Friday, 31 January 2014

[on friday] Sepadan Rasa


Sepucuk surat merah [entah sudah berapa lama tersimpan dilaci kamar ini]

Akan kemanakah kita..
Pertanyan itu yang selalu aku tanyakan ketika tiba-tiba engkau mengajakku pergi, dengan sedikit mengkerutkan dahi lalu seuntai senyum melebar dari bibir merahmu sambil berucap. 
"Ayolah,ikuti saja apa yang kuminta...satu lagi,jangan pakai alas kaki"
"Hah??"ujarku kaget
"Ayolah"sembari menariku 
"Baiklah,tunggu sebentar"
Sementara, engkau sudah berdiri di bibir pintu sambil mengerdipkan mata kearahku. Ah, apa-apaan ini, gerutuku dalam hati. Diluar gerimis tipis sedang mencari perhatian, bukan kepadaku. Mungkin pada sosok yang berdiri disampingku, Rey. 

Sepertinya ada yang memamah tanganku untuk membuka lembaran lusuh yang ada di hadapanku,dengan ragu, perlahan aku membukanya. Kosong, hanya selembar kertas lusuh yang tersimpan hampir lima tahun. Ya, lima tahun....tapi, tiba-tiba mataku tertuju pada ujung kanan atas kertas, satu kata...a k u...aku..... 

Entah, tapi aku ragu. Tiba-tiba ragaku seperti tercabik-cabik.

***
Siak.30/1/2014
@hmzwan



 
 

32 comments:

  1. Replies
    1. iya yah??hehehe..nggak mbk,saya kan penakut mana berani nulis horor hhehehe

      Delete
  2. Hmmm ... gambarnya itu ... bikin perasaan tercabik2 melihatnya

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. hickz,bukkaannnn...imajinasi saya mbk^^

      Delete
  4. kamus mana kamuss....*kelamaan ngecraft :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha,,,,nggak punya kamus mbk :D

      Delete
  5. Penasaran buangettt. Ini novel horor ya Mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe,,bukan,mini fiksi aja mas :D

      Delete
  6. suratnya kirim ke blog saya juga dong. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa bisa...tunggu pak pos datang ya :D

      Delete
  7. paling ngga bhisa disuruh bikin cerita macam gini, TOP utk critanya, klanjutannya kapan neh?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kan TOP bikin komik miss hehe..g ada lanjutannya,silahkan ditebak sendiri :D

      Delete
  8. Butuh pemikiran dalam memahami tulisan ini, tetapi itulah serunya berfiksi

    ReplyDelete
  9. kesadaran yang muncul setelah lima tahun..memang bisa membuat perasaan jadi tercabik-cabik ...luarbiasa ,
    keep happy blogging always..salam dari makassar :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe,betul sekali mas...happy blogging^^

      Delete
  10. masih ada lanjutannya kah?
    isi suratnya apa? huhuhu.. *penasaran*

    ReplyDelete
  11. Replies
    1. jangan keras2 nani kejedot loh hehe

      Delete
  12. pake aplikasi apa itu mbak bisa begitu?
    hmm... aku paling nggak bisa memamah puisi :-P

    ReplyDelete
    Replies
    1. mainin grayscale aja mbk...berkali2 hehe..

      Delete