Skip to main content

Posts

Showing posts from 2011

Ketika Jari dan Imajinasi Berlari

Kalaupun lelah, Itu pasti Lembayung tak bersahabat lagi Dan langitpun tak cerah lagi Aku sendiri Dalam liukan sunyi Berbekal dua bola mata Yang indah tak seindah punya matahari Jangan berandai lagi Sirna yang kau benci Menikam setengah hati Ah, itu pasti Tak usah melanglang Dia tak bersahabat Menyendiri dalam ramai Melambaikan diri dengannya, Sang angin malam Tengok jari menari Ke kanan pun ke kiri Siang nan sunyi Akupun masih sendiri

Tengkyu for My Junior Enterpreneur...*Silmi*

Silmi, ya....my junior reseller hehehe. Masih SD tapi sudah jago menjajakan produkku di sekolahnya,uwahhh serunya...mungkin jiwa enterpreneurnya mengalir dari kedua orang tuanya yang sudah sukses menjadi enterpreuner sejati,aih hehehe... Hari sabtu yang lalu, disekolahnya ada market day...sejenis bazar,tiap anak harus berjualan apapun bentuknya...(heummm,mencetak interpreneur memang. bolehlah nih sekolah hehe)...jadi Silmi pesan 70 buah produk flanel berbagai bentuk, dari gantungan kunci,hp,pembatas buku,hiasan pensil,bros dll....semoga maket day-nya lancar dan sukses Silmi...^_^ SOLD OUT dah!!!

Kekerasan Pada Anak (Catatan lama)

“Saya disini hanya sebagai saksi dari teman saya yang mengalami kekerasan, waktu itu teman saya tidak mengerjakan tugas. Kemudian guru kami sangat marah sekali dan guru itu memukul teman saya dengan penggaris besar dan kemudian dia mendorong kepala teman saya dengan keras..”(Erry, siswa SMK) Sebulan yang lalu salah satu murid saya kelas 8a yang bernama Farhan tiba-tiba memberikan satu buku dengan cuma-cuma kepada saya. Buku yang berisi + dari 100 halaman tersebut berjudul “Peta Kekerasan Terhadap Anak” yang disusun oleh Tim DPA Kota Malang yang terdiri dari siswa/siswi dari SMP maupun SMA di kota Malang. Buku ini berisi tentang gambaran yang jelas mengenai kekerasan anak di kota Malang yang dilatar belakangi oleh adanya pemetaan kekerasan terhadap anak di sekolah dan dijalanan. Dimana pemetaan ini menggunakan sample anak SD, SMP, SMA dan anak-anak jalanan, dengan menyertakan beberapa ungkapan dan dokumen dari para korban kekerasan Berbicara tentang kekerasan, dalam kamus bahasa I

Sebuah Catatan

Kali ini wanita ketiga yang masuk ke dalam ruanganku, tergopoh-gopoh dan langsung duduk sambil menaruh tasnya di sova sebelah kanan. “Ada apalagi buk saya dipanggil bapak kepala sekolah..??anak saya ada kasus apalagi buk..??bertengkar lagi, ngerokok, mbolos atau apa bu..??” tiba-tiba banyak kalimat Tanya yang keluar dari bibir berpoles lipstik tebal itu. Lagi-lagi saya terdiam sambil terus memandang wajah sayunya yang dihantui rasa cemas, mau tidak mau saya harus menyampaikan perkembangan anaknya selama ini. Saya masih terdiam, di depan saya seorang ibu setengah baya dengan wajah yang entah saya tak mampu menggambarkannya. Pelan-pelan saya bersanjak dari kursi dan duduk mendekat disamping ibu tersebut yaitu bu Ais. Dengan perlahan bu Ais menatap wajah saya, nampak ia sudah tak sabar lagi mendengar apa yang akan saya sampaikan. Akhirnya saya memberanikan diri untuk menyampaikan perkembangan anaknya Aidil selama ini, setelah saya sampaikan panjang lebar. Tiba-tiba dengan tanpa suar

Sebuah Makna

Pagi dalam sepi, Menyulam jala dibawah langit Terkapar indah dalam lamunan Hambar jari berjalan Dalam esok bergelantungan Jenuh acap bergejolak Bak padi yang bergoyang Syahdu terpasung muram Lambaianpun berterbangan Tapi mata tak terpasang ~~06.10..~~ Kala ku terdiam Memikirkan sang bulan Muram nan kusam Adakah gerangan Pikiran melayang …Kian tak tenang Tak ayal dekapan buaian malam Menjelma dalam riang Akankah… —19.05— Merajuk dalam asa Meraba dalam sunyi Mendekap dalam sepi Lantas, mengendap dalam jalakah?? Atau bersembunyi dalam erangan..?? _20.21_ ################################################################################ —–My face on wednesday…—–

Jangan Panggil Aku Autis,

Pukul 13.22 Mataku tertuju pada sosok itu Ia berdiri di tengah jalan Didepannya terlihat tiga anak kecil Entah akupun perlahan bangkit dari kursiku Mencoba menghampiri mereka **** Perlahan ku berjalan mendekati mereka Sukari, ya itu Sukari Ia memegang kedua tangan anak kecil itu Sambil berkomat-kamit, terus menerus Sesekali mengadahkan kepalanya kelangit Sembari mengernyitkan matanya Panas, **** Aku berdiri di belakang Sukari Dua anak kecil yang berada di depan Sukari Hanya bisa melihat temannya Kedua tangannya dipegang erat oleh Sukari Mencoba ku memegang tangan Sukari “Lepaskan nak,” “Ini bu is anaknya nakal. Ngatain aku Autis!!” **** Sukari masih saja memegang erat kedua tangan anak kecil itu Si anak tak mampu berucap Hanya tersenyum ke arahku dengan dahi mengkerut Aku tahu ia merasa kesakitan Ku elus tangan dan punggung Sukari “Lepaskan nak,” “Dia nakal bu is, ngatain aku Autis..” Ucapnya berkali-kali **** Lagi, aku menoleh ke arah anak kecil it

Guratan Rindu

Satu waktu… Sesak yang ku rasa Hanya mampu terdiam kaku dalam heningMU Berkali ku mendesah pelan Sesekali terdengar suara detak jarum jam berdetak Aku masih terbujur lemas Tetesan bening masih saja berhamburan deras Berdesakan dan saling mendahului satu sama lain Jengah yang ku rasa Adakah rindu yang mendera…??? @@@@@@@@@

Menikmati Segarnya Air Terjun Cuban Rondo

Seperti biasa, liburan datang waktunya memanjakan diri bersama para sahabat ke medan perang yaitu menjelajah hehe. Berempat dengan menaiki sepeda motor kami melaju kearah barat menuju kota Batu, setelah keliling kota Batu. Kami dibingungkan dengan tujuan, maklum tidak ada rencana sama sekali jadi asal cabut hehe. Entah setelah keliling kota Batu kamipun melanjutkan perjalanan kearah Pujon, entah sesampainya di gapura Air Terjun Cuban Rondo kamipun langsung masuk menuju pintu masuk kawasan Air terjun. Di kanan kiri dikelilingi pohon pinus dengan udara yang segar jauh dari hiruk piruk suasana kota, wow bener-bener seger udaranya. + 3 kilo dari gerbang pintu masuk kawasan air terjun kami sampai di tempat parkir dimana letaknya + 700 meter dari lokasi air terjun Cuban Rondo. Sesampainnya di lokasi air terjun, luapan air dari ketinggian 84 meter deras mengalir ke sungai-sungai kecil dipinggiran lokasi utama air terjun. Wow, dingin banget airnya….segerrrrr, lumayan buat refresh otak. 2 j

Tradisi Mbubak Jelang Pernikahan

Episode Ponorogo, Sepuluh hari di Ponorogo rasanya banyak sekali momen atau kejadian yang harus di dokumentasikan, setelah berkeliling Ponorogo mencicipi berbagai aneka Pecel Ponorogo. Kali ini saya akan menceritakan salah satu adat istiadat masyarakat Ponorogo menjelang pernikahan putra/putrinya. Dalam adat Pernikahan di Ponorogo, jika anak sulung atau anak bungsu menikah maka ia harus di mbubak. Istilahnya yaitu pelepasan anak dari pihak keluarga, memohon do’a untuk kelancaran acara pernikahan, dan mendo’akan calon mempelai pengantin. 16 September 2011, 23.30 wib Mungkin karena kecapekan, pukul 21.30 saya sudah tidak tahan lagi untuk istirahat karena selama beberapa hari tenaga terforsir untuk menyiapkan pernikahan adik saya (adik kandung suami), entah tiba-tiba pukul 23.30 saya dibangunkan oleh suami untuk bersiap-siap. Dengan wajah masih ngantuk sayapun bertanya kepada suami. “Ada apa..??” “Mau di mbubak, itu orang-orang sudah kumpul di luar..”ujar suami “Mbubak..??jam ber

Waktunya mengarsipkan tulisan dari siana ke blog, cekidot...

Sambil nonon bulu tangkis sama bola, disambi masukkan tulisan yang ada di kompasiana ke blog. lupa belum di arsipkan hehe...mumpung lagi longgar,nggak pake lama...hayyuklah :)

Resep Alternatif Pengganti Kunci pada Sayur Bening

Pagi-pagi saya sudah disibukkan dengan aktivitas rutin baru,ya urusan rumah tangga. Salah satu yang paling saya suka yaitu memasak, rencananya saya ingin memasak sayur bening tapi sayang saya tidak mendapatkan kunci di pasar .Kunci (temu kunci) merupakan rempah khas khusus untuk sayur bening. Andai saja saya masih di Jawa, beli Rp 1000 sudah dapet seplastik besar. Berbeda dengan di tempat saya merantau kali ini, mau cari dimana lagi ya..???twing twing…Akhirnya berganti menulah pagi itu. Sorenya seperti biasa saat waktu luang saya sempatkan menelpon orang tua dan saya menceritakan kejadian pagi itu kepada Ibu, karena saya belajar banyak memasak dari ibu. Upz, bukan belajar tapi melihat ding hehe..Lalu beliau memberikan resep sayur bening simpel pengganti kunci. Jika tidak ada kunci bisa diganti dengan daun kemangi dan jahe, caranya jangan dimasukkan berbarengan dengan bawang merah tapi masukkan kemangi berbarengan dengan daun bayem lalu tambahkan 1 iris jahe dan masukkan bumbu ya

Puisi Zun (Trio Ijab Qabul)

Berulah tentang cinta Perasaan menggelora Jantung berdetak cepat bak meteor Menggebu beradu dengan nyali Tak mampu ku bernafas Sesak tanpa oksigen *** Berulah tentang cinta Rutukku hancur berkeping-keping Organpun jatuh ke tanah dan saling beradu Menyelusuri setiap jengkal aura Sialpun kupeluk erat *** Kata siapa aku lelah, Berbagi denganmu berbaur dengan organ tubuhmu Menggandeng setiap detak nadimu berhembus Menjelajahi setiap aroma yang kau suguhkan Ibarat aku dan kamu sudah mengadu pada sketsa cintaNYA *** Tak usah berdenyut dengan logika, Usah hatiku juga hatimu Ciumanmu bak hamparan mawar tak berduri Lautan duripun mampu kita lemaskan dengan hati *** Bukankah merpati itu kita, Dua sayap mampu menghempaskan segala prahara Seonggok hatiku terpaut dalam hatimu Bersemi duri tajam terpatri untukmu *** Bukalah ekor matamu, Mereka tak rasa tapi kita rasa Karena cinta harus dirasa tak diraba Inilah samudera hati untukmu %%%%%%%%%%%%%%%%%%% Malang, 16

Welcame back Me

Uwaaaaaaaaaa,lama nggak blogging. berhubung banyak kesibukan cieee kayak artis ajah hehe. jadinya terabaikan, bukan hanya nulis disini di kompasiana juga stop menulis. selesai sudah acara yang serba ribet...sekarang lanjt nulis lagi,cerita-cerita lagi... Welcame back HM.... Srupttttttttt,heummm segernya!!!!

"Baraka Allahu Lakuma" Lyrics By: Maher Zain

We’re here on this special day Our hearts are full of pleasure A day that brings the two of you Close together We’re gathered here to celebrate A moment you’ll always treasure We ask Allah to make your love Last forever Let’s raise our hands and make Du’a Like the Prophet taught us And with one voice Let’s all say, say, say Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma Wa jamaah baina kuma fee khair. Barakallah hu lakuma wa baraka alikuma Wa jamaah baina kuma fii khair. From now you’ll share all your chores Through heart-ship to support each other Together worshipping Allah Seeking His pleasure We pray that He will fill your life With happiness and blessings And grants your kids who make your home Filled with laughter Let’s raise our hands and make Dua Like the Prophet taught us And with one voice Let’s all say, say, say Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma Wa jamaah baina kuma fee khair. Barakallah hu lakuma wa baraka alikuma Wa jamaah baina kuma

"Insya Allah" Lyric By:Maher Zain"

ketika kau tak sanggup melangkah hilang arah dalam kesendirian tiada mentari bagai malam yang kelam tiada tempat untuk berlabuh bertahan terus berharap Allah selalu di sisimu reff: Insya Allah, Insya Allah Insya Allah ada jalan Insya Allah, Insya Allah Insya Allah ada jalan every time you commit one more mistake you feel you can’t repent and that it’s way too late you’re so confused wrong decisions you have made haunt your mind and your heart is full of shame but don’t despair and never lose hope ’cause Allah is always by your side reff2: Insya Allah, Insya Allah Insya Allah you’ll find a way Insya Allah, Insya Allah Insya Allah ada jalan turn to Allah He’s never far away put your trust in Him, raise your hands and pray oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu hanya engkaulah pelitaku tuntun aku di jalanmu selamanya reff3: Insya Allah, Insya Allah Insya Allah we’ll find our way Insya Allah, Insya Allah Insya Allah we’ll find our way

Ketika Orang Tua Lupa Menjemput Anak

Pukul 15.30 Seperti biasa saya baru saja hendak pulang dari tempat mengajar, di halaman sekolah tepatnya di depan kantor Tu SMP ada satu anak SD yang masih asik duduk sambil bermain mobil-mobilan, “Jam segini kok masih ada anak SD disini…” batin saya dalam hati. Entah tiba-tiba saya berpapasan dengan guru SD yang kebetulan hendak pulang juga, dan sayapun bertanya sama beliau. “Bu, kok masih ada anak SD yang belum pulang. Ini kan sudah mau jam 4 bu..” “Lha itu bu, kasihan anak itu. Itu anak ABK bu, sering pulang sore. Saya lo pernah lihat dia jam 6 masih seliweran di gerbang depan..” “Heh??yang bener bu…??jam 6 maghrib???”ujar saya kaget “Iya bu, ibunya sering lupa jemput…enteng gitu bilangnya ke guru-guru, baru inget kalo anaknya nggak ada di rumah pas maghrib, ternyata belum dijemput..” “Hehhhh…???Bener-bener….” &&&&&&&& Malang, 25 Juli 2011

Catatan Tentang Kaki Waktu

Sebuah karya indah ada di tanganku pagi ini, satu buku yang berjudul Kaki Waktu. Kumpulan puisi 12 penyair perempuan muda Makassar yang masing-masing menyuguhkan 7 puisi karya mereka dengan sangat apik membuat beragam puisi tentang berbagai hal seperti cinta, kehidupan, kesedihan, kenangan, sebuah rasa dan masih banyak lagi. Dari satu halaman ke halaman berikutnya tak membuat saya bosan, dan ingin terus membacanya hingga lembaran terakhir. Dan, inilah satu karya dari sahabat pena saya berjudul Kaki Waktu yang indah. Kaki Waktu Kelak, Waktu akan merampasmu pula Membentangkan jeda tak berkesudahan Antara kau dan aku Lalu kita akan berlari berjauhan Urung bertemu Yang tersisa Cuma lengang yang panjang ********** Malang, 6 Agustus 2011 …For Uleng Tepu : Terima kasih untuk sebuah kenangan kecil tautan dua kelingking kita (itu pesanmu dalam lembar kedua), terima kasihhhhhhh hunnnnnnn……mwah,tlepoks!!!

Perpustakaan di Rumah, Why Not??

Anda ingat dengan slogan bahwa Buku adalah jendela dunia, kita bisa menemui slogan ini di tempat-tempat umum seperti perpustakaan. Mendengar kata perpustakaan tentunya yang ada dibenak kita adalah gudang buku, tempat membaca, tempat mencari bahan bacaan terbaru bahkan yang sudah usangpun bisa kita temukan di perpustakaan. Kehadiran perpustakaan bagi sebgian masyarakat sangat membantu mereka terutama yang senang membaca. Selain perpustakaan yang tersedia di sekolah, pesantren dan universitas, saat ini disetiap sudut kota pun sudah ada perpustakaan umum milik pemerintah. Masyarakat pun tidak mau ketinggalan, tak tanggung-tanggung kadang mereka membuat perpustakaan pribadi dengan menggunakan nama yang berbeda seperti taman baca, sanggar baca, pustaka mini, pondok baca, gubuk baca dll. Dengan menggunakan nama yang berbeda, ini akan membuat masyarakat semakin tertarik untuk sekedar mampir ataupun menjadi pengunjung tetap perpustakaan ataupun taman baca. Berbeda dengan perpustakaan umum,

Dalam Remang Senja

Dalam remang senja Dipenghujung hari Semerbak tanah basah masih tercium wangi Serupa menghirup angin yang menusuk pori-pori & & & & Dalam remang senja Kumengitari rumput ganas Dibalik senyumnya Yang hampir meredup & & & & Dalam remang senja Tak kutemukan getaran suara Hanya isak tangis sang gadis Tengah menggigil sembari mendekam mimpinya & & & & Malang, 13 Juni 2011 Meregangkan jari jemari, menghirup malam nan dingin, mencoba bermain kata demi kata…Akhirnya bisa coret-coret disini lagi setelah sepekan berpetualang di pantai kapuk hehe……….!!!!!

Rasa

Hendak ku ungkapkan rasaku Pada subuh sepekat malam Pada angin yang menyapa lembut Pada pagi yang lengang - - - Kerap kurebahkan bongkahan rasa Diatas tanah gersang yang tak terhuni Dibawah pohon randu yang tengah menjuntai Diantara tumpukan daun kering yang berserakan - - - Serupa tenggelam ku terjaga Melintas, melayang lalu menerjang Nyaris kulepas cengkeraman yang mengusikku Berlari menembus pagi sepetang malam **** Malang, 2 Juni 2011

Ucapan dari Hati

Selamat… Bukan karena ini pagi, siang, bahkan malam Bukan karena kamu merayakan hari kasih sayang ataupun hari jadimu Bukan karena kamu memenangkan sebuah perlombaan atau mendapatkan sebuah jabatan baru Bukan karena ini sebuah kesenangan ataupun kepedihan Selamat… Senja tetap saja indah dengan balutan warna warninya Tapi melepas hari ini dengan banyak hal yang baik akan tetap indah dengan kelegaan yang terpancar Usah, banyak hal buruk yang tertoreh pada hari ini. Lepaskanlah karena esok mentari akan tetap bersinar dengan pesonanya Selamat melepas penat dengan guratan senja di pelipis matamu ************* Malang, 14 Maret 2011 …Sedang mengintip senja dibalik jendela kamar, semoga hari ini tak ada kata sia dan esok tak kan tersia-sia ibadah kita… …Beres-beres brankas lha kok nemu tulisan ini hihihi …Uleng..makasih judul dudulnya ckckckck

(Balada Anak Kos) Kolak Ketan Durian

Malang masih saja mengumbar hujan setiap harinya, pulang ngajar jam 3 kehujanan. Itu sudah menjadi santapan sore bagi saya, tak apalah namanya juga berbagi dengan anak-anak, sungguh menyenangkan tak ada lelah…sepertinya meski lelah tapi tetap mengumbar senyum (hihihi narsis dikit). Benar, bahwa rizki itu datangnya dari arah manapun. Siang itu saya dapet jatah ketan dari salah satu guru, dengan PDnya saya ambil dan memasukkan ke dalam ransel. Entah, pulang sekolah dipertengahan jalan tiba-tiba saya dibingungkan dengan nasib ketan yang ada di dalam ransel saya. Mau diapakan ketan ini..???twing dwing zwing…Tiba-tiba saja pikiran saya melayang pada durian. Sibbbb…meski hujan, disempatin mampir ke penjual buah untuk beli durian yang ukurannya kecil, yubs dapet korting harga. Lumayanlah buat anak kos, harus pintar merayu pedagang memang hehe… Sesampainnya di kos, sayapun langsung melihat kotak ajaib. Semoga ada gula dan santan, huhuy alhamdulillah ada. Cukup hanya 3 bahan itu yang ada di

Senyum Cemerlang dengan Gigi Putih

Senyum mengembang, memang dambaan semua orang. Apalagi ditambah dengan gigi putih, wah pastinya tambah manis dan cemerlang tentunya. Mempunyai gigi putih, bersih, dan terawat akan membuat penampilan tambah percaya diri. Tak ayal banyak cara untuk merawat apalagi memutihkan gigi. Gigi kusam dan rusak akibat banyak hal diantaranya yaitu minum kopi, merokok, dan kurang mengkonsumsi makanan yang sehat. Sehingga kotoran tersebut menumpuk di permukaan gigi hingga sampai meresap ke pori-pori dan membuat gigi jelek dan kusam. Kalau sudah seperti itu, sikat gigi 3 kali seharipun tak cukup untuk memulihkan gigi menjadi putih. Dibutuhkan perawatan khusus untuk mengangkat kotoran yang sudah menempel di gigi. Saat ini ada cara instant untuk memutihkan gigi yaitu dengan tooth bleaching alias pemutihan gigi. Dimana dengan cara ini, dalam waktu 2 hari gigi akan terlihat lebih putih. Namun, jika anda takut untuk pergi ke dokter gigi atau tidak mempunyai dana untuk perawatan ke dokter gigi. Ada cara a

Sedikit tentang Mood Swing

`“Bete aku…” , “Sumpek bangetttt….”, “Lagi nggak mood neh…pingin marah-marah mulu rasanya”. Mungkin saya, ataupun anda pernah merasakan hal yang sama yaitu dimana tiba-tiba saja perasaan atau suasana hati berubah drastis dari yang awalnya senang lalu marah-marah. Atau jangan-jangan perubahan ini anda rasakan dalam hitungan jam ataupun kurang dari satu jam..???Wow, jika iya maka harus diwaspadai karena bisa jadi anda termasuk orang yang memiliki kecenderungan mood swing. Mood swing…????Apa itu…???Mungkin ada yang sudah mengenal istilah ini dan kemungkinan ada juga yang baru kali ini mendengar istilah ini. Mood swing atau biasa juga disebut dengan Oscillation of a person’s emotional feeling tone between period’ of euphoria and depression. Artinya yaitu suatu keadaan dimana terjadi fluktuasi atau perubahan kondisi emosi seseorang baik fisik maupun psikis dalam keadaan tertekan. Intinya, terjadinya perubahan perasaan pada seseorang yang tak menentu atau sering berubah-ubah. Kadang mera

Alunan Tentang Kehidupan dan Perjuangan

Tentang kehidupan…. Tentang rasa…dan perasaaan Benarkah hidup itu seperti rasa, Kadang selezat coklat, tak mampu diurai indahnya hidup hanya mampu menikmati lezatnya rasa kelegitan itu Kadang sepahit pare, mampu mengurai setiap detail rasa kesakitan itu Dan dari matalah rasa itu teraba Terkadang membuat serupa jengkol Menyipit layaknya ada tarikan di kedua sisinya Berbinar bagai pancaran mentari Mendung serupa langit yang hendak merinai…. Dan basah oleh semua luapan air bah yang bernama air mata Terkoyak layaknya ayakan kopi Berjalan kesana-kemari Mengikuti arah ayakan para petani Menggelinding naik turun Ada yang bertahan dan ada yang terjatuh Bersama tumpukan lembutnya arakan kopi Yang siap dinikmati Sruuppttttttt…. Menyeruput…menghirup aromanya Berharap ketenangan ada Serupa jiwa yang menemukan pelipur lara dikala luka Laksana dahaga yang sirna karena hadirnya telaga ******************* Tentang perjuangan…. Jiwa yang haus dilautan padang pasir Mencari gemericik tetesan air Sudut

Exhibionisme Pada Anak

Hari ini saya dikagetkan dengan cerita siswa SMP kelas VII tentang aksi anak SD kelas III yang sering mempertontonkan alat kelaminnya secara tiba-tiba baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Rico (nama samara pelaku) sering melakukan aksi seperti itu saat jam istirahat atau ketika tidak ada guru. Kadang juga di depan beberapa anak perempuan saja, tapi seringkali ia melakukan aksinya saat anak-anak berada di kelas. Bukan hanya memelorotkan celananya saja melainkan dengan memainkan alat kelaminnya sambil tertawa. Bukan hanya satu atau dua kali tapi hampir setiap hari ia melakukan hal seperti itu. Kasus semacam ini banyak saya dengar dari penuturan teman-teman saat masih duduk dibangku perkuliahan dan sampai saat inipun masih banyak pelaku yang sengaja mempertontonkan alat kelaminnya yang berkeliaran di jalanan. Seringkali lingkungan kita khusunya msyarakat luas menilai jika perilaku sex yang dilakukan oleh seseorang tidak sesuai dengan norma dan nilai, maka itu bisa dikatakan dengan

Aku Saksi {Sebuah Kalimat Berawal dari A-Z}

Ada apa dengan kaki-kaki itu Bukan aku takut melihat ceceran bersimbah darah Cukup mengintip dari balik jemari lentik Dupa-dupa itu tetap menyala Entah, apa yang terjadi…?? Fasa masih duduk mendekap kedua adiknya Gumpalan awan masih saja hitam nan pekat Hujanpun masih berlomba menjatuhkan dirinya ditanah basah Inginku mendekat, tapi Jalan setapak tak ku temukan Kalaulah hujan dan angin tak bersahutan Lima jari kanan kiri kaki ini mencoba mencari celah Mungkin hujan dan angin tak mau berhenti Nanar wajah itu tak terlihat lagi Oh Tuhan, selamatkan mereka Pun hujan dan angin bersahutan kencang Qatar pun masih dilanda badai Rasa takut masih menghantuiku Sungguh, aku melihatnya Tepat di depan mataku Untuk yang pertama kali aku lihat Vio mampu menyelamatkan dirinya dengan sebatang kayu Wira tak lagi terlihat, hanya motornya yang tersangkut diantara puing-puing X-tra hati-hati Yunda menyelamatkan diri beserta sang bidadarinya Zulfa di dekapnya erat-erat ******************************* Ma

Dear Gadis Hujan

Dear gadis hujan… Apa kabarmu..?? Masihkan kau bersenggama dengan rinai hujan Masihkan kau berbulan-bulan dengan gerimis mengundang Masihkan tanganmu mengadahkan ke langit Menanti gerimis dan guyuran hujan Bak menanti lakrimasi yang jatuh dari pelipis mata Entah, aku tak habis pikir dengan sukamu Berlari mengejar mendung Berharap rinai membuyarkan lamunan Menari diantara buliran tetesan bening nan deras Berdansa dan tertawa dengan elaknya Mengadah, berharap ia akan menemanimu disetiap waktu Bertepuk tangan, bersorai, memeluk gerimis Aku tak bosan melihat tingkahmu Yang semakin hari makin menggila dengan cairan yang jatuh dari langit Apapun, kau tetap gadis hujan yang istimewa ************ - Selalu indah berjabat dengan gadis hujan, thanks for being…….

Aku dan Hujan

Dan tiba-tiba hujanpun turun Mantelpun tak ada di jok motor huft, Harus menerjang angin dan derasnya hujankah..?? Atau berdiam diri di bawah pohon nan rindang..?? Atau berpindah tempat ke pinggiran toko dan ruko.. Heum, Apakabar mantelku di garasi..?? Amankah kau disana..?? Dan kupun hanya bisa duduk manis diatas motor Memandang derasnya hujan dan angin dijalanan Mengenai badanku, Pfiuh, Tak peduli air hujan jatuh tumpah ruah diterjang angin Mengenai badanku, dan basah kuyup…. Indah memandang tetesan air hujan yang jatuh tepat di wajahku Tak ada rasa… Yah,hanya kesegaran alami yang kurasakan… Itulah anatara aku dan hujan 22222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222222 —at 2.24 pm..di emperan toko Jln Martadinata Malang—

Percakapan Rembulan dan Bintang

Hai, Kaukah itu Sang bintang pujaan jagat raya Aku rembulan, Ya, rembulan cantik nan menawan Berbekal keindahan, mampu menyinari, Ah, terlalu berandai-andai Itu menurutku Tapi tidak dengan mereka Hai, Jangan diam dan berpaling Tengoklah aku sebentar Aku ingin melihatmu Dalam temaranpun kau masih malu Aku rembulan, Berwajah bengkok tak seelok bidadari kayangan Tak secantik mereka Tak sebaik mereka Tak semanis mereka Tak sepintar mereka Tak seistimewa mereka Aku benci mereka……… Hai, Kaukah rembulan itu Sang rembulan pujaan jagat raya Cantik nan menawan Berbekal keindahan, mampu menyinari malam Itu menurutku, Aku, sang bintang pujaan jagat raya ^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^ Malang, 17 Januari 2011. 09.47 am

Bulliying

Panggil saja Iraha, ia di pukul teman satu kelasnya tepat di kepala belakang dekat telinga. Satu jam setelah pemukulan tersebut pipinya bengkak, gosong dan badannya sakit semua. Minggu lalu, Enda mengadu ke salah satu guru bahwa temannya si Tio pernah dimasukkan ke dalam tong sampah oleh beberapa siswa tingkat atas sewaktu pulang sekolah. Tio tidak berani melapor ke guru karena dia diancam oleh kelompok tersebut. Sehingga teman Ferdolah yang mengadu kepada guru. Gio salah satu murid khusus diganggu teman satu kelasnya dan langsung memberontak, lantas ia diserang oleh beberapa temannya. Bukan malah melerai pertikaian, beberapa teman-teman Gia malah memukuli Gio sampai ia kesakitan Berbeda dengan Iraha, Gio dan Tio, Sigit (bukan nama asli) siswa baru pindahan dari Jakarta tersebut setiap hari harus menyerahkan uang Rp 3000 ke kelompok yang sangat ditakuti oleh teman-temannya satu kelas. Tidak hanya di palak, tapi ia juga sering dikosek / dijundu (menyentuh kepala dengan keras dan