Skip to main content

Nasinya Habis!!!

Hari-hari ramadhan terakhir, saya sering diajak suami buka puasa di luar. Sesekali memanjakan lidah di resto outdoor a la Siak, tempatnya lumayan besar, ada gubuknya juga. Kebetulan gubuk sudah terisi penuh, akhirnya kami duduk di tengah menghadap ke ruang utama resto. Idealnya, siapapun yang memilih untuk makan di resto pastinya ingin benar-benar menikmati makanan yang enak, sepuasnya. Termasuk saya dan pengunjung resto ini.

Setelah shalat maghrib di mushola dekat resto, pesanan sudah ada diatas meja, waktunya menikmati hidangan dengan lahap. Sembari menikmati hidangan, sesekali melihat beberapa bapak-bapak dan mbak-mbak yang komplain karena pesanannya tak kunjung datang. Dua orang pelayan juga mondar-mandir karena beberapa meja ada yang merasa tidak memesan menu yang mereka bawa. Sesekali mengunyah buah, tiba-tiba seseorang di belakang tempat duduk saya memesan nasi, ceritanya ingin menambah nasi.
Bapak : Pak nambah nasi ya..
Pelayan (bapak-bapak usia + 60 tahun) : Nasinya habis!! (dengan cueknya dan berjalan ke dalam resto)
Saya dan suami mendadak noleh ke meja belakang sambil melihat wajah bapak yang heran, aneh dan masih tidak percaya dengan jawaban pelayan bapak-bapak tersebut.
Bapak : Hah!!!nggak boleh nambah lagiii...
Saya dan suami sempat berpandangan, ini beneran nggak sih??resto sebesar ini (besar a la Siak) kehabisan nasi, sedangkan masih ada beberapa meja yang belum diantar pesananya. 15 menit kemudian, bapak pelayan tadi menghampiri bapak-bapak meja belakang saya sambil membawa beberapa piring nasi dan bilang, “mau nambah nasi pak???”. Dengan wajah heran dan bingung bapak tersebut nyeletuk “lha tadi bilangnya habis..”.

Baru kali ini saya melihat beberapa pelayan yang kebingungan mondar-mandir dari satu meja ke meja lain hanya untuk menanyakan “ibu/bapak tadi pesan ini ya…” dan kemudian balik lagi ke dalam resto, dan ini berulang hingga beberapa kali. Dan tentang bapak pelayan yang usianya + 60 tahun tersebut, ah, saya benar-benar tidak tega melihatnya.

Terkadang ada hal diluar dugaan yang kita temui di tempat yang kita pikir menyenangkan, ternyata sebaliknya. Pernah menemui hal seperti ini…??
***
13 agustus 2014
hana_tia@yahoo.com / @hmzwan

Comments

  1. Jumlah pelayannya kurang ya, Ka. Sampai pelayan sibuk, ya. Kasian pelayan dan pembeli. :D

    ReplyDelete
  2. berkunjung kemari dalam rangka menyambut hari 17 agustus hehehe.... ditunggu kunbalnya ya, o iya minal aidin walfaidin jg ya

    ReplyDelete
  3. wah ini cerita kok hampir pernah saya alami, bedanya saya yang menjadi pelaku di rumah makan.... hehheheh......
    ====================
    rahasia ternak kelinci yg maknyus

    ReplyDelete
  4. Iya kadang-kadang suka begitu Mbak, ekspektasi kita mungkin berlebih hehe :D

    ReplyDelete
  5. pusing kali, Mak karena baru buka puasa. Pelanggan banyak dan dia laper juga :D

    ReplyDelete
  6. parahnya terkadang makanan salah, ya kasihan liat pelayan mondar mandir alhasil di iyakan aja kalo tadi mesen begituan

    itu ceritaku mbak

    ReplyDelete
  7. Bapak itu .... ada kelainannyakah Mbak?

    ReplyDelete
  8. Pernaaaah, pas mudik lebaran ke Magelang. Malem2 mau beli bakso dibungkus. Bapak2nya bilang dg santai gak punya plastik, padahal dagangannya masih banyak & sebelahnya ada yg jualan mie rebus. Kenapa nggak pinjem atau beli plastik sebelahnya? Akhirnya gak jadi beli krn tukang bakso keliling, mau makan dimana?

    ReplyDelete
  9. Faktor U juga mungkin mbam

    ReplyDelete
  10. waduhhh, karena bingungkah itu bapak atau gimana ???

    ReplyDelete
  11. nggak konsisiten berarti pelayannya tuh,,masak tadi nggak boleh nambah,,tapi setelah itu nawari,,, :O

    ReplyDelete
  12. pernah 'n sering.. biasanya malah di resto2 ternama. Sepertinya bkn krn faktor U sih, krn yg aku alami pelayannya msh muda2 semua

    ReplyDelete
  13. mgkn sepertinya pelayannya tdk terkoordinasi dgn baik ya...

    ReplyDelete
  14. saya pernah kayak gitu juga mbak, saking banyaknya pelanggan sampek pelayan nya bingung :))

    ReplyDelete
  15. Susah juga ya kalau ketemu resto seperti cerita di atas

    ReplyDelete
  16. Itu bapak pelayannya lagi gak mood mak :p

    ReplyDelete
  17. pernah makan di salah satu reso cukup terkenal makanan gak datang selama 1 jam waktu di komplain malah tanya tadi pesan apa. Akhirna aku gak jadi makan minta uang dikembalikan

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pengalaman Ikut 7 Days Challenge JSR

Assalamualaikum. Ada yang tau tantangan 7 Days Challenge JSR? Jadi, ceritanya bulan ramadan kemarin saya beberapa kali baca status teman di facebook yang ngejalanin challenge ini. Sampai akhirnya saya stalking instagram Dokter Zaidul Akbar. Dari situ setiap waktu saya baca ulasan dr Zae, dari banyak baca akhirnya saya tergerak ikut 7 Days Challenge JSR. Alasannya cuma satu waktu itu, pingin banget ngebenerin pola makan. Titik!. Selain itu, ada beberapa faktor yang mendorong saya untuk ikutan challenge ini. Sejak tinggal di Subang berat badan makin hari makin bertambah. Tuh, mulai nyalahin Subang ya hahaha. Padahal yang salah diri sendiri, kurang bisa mengontrol "nafsu" makan. Akibatnya timbangan berat badan makin geser ke kanan, terus baju-baju pada sesak, huhuhu ini nih yang bikin suwedih banget. Terus area kaki juga mulai nggak nyaman, artinya ada masalah. Iya, ada masalah. Tentang 7 Days Challenge JSR Apa sih sebenarnya 7 Days Challenge JSR?jadi, challenge i

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium Dukung #BantuTumbuhSesuai

Inovasi Baru Royco dengan Garam Beriodium dukung #BantuTumbuhSesuai - Ada yang suka belanja sayur di pasar tradisional?sayaaa!! Ngacung tinggi dong. Gara-gara belanja sayur di pasar saya jadi ingat kata bunda Tantri "Kotak", alasan suka belanja di pasar tradisional itu ada faktor, humanis & ekonomis. Setuju banget sih, kadang banyak kejadian yang tidak terduga. Seperti dapet bonus wortel, tomat bahkan kadang diambilin cabe. Kalau bahasa jawanya itu, dicawuk'in (diambil pake tangan, segenggam gitu) cabe rawit. Belum lagi pas jelang hari raya, pasti deh langganan kita bagi-bagj hadiah. Contohnya selusin sendok, ember, teko, toples bahkan panci. Nah, yang begini ni selalu bikin jatuh hati kalo belanja di pasar tradisional.  Ngomongin soal belanja sayur, saya seminggu sekali selalu bikin atau menyusun minggu menu mingguan. Belanjanya sesuai dgn menu satu minggu itu. Dan ternyata Bunda Tantri juga melakukan hal yang sama. Menyusun menu yang bergizi setiap minggu bikin say

Bikin Apa Aja Gampang dengan Digital Rice Cooker Mito R5

Hayoo, ada yang pernah dengar Digital Rice Cooker Mito R5??buat yang sudah punya, pasti tertolong banget dengan produk ini. Nah buat yang pernah dengar tapi belum tahu penampakannya,atau belum pernah sama sekali dengar. Kali ini saya mau sharing pengalaman menggunakan Digital Rice Cooker Mito R5 8 in 1, rice cooker masa kini dan multi fungsi. Kira-kira saya bikin apa aja ya??emmm… Tentang Digital Rice Cooker Mito R5 Digital Rice Cooker Mito R5 merupakan produk terbaru dari Mito Electronic, dimana Digital Rice Cooker Mito R5 ini memiliki kapasitas yang lebih besar (2 liter), juga dilengkapi dengan 8 fungsi mode memasak. Yaitu memasak nasi, nasi merah, bubur, kue, merebus, mengukus, membuat sup dan menggoreng. Selain itu, juga dilengkapi dengan panci 5 lapis, pemanas 3D, serta fungsi timer untuk memasak nasi sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan. 8 Keunggulan Digital Rice Cooker Mito R5 1. Satu rice cooker dengan banyak fungsi, 8 mode memasak. 2. Panci dengan 5 lapis