Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2015

Jembatan Siak III : Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamyah

Jembatan Siak III : Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzamyah Pertama kali tahu nama jembatan bagus sewaktu di Siak Riau, di Jawa banyak jembatan tidak bernama hehe. Etapi, yang terkenal dan nggak jauh-jauh sama Jombang ada jembatan Suramadu, tapi sayang belum kesana, semoga pas pulang kampung bisa jalan-jalan. Beberapa tahun tinggal di Batam, ikon kotanya jembatan Barelang, geser pindah sedikit ke Riau tepatnya di Siak ada satu jembatan yang menjadi salah satu penghubung antara kota dan daerah di Riau ke kota Siak. Nama jembatannya Tengku Agung Sultanah Latifah , keren banget kan??saya aja sampe heran nggak karuan, keren banget namanya *norak nggak karuan*.  Ketika suami libur, jadwal utamanya kalau nggak malas adalah jalan ke Pekanbaru, itupun kalau lagi pingin lihat kota hehehe. Untuk menuju kota Pekanbaru, ada dua jalur, lewat Perawang dan lintas timur. Kebetulan kali ini lewat Perawang, ternyata jalannya banyak yang rusak, jadi butuh waktu kurang lebih 4 jam sampai Pekanbaru

[Travel Guide] Sehari di Siak, Kemana Saja??

[Travel Guide] Sehari di Siak, Kemana Saja?? Sejak pindah ke Siak Sri Indrapura - Riau, saya banyak mengulas tentang seluk beluk kota kecil yang indah ini. Apapun bentuknya, mulai dari sungai *iya sungai*, jalan lebar, tempat nongkrong sampai istana Siak, semuanya saya abadikan di blog ini. Jujur, saya dulu nggak tau kalau di Indonesia ini ada kota yang bernama Siak Sri Indrapura lo hehe, dan sampai pada akhirnya saya sejenak berlabuh disini. Sejak itulah, beberapa teman/orang yang tanya saya seputar Siak. Mulai dari, Siak itu dimana ya??kalau mau ke Siak naik apa??di Siak itu ada apa aja??yang paling terakhir *baru kemarin*, ada yang bertanya, kalau sehari di Siak kira-kira cukup nggak keliling kota??.  FYI, for your information.... Kota Siak itu kecikkkk, eh kecil maksudnya *maklum latah bahasa* hehehe. Kotanya aja bisa diputerin nggak nyampe 60 menit *nggak nyampe segitulah*, pakek sepeda motor hehe. Itu jalannya nyantai nggak ngebut, jadi sudah kebayang kan kota Siak itu kec

Berburu Makan Siang di RM Melayu Tanpa Nama

Berburu Makan Siang di RM Melayu Tanpa Nama Kok namanya gitu banget??gitu gimana??RM Melayu Tanpa Nama, yang jelas dong Em??ya memang gitu. Ceritanya ada salah satu teman kantor suami yang bilang kalau ada Rumah Makan  Melayu enak di daerah dekat Mempura (sebrang kota Siak), sempat pas pulang kerja dilewatin di depan RM nya. Katanya (lagi), RM itu lumayan ramai dan enak. Akhirnya, beberapa hari yang lalu,  kebetulan suami libur, dan bertepatan dengan cuaca Siak yang hujan terus menerus, suami bilang ke saya bahwa hari itu libur memasak (aarrkkkkk koprol). Dengan rasa penasaran, saya mengiyakan ajakan makan siang ke RM Melayu yang cukup jauh. Bagi saya, nyebrang jembatan Siak itu perjalanan jauh, apalagi ke daerah mempura. Maklum rada sepi daerah perumahan hehehe.  Sempat lewat jalan alternatif, jalan dalam, tapi kok nyasar nggak karuan. Akhirnya ketemu jalan besar dan lewat jalan biasanya, arah ke Tanjung Buton. Sampai ada jalan karet di sebelah kiri, belok, lurus saja sampai

Rutinitas Setelah Blogpost

Rutinitas setelah blogpost Dua rutinitas yang saya lakukan setelah blogpost atau memposting sebuah tulisan di blog adalah : 1. Blogwalking ke rumah para komentator Dulu, saya nggak tahu dan buta sama sekali peran para komentator di blog. Setelah posting tulisan, ya sudah nulis lagi, kalau nggak buka medsos. Tapi semenjak eksis ngeblog di tahun 2013, semakin banyak teman, banyak membaca, gabung di beberapa komunitas blog, akhirnya saya tahu pentingnya peran komentator.  Jadi, hal pertama yang saya lakukan setelah posting tulisan adalah bewe ke rumah para komentator. Pokoknya semua saya sambangi satu persatu, kalau sudah kenal dan sudah komentar lanjut silaturahmi ke yang lain sampai habis. Kalau baru kenal berarti bonusnya dapat kenalan baru dan follow blognya, banyak teman banyak berkah tentunya. Setuju nggak..?? 2. Membalas komentar Kok balas komentar nomor 2??iya, biasanya saya pilih blogwalking/bewe dulu ke rumah para komentator di postingan sebelumnya. Karena

Tembilahan : Jembatan Rumbai

Tembilahan : Jembatan Rumbai Masih cerita tentang jalan-jalan saya bulan februari lalu, tepatnya ke Kota Tembilahan Riau. Butuh waktu kurang lebih 9 jam perjalanan dari Siak Riau ke Kota Tembilahan , jauh ya, lumayan tapi have fun banget. Sebelum akhirnya sampai ke Kota Tembilahan, kita melewati Kota Rengat. Kurang lebih satu jam, kita sampai di Jembatan Rumbai. Tepatnya berada di desa Rumbai, kalau kita mau ke Kota Tembilahan dan melewati Jembatan Rumbai, artinya Tembilahan sudah di depan mata. Lumayanlah, kurang lebih 1,5 jam menggunakan mobil, karena jalannya lumayan rusak dan banyak lobang jadi harus hati-hati.  Ohya, dibawah jembatan rumbai ini semacam sungai Siak, sungainya lebar, jadi jembatannya panjang dan cantik. Bentuk jembatan Siak hampir mirip sama jembatan Barelang, Suramadu dll. Panjang ada tiang yang berbentuk segitiga, tapi jembatan rumbai ini unik dan berbeda. Awalnya lurus tapi ditengah-tengan berbentuk setengah lingkaran, catnyapun cerah, warna biru dan kuning.

RM Ulak'an : Ini Baru Makan!!

Beberap hari yang lalu, saya dan suami jalan ke Pekanbaru, ada sedikit urusan. Kami berangkat setelah shalat subuh, sampai Pekanbaru pukul 08.00. Setelah urusan selesai, ngadem dulu sebentar ke puswil sambil nunggu dhuhur. Pukul 12.00 kami langsung balik ke Siak, sekalin jalan pulang, sekalian makan siang dan shalat dhuhur. Beberapa kali ke Pekanbaru tapi belum pernah sekalipun makan sesuai selera atau lidah, pokoknya makanan yang maknyus gitu. Beberapa kali akhirnya makan di ayam kakek-kakek *baca KFC hehe*, lumayan sesuai lidah, harganya pas dan puas. Tapi beberapa kali lihat rumah makan yang ramai dan kamipun berhenti, tapi ternyata kurang maknyus. Kebetulan sekali, setiap lewat jalan lintas timur (arah ke Siak) yang masih daerah kota, saya melihat satu rumah makan besar yang ramai. Sempat beberapa bilang ke suami, kapan-kapan makan disitu yuk, rame banget, kayaknya eanak tuh. Dan akhirnya mampir juga di RM Ulak'an, pas banget tidak begitu ramai, padahal waktunya makan siang.

Win n Learn

Sometimes you win, sometimes you learn.. ~ ourreadingworld ~ **** Sungai dan jembatan Siak | Samsung N7000

Rahasia dibalik Foto-foto hmzwan.com

"Bagus-bagus banget foto-fotonya, Mak. Pake kamera apa, ya? Atau,  ada tutorial motret tak, Mak? :D" ~Haya Aliya Zaki~ Diatas adalah salah satu komentar dari Mak Haya (salah satu blogger favorit saya) di postingan ini , sebenarnya komentar serupa tidak hanya dari satu orang saja, melainkan dari beberapa yang pernah komen di postingan blog atau langsung tanya secara privat atau melalui inbox fb. Mayoritas mereka mempertanyakan hal-hal seperti berikut : "Mbak, pakai kamera apa?" "Mbak, ajarin motret dong biar bagus.." "Foto-foto mbak HM pakai kamera DSLR ya, pantesan bagus-bagus" dan lain sebagainya. Intinya, banyak yang mempertanyakan hal serupa. Motretnya pakai kamera apa? Berkenalan dengan dunia motret memotret Saya suka dunia fotografi sejak SMA, kebetulan salah satu teman makan saya menjadi ketua Bagrafi atau Bagian Fotografi. Setidaknya, setiap ada acara di lingkup sekolah, dia yang membawa kamera moncong, eh kamera dsl