Pages

Tuesday, 5 January 2021

Managemen Dapur : Belanja Mingguan

Managemen Dapur : Belanja Mingguan - Dapur merupakan area yang sangat penting bagi ibu rumah tangga, disinilah tempat yang lebih banyak ia habiskan sehari-hari selama di rumah. Mulai dari mempersiapkan bahan mentah, membuat masakan untuk keluarga sampai membersihkan area dapur agar senantiasa bersih dan tidak kotor. Salah satu kegiatan yang saya lakukan di akhir minggu adalah mengecek semua bahan makanan yang ada di kulkas. Setelah itu baru deh saya tulis, bahan makanan apa saja yang masih ada di kulkas. Selanjutnya saya membuat rencana daftar menu set untuk satu minggu. Untuk menu anak, biasanya jadi satu menu kadang masak khusus buat menu si kecil

Artinya setelah selesai membuat menu selama satu minggu, saya mulai menulis kebutuhan apa saja yang akan saya beli, khususnya belanja sayur, ikan dan lain sebagainya. Jangan lupa untuk selalu membawa catatan daftar belanja mingguan saat ke pasar atau supermarket.

Manfaat Belanja Mingguan

Lebih hemat

Sejak tertular virus belanja mingguan, saya bisa lebih mengatur uang belanja bulanan. Lumayan lho, sedikit lebih hemat ketimbang belanja harian. Kalau belanja harian sekali belanja bisa habis kurang lebih 40.000 itu untuk satu hari. Tapi kalau belanja mingguan, kurang lebih habis 250.000an. Selain itu, kalau belanja mingguan, serignya saya dapat bonus lho dari penjual sayurnya ahahaha. Contohnya, segenggam cabe rawit, beli ikan pindang dikasih tambahan cabe rawit, tomat, cabe hijau. Bahagianya emak-emak ya bagini,dapet bonus banyak ahahaha. Fyi, jumlah nominal belanjaan diatas ini berlaku untuk saya dan keluarga yang saat ini tinggal di daerah Jawa Timur dan punya anak satu usia 4 tahun ya. 

Selain lebih hemat uang, belanja mingguan juga menghemat waktu dan lebih efisien. Kalau belanja harian, pagi-pagi harus berangkat ke warung atau pasar untuk membeli sayur dan ikan. Butuh paling cepat 20 menit, itupun kalau warungnya dekat. Kalau belanja mingguan, pagi-pagi kita sudah mulai masak, karena semua bahan sudah tersedia dan tertata rapi di kulkas. 

Belajar konsisten dan disiplin mengatur keuangan

Dengan belanja mingguan, kita bisa memperkirakan nominal yang kita keluarkan untuk kebutuhan. Apalagi jika sudah berjalan lebih dari empat kali belanja, mau tidak mau kita sudah hafal dengan harga sayur dan ikan di pasaran. Dengan begitu kita bisa menganggarkan uang belanja dengan baik. Kalau biasanya dapat jatah uang bulanan untuk belanja sekian, belanja kebutuhan pokok terutama dapur sembarangan. Artinya semua dibeli, yang menarik, yang murah, yang enak diambil. Maka pengeluaranpun akan bengkak. Beda halnya jika mulai membiasakan untuk mempersiapkan dan merencanakan dengan baik, seperti membuat menu untuk satu minggu, mencatat dan membeli sesuai dengan kebutuhan. Maka pengeluaranpun akan lebih terkontrol. Jika ada sisa uang belanja, lumayan kan bund bisa disimpan.

Dipaksa untuk lebih teratur dan rapi

Kok bisa? Belanja setiap hari memang lumayan bikin capek, dan tidak ada perencanaan mau masak apa. Jadi kalau belanja di pasar, lihat apa yang di depan mata aja. Seketemunya aja gitu. Belanja mingguan memaksa kita untuk lebih teratur dan rapi. Caranya dengan mencatat semua kebutuhan untuk satu minggu saja. Pastikan sebelum belanja kita mencatat kebutuhan pokok yang sudah habis. Selain agar tidak ada bahan yang terlewat, kita belanja hanya yang ada di catatan saja, juga supaya kita bisa mengontrol pengeluaran. Insya Allah no bocor bocor club dompetnya hehe.

Daftar Belanja Mingguan

Berikut contoh menu set mingguan ala HM Zwan.


Seputar Daftar Belanja Mingguan

Belanja segitu untuk berapa lama?

Judulnya belanja mingguan, jadi sudah dipastikan ini untuk kebutuhan masak selama satu minggu.

Belanja di warung atau supermarket?

Saya belanja di tukang sayur area perumahan, yang keliling itu lho tapi komplit banget dan sering banget ngasih bonus.

Masak berapa kali sehari?

Tergantung menunya, kadang sehari dua kali, pagi dan sore. Kadang sehari sekali, pagi saja. Contoh sehari masak sekali, ayam bumbu bali, sayur sop. Contoh sehari masak dua kali, pagi nasi goreng, siang masak lagi sayur lodeh, ayam goreng.

Masak untuk berapa orang?

3 orang, saya, suami dan anak usia 4 tahun. 

Belanja dulu atau bikin menu satu mingguan?

Bikin menu satu mingguan dulu, cek stok di kulkas, catat belanja sayur sesuai dengan menu mingguan.

Pengalaman Membuat Daftar Belanja Mingguan

Kurang lebih dua tahun ini saya mulai belanja mingguan, awalnya ngerasa agak ribet gitu ke pasar belanjanya banyak banget wkwkwk. Duh, berasa banget kayak mau buka warung makan, serius. Tapi makin kesini lumayan kerasa nikmatnya belanja mingguan, nggak ribet gitu. Hidup lebih teratur, biasanya habis sholat subuh keluar belanja, cari sarapan, sampai rumah harus beres-beres nyiapain ini itu. Belum lagi masak, dan lain sebagainya. MInimal jam 9 pagi baru selesai. Kerasa banget capeknya.

Setelah aktif di dunia food preparation, eaaa wkwkwkwk. Hidup saya makin tertata dengan baik. Kalau biasanya pagi-pagi selalu keluar rumah, sekarang habis sholat subuh lanjut nyuci, terus bikin minuman hangat, bikin sarapan dan makan siang, kadang masak sekali untuk sampai makan malam. Sambil masak sambil jemur pakaian, paling cepat biasanya jam 06.00 makanan sudah matang. Kalau menunya rada ribet, semua selesai maksimal jam 06,20an itupun keadaan dapur sudah bersih, sudah disapu. (Tepuk tangan, wkwkwkwk)

Lagi-lagi, mau belanja harian ataupun belanja mingguan tergantung pribadi masing-masing. Senyamannya aja, sesanggupnya aja, alhamdulillah sampai hari ini saya sangat menikmati belanja mingguan. Masalah uang belanja, alhamdulillah lebih terkontrol dan uang sisa bisa disimpan, alhamdulillah lebih irit.

Membuat daftar belanja mingguan memang susah susah gampang, apalagi buat yang tidak terbiasa belanja mingguan tapi ingin mencoba. Yang paling utama memang kita harus membuat menu set selama satu minggu. Setelah itu baru kita bisa membuat daftar belanja mingguan di kertas. Jangan lupa, pas mau belanja bawa kertanya ya bund. Insya Allah belanja seperti ini kita bisa mengontrol pengeluaran sebijak mungkin. 


Teman-teman, biasanya belanja harian atau mingguan?




26 comments:

  1. Bahagianya emak-emak ala saya, sama dengan Mbak Iis ... receh memang, yaitu ketika bisa berhemat wkwkwk. Ternyata belanja mingguan lebih hemat ya daripada harian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk bahagia emak emak memang sederhana ya mbk

      Delete
  2. Aku sih jarang bikin jadwal menu teratur ini. Tapi belakangan gara2 belanja sayur delivery, mau ga mau aku terpaksa mengelolanya dengan catatan kecil. Menu Senin sampai Minggu, misalnya. Jadi tahu pasti apa saja yang harus dibeli.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbk, lebih tertata ya.. Nggak bingung bingung amat gitu mau masak apa

      Delete
  3. Bagus banget nih manajemen belanja mingguan untuk keperluan dapur. Saya harus melobi paksu nih supaya dikasih jatah belanja mingguan.

    ReplyDelete
  4. setuju mbak, belanja mingguan bikin masak jadi makin efisien, aq bahkan klo belaja cuma dua minggu sekali habis gitu tinggal di food prep aja

    ReplyDelete
  5. Sebelum pandemi aku belanja mingguan untuk sayuran, bumbu dan buah-buahan, Mbak. Untuk kebutuhan pokok aku memilih belanja bulanan. Tetapi, karena pandemi, semua sekarang serba online dan pengaturannya berubah saat itu, karena semua langsung dihandle bapak suami. Asyik belanja mingguan dan aku dikasih uang, kalau semua serba transfer, semua ya pak suami. Aku pegang uang buat pegangan aja, malah seringnya awet. Kangen atur atur uang lagi, belanja di pasar lagi, pilah pilih pos mana yang kudu dikurangi buat beli baju baru, * eh

    ReplyDelete
  6. Bagus sekali manajemen dapurnya , Mbak
    Saya juga tipe belanja mingguan sejak lama..tapi enggak serapi ini hihihi. Sungguh menginspirasi
    Kalau saya dari dulu belanja mingguan karena, jam 4 pagi dah harus masak, suami ke kantor jam 5.30 anak-anak jam 6 berangkat sekolah. Jadi jam 5 mereka dah sarapan semua (anak-anak juga bawa bekal) Jadi kalau mingguan dah ga repot mikir mau masak apa setiap harinya. Saat pandemi begini masih sama sih...mingguan belanjanya, cuma masak siangan karena WFH dan PJJ mereka

    ReplyDelete
  7. memang lebih nyaman belanja mingguan buat urusan dapur ketimbang bulanan ya mak, lebih ketauan apa yang mau dimasak dalam jeda 7 hari itu.

    ReplyDelete
  8. Saya setuju banget, Mbak. Belanja mingguan itu lebih hemat dan efisien. Apalagi belanja di pasar tradisional. Aduh, harganya udah murah banget. Penjualnya baik-baik. Seringnya saya gak nawar pas belanja, eh ya betul, dikasih bonus-bonus. Jadi makin seneng deh belanja di pasar. Hehehe.

    ReplyDelete
  9. klo untuk sayuran dna kebutuhan dapur biasanya mingguan, tapi klo bahan2 yg tahan lama bisa bulanan sih. stock banyak jg gak masalah. apalagi sekrang zaman pandemi. klo ke supermarket langganan belanja smp ngantri panjang krn pembatasan jumlah orang di dalam hanya 25% gt.

    ReplyDelete
  10. Aku termasuk tipe belanja mingguan untuk masak, mba. Karna aku ngantor jadi pas belanja ke warung bisa untuk bberapa hari sekaligus. Tapi kantor nempel pasar jadi kadang pas ada yang kurang, mampir bentar :)

    ReplyDelete
  11. Belanja mingguan lebih hemat ya jatuhnya kalau aku masih setiap hari Mak di tukang sayur keliling...

    ReplyDelete
  12. Aku tetap belanja harian mba, ada bibik sayur yang selalu lewat depan rumah. Kesukaan keluargaku tuh jagung manis, kalau beli untuk seminggu, udah masuk lemari es njuk dadi sepo rasane. :)) Sayuran juga suka yang seger gitu sih langsung dari bakule.

    Kadang kalau pas ga masak protein hewani, belanjaku nggak sampe 20rb sehari, untuk orang 5 lho. Ngirit po pelit ya iki. :D

    ReplyDelete
  13. Dulu aku tuh rajin gitu mbaa buat daftar menu dan otomatis belanja juga jadi tiap Minggu. Kalau sekarang malah belanja seadanya hahah, kayaknya aku harus mulai lagi deh bikin food prep

    ReplyDelete
  14. Aku juga kalau belanja sekalian buat semingguan biar sekalian gitu nggak bolak balik belanja 😁

    ReplyDelete
  15. aku juga belanja kebutuhan dapur seperti sayur, ikan, dan buah itu mingguan. kalau garam, gula, kecap, saos, dll itu seringnya bulanan. alasan utamanya karena enggak sempat belanja harian sih awalnya, soalnya aku kan kerja. dan ternyata lebih hemat, hemat waktu dan biaya

    ReplyDelete
  16. Nah saya ini yang kelimpungan karena tidak ada kulkas jadi semua serba harus cepat dihabiskan yang tidak bisa tahan seharan di suhu ruang
    Semoga bisa terapkan belanja mingguan juga

    ReplyDelete
  17. untuk ikan, ayam dan bumbu saya biasa belanja mingguan mbak. Belanja ke pasar dekat rumah. Kalau untuk sayur kadang beli di tukang sayur keliling, kadang metik di sawah sendiri, kadang ijin metik di sawah tetangga

    ReplyDelete
  18. Saya belanja mingguan juga, setiap minggu pagi pasti ke Pasar buat belanja sayur mayur, ikan dan juga bumbu. Tapi sekarang tuh yang mahal bumbu2 sama cabe2an huhuhu

    ReplyDelete
  19. Baca ini aku jd inget zaman awal nikah dulu. Rajin banget bikin menu n foodprep. Sekarang? Duh boro2 bikin planning. Wkwk. Aku tim beli2 abstrack di pasar n bikin2 mood yg aku suka aja. Krn skrg mood swing aku dlm masak suka berubah2. Kemarin mau sop tetiba mau lalapan. Bs gitu skrg. Heu

    ReplyDelete
  20. Duh...jiper mau komen.
    Jawabannya adalaaah...gak masak.
    Serius, teh.

    Karena suami sering keluar kota atau pulang malam sedangkan aku dan anak-anak ga rewel. Jadi makannya pesen.
    Hihii...kadang kalau gak cocok sama menunya, suka kasih pengertian ke anak kalau gak semua orang bisa punya rejeki makanan yang hangat seperti ini.

    Tus anak mau makan.
    Alhamdulillah.

    Dapurku serapih itu...heuheuu~

    ReplyDelete
  21. belanja mingguan tuh kayanya emang lebih praktis ya mak.. enak kalo masak tinggal buka kulkas. hihi. gaperlu deh itu bolak balik pasar tiap hari yaaa

    ReplyDelete
  22. Setuju banget, belanja mingguan ini jatuhnya lebih hemat. Tapi huhu, aku belom bisa rutin nih belanja mingguan begini. Bisanya sesekali aja. Abisnya tergantung mamang sayurnya. Kadang bisa beli banyak, kadang gak kebagian. Huhu mau ke pasar masih takut. :(

    ReplyDelete
  23. Belanjanya harian mak...hehe..Ya paling lama untuk 2-3 harian deh.. Kulkasnya kecil soale jadi gak bisa nyimpen terlalu banyak haha alasan aja ya...

    ReplyDelete
  24. Aku masih harian nih Mak. Padahal sempet ngrasain enaknya belanja mingguan pas masih tinggal di Palopo. Pas pindah ke Jawa, pasarnya jauh amat deuuhh, hahahaha. Tapi abis baca ini jadi tergoda lagi buat belanja mingguan. Lagian bayi udah agak besar, bisa dititip lah ke eyangnya, hihi

    ReplyDelete