Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2011

Sebuah Catatan

Kali ini wanita ketiga yang masuk ke dalam ruanganku, tergopoh-gopoh dan langsung duduk sambil menaruh tasnya di sova sebelah kanan. “Ada apalagi buk saya dipanggil bapak kepala sekolah..??anak saya ada kasus apalagi buk..??bertengkar lagi, ngerokok, mbolos atau apa bu..??” tiba-tiba banyak kalimat Tanya yang keluar dari bibir berpoles lipstik tebal itu. Lagi-lagi saya terdiam sambil terus memandang wajah sayunya yang dihantui rasa cemas, mau tidak mau saya harus menyampaikan perkembangan anaknya selama ini. Saya masih terdiam, di depan saya seorang ibu setengah baya dengan wajah yang entah saya tak mampu menggambarkannya. Pelan-pelan saya bersanjak dari kursi dan duduk mendekat disamping ibu tersebut yaitu bu Ais. Dengan perlahan bu Ais menatap wajah saya, nampak ia sudah tak sabar lagi mendengar apa yang akan saya sampaikan. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menyampaikan perkembangan anaknya Aidil selama ini, setelah saya sampaikan panjang lebar. Tiba-tiba dengan tanpa suar

Sebuah Makna

Pagi dalam sepi, Menyulam jala dibawah langit Terkapar indah dalam lamunan Hambar jari berjalan Dalam esok bergelantungan Jenuh acap bergejolak Bak padi yang bergoyang Syahdu terpasung muram Lambaianpun berterbangan Tapi mata tak terpasang ~~06.10..~~ Kala ku terdiam Memikirkan sang bulan Muram nan kusam Adakah gerangan Pikiran melayang …Kian tak tenang Tak ayal dekapan buaian malam Menjelma dalam riang Akankah… —19.05— Merajuk dalam asa Meraba dalam sunyi Mendekap dalam sepi Lantas, mengendap dalam jalakah?? Atau bersembunyi dalam erangan..?? _20.21_ ################################################################################ —–My face on wednesday…—–

Jangan Panggil Aku Autis,

Pukul 13.22 Mataku tertuju pada sosok itu Ia berdiri di tengah jalan Didepannya terlihat tiga anak kecil Entah akupun perlahan bangkit dari kursiku Mencoba menghampiri mereka **** Perlahan ku berjalan mendekati mereka Sukari, ya itu Sukari Ia memegang kedua tangan anak kecil itu Sambil berkomat-kamit, terus menerus Sesekali mengadahkan kepalanya kelangit Sembari mengernyitkan matanya Panas, **** Aku berdiri di belakang Sukari Dua anak kecil yang berada di depan Sukari Hanya bisa melihat temannya Kedua tangannya dipegang erat oleh Sukari Mencoba ku memegang tangan Sukari “Lepaskan nak,” “Ini bu is anaknya nakal. Ngatain aku Autis!!” **** Sukari masih saja memegang erat kedua tangan anak kecil itu Si anak tak mampu berucap Hanya tersenyum ke arahku dengan dahi mengkerut Aku tahu ia merasa kesakitan Ku elus tangan dan punggung Sukari “Lepaskan nak,” “Dia nakal bu is, ngatain aku Autis..” Ucapnya berkali-kali **** Lagi, aku menoleh ke arah anak kecil it

Guratan Rindu

Satu waktu… Sesak yang ku rasa Hanya mampu terdiam kaku dalam heningMU Berkali ku mendesah pelan Sesekali terdengar suara detak jarum jam berdetak Aku masih terbujur lemas Tetesan bening masih saja berhamburan deras Berdesakan dan saling mendahului satu sama lain Jengah yang ku rasa Adakah rindu yang mendera…??? @@@@@@@@@

Menikmati Segarnya Air Terjun Cuban Rondo

Seperti biasa, liburan datang waktunya memanjakan diri bersama para sahabat ke medan perang yaitu menjelajah hehe. Berempat dengan menaiki sepeda motor kami melaju kearah barat menuju kota Batu, setelah keliling kota Batu. Kami dibingungkan dengan tujuan, maklum tidak ada rencana sama sekali jadi asal cabut hehe. Entah setelah keliling kota Batu kamipun melanjutkan perjalanan kearah Pujon, entah sesampainya di gapura Air Terjun Cuban Rondo kamipun langsung masuk menuju pintu masuk kawasan Air terjun. Di kanan kiri dikelilingi pohon pinus dengan udara yang segar jauh dari hiruk piruk suasana kota, wow bener-bener seger udaranya. + 3 kilo dari gerbang pintu masuk kawasan air terjun kami sampai di tempat parkir dimana letaknya + 700 meter dari lokasi air terjun Cuban Rondo. Sesampainnya di lokasi air terjun, luapan air dari ketinggian 84 meter deras mengalir ke sungai-sungai kecil dipinggiran lokasi utama air terjun. Wow, dingin banget airnya….segerrrrr, lumayan buat refresh otak. 2 j

Tradisi Mbubak Jelang Pernikahan

Episode Ponorogo, Sepuluh hari di Ponorogo rasanya banyak sekali momen atau kejadian yang harus di dokumentasikan, setelah berkeliling Ponorogo mencicipi berbagai aneka Pecel Ponorogo. Kali ini saya akan menceritakan salah satu adat istiadat masyarakat Ponorogo menjelang pernikahan putra/putrinya. Dalam adat Pernikahan di Ponorogo, jika anak sulung atau anak bungsu menikah maka ia harus di mbubak. Istilahnya yaitu pelepasan anak dari pihak keluarga, memohon do’a untuk kelancaran acara pernikahan, dan mendo’akan calon mempelai pengantin. 16 September 2011, 23.30 wib Mungkin karena kecapekan, pukul 21.30 saya sudah tidak tahan lagi untuk istirahat karena selama beberapa hari tenaga terforsir untuk menyiapkan pernikahan adik saya (adik kandung suami), entah tiba-tiba pukul 23.30 saya dibangunkan oleh suami untuk bersiap-siap. Dengan wajah masih ngantuk sayapun bertanya kepada suami. “Ada apa..??” “Mau di mbubak, itu orang-orang sudah kumpul di luar..”ujar suami “Mbubak..??jam ber

Waktunya mengarsipkan tulisan dari siana ke blog, cekidot...

Sambil nonon bulu tangkis sama bola, disambi masukkan tulisan yang ada di kompasiana ke blog. lupa belum di arsipkan hehe...mumpung lagi longgar,nggak pake lama...hayyuklah :)

Resep Alternatif Pengganti Kunci pada Sayur Bening

Pagi-pagi saya sudah disibukkan dengan aktivitas rutin baru,ya urusan rumah tangga. Salah satu yang paling saya suka yaitu memasak, rencananya saya ingin memasak sayur bening tapi sayang saya tidak mendapatkan kunci di pasar .Kunci (temu kunci) merupakan rempah khas khusus untuk sayur bening. Andai saja saya masih di Jawa, beli Rp 1000 sudah dapet seplastik besar. Berbeda dengan di tempat saya merantau kali ini, mau cari dimana lagi ya..???twing twing…Akhirnya berganti menulah pagi itu. Sorenya seperti biasa saat waktu luang saya sempatkan menelpon orang tua dan saya menceritakan kejadian pagi itu kepada Ibu, karena saya belajar banyak memasak dari ibu. Upz, bukan belajar tapi melihat ding hehe..Lalu beliau memberikan resep sayur bening simpel pengganti kunci. Jika tidak ada kunci bisa diganti dengan daun kemangi dan jahe, caranya jangan dimasukkan berbarengan dengan bawang merah tapi masukkan kemangi berbarengan dengan daun bayem lalu tambahkan 1 iris jahe dan masukkan bumbu ya

Puisi Zun (Trio Ijab Qabul)

Berulah tentang cinta Perasaan menggelora Jantung berdetak cepat bak meteor Menggebu beradu dengan nyali Tak mampu ku bernafas Sesak tanpa oksigen *** Berulah tentang cinta Rutukku hancur berkeping-keping Organpun jatuh ke tanah dan saling beradu Menyelusuri setiap jengkal aura Sialpun kupeluk erat *** Kata siapa aku lelah, Berbagi denganmu berbaur dengan organ tubuhmu Menggandeng setiap detak nadimu berhembus Menjelajahi setiap aroma yang kau suguhkan Ibarat aku dan kamu sudah mengadu pada sketsa cintaNYA *** Tak usah berdenyut dengan logika, Usah hatiku juga hatimu Ciumanmu bak hamparan mawar tak berduri Lautan duripun mampu kita lemaskan dengan hati *** Bukankah merpati itu kita, Dua sayap mampu menghempaskan segala prahara Seonggok hatiku terpaut dalam hatimu Bersemi duri tajam terpatri untukmu *** Bukalah ekor matamu, Mereka tak rasa tapi kita rasa Karena cinta harus dirasa tak diraba Inilah samudera hati untukmu %%%%%%%%%%%%%%%%%%% Malang, 16

Welcame back Me

Uwaaaaaaaaaa,lama nggak blogging. berhubung banyak kesibukan cieee kayak artis ajah hehe. jadinya terabaikan, bukan hanya nulis disini di kompasiana juga stop menulis. selesai sudah acara yang serba ribet...sekarang lanjt nulis lagi,cerita-cerita lagi... Welcame back HM.... Srupttttttttt,heummm segernya!!!!