aku perempuan, Lembut bak untaian jala sutra Bukan karena aku perempuan, Teduh layaknya pohon beringin yang lebat, rindang, nan sejuk Bukan karena aku perempuan, Eksotismenya mampu menggulingkan ribuan elang Bukan karena aku perempuan, Takkan terusik jika tak bergelayatan Bukan karena aku perempuan, Tak dijamahpun tak berkutik Bukan karena aku perempuan, Tegas, lugas, dan mampu berdiri kokoh Bukan karena aku perempuan, Diinjak tak mampu menginjak Bukan karena aku perempuan, Meroket bersanding dengan ribuan cakrawala Bukan karena aku perempuan, Tapi, sejatinya karena aku perempuan ************ Malang, 8 Maret 2011 ,,,,,Terinsipari setelah membaca tulisan bang Ma’mar, just a minute..taraaaaaaaaa!!!!!Cukup amburadul dari otak turun ke tangan hehehe ,,,,,Tribute para perempuan, Selamat hari perempuan sedunia

Lasagna Senja

Kerutan itu masih saja tersibak malu-malu, langkahkupun tak goyah untuk terus bergoyang kesana-kemari mengikuti irama dentuman musik lawas nan luwes di bibir telinga. Di sudut tak lebih dari 25 meter dari tempatku berdiri, sosok itu bersender di daun pintu sembari melambaikan kepalanya kekanan kekiri dengan lembut dan mata sayu. Indah bagai lily yang tak kunjung terkatup, tak ada segelinding batang dan daun yang mampu mengganggu penglihatanku dari sosok itu. Terlalu indah tuk dipandang, usah hujanpun kau tetap yang tercantik dimataku. Bibir jelikupun tak mampu berhenti mencumbu romansa indah tangan lentikku…”Ahh,kaukah…” ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ …Kok jadi gini ya, huaaaaaaaaa…………efek habis ngamati anak2 SMK yang bergerombol di depan sekolah hehehe …You know who you are…!!!

Senjaku dalam bulan separuh

Senjaku dalam bulan separuh Sepanjang lorong mata tak mampu mengatup Tunduk dalam dekapan kabut sore yang seakan binasa Sekejap bagai bongkahan salju yang perlahan akan meleleh —– Senjaku dalam bulan separuh Eksotismenya mampu membuatku rapuh Meski rintih tertatih hingga tak mampu lagi merintih Tak mampu ku menggerakkan setiap detail laba-laba malamku —– Senjaku dalam bulan separuh Ijinkanlah aku meneguk secangkir kopi Aroma dan asapnya mampu menerbangkanku Di antara tebing jenggawah yang terlihat kaku ——————– …Ditemani secangkir kopi diantara sunyinya malam dan diamnya hatiku