Skip to main content

Papuma dan Piayu Laut: Pesona Lain Wisata Pantai

"Saat berdiri di ketinggian,melihat pantai dan lautan yang berwarna biru,berhentilah sejenak,pandanglah,resapilah angin yang melambai pelan,lalu bersyukurlah.."
~HM Zwan~

Pantai Papuma Jember - Jawa Timur
"Ini foto dimana mas??"
"Papuma itu, besok tak ajak kesana"
Sepenggal dialog antara saya dan kakak yang saat ini tinggal di Jember, pertama kali dengar nama Papuma ketika melihat salah satu teman yang satu minggu sebelumnya mengupload foto di jejaring sosial. Terlihat dia duduk di bebatuan dan backgroundnya sangat indah sekali, pasir putih dan batu besar yang munjung di tengah laut. Lantas, dua minggu setelahnya saya berlibur ke Jawa dan salah satunya ke Jember. Tuhan menjawab do'a saya, iya saya diajak kakak berlibur ke pantai Papuma. Papuma merupakan pantai yang berada di pesisir selatan Jawa Timur, tepatnya di desa Lojejer - Wuluhan - Jember.
Jejeran pohon jati yang meranggas di sepanjang jalan menuju pantai papuma
Kurang lebih satu jam perjalanan dari daerah Semboro menuju ke pantai Papuma, sampai gerbang ombak kecil sudah menyapa kami di sebrang, kebetulan untuk sampai ke pantai ternyata harus melewati medan yang lumayan menanjak dan berkelok, sesekali melihat deretan pepohonan di sebelah kanan jalan dan terlihat lautan biru yang cantik di sebelah kiri, sungguh, rasa mual yang melanda tiba-tiba hilang dengan sendirinya. Setelah memarkir mobil yang tak jauh dari pantai, saya dan keponakan segera berlari mendekati bibir pantai, menikmati pemandangan pantai di pagi yang sangat indah. Jejeran warna-warni perahu, pasir putih yang bersih dan batu-batu besar di sekitar pantai juga tak kalah indah dan menjadi daya tarik tersendiri.

Pesona lain pantai Papuma, pasir putih dan batu-batu besar yang eksotis
Setelah berenang, bermain pasir di pinggir pantai dan menikmati bekal yang sudah dipersiapkan oleh mbak, ada nasi, sambal goreng kentang, mi goreng, jeruk Semboro dan minumannya ada cincau kesukaan saya produksi liang teh cap panda. Rute selanjutnya jalan-jalan dan wisata kuliner, tapi sebelum pulang ternyata mas saya bukan memutar mobilnya menuju pintu keluar melainkan jalan terus mengikuti jalan aspal. Atau arah ke batu-batu besar (batu munjung/lancip), semakin lurus ternyata pemandangan semakin indah. Melihat batu munjung lebih dekat dan semakin mengikuti jalan, batu-batu dan ombak besar menjadi daya tarik selanjutnya bagi wisatawan seperti kami. Sungguh, ini merupakan pesona lain yang khas dari pantai Papuma. Dan, saya sangat menikmati wisata pantai kali ini. Indah dan sangat berbeda...
Spot terakhir sebelum menuju pintu kelaur, ombak lebih besar

Pantai Piayu Laut Batam
"Dek, jalan yuk?"
"Kemana mas?"
"Ke piayu laut"
Pagi-pagi mendadak suami mengajak jalan, mumpung sedang liburan di Batam, jadi kesempatan asal jalan kami gunakan seseru mungkin. Kebetulan sekali sebelum pulang ke Batam, teman blogger Batam posting tentang Piayu laut, dan ketika saya baca suami juga sempat lihat beberapa foto yang sangat menarik. Jujur, beberap tahun tinggal di Batam tapi belum pernah ke daerah Piayu. Rutenyapun tidak sulit, dari arah Batam center menuju ke arah panbil, dipertigaan panbil belok kiri, lurus terus mentok, sampai ada gerbang bertuliskan Kampung Tua Piayu Laut. Disini kita bebas parkir, dan bebas untuk menikmati pantai yang padat oleh rumah-rumah warga setempat. Tapi jangan resah, karena disini kita lebih bebas berkelana sembari berbincang dengan warga setempat.
Mendekati Piayu Laut ada yang biru, pasir putih dan jejeran pulau-pulau kecil sekitar Batam
Pesona lain Piayu Laut adalah jejeran restoran seafood dan pulau-pulau kecil yang indah
Baru pertama kali menginjakkan kaki di Piayu Laut, duduk santai di bibir pantai. Suami melihat ada dua orang mbak-mbak yang jalan ke atas bukit, karena penasaran kamipun mengikuti mereka. Jalanan bebatuan lumayan nanjak, sampai diatas subhanallah sungguh semakin mempesona. Lautan biru, jejeran pulau-pulau kecil, restoran dan rumah apung para nelayan di bibir pantai yang tak kalah indah.
Pemandangan sebelah kanan dari atas bukit

Lebih dekat dengan rumah apung yang terlihat dari atas bukit
Setelah jalan-jalan ke atas bukit, selanjutnya kami menikmati pemandangan yang berbeda, beberapa anak kecil asik bermain di atas perahu, para nelayan yang sedang mempersiapkan jaringnya dan ibu-ibu yang asik duduk santai melihat laut. Setelah jalan-jalan ke jembatan yang menuju tengah laut, selanjutnya momen yang paling kami tunggu-tunggu adalah masuk ke salah satu restoran yang berjejer di bibir pantai. Bentuknya bukan seperti restoran di kota-kota melainkan restoran rumah apung yang menghadap ke laut dan pulau-pulau kecil yang tepat berada di depannya.

Selain terkenal dengan keindahannya, sisi lain yang tak kalah terkenal dari Piayu laut adalah restoran seafoodnya. Pukul 10.00 kami menuju ke restoran Jawa Melayu, ini rekomendasi teman, katanya enak dan harganya lumayan miring. Sebelum duduk kami diminta untuk memilih langsung menunya, di bawah rumah apung ternyata sudah berjejer kolam-kolam ukuran sedang yang masing-masing berisi kepiting, ikan kerapu, lobster, dan masih banyak lagi. Benar-benar fresh from the sea, kami memilih ikan kerapu kukus dan kepiting berukuran besar, kurang lebih 1,5 kilo hehe.
Sarapan kali ini sangat berbeda, semuanya serba spesial. Menikmati lezatnya kepiting dan ikan kerapu diatas rumah apung yang menghadap langsung ke laut dan pulau kecil tepat di depan kami. Sesekali melihat aktifitas para nelayan dengan speed dan perahunya, sepertinya asik juga menyewa perahu untuk sekedar mengitari pulau-pulau kecil, semoga suatu saat ide ini terlaksana. Selesai makan, kamipun bergegas pulang, satu lagi rekomendasi wisata pantai yang sangat menarik, Piayu Laut Batam.  

Bagi saya, ini adalah wisata pantai yang sangat berkesan, karena saya bukan hanya menikmati pantai Indonesia yang seperti biasa, air laut berwarna biru, kelapa muda, dan pasir putih. Melainkan masing-masing pantai memiliki pesona yang lain dan berbeda, pantai Papuma dengan berbagai koleksi alam batu-batu besar di pinggir dan tengah laut. Sedangkan Piayu Laut dengan keindahan pulau-pulau kecil di tengah laut dan menjadi tujuan utama wisatawan lokal maupun asing untuk menikmati sefood saat berada di Batam.
Semoga bermanfaat...

***
22 agustus 2014
hana_tia@yahoo.com / @hmzwan

Comments

  1. Pantai di papmu sama di piayu laut baguss, di piayu lebih asri banget yoo mbak, kepting nya enakbanget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nduk,masih seger meskipun batam panas tapi lumayan untuk hiburan hehe

      Delete
  2. Aku dong sudah pernah ke Papuma..
    Pantai-pantai Jawa Timur emang kereen bianget

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbk,malah penasaran sama teluk hijau aku hehe

      Delete
  3. WUih gila langitnya, pantainya, pohonnya, semuanyaaaa. Kayak di luar negeri ya Mak. itu memang lagi sepi pantainya apa memang pengunjungnya nggak banyak? Bisa aja nemuin pantai macam private beach gini. Kereeennnn ^_^

    Good luck for the blog competition :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak,sepi..nggak seperti pantai biasanya,disini terkenal dengan restoran seafoodnya,jadi kebanyakan orang kesini ya untuk makan2..nggak jalan2 kayak saya hehe,ada yang jalan naik bukit,ikut..akhirnya jalan2nya beda sama yg lain hehe....
      makasih mak gesss :D

      Delete
  4. Kalau Papuma udah sering denger, Mbak. Kalo yang Piayu Laut emang baru pertama kali ini baca di sini. Secara kalau orang jalan-jalan ke Batam palingan yang dipamerin jembatannya kan ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe,iya mbk,jembatan barelang namanya. yuk jalan-jalan kesini :D

      Delete
  5. Papuma udah..tinggal Piau nih..
    Tunggu akuuhhh...

    ReplyDelete
  6. keren banget mbakkkk,,,birunya itui loh nggak nguatin,,,

    ReplyDelete
  7. Wow, Batam juga memiliki pantai yang sangat menawan. Foto & ulasannya bagus! Selamat berlomba dan semoga jadi pemenang. Ina http://childparenting2.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbk, banyak pantai,kan dikelilingi laut hehe...terima kasih :)

      Delete
  8. Laut dan pantai di Indonesia itu, banyak sekali yg indah ya mak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbk,g kalah sama di luar negeri deh :)

      Delete
  9. Aku juga sering dengar cerita dari teman-teman tentang Papuma, benar-benar indah yaa... Dan baru tahu pantai di batam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terkenal ya ternyata papuma hehe.di gorontalo ada pantainya g mbk??

      Delete
  10. exotic bener. ombaknya besar ya. http://fxmuchtar.blogspot.com/2014/08/serasa-memiliki-pantai-pribadi-di-liang.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,yg papuma ke sananya lagi memang besar ombaknya :)

      Delete
  11. Replies
    1. iya mbk,kl balik ke surabaya mampir ke jember hehe

      Delete
  12. Foto-fotonya keren sekali Mak...kalau boleh tahu pakai kamera jenis apa ya?

    ReplyDelete
  13. semula saya kira Papuma itu nama pantai di luar negeri...ternyata di Jawa Timur.....sungguh elok pantai ini.....selamat berlomba ya,,,semoga menjadi salah satu yang terbaik.....keep happy blogging always..salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe,iya pak,ini di jatim..nggak kalah sama di luar negeri ya pantai2 kita...makasih pak :)

      Delete
  14. deretan pohon jati yang meranggas itu keren! :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mak,pas lewat sini ada mobil yg berhenti buat foto2..ikutan deh hehehe,cantik soalnya,pas langit cerah banget :)

      Delete
  15. wow pemandangannya cantik sekali

    good luck ya

    ReplyDelete
  16. Mampir ke Pantai di MLG
    sesama blogger mak mampir ke artikel ku http://mlgcoffee.com/2014/08/10/malang-destinasi-pantai-eksotis-yang-perawan/
    #arema #coffee #wisata #pantai #youthmovement #blog #contest

    ReplyDelete
  17. waaaa Papumanya kereeenn mas...ini destinasi impian juga....semoga bisa nyampe sini dah aamiin ^-^... suka banget jalan-jalannya dikirimin seafoodnya itu juga enak kayknay mas hehehe mksih mas ^-^ sukses ya kontesnya ^-^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin....semoga bisa ke papuma dan batam mas..ini mbak bukan mas :)

      Delete
  18. keren pantainya, jadi pengen liburan bareng keluarga

    ReplyDelete
  19. Replies
    1. iya mbk,pas kebetulan susasananya cerah banget hehe

      Delete
  20. Sarapan kepiting? Wuidih ngeces ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe iya mbk,spesial banget poko'e hehe

      Delete
  21. aduh liat fotonya iriiiiiii, aku diceritain jg sama kakak yg udah pernah ke papuma. cantik banget yaaa. Indahnya negriku :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk.cantik bgt....ayo kpn ke papuma ;)

      Delete
  22. keren…
    mampir juga kemari gan
    http://gubugkecilsangentung.blogspot.com/2014/08/17-agustusan-di-pantai-klayar-banyu.html

    ReplyDelete
  23. Papuma lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii....#mupeng belum kesmapaian kesonoh

    ReplyDelete
  24. disini adanya cuma pantai ancol yang terdekat :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say

Bikin Apa Aja Gampang dengan Digital Rice Cooker Mito R5

Hayoo, ada yang pernah dengar Digital Rice Cooker Mito R5??buat yang sudah punya, pasti tertolong banget dengan produk ini. Nah buat yang pernah dengar tapi belum tahu penampakannya,atau belum pernah sama sekali dengar. Kali ini saya mau sharing pengalaman menggunakan Digital Rice Cooker Mito R5 8 in 1, rice cooker masa kini dan multi fungsi. Kira-kira saya bikin apa aja ya??emmm… Tentang Digital Rice Cooker Mito R5 Digital Rice Cooker Mito R5 merupakan produk terbaru dari Mito Electronic, dimana Digital Rice Cooker Mito R5 ini memiliki kapasitas yang lebih besar (2 liter), juga dilengkapi dengan 8 fungsi mode memasak. Yaitu memasak nasi, nasi merah, bubur, kue, merebus, mengukus, membuat sup dan menggoreng. Selain itu, juga dilengkapi dengan panci 5 lapis, pemanas 3D, serta fungsi timer untuk memasak nasi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 8 Keunggulan Digital Rice Cooker Mito R5 1. Satu rice cooker dengan banyak fungsi, 8 mode memasak. 2. Panci dengan 5 lapis