Wednesday, 14 August 2019

Cara Mudah Membuat Cincau Sendiri

Ada yang suka es cincau?kebetulan di rumah ibu saya ada pohon cincau. Sebetulnya pohon ini ada sejak saya masih kecil. Di rumah saya dulu banyak anak yatim piatu. Sepulang sekolah atau pas libur biasanya kami bikin cincau. Tapi diminum pake es sama gula aja, rasanya seger banget.


Nah, kapan hari pas tinggal sementara di rumah ibu. Pagi-pagi iseng main di belakang, terus lihat pohon cincau. Kebetulan pohon cincau sama tukang yang kerja di rumah sempat di babat habis. Tapi ternyata masih tumbuh menjulang ke tembok dan tempat lampu. Nggak tau gimana ceritanya, akhirnya saya ambil beberapa daun cincau. Dan mulailah saya eksekusi.

Cara bikin cincau itu ada banyak cara, tapi cara yang saya tahu dan pelajari dari kecil itu hanya diremet-remet, aduh bahasanya.... Diremet itu di unyet unyet... Hahaha. Itu lho di remes-remes pake jari sampai berlendir gitu. Tapi pas saya coba, sudah 5 menit ngunyet-ngunyet daun cincau sama air hangat tapi kok hasilnya gitu gitu aja. Terus lumayan capek lho ngunyet-ngunyet daun cincau hahaha.

Pas mbak lihat, langsung bilang "udah, blender aja, cepet". Nah lho, nggak berpikir panjang akhirnya saya ambil daun cincau, saya potong kecil, tambah air hangat lalu blender. Setelah itu saya saring menggunakan saringan teh. Warna cincau ya hijau tua, setelah itu saya taruh di kulkas. Nggak sampai 2 jam ternyata cincau sudah set, lumayan padat dan lembut banget lho. Persis banget kayak cincau di pinggir jalan hahaha.


Kalau dulu kami menikmati es cincau dengan sederhana, hanya dengan tambahan air, gula pasir dan es batu. Kali ini saya bikin es cincau versi JSR atau Jurus Sehat Rasulullah. Jadi santannya pakai santan yang tidak di masak, menggunakan kelapa parut lalu diberi air hangat, diperas. Jadi deh santan.


ES CINCAU Homemade
By : @hm_zwan

Bahan :
Segenggam daun cincau
300ml air hangat

Cara membuat :
Blender semua bahan. Saring, diamkan di kulkas sampai cincau set.

Santan :
1/4 kelapa, parut, beri air hangat 300ml. Saring.

Gula :
1 balok gula jawa, rebus dengan air 70ml.

Cara menghidangkan :
Siapkan mangkok, ambil cincau secukupnya dengan sendok. Tambahkan santan kelapa dan gula jawa. Hidangkan.


Gimana rasanya??ini kali pertama saya bikin es cincau dengan santan tanpa dimasak. Rasanya enak lho ternyata. Kayak es cincau di pinggir jalan, seger banget. Serius enak banget lho. Nggak percaya, coba bikin sendiri hahaha. Nggak mau bikin sendiri?? Yaudah, ini saya kirim versi jpg nya yaa... Semoga senang semoga kenyang xixixi.

Gimana?? Mudah kan bikin cincau sendiri. Yang penting sih dapet daun cincaunya dulu ya baru dieksekusi hahaha. Teman-teman, ada yang sudah pernah bikin cincau sendiri?

Thursday, 8 August 2019

Menikmati Kota Surabaya dengan Sederhana

Pernah nggak menikmati Kota Surabaya dengan sederhana?bagi saya yang bukan asli warga Surabaya. Yang kalau ke Surabaya bisa dihitung dengan jari setiap tahunnya. Yang kalau ke Surabaya paling lama 3 hari 3 malam.

Bagi saya, Surabaya itu kota kenangan. Ihhiey... Gimana nggak berkesan. Dulu waktu masih ngajar di Brawijaya Smart School Malang, tiap weekend larinya bukan pulang ke Jombang tapi kalau nggak ke Sidoarjo ya Surabaya naik kereta. Nginap di rumah teman, kerjaannya jalan-jalan keliling Surabaya pakai sepeda motor. Kalau awal bulan sesekali belok ke Mall, duduk cantik di restoran fast food wkwkwk. Berasa banget horang kaya kalau tanggal muda. Yaa, begitulah anak muda..


Menikmati Kota Surabaya dengan Sederhana
Namanya juga Surabaya, Kota besar, jadi sudah dipastikan banyak sekali tempat wisata disini selain mall. Berikut cara menikmati Kota Surabaya dengan sederhana :

1. Keliling kota naik sepeda motor
Bagi saya, naik sepeda motor itu asik banget. Bukan naik mobil dan sejenisnya tidak mengasikkan lho ya. Artinya, ketika naik motor itu rasanya nikmat banget lho. Apalagi dibonceng, tugas kita tinggal duduk aja sambil menikmati kanan kiri jalan. Asiknya keliling Surabaya pake sepeda motor itu kalau ketemu tempat bagus, misalnya taman adem atau warung bakso ramai, bisa langsung berhenti. Minimal kalau kelewat bisa mundur sedikit hahaha.

2. Ke Kebun Binatang Surabaya (KBS)
Sebelumnya saya dan keluarga suami sempat jalan-jalan ke Kebun Binatang Surabaya. Santai gitu rasanya kalau jalan-jalan ke KBS. Bawa tikar, bawa camilan, bungkus nadi dan makan bersama sambil lihat orang-orang naik gajah. Gini aja dia anak kecil sudah seneng banget. Apalagi bisa jalan dan lari sepuasnya sambil lihat berbagai macam hewan.


3. Makan Siang di Warung Bebek Palupi
Nggak afdhol rasanya kalau maen ke Surabaya nggak makan bebek goreng. Ini kali pertama saya dan suami makan siang di warung Bebek Palupi. Kalau ke Surabaya, biasanya adek ipar sering banget bungkusin bebek goreng. Kali ini nyobain Bebek Palupi yang ternyata ramai sekali.


Pelayanannya lumayan cekatan, karena warung pas lagi rame banget, kurang lebih 10 menit pesanan kami datang. Minumnya nggak nyampe 2 menit sudah datang. Soal rasa, lumayan enak. Kebetulan kami pesan bebek dan ayam goreng. Ayam gorengnya untuk anak-anak. Sambelnya enak, kalau nilai rasa 1-10, Bebek Palupi saya kasih rate rasa 8 deh. Harga menu bebek gorengnya mulai 18.000 sampai 20.000. Warung Bebek Palupi ada di Jalan Raya Rungkut Asti Tengah no 10 Surabaya. Silahkan incip ya..

4. Damainya Surabaya dari Atas Tol
Buat kalian pecinta jalan tol, pasti hati damai ketika berada di dalam mobil saat menyusuri jalan tol. Melihat banyak gedung pencakar langit, mulai dari mall, apartemen, kampus, sampai hotel. Kubah dan menara masjid Akbar terlihat sangat cantik dan sempurna. Itu semua busa kita nikmati saat naik jalan tol.


Ngomongin Surabaya itu nggak ada habisnya. Sejak pindah ke Batam dan Riau beberapa tahun yang lalu. Mau nggak mau setiap tahun maksimal 2 kali kami pulang kampung. Seringnya cari penerbangan langsung Batam Surabaya. Begitu juga saat cari penerbangan dari Riau. Tapi kalau ada tiket pesawat murah tapi harus transit, biasanya sih kami ambil hahaha.

Beberapa kali harus transit dari Batam ke Jakarta. Selanjutnya dari Jakarta langsung ke Surabaya. Tapi kalau mau jalan-jalan dulu ke Jakarta. Biasanya beli 2 tiket, yang satu tiket pesawat Jakarta Surabaya. Nah, biasanya nginep di Surabaya semalam, di rumah adek. Ya, begitulah kalau pulang kampung. Sekalian jalan-jalannya.


Ngomongin soal tiket pesawat, biasanya saya suka browsing banyak website untuk cari tiket pesawat yang murah. Salah satunya di Pegipegi, selain prosesnya cepat. Di Pegipegi juga ada lho dan sering banget ada promo. Misalnya ada kalender tiket promo pesawat dari Jakarta ke Surabaya. Tuh kan, promonya lho ada kalendernya, jadi kita bisa manfaatin promo. Lumayan kan, lebih murah..


Minggu depan kayaknya saya mau ke Surabaya lagi, mumpung sekarang dekat. Pingin banget ngajak Aqla sama sepupunya jalan-jalan dan kulineran lagi.

Teman-teman, ada yang suka jalan-jalan ke Surabaya?

Saturday, 3 August 2019

Pulang Kampung

Banyak hal yang selalu saya rindukan saat pulang kampung ke rumah suami. Selain karena tempatnya di pelosok, dibawah gunung, susah banget sinyal dan ini sudah dipastikan kalau pulang kesini jarang banget pegang hp. Ya karena nggak ada sinyal, jadi nggak ada bunyi kling kling kling. Bunyi hp..
Tapi sekali ada sinyal satu atau dua garis, langsung bunyi, hahaha. 


Terus kalau pulang ke Ponorogo itu sudah dipastikan sering dan selalu makan kulupan. Orang sini suka banget sayur terutama kulupan. Jadi sayur seperti bayam, kangkung, kembang turi, daun belinjo itu direbus aja. Kadang bikin sambel pecel yang seperti biasa, kadang sambel pecel kering dicampur kelapa parut sangrai, atau dibikin urap-urap, atau bikin sambel tomat. Gitu aja enak banget, nikmat tiada duanya.


Yang selalu dinanti dan dirindukan sama suami, saya dan adek-adek adalah nasi tiwul. Iyes, nasi tiwul. Terbuat dari tepung singkong, dimakan sama sayur lodeh, plus kulupan, ugh nikmatnya.. Selain itu, bulek suka banget bikin nasi goreng tiwul. Pendampingnya lamtoro, beuhhhh mantap banget dah. Ohya, saya mulai suka tiwul ya sejak nikah sama suami. Setau saya, khususnya di Jombang, biasanya tiwul itu manis. Jadi di pasar ada yang jual tiwul, pendampingnya ada gula merah sama kelapa parut. Tapi sejak dapet suami orang Ponorogo jadi tau, dan ketagihan makan nasi tiwul, hahaha.


Kebiasaan disini, setiap ada yang datang ke rumah, entah cuma sekedar ngobrol, selalu dibuatkan teh atau kopi. Dan kopi yang khas disini itu, kopinya numbuk sendiri dan masih kasar gitu. Nggak halus macam kopi kapal api, tapi kasar, brosok-brosok. Sudah dipastikan kalau minum kopi disini nggak bisa kayak minum es teh, glek glek glek, hahaha. Seruput, telan airnya, kumpulkan ampas kopi kasar, buang. Wkwkwk... Ribet yes, tapi enak banget sih kopinya. Apalagi kopi bikinan mbah dari bapak, duh...jos mantep tenanlah.


Itulah kenapa saat mudik ke kampung halaman suami selalu excited banget, seneng aja gitu rasanya. Apalagi yang jadi ciri khas orang pelosok atau gunung itu, mereka ramah-ramah banget, beda gitu rasanya interaksi sama mereka. Masih bener-bener terjaga attitudenya. Istimewa lah.. 

Teman-teman, ada nggak yang dapet suami rumahnya di pelosok desa? Ayo sharing cerita menariknya..