Saturday, 19 January 2019

Food Preparation : Cara Praktis untuk Mempersiapkan Bahan Makanan

Food Preparation : Cara Praktis untuk Mempersiapkan Bahan Makanan.  Nah, ngomongin soal food preparation, sebenarnya saya tidak asing dengan hal hal yang berhubungan dengan food preparation. Yaitu menyiapkan semua bahan makanan sekaligus banyak untuk beberapa hari. Dengan adanya food preparation memasak jadi lebih praktis, hemat tenaga dan waktu. Sehingga memudahkan kita untuk memasak dan menyiapkan makanan lebih cepat tanpa harus memulai dari nol, seperti mengupas bawang, mencuci ikan, menyiangi sayur, sampai bab terakhir memasak.

Belajar Food Preparation dari Uli Hape
Ada yang kenal mbk Uli Hape?pasti sudah pada kenal dong ya, kalau belum kenal, ceki ceki saja di facebook dengan mengetik Uli Hape. Pasti ketemu. Kenal mbk Uli waktu masih aktif ngeblog di Kompasiana. Ceritanya sejak mbk Uli menikah, saya selalu mengikuti ceritanya yang ia share di facebook. Saat itu hampir setiap pagi ia selalu sharing apapun di facebook. Salah banyaknya (bukan satu aja karena udah sering jadinya banyak hehe) adalah tentang food preparation.

Seminggu sekali mbk Uli belanja kebutuhan dapur untuk waktu satu minggu. Di hari itu juga semua bahan memasak sudah ready di tempat masing-masing. Mulai dari bawang, bumbu, sampai ikan sudah dibersihkan dan dimasukkan ke wadah kontainer. Kebetulan mbk Uli ini kerja dan harus berangkat pagi. Jadi setiap pagi pukul 3/4 (seingat saya), mbk Uli tinggal masak, nggak perlu ribet karena bahan sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Sejak menikah, lalu merantau dan mengajar. Perlahan saya praktekkan ilmunya mbk Uli. Yaitu tentang food preparation, Alhamdulillah cukup terbantu dan benar benar mempersingkat waktu. Tidak butuh waktu lama untuk menyiapkan makanan untuk keluarga. Apalagi saat itu saya juga harus berangkat ke sekolah pagi-pagi.


Tips Food Preparation
1. Pastikan daging/ikan/ayam bersihkan terlebih dahulu. Cuci bersih, potong daging/ayam/ikan,tiriskan airnya. Masing-masing masukkan ke wadah tertutup yang berbeda. Ada yang biasa dibumbui lalu di masukkan di freezer, tapi kalau saya biasanya ketika mau masak baru saya bumbui atau lumuri ikan dengan jeruk nipis dll. Untuk perikanan/daging dll saya simpan di freezer. Malam atau sore sepulang kerja biasanya ikan/daging yang mau dimasak untuk besok saya turunkan di chiller. Atau kalau lupa, ketika bangun tidur jam 4 pagi, ikan/daging saya keluarkan dari freezer, lalu diguyur dan direndam dengan air.

2. Untuk cabe, tomat. sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, setelah di petik, simpan di wadah tanpa dicuci ya. Untuk sayuran hijau kalau dicuci dulu kan basah jadi cepet busuk. Biasanya untuk sayuran hijau saya nyetoknya untuk esok hari, selebihnya beli di pasar sore. Jadi fresh gitu kalau dimasak untuk esok hari.

3. Untuk bawang, jahe, lengkuas dll. Biasanya saya taruh di tempat suhu ruang. Kalau sudah dikupas, baru saya taruh di wadah. Masing-masing bumbu saya taruh di wadah sendiri tidak campur.


Apa sih enaknya food preparation?
1. Mempersingkat waktu memasak
Sudah pasti banget, jadi pagi-pagi kita nggak perlu lagi ngupas bawang, metikin sayur, bersihin ikan dan lain sebagainya. Kebayang nggak sih kalau mau masak dan dimulai dari nol kira kira butuh waktu berapa lama? Satu jam lebih kan. Jadi kalau sudah mempraktekkan metode food preparation, waktu masak akan lebih singkat.

2. Capek diawal
Iyes, ini kerasa banget loh hahaha. Lima atau seminggu sekali kami belanja ke pasar, sampai rumah biasanya saya langsung bongkar semua belanjaan. Lalu dikupas, dipetik, dibersihkan, dicuci lalu di taruh di wadah. Paling cepat biasanya butuh waktu 1,5 jam itu kalau Bubuky aman, kalau ikut bongkar-bongkar biasanya 2 jam lebih baru kelar hahaha. Capek banget loh, tapi nggak papa, yang penting urusan dapur beres. Semingguan nggak bakal ribet urusan dapur, tinggal ambil dan lanjut masak, lebih praktis kan. 

3. Kulkas rapi
Nah, ini nih yang paling saya suka dari metode food preparation. Kulkas terlihat rapi, bersih dan nggak bau hahaha. Mau nggak mau harus rajin bersihin kulkas.

4. Memudahkan dalam penyimpanan dan pengambilan bahan
Sebelum saya memakai metode ini, setelah belanja seplastik-plastinya saya masukin kulkas wkwkwk. Baru deh pas masak, cari cabe atau daun jeruk lumayan ribet, harus bongkar kulkas hahaha. Nggak banget deh. Nah, beda lagi ketika semua bahan tertata rapi. Jadi ketika kita butuh bahan A, buka kulkas tinggal lihat wadahnya, langsung ambil deh. Tuh kan, aman nggak perlu bongkar-bongkar lagi.

5. Lebih hemat
Sekali belanja biasanya saya habis kurang lebih 250.000 untuk konsumsi seminggu, kadang ada aja bahan yang masih sisa. Seperti wortel, ayam, cabe, telur, bawang merah dll. Kalau masih ada dan bisa dimasak, biasanya belanja ya mundur. Biasanya mentok 2 hari baru belanja lagi. Lumayan kan untuk makan bertiga 2 hari. Mau nggak mau jadi lebih hemat kan.

Untuk wadah, ada ketentuannya nggak sih?
Untuk wadah food preparation sih nggak ada ketentuannya ya, bebas banget yang penting aman untuk bahan makanan. Bisa masuk kulkas dan freezer. Nah, kalau yang saya pakai akhir akhir ini adalah wadah pruta multifungsi dari @popeto.id. Satu paket wadah pruta ini isinya ada banyak, mulai dari yang ukuran kecil sampai besar. Pas banget masuk kulkas.


Nah, buat teman-teman yang pingin punya wadah pruta dari ikea bisa jastip ke @popeto.id ya. Selain wadah pruta juga banyak barang lain yang bisa kita beli lewat sini.

Jadi, sampai sekarang masih terbantu banget dengan metode food preparation. Selain menghemat waktu dan tenaga, kulkas jadi lebih rapi, tidak bau dan berantakan pastinya.

Teman-teman, ada yang punya kebiasaan seperti yang saya lakukan nggak setelah belanja? Ayo dong sharing..

Monday, 7 January 2019

DIY : Membuat Alas dan Begron Foto dari Karton Tebal

DIY : Membuat Alas dan Begron Foto dari Karton Tebal. Assalamualaikum.. Masih atas nama iseng dan coba-coba, bulan lalu saya bikin DIY membuat alas dan begron foto dari karton tebal. Emang bisa bikin alas dan begron foto dari karton tebal? Bisa aja kok, yang penting usaha ya hehe. Sebenarnya ini gara-gara mbk Lira, teman instagram yang hobi memotret makanan juga. Jadi, ceritanya pas saya iw alias instagram walking, lihat foto mbk Lira dan komen. Saya gagal fokus sama alas fotonya, eh dibales dong, katanya alas foto bikin sendiri dari karton dan cat warna.

Nah, dari situlah saya mulai penasaran. Akhirnya pas ngantar kakak ke toko alat tulis sekalian deh saya belanja karton tebal sama cat air. Karena saya nggak tanya detail ke mbk Lira, sampai rumah saya bikin sebisanya. Suka-suka hati saya bangetlah, hahaha.
Sebelum membuat alas dan begron foto dari karton tebal,tahun 2017 saya pertama kali iseng bikin alas foto dari bekas cover mobil. Kebetulan cover mobil sobek di beberapa sisi, sama suami disuruh buang. Tapi jiwa iseng dan kurang kerjaan saya mulai nggak karuan, sempat mbatin, kayaknya seru nih dibuat alas foto. Akhirnya saya ya gunting menjadi segiempat ukuran satu meter, pertama kali nyoba hasilnya kurang memuaskan. Kurang nyeni gitu, akhirnya ide muncul, cover mobil saya gosok gosokkan ke dinding, muncullah bercak cloreng cloreng warna putih. Pas di jadikan alas foto hasilnya kok lumayan, yaudah jadilah alas foto yang lumayan nyeni hasil dari iseng.

Nah, untuk membuat alas foto dari karton tebal caranya gampang, namanya juga suka suka ya, jadi cat air saya campur (warnanya suka suka juga haha) saya tuang di piring, tambah sedikit air, lalu dengan mengucap Bismillah saya sapu-sapukan ke karton. Kalau kurang oke, saya beri cat air di karton, kemudian lanjut sapu-sapukan lagi sampai dapat warna yang disukai. Ohya, kebetulan saya beli 2 karton. Jadi saya buat 4 motif sekaligus untuk alas dan begron foto. Lumayan banget sih hasilnya. 4 motif yang berbeda dari 2 karton, artinya satu karton bisa 2 motif bolak balik ya. Tuh kan, dapet banyak motif alas foto.
Ada nggak plus minusnya bikin alas foto dari karton tebal?
Yang pasti ada bangetlah ya. Plusnya, lebih murah, nggak sampai 30ribu sudah dapat alas dan begron foto ciamik (versi saya xixixi). Kalau bosan, bisa dicat ulang dan cari motif unik lagi. Minusnya, kalau kena minyak pasti akan membekas, karton tidak bisa berdiri tegak lurus, jadi nggak lurus tegak sama seperti triplek gitu. Harus hati-hati kalau motret yang ada airnya, karena kalau kena air dikit pasti kelihatan banget bekasnya dan cat ya luntur pemirsa hehehe.

Tapi sejauh ini belum pernah mengalami, masih aman. Secara keseluruhan, sampai saat ini lumayan menyenangkan motret pakai alas dan begron dari karton tebal. Nggak nyangka sih dapet hasil ngosrek-ngosrek cat air suka-suka dan hasilnya bikin jatuh hati. Buat teman teman yang pingin tau lebih banyak hasil foto menggunakan alas foto karton tebal, bisa cek instagram @hm_zwan ya. Insya Allah disana banyak contoh alas foto dari karton tebal, cover mobil, kayu seadanya dan meja biasa.


Teman-teman, ada yang suka bikin alas atau begron foto sendiri?ayo dong sharing..