Saturday 27 June 2009

Risalah untuk syazwana ku,,,

Assalamu’alaikum syazwana, apa kabar?
Meski dengan keenggananmu, bukankah sesuatu yang bermula pasti berakhir??dan saat ini kita akan menghadapinya. Meski kau berkata lebih memilih menderita kematian daripada harus menderita perpisahan, apakah dapat merubahnya hanya dengan tangan-tangan kecil ini??
Segalanya anugerah Tuhan dan hanya milik-Nya. Suatu hari nanti kita akan mengerti segalanya itu, menghargainya dengan penuh syukur dan suka cita atas sepenggal cerita yag tanpa sengaja telah terbina. Juga atas sebuah persahabatan yang melebihi ukuran harga apapun jua. Meski terkadang ada duka, ceria, gembira atau sakit. Namun saat terjaga semua itu tetap jadi cerita cinta..
Roda itu berputar kan teman??Berputar mengikuti porosnya, terus menggelinding maju meski jalan berliku, berbatu, berduri bahkan berdarah, namun terus maju..Maka katakanlah kita ini adalah roda yang berputar itu. Yang harus tetap bergulir meski terkadang di atas juga di bawah. Tersenyumlah, maka segalanya akan menyenyumimu dengan aroma kesturi. Meski terlihat berat, namun jika dijalani pasti kau kan dapati kepuasan di puncak perjalananmu.
Suatu hari nanti, hari ini, kita mengenang segala macam peristiwa yang pernah singgah dalam kehidupan kita. Jika kau yakin pada takdir maka yakinlah pada pula bahwa tali pengikat persaudaraan ini tanpa batas, tak lapuk dimakan zaman bahkan tidak pula oleh bermil-mil jarak yang memisahkan.
Suatu hari, saat kepergian itu, bukanlah akhir segala-galanya sebab saat itu mata akan terbuka, hati dan telingapun terbuka untuk suatu kehidupan yang baru. Maka, bukalah pintu kehidupan itu tanpa keraguan. Kita harus menerimanya dan menyakini bahwa segala yang telah digariskan-Nya adalah sebuah kebaikan-kebaikan yang merupakan suatu anugerah yang sangat berarti bagi kita. Dan di tengah keramaian jalan nanti jangan bingung namun kembalilah jika tersesat…
Saudaraku, jangan pernah tangisi perpisahan dan jauhnya jarak. Bukankah hakikatnyaiti adalah sebuah keindahan??
Tengoklahh gunung yang berjajar, bukankan dari sepersekian jauhnya jarak itu kita mengaguminya sebagai keindahan yang nyata??Sedang bila didekati mungkin kau hanya menemukan kebopengan tanah atau hampa ketandusan yang ada. Maka syukurilah….Dia menciptakan segalanya dengan penuh keistimewaan.
Untuk kesekian kalinya, jangan ratapi atau kau menjadikannya luka tak tersembuhkan. Karena jika kau percaya pada sebuah pengharapan, maka haraplah agar suatu saat kita dipertemukan kembali untuk menyambung penggalan-penggalan cinta kita dalam lembaran-lembaran risalah suci. Dan yang berharga ini ternamakan sebagai kenangan manis tak terlupakan…
I miss you're,,,
Wassalam,,

TUGAS MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN

TUGAS MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN
PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI)

a. Definisi
Problem Based Instruction (PBI) merupakan salah satu model pembelajaran yang memusatkan pada masalah kehidupan yang bermakna bagi siswa. Selain itu, model pembelajaran ini melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan. Adapun peran guru adalah menyajikan masalah, mengajukan pertanyaan, memfasilitasi penyelidikan dan dialog.
Adapun karakteristik-karakteristik adalah sebagai berikut:
1. Belajar dimulai dengan suatu masalah
2. Memastikan bahwa masalah yang diberikan berhubungan dengan dunia nyata siswa/mahasiswa
3. Mengorganisasikan pelajaran diseputar masalah, bukan diseputar disiplin ilmu
4. Memberikan tanggung jawab yang besar kepada pebelajar dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri
5. Menggunakan kelompok kecil dan
6. Menuntut pebelajar untuk mendemontrasikan apa yang telah mereka pelajari dalam bentuk suatu produk atau kinerja.
Berdasarkan uraian tersebut tampak jelas bahwa pembelajaran dengan model ini dimulai oleh adanya masalah (dapat dimunculkan oleh siswa ataupun guru), kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memecahkan masalah tersebut. Selain itu, siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong berperan aktif dalam belajar.
Arends (2004) menyatakan bahwa ada tiga hasil belajar (outcomes) yang diperoleh pebelajar yang diajar dengan dengan model ini yaitu:
1. Inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah
2. Belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors) dan
3. Ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning)
Selain itu, model pembelajaran ini dapat diterapkan bila didukung lingkungan belajar yang konstruktivistik. Lingkungan belajar konstruktivistik mencakup beberapa faktor yaitu (Jonassen dalam Reigeluth (Ed), 1999:218): kasus-kasus berhubungan, fleksibelitas kognisi, sumber-sumber informasi, cognitive tools, pemodelan yang dinamis, percakapan dan kolaborasi, dan dukungan sosial dan kontekstual.
- Kasus-kasus berhubungan, membantu pebelajar untuk memahami pokok-pokok permasalahan secara implisit. Kasus-kasus berhubungan dapat membantu siswa/mahasiswa belajar mengidentifikasi akar masalah atau sumber masalah utama yang berdampak pada munculnya masalah yang lain. Kegiatan belajar seperti itu dapat membantu pebelajar meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.
- Fleksibelitas kognisi, merepresentasi materi pokok dalam upaya memahami kompleksitas yang berkaitan dengan domain pengetahuan. Fleksibelitas kognisi dapat ditingkatkan dengan memberikan kesempatan bagi pebelajar untuk memberikan ide-idenya, yang menggambarkan pemahamannya terhadap permasalahan. Fleksibelitas kognisi dapat menumbuhkan kreativitas berpikir divergen didalam mempresentasikan masalah. Dari masalah yang siswa/mahasiswa tetapkan, mereka dapat mengembangkan langkah-langkah pemecahan masalah, mereka dapat mengemukakan ide pemecahan yang logis. Ide-ide tersebut dapat didiskusikan dahulu dalam kelompok kecil sebelum dilaksanakan.
- Sumber-sumber informasi, bermanfaat bagi pebelajar dalam menyelidiki permasalahan. Informasi dikonstruksi dalam model mental dan perumusan hipotesis yang menjadi titik tolak dalam memanipulasi ruang permasalahan. Dalam konteks belajar sains (kimia), pengetahuan sains yang dimiliki siswa terhadap masalah yang dipecahkan dapat digunakan sebagai acuan awal dan dalam penelusuran bahan pustaka sesuai dengan masalah yang mereka pecahkan.
- Cognitive tools, merupakan bantuan bagi pelajar untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan tugas-tugasnya. Cognitive tools membantu pebelajar untuk merepresentasi apa yang diketahuinya atau apa yang dipelajarinya, atau melakukan aktivitas berpikir melalui pemberian tugas-tugas.
- Pemodelan yang dinamis, adalah pengetahuan yang memberikan cara-cara berpikir dan menganalisis, mengorganisasi, dan memberikan cara untuk mengungkapkan pemahaman mereka terhadap suatu fenomena. Pemodelan membantu mahasiswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, “apa yang saya ketahui” dan “apa artinya”.
- Percakapan dan kolaborasi, dilakukan dengan diskusi dalam proses pemecahan masalah. Diskusi secara tidak resmi dapat menumbuhkan suasana kolaborasi. Diskusi yang intensif dimana terjadi proses menjelaskan dan memperhatikan penjelasan peserta diskusi dapat membatu siswa mengembangkan komunikasi ilmiah, argumentasi yang logis, dan sikap ilmiah.
- Dukungan sosial dan kontekstual, berhubungan dengan bagaimana masalah yang menjadi fokus pembelajaran dapat membuat pebelajar termotivasi untuk memecahkannya. Dukungan sosial dalam kelompok, adanya kondisi yang saling memotivasi antar pebelajar dapat menumbuhkan kondisi ini. Suasana kompetitif antar kelompok juga dapat mendukung kinerja kelompok. Dukungan sosial dan kontekstual hendaknya dapat diakomodasi oleh para guru/dosen untuk mensukseskan pelaksanaan pembelajaran.
b. Cara Menerapkan Problem Based Instruction Dalam Pembelajaran
Secara umum penerapan model ini mulai dengan adanya masalah yang diharus dipecahkan atau dicari pemecahannya oleh siswa. Masalah tersebut dapat berasal dari siswa atau mungkin juga diberikan oleh pengajar. Siswa akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut, dengan arti lain, siswa belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. Pemecahan masalah dalam model ini harus sesuai dengan langkah-langkah metode ilmiah. Dengan demikian siswa belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana. Oleh sebab itu, penggunaan model pembelajaran ini dapat memberikan pengalaman belajar melakukan kerja ilmiah yang sangat baik kepada siswa.
Adapun langkah-langkahnya yaitu:
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan secara holistik yang dibutuhkan, serta memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal dll)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis dan pemecahan masalah
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
Menurut (Pannen, 2001) langkah-langkah pemecahan masalah dalam pembelajaran ini paling sedikit ada delapan tahapan yaitu:
1. Mengidentifikasi masalah
2. Mengumpulkan data
3. Menganalisis data
4. Memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan analisisnya
5. Memilih cara untuk memecahkan masalah
6. Merencanakan penerapan pemecahan masalah
7. Melakukan ujicoba terhadap rencana yang ditetapkan, dan
8. Melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah

Sintaks Model Pembelajaran Based Instruction
Fase-fase Perilaku Guru
Fase 1
Orientasi siswa pada masalah




Fase 2
Mengorganisasikan siswa untuk belajar



Fase 3
Membimbing penyelidikan individu dan kelompok



Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya



Fase 5
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah - menjelaskan tujuan, logistik yang dibutuhkan
- memotivasi siswa terlibat aktif dalam memecahkan masalah yang dipilih


- membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut


- mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah

- Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model dan berbagai tugas dengan teman


- Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau meminta kelompok presentasi hasil kerja

c. Tahapan-Tahapan Model Pembelajaran Problem Based Instruction
Adapun langkah-langkahnya yaitu:
1. Menyadari masalah
2. Merumuskan masalah
3. Merumuskan hipotesis
4. Mengumpulkan data
5. Menguji hipotesis
6. Menentukan pilihan penyelesaian

d. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Problem Based Instruction
• Kelebihan
- Problem solving sebagai teknik memahami isi pelajaran
- Problem solving dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa
- Problem solving dapat mengembangkan siswa untuk berpikir lebih kritis
- Problem solving memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan pengetahuan yang mereka miliki dalan dunia nyata
- Membantu siswa melibatkan pada kegiatan belajar sehingga pengetahuannya benar-benar diserapnya dengan baik
- Siswa dilatih untuk dapat bekerjasama dengan siswa lain
- Dapat memperoleh dari berbagai sumber
• Kekurangan
- Keberhasilan strategi pembelajaran ini membutuhkan cukup waktu untuk persiapan
- Bagi siswa yang malas, tujuan dari metode ini tidak dapat tercapai sesuai dengan harapan pengajar
- Membutuhkan banyak waktu dan dana
- Tidak semua mata pelajaran dapat diterapkan dengan metode ini





BAB III
KESIMPULAN

Pada dasarnya model pembelajaran berbasis masalah (problem based instruction) merupakan salah satu model pembelajaran konstruktivistik, yang lebih menekankan pada keaktifan subyek atau pembelajar menciptakan struktur-struktur kognitif dalam interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Problem based instruction merupakan salah satu model pembelajaran yang memusatkan pada masalah kehidupan yang bermakna bagi siswa. Selain itu, model pembelajaran ini melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan.
Adapun langkah-langkahnya yaitu:
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan secara holistik yang dibutuhkan, serta memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih
2. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal dll)
3. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis dan pemecahan masalah
4. Guru membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya
5. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan
Selain itu, dengan menggunakan model pembelajaran ini siswa bisa lebih mengembangkan potensi yang dimilikinya serta memahami apa yang dipelajarinya dengan baik. Disamping itu, siswa bisa bersosialsasi dan bekerja sama dengan siswa yang lain.

INGATAN “MEMORY”

a. Pengertian Ingatan (memory)
Ingatan memberikan bermacam-macam arti bagi para ahli. Pada umumnya memandang ingatan sebagai hubungan pengalaman dengan masa lalu. Dengan adanya kemampuan untuk mengingat pada manusia, ini menunjukkan bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan menimbulkan kembali apa yang telah pernah dialaminya.
Segala macam aktifitas belajar tentu melibatkan ingatan dan segala macam proses belajar melibatkan aspek ingatan. Jika tidak dapat mengingat apapun mengenai pengalaman ataupun aktivitas kita, maka tidak dapat belajar apa-apa. Pada dasarnya pribadi manusia beserta aktivitasnya tidak hanya ditentukan oleh proses kegiatan yang terjadi pada waktu ini, akan tetapi dipengaruhi juga oleh proses kegiatan masa lampau. Karena proses kegiatan masa lampau bisa di recall kembali, akan tetapi ada hal-hal yang tidak dapat diingat kembali atau dengan kata lain ada hal-hal yang terlupakan oleh ingatan kita.
Pada tahun 1968 Atkinson dan Shiffrin mengajukan model ingatan menurut tahapan pemrosesan informasi. Model ini secara kilat telah menjadi populer dikalangan psikologi kognitif dan dijuluki dengan ”modal model”. Hal ini ditegaskan sebagai berikut :
”…..Because the Atkinson-Shiffrin theory quickly became the standart approach, it is sometimes called the ”modal model”.
Model ini adalah yang paling banyak dirujuk sehingga sering dikatakan sebagai “Modal Model “. Model tersebut menunjukkan tentang alur informasi yang mengalir dari satu tempat penyimpanan (memori) ke tempat penyimpanan atau memori yang lain. Kita dapat lihat bagaimana stimuli dari lingkungan (eksternal) pertama masuk kedalam sensory memory. Sensory memory ini memiliki kapasitas yang besar dalam menyimpan sistem yang merekam informasi dari masing-masing alat sensori dengan akurat. Dari sensory memory tersebut kemudian informasi disandi dan mengalir ke dalam short term memory yang terdiri dari hanya sebagian kecil informasi yang secara aktif kita gunakan yang kadang kita lupakan atau kita simpan pada memori berikutnya yaitu pada long term memory yang sering kita kenal dengan kata lain yaitu ingatan. Pada proses penyimpanan kedalam LTM / ingatan ini kita dapat menggunakan beberapa metode seperti chunking (membagi kedalam beberapa potongan, rehearsals (mengulang-ulang infromasi), clusstering (pengelompokkan kedalam konsep-konsep) atau menggunakan method of loci
Para ahli psikologi mengetahui pentingnya membuat dua perbedaan dasar mengenai ingatan. Yang pertama, mengenai tiga tahapan ingatan, memasukkan pesan dalam ingatan (encoding), penyimpanan (storage), dan mengingat kembali (retrieval). Yang kedua, mengenai dua jenis ingatan yaitu, ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Pada dasarnya kekuatan ingatan minor kita dibagi dalam tiga tahapan. Pertama ketika kita diperkenalkan dengan seseorang yang bernama Susi, cara kita memasukkan nama Susi ke dalam ingatan ini yang disebut dengan tahapan encoding. Kemudian kita mengubah fenomena fisik (gelombang-gelombang suara) yang sesuai dengan nama yang diucapkan ke dalam kode yang diterima ingatan, dan kita menempatkan kode tersebut dalam ingatan. Kedua, kita mempertahankan atau menyimpan nama itu selama waktu antara dua pertemuan, ini yang dinamakan dengan tahap penyimpanan (storage stage). Dan ketiga, kita dapat menimbulkan kembali nama itu dari penyimpanan pada waktu pertemuan kedua, ini yang dinamakan dengan tahapan mengingat kembali (retrieval stage).
b. Jenis Ingatan
1) Ingatan Jangka Pendek
Para psikologi mendefinisikan ingatan jangka pendek sebagai ingatan yang disimpan sampai 20 detik atau lebih jika ingatan tersebut secara sadar diulang-ulang. Secara umum, kapasitas seseorang dalam menyimpan ingatan jangka pendek dalam suatu waktu adalah tujuh informasi. Ingatan jangka pendek dapat menyimpan suatu informasi sampai dua puluh detik apabila informasi tersebut diberi tanda-tanda khusus atau diulang-ulang. Misalnya, lokasi tempat kita memarkir mobil dapat disimpan dalam ingatan jangka pendek.
2) Ingatan Jangka Panjang
Ingatan jangka panjang meliputi inforamsi yang telah disimpan dalam ingatan dengan rentang waktu beberapa menit atau sepanjang hidup. Misalnya, percakapan dan kenang-kenangan seseorang tentang masa kecilnya. Jika kita berbicara mengenai ingatan jangka panjang, berarti kita berbicara mengenai satu bagian dari sistem limbik atau otak mamalia yaitu hipokampus. Hipokampus dikenal sebagai jalan untuk memproses semua memori kognitif. Saat suatu informasi masuk ke dalam otak melalui kelima panca indera kita, semua informasi ini pertama-tama akan diterima dan diproses oleh hipotalamus dan selanjutnya dikirim ke hipokampus. Di hipokampus, informasi ini dibandingkan dengan informasi yang berasal dari pembelajaran dan pengalaman yang terjadi sebelumnya untuk kemudian ditransfer ke memori kerja. Kemudian hipokampus menjalankan fungsinya sebagai bagian otak yang memberikan label pada setiap fakta dan informasi yang nantinya akan disimpan dalam ingatan jangka panjang.
c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ingatan
Faktor-faktor yang mempengaruhi ingatan diantaranya yaitu :
1) Ingatan jangka pendek (STM)
Ingatan yang disimpan di dalam STM berlangsung kurang dari 30 detik. Jika disajikan secara serial maka jumlah aitem yang dapat disimpan dalam STM adalah antara 2 sampai 5 aitem. Secara umum STM memiliki kapasitas mengingat objek berkisar 7 aitem, atau antara 5 sampai dengan 9 aitem. Informasi yang disimpan dalam STM biasanya berupa kode auditori (bunyi), tetapi dapat pula menggunakan kode semantik dan visual.
2) Efek posisi serial (the serial position effect)
Sejumlah informasi (aitem atau objek) yang disajikan secara berurutan akan mempengaruhi ingatan seseorang. Aitem-aitem atau objek-objek yang berada pada posisi atau urutan bagian awal (depan) dan juga akhir (belakang) akan cenderung diingat lebih baik daripada aitem-aitem atau objek-objek yang berada pada urutan di tengah. Karena informasi atau aitem-atem yang terletak di bagian awal akan lebih dulu memasuki ingatan jangka pendek, sehingga memungkinkan dilakukan pengulangan di dalam pikiran secara memadai untuk kemudian dipindahkan ke dalam ingatan jangka panjang. Bagi informasi yang terletak diurutan tengah, ketika memasuki ingatan jangka pendek bersamaan waktunya dengan proses pengulangan informasi di bagian depan, sehingga hanya sedikit kapasitas bagi pengulangan kembali informasi yang terletak di tengah. Dengan demikian informasi yang terletak di tengah urutan belum sampai dipindahkan ke ingatan jangka panjang. Sementara itu, informasi yang terletak di bagian akhir cenderung diingat lebih baik, sebab informasinya masih berada pada ingatan jangka pendek pada waktu di-recall.
3) Ingatan jangka panjang (STM)
Ingatan jangka panjang ini meliputi proses penyimpanan informasi yang bersifat lebih permanen (berlangsung lebih lama dari beberapa menit sampai waktu yang tidak terbatas). Selain itu, informasi akan disimpan dalam bentuk maknanya atau semantik.
4) Keahlian (expertise)
Keahlian dalam suatu bidang memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap ingatan seseorang. Orang akan dapat mengingat bahan dan informasi baru dengan baik apabila ia memiliki latarbelakang pengetahuan yang cukup baik di bidang tersebut. Hal ini terjadi karena latar belakang pengetahuan keahlian seseorang dapat menjadi isyarat mental (mental cues). Isyarat mental ini merupakan bagian dari susunan pengetahuan yang sudah dipelajari secara teliti dan diorganisasikan dengan baik. Isyarat mental dapat menimbulkan gambaran yang jelas mengenai suatu objek di dalam mental atau pikiran seseorang. Selain itu, isyarat mental juga memiliki sifat yang lebih menonjol, sehingga tidak mudah dikacaukan oleh informasi yang lain.
5) Pemberian kode khusus (encoding specificity)
Prinsip pemberian kode khusus ialah seseorang akan mudah mengingat kembali suatu peristiwa yang terjadi hanya jika sesuai dengan bekas yang ditemukan di dalam ingatannya. Dengan kata lain, orang akan mengingat kembali informasi dengan lebih baik jika situasinya sama dengan situasi pada waktu ia melakukan proses pemberian kode sebelumnya. Suatu informasi yang disimpan dalam bentuk makna atau semantik akan diingat kembali lebih efektif apabila tugas yang diminta juga berbentuk makna, dan bukan intonasinya.
6) Emosi atau afek
Aktivitas mengingat juga dipengaruhi oleh keadaan emosi seseorang. Pertama, dalam mengingat kata-kata maka orang cenderung mengingat lebih baik pada kata-kata yang menyenangkan daripada kata-kata yang menyedihkan. Fenomena ini disebut Pollyanna principles, yaitu satuan informasi yang secara emosi menyenangkan biasanya diproses lebih efisien dan tepat daripada informasi yang mengandung kesedihan. Kedua, kesamaan suasana hati (mood congruence), yaitu ingatan menjadi lebih baik jika bahan yang dipelajari sama dengan suasana hati yang berlangsung pada saat ini. Ketiga, ketergantungan dengan suasana hati (state dependence). Ketergantungan ini terjadi apabila seseorang mengingat informasi lebih baik dalam suasana hati sekarang yang sesuai dengan suasana hati pada saat bahan itu pertama kali dipelajari atau diterima.
7) Very-long-term memory (VLTM)
VLTM adalah ingatan yang berlangsung lebih dari tiga bulan lamanya. Jenis ingatan ini sebenarnya merupakan perluasan dari jenis ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang. Khusus ingatan jangka panjang dapat berlangsung dari satu menit sampai dengan seumur hidup. Pemikiran ini terlalu luas, sehingga sebagian ahli psikologi mencoba memahami informasi yang disimpan di dalam ingatan untuk jangka waktu yang sangat panjang. Sebab, perbedaan interval waktu (satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, dan puluhan tahun) akan mempengaruhi ketepatan mengingat kembali.
8) Stres
Elizabeth Loftus berpendapat bahwa perasaan cemas dapat mempersempit fokus perhatian seseorang sehingga berbagai petunjuk penting yang menuntun memori menjadi hilang. Ketika perasaan cemas sudah membuat kita kehilangan petunjuk-petunjuk yang berguna, kita akan semakin sulit untuk menyimpan memori ataupun mengingat kembali apa yang telah tersimpan dalam memori.
9) Kondisi fisik yang lelah
Kondisi fisik yang lelah juga sangat mempengaruhi daya serap informasi yang masuk, dengan demikian secara langsung mempengaruhi kemampuan mengingat. Para ahli mengetahui bahwa pikiran dan tubuh saling mempengaruhi satu sama lain. Kondisi fisik yang lelah bisa disebabkan oleh waktu istirahat yang kurang atau jam belajar yang terlalu panjang.
d. Teknik Memory
Teknik memori adalah teknik memasukkan segala informasi yang kita peroleh ke dalam otak sesuai dengan cara kerja otak. Pada dasarnya otak sangat menyukai dengan hal-hal seperti, sesuatu yang tidak masuk akal dan berlebihan, penuh warna, multi sensori atau melibatkan seluruh panca indera, menggunakan asosiasi, imajinasi, humor, simbol dan lain sebagainya. Semakin kita bisa menggunakan hal-hal tersebut, semakin maksimal pula kemampuan mengingat kita.
Adapun beberapa teknik memori, diantaranya yaitu:
1) Teknik Asosiasi
Teknik asosiasi atau cantolan adalah bagaimana cara kita mengasosiasikan pelbagai hal dalam memori kita. Kita dapat menggunakan asosiasi sederhana untuk mengingat potongan-potongan informasi. Selain itu, teknik ini juga untuk mengajarkan daftar informasi yang panjang, terutama saat kita ingin mengingat informasi dengan urutan tertentu.
2) Sistem Mata Rantai
Sistem mata rantai adalah suatu sistem penggunaan mnemonics yang paling dasar yang menghubungkan antara item satu dengan yang lain secara berurutan. Metode ini juga disebut dengan metode cerita, sebab dengan cerita ada item-item yang dihubungkan secara berurutan baik dari depan maupun dari belakang dan akan mudah diingat.
3) Sistem Pegword (kata kunci)
Sistem peg adalah suatu sistem yang terdiri dari sejumlah kata-kata benda konkrit yang telah dihafal sebelumnya dan dihubungkan dengan nomor atau huruf abjad. Misalnya, sistem peg yang dikembangkan oleh Henry Herdson yang menggambarkan satu objek dengan satu nomor. Huruf 1=lilin (gambar lilin berdiri), 2=angsa, dan lain sebagainya.
4) Sistem Loci atau Lokasi
Dengan metode ini, kita bisa mengasosiasikan informasi yang ingin kita ingat dengan lokasi tertentu. Kita dapat mengingat informasi dengan mudah jika kita meletakkannya di tempat tertentu.

e. Lupa (forgetting)
Pada dasarnya lupa dapat terjadi pada informasi yang disimpan didalam ingatan seseorang. Fenomena lupa merupakan kegagalan seseorang dalam mengingat kembali informasi yang sudah tersimpan. Kenneth menjelaskan bahwa pada dasarnya lupa tidak terjadi dengan sendirinya, namun ada penyebabnya. Beberapa penyebab lupa, diantaranya yaitu:
1) Keusangan, karena ingatan terhadap sesuatu tidak pernah dipekai lagi.
2) Represi (penekanan ke dalam), yaitu penekanan secara sadar terhadap peristiwa yang tidak menyenangkan.
3) Distorsi secara sistematis, yaitu mengubah memori kita tentang berbagai hal agar sesuai dengan apa yang kita inginkan (interest).
4) Interferensi, yaitu apa saja yang terjadi selama jangka waktu tersebut karena hasil belajar atau informasi lain yang masuk.
Proses lupa yang terjadi pada ingatan jangka panjang merupakan akibat dari tidak adanya cara untuk mencapai informasi itu dan bukan karena tidak adanya informasi itu sendiri. Maka, ingatan yang lemah dapat dapat mencerminkan kegagalan pengingatan kembali dan bukan merupakan kegagalan penyimpanan informasi. Dalam ingatan jangka pendek, di mana lupa merupakan akibat dari kelebihan kapasitas penyimpanan.
Para ahli mengajukan tiga teori mengenai lupa, yaitu:
(a) Decay Theory (teori kerusakan)
Teori ini beranggapan bahwa lupa dapat terjadi karena informasi yang pernah disimpan di dalam ingatan tidak pernah atau jarang digunakan, sehingga mengalami kerusakan atau hilang dnegan sendirinya
(b) Interference Theory (teori interferensi atau terhalang)
Teori ini mendasarkan pada pandangan psikologi asosiasi. Dimana suatu asosiasi dibentuk antara stimulus tertentu dengan respon tertentu pula. Asosiasi atau hubungan ini tetap berlangsung di dalam ingatan, sepanjang tidak ada informasi lain yang mengganggu atau menghalanginya. Interferensi dibagi menjadi dua yaitu retroactive iinhibition dan proactive inhibition. retroactive iinhibition terjadi apabila materi atau informasi yang baru menghalangi seseorang untuk mengingat informasi lama. Sedangkan proactive inhibition yaitu apabila materi atau informasi yang lama menghalangi seseorang untuk mengingat informasi baru.
(c) Cue-dependent Forgetting Theory (teori ketergantungan pada isyarat)
Teori ini berpandangan bahwa pada dasarnya lupa terjadi bukan disebabkan oleh kerusakan informasi di dalam ingatan atau terhalang oleh informasi yang lain, melainkan disebabkan oleh terlalu jauhnya letak informasi yang akan diingat kembali oleh seseorang.
f. Cara Mengukur Memori
Ada tiga cara untuk mengukur sampai berapa banyak seseorang dapat mengingat kembali informasi yang telah disimpan, antara lain:
1. Dengan cara memintanya untuk menceritakan apa saja yang diingatnya (recall).
2. Kita dapat memintanya untuk menyebutkan item-item yang diingatnya dari sekelompok item-item (recognition).
3. Kita dapat juga mencoba untuk mengetahui mudah tidaknya ia mempelajari materi tersebut untuk kedua kalinya (relearning).
g. Cara Meningkatkan Kinerja Ingatan
Secara garis besar daya mengingat atau kapasitas ingatan setiap orang dapat ditingkatkan, paling sedikit penggunaannya dapat dioptimalkan melalui latihan-latihan dan strategi-strategi tertentu. Adapun strategi dan teknik untuk membantu meningkatkan kinerja ingatan seseorang diantaranya yaitu:
1) Imajeri Visual
Imajeri visual yaitu gambaran mengenai sesuatu di dalam pikiran. Misalnya, mengingat kata kerbau, maka orang dapat membayangkan di dalam pikirannya mengenai gambar kerbau di buku atau seekor kerbau berada ditengah sawah. Dengan mengingat suatu peristiwa, orang dapat melakukannya dengan membayangkan kembali peristiwa itu di dalam pikirannya.
2) Organisasi
Mengorganisasikan informasi sehingga membentuk suatu tatanan atau pola tertentu, misalnya berupa serial atau hirarki. Organisasi serial dapat dipergunakan ketika seseorang harus mengingat banyak kejadian. Ia dapat menyusun secara urutan kejadian-kejadian itu sesuai dengan waktu kejadian, dari yang sudah lama sampai yang baru terjadi, atau sebaliknya.
3) Mediasi
Menggunakan mediasi atau perantara. Cara ini dilakukan dengan menambahkan kata-kata atau gambar-gambar di dalam materi yang akan diingat. Misalnya kata cerdas, agar lebih mudah mengingat artinya maka seseorang dapat menambahkan kata tersebut dengan solusi cerdas atau orang cerdas. Selain itu, mediasi juga dapat dilakukan dengan membuat singkatan.
4) Simbol
Mengganti simbol terhadap objek yang ingin diingat, misalnya mengganti simbol huruf dengan angka atau sebaliknya.

REFERENSI
Abu Ahmadi. 1991. Psikologi Perkembangan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Adi W Gunawan . 2003. Genius Learning trategy. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama.
Bobbi DePorter&Hernacki, Mike. 2002. Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung:Kaifa.
Bimo Walgito. 1990. Pengantar Psikologi Umum. Edisi Revisi, Cetakan ke 2. Jogjakarta. Penerbit Andi OFFSET.
Davis M Heimberg. 2006. Strategi Meningkatkan Kecerdasan Memori dan Kreativitas. Jakarta: PT Prestasi Pustakaraya.
Irwanto. 2002. Psikologi Umum. Jakarta: Penerbit PT Prenhallindo.
Jalaludin Rahmat. 2002. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Kartini Kartono. 1996. Psikologi Umum. Bandung: Penerbit CV. Mandar Maju.
Merekam Memori Anda. Surabaya: Dahara Prize.
Muhammad Nasiruddin Al-Albani. 2007. Ringkasan Shahih Bukhari. Jakarta: Pustaka as-Sunnah.
Rita Atkinson dkk.. 1997. Pengantar Psikologi. Jakarta: Erlangga Press.
Suharnan. 2005. Psikologi Kognitif. Surabaya: Srikandi.
Suroso. 2004. Smart Brain, Metode Menghafal Cepat dan Meningkatkan Ketajaman Memori. Surabaya: Penerbit SIC.

Thursday 25 June 2009

bulan rajab,,,I see,,,,,

Dua hari ini beberapa sms masuk yang isinya,,,,
"Allahumma baariklanaa fii rajab wa sya'ban wa ballighnaa fii ramadhann....Ya Allah,berkahilah kami di bulan rajab dan sya'ban, dan sampaikanlah kami pada bulan ramadhan...aminnnnnnnnnnnn...."
Ternyata,,,cepat juga ya pergantian bulan,,,ada sebagian orang yang senang dengan datangnya bulan ini, dimana bulan rajab merupakan salah satu dari bulan muharram yang dimuliakan. Sebagian orang berbondong-bondong untuk berpuasa di bulan ini, karena menurut beberapa hadis menyebutkan bahwa puasa satu hari ibaratnya puasa sebulan, bahkan ada hadist yang menyebutkan puasa satu hari ibaratnya puasa satu tahun..Subhanallah,,,,tapi sebagian orang juga ada yang merasa ketakutan dengan datangnya bulan rajab,,,siapa itu????tentunya para kaum hawa yang belum menuntaskan hutang puasa ramadhan tahun lalu...
Beberapa hadist yang menerangkan tentang keutamaan puasa rajab sebagai berikut:
  • "Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka Jahim, bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu sorga, dan bila puasa 10 hari maka digantilah dosa-dosanya dengan kebaikan."
  • Riwayat al-Thabrani dari Sa'id bin Rasyid: Barangsiapa puasa sehari di bulan Rajab maka laksana ia puasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka Jahanam, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu sorga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya....."
  • "Sesugguhnya di sorga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barangsiapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikaruniai minum dari sungai tersebut"
Semoga dengan datangnya bulan rajab, menjadikan kita tetap dekat dengan penguasa bumi ini yaitu Allah subhanahu wata'ala amin,,,,tidak hanya bulan rajab tetapi bulan-bulan seterusnya...dan semoga kita bisa dipertemukan dengan bulan yang penuh rahmat dan ampunan yaitu bulan ramadhan Allahumma aminn,,,,,,