Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2013

Produktif dengan yang Tipis dan Nggak Harus Mahal

Akhirnya saya ikut juga “30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis” yang diadakan oleh Kumpulan EmakBlogger (KEB) *horrreeee*, inipun benar-benar kejutan mendadak di hari senin siang, izin suami dan langsung di setujui. Okesip daftar deh…ahaii, baiklah mari kita mulai. Tema tantangan di minggu pertama adalah ”Notebook Makin Tipis, Bikin Emak Makin Produktif. Tipis Itu Nggak Harus Mahal”. Membaca kata notebook rasanya saya masih asing dengan barang canggih yang satu ini, bagaimana tidak. Lha wong   saya masih setia dengan laptop jadul, berat, besar, layar lebar, dan ribetnya minta ampun karena nggak bisa dibawa kemana-mana. Bukan karena setia tapi karena memang adanya ini, kebetulan milik suami, lumayan agak ringan dibanding dengan laptop saya yang memang sengaja saya tinggal di Jawa. Dulu waktu saya masih mengajar di Batam (6 bulan yang lalu), ketika saya mengeluarkan laptop dari tas ransel. Banyak teman-teman yang heboh dan   suka ngeledekin saya *di bully n

Kamar Mandi

 Assalamu'alaikum... Selamat sore, selamat menikmati akhir pekan yang indah pemirsah hehe. Alhamdulillah sudah mulai enakan ini badan, tapi capeknya masih benar-benar melekat di ingatan hahaha *sungguh, belum kehapus!!!*. Tapi lumayanlah, hidung meler dan virus hatsyi hatsyi bertahan satu hari gara-gara tiap waktu dicekoki air hangat dan madu. Satu lagi pesen mas jenggot kepada saya ketika sebelum berangkat kerja Jangan tidur!!! nanti tambah sakit badannya, sippp bos!!!^^. Ya ya ya, abaikan ingatan capek bawa ransel saat perjalanan pulang. Kali ini izinkan saya bercuap-cuap, masih seputar mbolang ke Rengat minggu lalu. Satu hal yang saya cari ketika sampai di tempat jalan-jalan, apa tuh??kamar mandi, yes, that's right. Awalnya sih nggak kebayang kalau di sini bakal tinggal di rumah anaknya si mbah yang belum buat kamar mandi, dengan alasan lebih memilih beli ladang sawit dan berjibaku di ladang daripada kamar mandi. Appa???hiyyyaa.....*mendadak lemes*, sore hari set

Petualangan Seru ke Rengat Riau

Apa kabar pemirsah???semoga sehat selalu, dua hari ini badan kurang fit karena efek mbolang liburan idul adha kemarin ke Rengat Riau. Modal nekat, iya banget karena ya pingin jalan-jalan keliling Riau. Kebetulan juga ada saudara dari suami yang selama 27 tahun tidak bersua, mereka pisah saat SD dan baru bertemu lagi pas mbolang kemarin. Hatsyi..hatsyi... Perjalanan dimulai dari Siak pukul 06.00 *hiyyyaaa niat banget ya hehe* mengunakana motor cowok, satu backpack dan tas kecil tempat dompet dan hp. Dari Siak perjalanan lancar dan aman, tapi saat mau keluar dari Kabupaten Siak jalanan benar-benar rusak. Banyak mobil fuso, tronton dan truk-truk besar. Sepanjang kanan-kiri jalan banyak tanaman pohon sawit. dua jam sudah akhirnya kami sampai di Kerinci, istirahat sebentar di warung untuk sarapan. Saya memilih nasi goreng dan suami bubur kacang hijau, minumnya teh panas, Subhanallah.... nikmat sekali!!!!sruuppptttt....  Lanjut perjalanan ke arah Rengat, banyak desa yang dilewa

3 Cerita

senja di depan kamar kos,ajjibbb tenan^^ Jadi anak kos Cantik kan???foto diatas bukan credit tapi ini asli jepretan saya hehehe....lokasinya di depan kamar kos-kosan, hiyyyaaa ngekos lagi???. Setelah hampir tiga tahun lamanya meninggalkan dunia kos-kosan, kali ini saya dan suami ngekos. Ngapain nggak ngontrak rumah aja sih?hehehe... 1. Kontrakan rumah di Siak cepet ludes, banyak pendatang yang berbondong-bondong mencari nafkah di Siak *tsahhhhh...katanya sih*, ada yang asli luar Riau bahkan banyak pula yang warga asli Riau tapi memilih untuk tinggal di Siak. Biar nggak capek kali ya, maklum lumayan jauh-jauh sih jaraknya antar kabupaten *ini masih katanya loh..*. 2. Saya masih berdua juga, jadi cari yang simpel. Awalnya suami berburu kontrakan tapi banyak yang sudah di booking, ada tapi di tempat sepi, deket hutan, banyak tanaman liar yang tinggi-tinggi, ngeri juga kan. Akhirnya sementara cari kos-kosan biar bisa boyong saya dari Batam *owh,so swiit..*. 3. Pas kebetulan

Melayu dan Tulisan Pegon

Huruf Pegon adalah huruf Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa juga Bahasa Sunda . Kata Pegon konon berasal dari bahasa Jawa p├ęgo yang berarti menyimpang. Sebab bahasa Jawa yang ditulis dalam huruf Arab dianggap sesuatu yang tidak lazim . Berbeda dengan huruf Jawi, yang ditulis gundul, pegon hampir selalu dibubuhi tanda vokal. Jika tidak, maka tidak disebut pegon lagi melainkan Gundhil . Bahasa Jawa memiliki kosakata vokal ( aksara swara ) yang lebih banyak daripada bahasa Melayu sehingga vokal perlu ditulis untuk menghindari kerancuan. ..... wikipedia ..... Sebelumnya, Dirgahayu Siak yang ke.....waduh lupa saya hehe,kebetulan tanggal 4 oktober 2013 hari jadinya kota sekaligus kabupaten Siak. Terkenal dengan brand nya Siak truly melayu, memang benar-benar melayu banget menurut saya *menurut saya loh ya yang asli 100% pendatang, baru lagi hehe*. Dari pertama masuk kota Siak pun sudah terlihat pemandangan jembatan Siak yang megah yang kental sekali dengan

Pertanyaan yang Sama

Dulu sebelum menikah, banyak teman dan saudara yang sringkali menanyakan hal seperti ini : "Kapan nikah mbk??" "Kok belum nikah-nikah, teman-temannya dah pada nikah semua tu, udah punya anak juga.." "Ayo cepetan nikah, nunggu apalagi??" dan masih banyak lagi pertanyaan yang menanyakan hal serupa, tapi karena memang saya orangnya lumayan cuek jadi ya biasa saja. Toh waktu itu usia saya belum masuk 25 tahun, pada akhirnya di usia awal 25 tahun do'a saya diijabah oleh Allah. Horeee...nikah juga akhirnya!! kata teman-teman saya. September 2013 menjadi tahun kedua pernikahan kami, Alhamdulillah..baarokallahulana aminn. Setelah menikah dan langsung di boyong ke Batam bukan serta merta masalah selesai, melainkah awal terbukannya jendela dari sebuah pernikahan. Dimana angin, debu, sampah kecil hingga besarpun bisa masuk lewat jendela rumah kami. Satu dua tiga empat lima dan berbulan-bulanpun mulai banyak yang menanyakan hal seperti ini: "

Jalan-jalan ke Jembatan Siak

Hallo hallo....apa kabar, Assalamu'alaikum.... Hehe,kehabisan pulsa jadi belum bisa bewe nih, mohon maaph hehehe..masih seputar reportase jalan-jalan di Siak nih. Pertama kali lihat jembatan Siak ya pas pertama kali ke Siak, dua minggu yang lalu. Dari jauh kira-kira 1 km kelihatan betonnya aja, sempat penasaran karena sepanjang perjalanan dari pelabuhan Buton ke Siak cukup jauh. Satu jam, kerasa jauh banget soalnya jalannya haduueh bener-bener rusak. Sebagian rusak sebagian lagi mulus, terus pemandangannya pun hutan jadi berasa banget lamanya. Tapi pas jalanan sudah mulai mulus, lebar sudah ada tanda-tanda masuk daerah kota Siak. Ternyata benar, perlahan jembatan Siak sudah kelihatan. Horeeee akhirnya.... jembatan siak dari jauh   Cukup megah dan kokoh jembatan Siak ini, jembatan yang menghubungkan dua daratan yang dipisahkan oleh sungai Siak yang katanya dalem banget, katanya sih hehe. Jembatan Siak mulai direncanakan tahun 2002 dan selesai tahap pembangunann