Wednesday, 28 September 2016

Serunya Perjalanan dari Batam ke Riau Menggunakan Kapal Roro

Tidak ada yang lebih indah selain perjalanan yang menyenangkan. Tepatnya hari rabu minggu lalu, saya dan suami memutuskan untuk balik ke Riau menggunakan kapal roro. Biasanya kami memilih menggunakan kapal cepat tapi kali ini karena membawa mobil pribadi, akhirnya naik kapal roro. Ya, hitung-hitung jalan-jalan seru sambil menikmati indahnya laut. Ohya, kami tidak hanya berdua, tapi kali ini sudah bertiga, Bubuky yang usianya baru 9 bulan juga ikut naik kapal roro. Pengalaman baru dan pertama naik kapal roro membawa bayi ceritanya sudah saya posting beberpaa hari yang lalu, jadi kalau ada teman-teman yang maju mundur ingin membawa bayi naik kapal roro, silahkan dibaca, semoga membantu ya. 


Perjalanan dari Batam Menuju Tanjung Balai Karimun 
Untuk jadwal keberangkatan kapal roro dari Batam menuju Tanjung Balai Karimun dua kali dalam seminggu, hari rabu dan minggu berangkat pukul 09.00 pagi. Untuk pendaftaran mobil yang berangkat hari rabu dibuka pendftaran hari minggu. Kalau kapal berangkat hari minggu, pendaftran mobil dibuka hari kamis. Daftarnya hanya mencatat nama dan nomor plat mobil. Untuk mobil pribadi dari Kota Batam dibatasi hanya 16 mobil, jadi sebisa mungkin daftar di hari minggu/kamis pagi. Biaya mobil pribadi sekali jalan Rp 900.000, total dengan penumpang jadinya Rp 1.021.000.

Perjalanan laut menggunakan kapal roro dari Pelabuhan Telaga Punggur ke Tanjung Balai Karimun ditempuh selama 7 jam, kapal berangkat pukul 10.00. Sampai Tanjung Balai Karimun pukul 18.30. Sengaja saya dan suami memilih hari rabu karena bisa langsung ganti kapal roro menuju Buton - Siak Riau tanpa menunggu lama atau hari lain. 

Perjalanan dari Tanjung Balai Karimun Menuju Buton – Siak Riau 
Untuk jadwal keberangkatan kapal roro dari Tanjung Balai Karimun menuju Buton – Siak Riau tiga kali dalam seminggu, hari senin, rabu dan jum’at. Pendaftarannya sendiri langsung sebelum kapal berangkat. Pengalaman kemarin, ketika mobil keluar dari kapal langsung ada petugas pelabuhan yang bertanya dan mencatat nomor pala mobil. Jika tujuan ke Karimun, mobil langsung lurus, tapi kalau mau lanjut dan naik kapal roro ke Buton – Siak Riau mobil disuruh parkir ditempat yang sudah disediakan. 

Untuk pembelian tiket, kita tidak beli di loket yang ada di ruang tunggu tapi ada petugas pelabuhan sendiri yang nantinya menghampiri mobil yang ada di parkiran khusus. Kalaupun waktu mobil diarahkan masuk ke kapal tapi kita belum beli tiket, nggak usah risau, karena akan ada petugas lain yang menghampiri mobil kita. Biaya mobil pribadi sekali jalan plus satu penumpang (pengemudi) Rp 1.073.00, untuk penumpang lain perorang dikenai biaya Rp 50.000. Perjalanan laut menggunakan kapal roro dari Tanjung Balai Karimun berangkat pukul 21.00 dan sampai di Buton – Siak Riau pukul 08.30. 


Serba-serbi Naik Kapal Roro 
1. Apa saja yang perlu disiapkan? 
Banyak hal, mungkin kalau hanya saya dan suami persiapannya nggak begitu ribet. Karena perjalanan kali ini membawa bayi, hal yang perlu disiapkan banyak banget, mulai dari bawa bed cover tebal, bantal, makan siang, camilan, minuman, mpasi buat Bubuky, mainan sampai obat-obatan. Selain itu, kita juga bisa mempersiapkan asuransi juga, sebisa mungkin Asuransi Perjalanan yang Paling Bagus sekalipun. 

2. Gimana rasanya naik kapal roro? 
Pertama, masuk angin, hehehe. Ternyata jendela di kapal roro itu lebar-lebar ya, kebetulan kapal roro yang pagi jendelanya lumayan lebar. Jadinya angin laut lumayan kencang, alhasil masuk angin, untung bawa minyak masuk angin dan jaket. Jadi teparnya nggak lama, paling dibawa tiduran aja sambil main dan nonton film warkop hehehe. Kedua, seru. Nggak seru kalau di kapal nggak ada warungnya, kali ini warungnya lumayan komplit kayak Matahari Mall, bisa beli kopi, teh panas, mi rebus, camilan dan kerupuk. Nggak seru kalau di kapal nggak ada tv nya, untungnya ada tv layar besar jadi sambil tiduran sambil lihat film warkop dan ngakak bareng penumpang lain. Ketiga, bisa pilih tempat duduk. Kalau di kapal cepat biasanya hanya tempat duduk kursi sender saja, tapi kalau di kapal roro itu ada dua pilihan. Tempat duduk kursi sender dan tempat tidur lesehan, saya pilih duduk dan tidur di tempat tidur lesehan. Pingin tidur empuk di kapal roro?bisa dong, tinggal nyewa tempat tidur kasur lipat, semalam dihargai Rp 30.000. Lumayan buat tidur berdua sama Bubuky, badan nggak encok, yang penting hati bahagia. Tul nggak?? 


3. Ada nggak pengalaman seru lainnya?
Ada dong, pastinya. Apapun makanannya, apapunlauknya kalau makan di kapal itu rasnaya nikmat banget, waktu itu makan siang kami menunya mi goreng satu bungkus, nasi ayam ijo dan sayur satu bungkus, plus peyek kacang ijo dari bulek. Duh Gusti, nikmatnya. Selama menunggu kapal roro kami sempat ngemper cantik selama 4 jam, 2 jam di Pelabuhan Telaga Punggur dan 2 jam selanjutnya di Tanjung Balai Karimun. Kenapa nggak nunggu di ruang tunggu?karena menunggu di ruang tunggu itu terlalu biasa, hehehe. Nggak sih, seru aja rasanya lihat orang wira-wiri di pelabuhan, lihat truk-truk besar masuk kapal, dan lain sebagainya. Intinya, menikmati suasana pelabuhan. 

Untuk pertama kalinya saya naik kapal roro, rasanya menyenangkan banget, seru aja rasanya. Meskipun dibuka dengan masuk angin yang akhirnya harus oles minyak sana-sini, tapi selanjutnya menikmati banget perjalanannya. Ohya, satu lagi, hidup adalah pilihan, jadi sebelum jalan-jalan jangan lupa persiapkan Asuransi Perjalanan yang Paling Bagus ya.. 

Teman-teman ada yang punya pengalaman serupa??naik kapal roro masuk angin??ayo dong sharing…^^ 

***

4 comments:

  1. Aku naik getek aja masuk angin mba...hadehh

    ReplyDelete
  2. Waaah serunya, tapi belum pernah kalau naik Roro Mbak. Cuma pakai Ferry doang.

    ReplyDelete
  3. kemarin juga nganter ortu yang mau naik haji dari Buton ke Batam..
    mereka bilang seru juga... perjalanan mereka naik berbagai transportasi heheh

    ReplyDelete
  4. wah, belum pernah aku ke riau dari batam naik roro. makasih infonya..

    ReplyDelete