Tiduur, lalu terbangun. Mau ngapain?bersih-bersih rumah, baca majalah, baca buku, lalu bosan.
Hampir seminggu saya mencoba bernegosiasi dengan keadaan sekarang, ya..dengan keadaan sendiri di rumah ditemani perabotan rumah beserta barang-barang elektronik yang mungkin awalnya membosankan. Satu hari berasa bertahun-tahun lamanya menunggu bedug magrib berkumandang, bukan menunggu waktu untuk berbuka puasa tapi berharap agar bisa melewati hari yang benar-benar membuat saya bingung.
Terbiasa sibuk mengajar dan melewati separuh hari dengan anak-anak, tapi sekarang harus berdiam diri di rumah. Dua hari merupakan satu momen yang entah membuat saya kurang bersyukur dengan keadaan ini, mungkin belum terbiasa duduk diam. Perlahan dihari ketiga saya mencoba untuk bernegosiasi dengan keadaan dan waktu, mencoba menikmati gerakan demi grakan yang saya lakukan. Mulai dari bangun tidur lalu menyalakan televisi, perlahan terlelap lalu terbangun. Dilanjutkan dengan membaca buku dan majalah di sova sembari membuka jendela ruang tamu, saya menikmati sayup-sayup angin yang melambai masuk ke dalam rumah disertai beberapa suara burung gereja yang setia bercengkrama di teras rumah.Sampai akhirnya senja tiba, saya benar-benar merasakan nikmatnya hari itu.
Dan, Alhamdulillah sampai saat ini saya benar-benar menikmati hari-hari sendiri. Tidak ada lagi rasa bosan yang melanda seperti goncangan di hari-hari pertama, mungkin inilah yang dinamakan dengan syukur. Bersyukur dengan keadaan sekarang, apapun itu bentuk rizkinya. Terkadang saya menyadari bahwa segala hal, segala keadaan tergantung kepada individu masing-masing bagaimana menyikapinya. Termasuk keadaan sekarang ini yang terjadi kepada saya, tapi Alhamdulillah saya bisa bernegosiasi dengan keadaan. Hamdan syukrillah...
PS:jadi inget kata suami saya "gitu aja kok repot!!" ^^ ,really I miss you badly.



















.jpg)
